
“Selamatkan mereka terlebih dahulu.” Sebuah suara lembut terdengar di sangkar yang tertutup kain putih. Semua perempuan yang mendengar itu, tahu siapa pemiliknya.
“Dewi ... jadi itu benar-benar dirimu.”
“Dewi Molovia, ternyata Anda juga ditangkap oleh para sampah ini.”
“Sial*an, orang-orang itu. Berani menculik seorang dewi kami!”
Satu persatu perempuan mengutuk bandit yang telah membawa sang dewi mereka.
Hal ini tentu mengundang rasa penasaran Ryuto, dia menatap ke arah sangkar yang tertutup kain. Namun, dirinya tetap menuruti ucapan dari dewi tersebut.
“Kalian semua segera keluar, Dewi Molovia akan kuselamatkan. Lebih baik kalian temui orang tua masing-masing yang berada di Desa Molov.”
Mendengar hal itu, para perempuan mengangguk. Ini adalah perintah dari dewi dan lelaki tersebut. Sehingga ketika mereka keluar sangkar. Satu persatu orang segera keluar dari markas bandit.
Tak butuh waktu lama untuk seluruh perempuan keluar dari ruangan tersebut. Kali ini tatapan Ryuto tertuju ke arah sangkar yang ada kainnya itu.
“Semua sudah keluar, sekarang giliran dirimu. Juga, aku tidak menyangka bahwa akan bertemu denganmu di sini. Shulian.”
Ryuto mengucapkan nama perempuan itu berbeda dari semua orang, dia memandang ke arah sangkar sambil tersenyum. Namun, untuk sosok perempuan yang berada di sangkar tersebut tidak bisa tenang.
“Kau ... bagaimana bisa mengetahui nama asliku, hanya suamiku seorang yang mengetahui hal itu! siapa kau!”
Molovia terkejut akan seseorang yang mengetahui nama dirinya dulu. Dia juga menyadari bahwa orang yang merupakan suaminya sudah meninggal lama karena diserbu oleh beberapa Dewa lainnya.
Namun, ketika kain yang menutupi sangkarnya dibuka. Dia melebarkan mata ketika melihat sosok laki-laki yang begitu tampan tengah memandang dirinya sambil tersenyum.
Senyuman itu amat indah bagi Molovia sendiri karena hanya satu orang yang memiliki senyuman tersebut.
“Ryuto ....” Molovia melebarkan mata, kemudian butiran air mata mulai jatuh ketika melihat sosok laki-laki tersebut. “Bagaimana kamu bisa bangkit kembali, itu tidak mungkin Ryuto yang sama.”
“Ya, aku bukan Ryuto yang kamu maksud. Namun, aku ialah reinkarnasi dari Ryuto sendiri. Namaku ialah Kurokami Ryuto.”
Mendengar hal itu, akhirnya Molovia mengingat tentang reinkarnasi Ryuto sendiri. Setiap lelaki tersebut meninggal akan melakukan reinkarnasi ke tubuh lainnya.
Namun, sebelum Molovia berpikir lebih jauh. Suara perempuan terdengar dari pintu masuk tempat markas bandit berada.
__ADS_1
“Sayang, apakah kau ada di dalam?”
“Ya!” Ryuto berteriak ketika mendengar suara para istrinya itu.
Lilia dan yang lainnya mendengar jawaban suaminya, segera melesat masuk ke dalam markas bandit. Namun, ketika mereka tiba satu persatu perempuan mengerutkan kening dalam sekejap.
Mereka dengan refleks, menutup hidung dan mulut masing-masing.
“Bau!” Seru para perempuan, kemudian memandang sekitar dan melihat sangkar-sangkar yang sudah dipotong oleh secara halus. Tentu mereka tahu siapa yang memotongnya, akan tetapi bau yang tidak sedap itu masih saja melayang di udara.
“Oh, akhirnya kalian sudah tiba.”
Mendengar suara tersebut, para perempuan segera menatap ke asal suara itu. Mereka melihat Ryuto yang tengah bersama dengan seorang perempuan yang amat cantik.
“Shulian!” Lilia terkejut ketika dia menatap lekat perempuan itu, dia tahu nama itu ketika melihat isi pikiran dari Kurokami Ryuto sebelumnya.
“Kamu mengenal diriku?” Molovia terkejut dengan seseorang yang tidak pernah dia temui, tahu nama dirinya itu.
“Oh, tentu aku mengenal dirimu karena kamu ialah salah satu dari saudari kami.” Lilia berkata lembut, hal ini membuat Molovia melebarkan mata. Dia tahu satu sosok yang mirip dengan senyuman perempuan itu.
“Ambar...” tanpa sadar Molovia berkata dengan nada lemah. Dia jelas mengetahui nama saudari pertamanya itu.
“Tidak, aku bukan Ambar. Mungkin aku akan menjadi penerus dirinya.” Lilia menjawab dengan jujur sambil berpose telunjuk di dagu seolah-olah tengah berpikir.
Molovia sedikit tertegun, kemudian dia tersenyum ketika mendengar hal itu. Entah mengapa sifat dari perempuan yang dia sebut saudari pertamanya itu, benar-benar sangat mirip.
‘Aku tidak menyangka akan ada Ambar kedua di sini.’ Molovia tersenyum dalam hati, dia sedikit terkejut dengan kehadiran sosok reinkarnasi dari suaminya terdahulu.
Tepat saat dia tengah memikirkan sesuatu, Ryuto mendekat dan menghancurkan seluruh rantai yang mengikat perempuan itu.
Molovia tertegun, kemudian dia menatap ke arah lelaki yang menyelamatkan dirinya itu. “Aku tidak begitu mengenal dirimu. Namun, jika kamu dapat menjawab pertanyaanku. Aku akan bersedia ikut denganmu!”
Ryuto mengerutkan keningnya, dia sendiri tidak terlalu memikirkan apakah Molovia ikut atau tidak. Namun, dia sedikit tertantang ketika mendengar perempuan itu mengajukan sebuah pertanyaan.
“Pertanyaan apa?”
“Bisakah kamu memberitahuku apa yang menyebabkan dirimu dulu gagal, Padahal kau sangat kuat dan dapat membunuh siapa pun yang ada.”
__ADS_1
Ryuto yang mendengar pertanyaan itu seketika menyadarinya, dia kemudian tersenyum dan berkata, “Apa yang salah dari Ryuto terdahulu ialah tidak memberikan kemampuan yang dapat meningkatkan kekuatan para istrinya sendiri.”
“Dia kurang percaya akan istrinya itu, sehingga kegagalan sudah menanti.”
Mendengar jawaban dari Ryuto, Molovia seketika melebarkan matanya dan menghela nafas panjang. Apa yang dikatakan lelaki itu memang benar.
Dulu yang membuat Ryuto jatuh ialah lemahnya istri yang dia miliki. Jika saja Ryuto menaruh kepercayaan dan kekuatan kepada para perempuan, maka tidak akan ada kegagalan.
“Kau benar, kami waktu itu menjadi sandera sehingga Ryuto tidak bisa berbuat apa-apa. Meski dia ingin merelakan kami, akan tetapi dia tetap tidak rela jika kami mati.”
Molovia menatap ke arah Ryuto dan tersenyum ringan. “Namaku sekarang bukan Shulian. Itu hanya milik Ryuto terdahulu, sekarang namaku ialah Molovia dan bolehkah perempuan lemah ini menjadi istrimu?”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Molovia, seketika Ryuto menatap ke arah Lilia. Dia tidak bisa memutuskan sendiri, terutama ada perempuan pertama di tempat.
Lilia yang merasakan tatapan tersebut, menatap balik ke arah Ryuto, dia tersenyum tipis dan mengangguk. Satu lagi perempuan akhirnya didapatkan.
“Baiklah, aku tidak masalah. Namun, sebelum itu.” Ryuto mendekat ke arah Molovia, kemudian dia mengibaskan tangan tepat di pakaian perempuan tersebut.
Dalam sekejap, pakaian yang dikenakan oleh Molovia meledak dan berubah menjadi pakaian yang sangat cantik.
Molovia yang memakai pakaian itu, memutar tubuhnya dengan senang. Dia tidak menyangka bahwa dirinya mendapatkan pakaian yang begitu indah.
Molovia seketika sadar kembali dan menatap ke arah lelaki di depannya itu. Dia kemudian mendekat dan memeluk Ryuto dengan erat.
“Terima kasih, Sayang.”
Ryuto yang menerima pelukan itu, tersenyum ringan. Dia membalas pelukan perempuan itu dan berkata, “Sekarang, kau tidak akan seperti sebelumnya.”
Ryuto selepas bersentuhan dengan Molovia seketika mengetahui seluruh memori perempuan tersebut. Hal ini juga sama, Molovia mendapatkan ingatan terkait Ryuto.
Dia terkejut karena suami barunya itu ternyata merupakan anak yang mendapatkan berkah. Juga, rasa sakit yang dialami seluruh saudarinya itu benar-benar mengena di dalam hati.
“Jaga aku bersama saudari yang lainnya. Aku akan berusaha menyusul semuanya, agar dapat bertarung berdampingan nanti.”
“Itu pasti!” Ryuto menjawab dengan tegas, kemudian seluruh orang berjalan keluar dari markas dan pergi menuju ke Desa Molov.
To be Continued.
__ADS_1