System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 71 - Misi Sae 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


“Aku akan pergi bersama dengan Sae, untuk membalaskan dendam terhadap suaminya!” Ryuto berkata dengan jelas, hal ini membuat para perempuan lainnya mengangguk.


Sae sendiri memandang ke arah Ryuto dengan tatapan haru sekaligus semangat. Ia sangat senang karena akhirnya keinginannya akan terwujud.


“Sayang, sembuhkan saudari Sae secepatnya!” Lilia berkata dengan nada tegas, ia memandang suaminya serius.


Ryuto mengangguk, kemudian ia berjalan pergi bersama Sae. Tujuan kali ini ialah menemukan Suami Sae tersebut.


Berjalan memasuki lift dan tiba di tempat parkir. Mereka berdua melangkah menuju ke tempat mobil berada.


Langkah keduanya tidaklah lama, hanya butuh tiga menit untuk mereka tiba di tempat mobil berada.


Di saat keduanya tiba di dekat mobil, Ryuto masuk ke dalam sementara Sae menembus mobil dan masuk menuju tubuh laki-laki tersebut.


Ryuto menyalakan mesin mobil, raungan keras terdengar di tempat parkir. Kemudian, mobil melesat keluar dan mulai berjalan di jalanan yang sedikit ramai.


Di dalam mobil sendiri, Ryuto fokus ke depan. Ia juga bertanya, “Apakah kamu mengetahui lokasi Suamimu berada?”


“Tidak, entah mengapa waktu kami menikah. Dia tidak memberitahu orang rumah, karena kami nikah lari!” Sae menjawab dengan nada datar, entah mengapa ia paling membenci ketika mengingat dulu.


Ryuto memahami situasi Sae tersebut. Kemudian, ia berpikir, ‘Menemukan seseorang yang tidak pernah diketahui posisinya. Hanya satu tempat yang cocok, yaitu kantor polisi!’


Beberapa menit telah berlalu...


Mobil yang digunakan oleh Ryuto, memasuki area kantor polisi berada. Tepat saat mobil sudah terparkir dengan rapi, Ryuto dan Sae keluar dari kendaraan tersebut.


Sejauh mata memandang, hanya ada area parkir, dua bangunan dengan masing-masing fungsi yang berbeda. Satu bangunan ialah kantor polisi dan satunya lagi tempat restoran berada.


Ada juga area lapangan luas tepat di belakang kantor polisi. Area luas itu sendiri terdapat beberapa polisi yang tengah berlarian mengelilingi lapangan.


Ryuto mengangguk ringan, akan tetapi ia menggelengkan kepalanya sedikit. Reputasi polisi benar-benar jatuh di kalangan masyarakat, meski mereka kuat pun.

__ADS_1


“Ayo kita masuk ke dalam!” Ryuto tidak ingin berlama-lama, ia segera mengajak Sae masuk ke dalam kantor polisi.


“Apakah ada yang bisa kubantu, Pak?” seorang polisi yang tengah berjaga, menyapa Ryuto dengan ramah.


“Bisakah aku bertemu dengan kepala polisi? Bilang saja, seseorang dari kasus rumah sakit semalaman.”


Polisi itu tertegun, ia sendiri juga ada di sana. Namun, ketika memperhatikan wajah Ryuto dengan saksama. Dia akhirnya tahu bahwa laki-laki di depannya itu, ialah orang kuat.


“Apakah ada sesuatu di wajahku?” tanya Ryuto, ia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat tatapan mata polisi di depannya itu.


Polisi seketika panik mendengar pertanyaan Ryuto. Ia segera menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Tidak! Mohon maaf, Pak! Sebenarnya kepala polisi baru saja keluar.”


Ryuto tertegun, ia kemudian menyusutkan matanya dan bertanya, “Apakah ada sesuatu yang terjadi?”


“Sebenarnya ada, akan tetapi kami sudah terbiasa menerima laporan pembunuhan setiap hari. Juga, Tuan dapat menyampaikan ke Saya. Nanti akan kulaporkan ke Kepala Polisi.”


“Yah, sebenarnya aku ingin mencari seseorang. Namun, kami hanya mengetahui namanya saja.” Ryuto berkata dengan ringan, ia sama sekali tidak peduli dengan peralihan topik tersebut.


“Mencari seseorang, apakah boleh aku mengetahui namanya?”


“Tuan... Irvin yang Anda maksud apakah seseorang yang tinggal di Guika ini?” tanya sekali lagi dengan nada gugup. Polisi ini jelas mengetahui siapa laki-laki yang dicari oleh Ryuto Itu.


Ryuto sendiri mengerutkan keningnya, kemudian ia mengangguk. “Apakah kamu mengetahui dirinya?”


Polisi tidak langsung menjawab, ia menghela nafas panjang. Kemudian, mengembuskan perlahan-lahan. Jelas kali ini dirinya perlu menenangkan hati yang gelisah.


“Irvin... Tidak, lebih tepatnya Irvin Laserd! Ia adalah Tuan Muda pertama dari keluarga Laserd. Ada banyak hal terjadi dan kusarankan kepada Tuan untuk tidak berhubungan dengan mereka.”


Ryuto sedikit terkejut, ia kemudian menyeringai dengan lebar. Ternyata Suami Sae sendiri ialah sosok yang berasal dari keluarga yang melukai istri lainnya.


“Jadi, dia keluarga Laserd... Menarik, sungguh menarik.” Ryuto berbalik segera, Kemudian ia berjalan kembali menuju ke mobilnya berada.


“Sampaikan salamku kepada Kepala Polisi!” Ryuto melambaikan tangannya tanpa memandang ke arah polisi tersebut.

__ADS_1


Tiba di tempat parkir, ia segera melangkah dan masuk ke dalam mobilnya. Nyalakan mesin, lalu berangkat menuju ke tempat target berada.


Sae sendiri sejak awal masih terkejut, ia tidak menyangka bahwa suaminya ialah tuan muda keluarga Laserd. Namun, ketika mengetahui alasan mengapa suaminya dulu melakukan nikah lari, dia mulai muram.


Ryuto mengetahui pikiran Sae. Itu benar, selama ini wanita itu ternyata di tipu. Ryuto sendiri sudah melihat profil tuan muda keluarga Laserd.


Tuan muda itu memiliki berbagai macam jenis keburukan, bahkan membuat hampir semua perempuan dan wanita di Guika masuk ke dalam tipuan muslihatnya.


Ia adalah sosok yang akan meninggalkan pasangannya dan berganti dengan yang lain. Namun, profil itu sembilan tahun lalu, tepatnya di mana selepas membunuh Sae.


“Yah, sepertinya Keluarga Laserd sangat ketat nantinya.” Ryuto mengingat bahwa seluruh keluarga kaya pasti memiliki penjaga lebih dari lima puluh orang. Bukan hanya itu saja, pasti juga ada orang kuat di sana.


Arti orang kuat sendiri ialah orang cakap, di mana sosok itu memiliki kemampuan yang menentang hukum sendiri.


Sementara itu, Sae sendiri sadar dalam sekejap. Ia dengan lekat memandang ke arah Ryuto. Sae mulai memunculkan rasa khawatir, ketika mendengar banyaknya orang yang akan berjaga nantinya.


“Ryuto, apakah kamu yakin?” Sae bertanya dengan nada khawatir, ia sendiri ragu-ragu sekarang. Dirinya takut Ryuto terluka dan tidak selamat akibat melawan keluarga Laserd.


Ryuto sendiri tersenyum, ia kemudian tidak menjawab pertanyaan dari Sae itu. Ryuto sama sekali tidak ingin diremehkan. Biarkan wanita itu melihat dengan kedua matanya, bagaimana ia bertindak nanti.


Hanya butuh beberapa menit, mobil tiba di dekat rumah keluarga Laserd. Rumah bergaya Eropa dengan taman yang begitu luas, ditumbuhi rumput hijau pendek layaknya lapangan.


Ada beberapa penjaga dengan hewan liar yang begitu kuat. Kemudian, ada juga orang yang melakukan pengintaian dari atas atap rumah.


Ryuto sendiri sedikit kagum, akan tetapi ia segera berbelok menuju arah sebaliknya dari tempat kediaman Laserd berada. Ia memasuki gang dan menghentikan mobilnya segera.


Pintu dibuka dan Ryuto turun sambil memandang kediaman Laserd tersebut. Pikirannya sedikit jernih, ia membayangkan bagaimana jadinya jika kediaman itu menjadi miliknya.


“Ya, sepertinya cocok untuk tempat tinggal. Sementara apartemen itu lebih baik disewakan kepada seseorang nantinya.”


Ryuto merasa bahwa ide tersebut tidak buruk. Mengambil alih aset rumah di depannya itu, tidaklah sulit. Hanya beberapa prosedur dan selesai dengan cepat.


“Sudah diputuskan...”

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2