System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 91 - Serum Sistem Buatan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Jauh di dalam hutan terlarang, terdapat rumah gubuk yang begitu kecil. Rumah ini terbuat dari anyaman bambu dengan atap yang berasal dari daun pisang yang sudah kering.


Sekilas hanya gubuk biasa, bahkan melihat ke dalam pun masih tampak sama. Namun, saat dilihat lebih detail kembali. Gubuk ini sendiri menyimpan beberapa hal misterius.


Hanya beberapa orang tertentu dan orang-orang yang merupakan Bandit Azu sendiri yang tahu, apa yang aneh dari gubuk tersebut.


Sementara itu, sekitar sepuluh meter dari gubuk terdapat sosok laki-laki yang tengah tiba di tempat. Dia memiliki fitur tampan dan tubuhnya kekar tanpa ada yang menghalangi.


"Akhirnya sampai, apakah ini tempat persembunyian para Bandit Azu sebelumnya berada ...."


Ryuto memandang ke arah gubuk, kemudian dia melihat beberapa mekanisme yang terdapat di dalam gubuk tersebut. Sudut mulut Ryuto naik membentuk lengkungan bulan sabit.


"Benar-benar Bandit yang besar. Kukira Markas mereka bangunan yang roboh sebelumnya. Ternyata, tempat inilah yang menjadi jalan keluar untuk orang-orang sebelumnya."


Ryuto menggelengkan kepalanya, kemudian melesat menuju ke arah gubuk dengan cepat. Tiba di depan gubuk, dia masuk dan mengaktifkan seluruh mekanisme jalan rahasia menuju ke Markas Bandit Azu.


Satu persatu tombol dia aktifkan. Dalam sekejap, ruangan yang semula kosong. Mulai menampakkan suatu tangga di permukaan tanah. Tangga tersebut terbuat dari besi dan masih menggunakan cara otomatis.


Ryuto mulai memegang anak tangga. Kemudian, dia menekan salah satu tombol yang menunjuk ke arah bawah. Dalam sekejap, anak tangga bergerak ke bawah dengan santai.


Tak butuh waktu lama, Ryuto tiba di Markas Bandit Azu. Apa yang menyambutnya ialah beberapa tumpuk file dokumen dan hal-hal seperti minuman dan daging yang sudah dibekukan.


Ryuto perlahan-lahan masuk, dia melihat banyak dokumen yang berserakan dan ada dokumen yang tertata layaknya gunung. Hal ini membuat Ryuto sedikit menaikkan alisnya, jelas dia tertarik perihal dokumen tersebut.


Ryuto mengambil satu dokumen, dia membacanya dengan saksama. Detik demi detik, Ryuto sedikit serius dan seringai di wajahnya seketika muncul.


"Aku tidak menyangka bahwa ada dokumen tentang kegelapan sebuah perusahaan."


Apa yang dipegang oleh Ryuto ialah dokumen terkait penggelapan dana sebuah perusahaan kecil dan besar. Itu tidak hanya satu, melainkan ada setumpuk kertas hampir ada sekitar beberapa ribu lembar.


Ryuto memandang sebentar dan mengalihkan perhatian ke sekelilingnya. Dia dapat melihat bahwa ruangan tersebut sangatlah cocok untuk menjadi markas rahasia.


"Dengan begini bukankah aku memiliki tiga basis. Satu rumah milikku, dua apartemen dan tiga ialah tempat ini."


Suasana hati Ryuto seketika menjadi senang. Namun, detik berikutnya dia menjadi terkejut ketika mendengar suara elektronik dalam benaknya.


[Sistem mendeteksi serum sistem buatan. Mohon untuk Tuan Rumah mengambil serum tersebut untuk peningkatan sistem selanjutnya.]


Ryuto sedikit terperangah. Dia tidak menyangka bahwa di markas Bandit Azu terdapat serum sistem buatan. Hal ini jelas membuat Ryuto segera beranjak menuju tempat serum itu berada.


Mengikuti arahan dari sistem, Ryuto akhirnya tiba di tempat serum itu berada. Ada satu box yang berisi lima puluh serum sistem buatan. Hal ini jelas membuat Ryuto semakin tertarik.


"Produksi besar-besaran? Atau mungkin, Bandit Azu merampok serum ini?"

__ADS_1


[Silakan Tuan Rumah untuk memakai seluruh serum tersebut.]


Ryuto menuruti apa yang dikatakan sistem. Dia menancapkan suntikan satu persatu ke dalam tubuhnya. Tidak ada rasa sakit maupun perubahan. Hanya suara sistem yang terus berdering menandakan bahwa sesuatu telah ditambahkan.


Tepat saat selesai menyerap seluruh cairan yang berada di serum. Sistem mulai bersuara di dalam benak Ryuto.


[Sistem Cek In mulai ditingkatkan.]


[Selamat, Tuan Rumah sekarang dapat melakukan Cek In lokasi.]


[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan manual pernafasan.]


[Sistem mendeteksi bahwa Tuan Rumah berada di Lokasi Markas Bandit Azu.]


[Apakah Tuan Rumah ingin melakukan Cek In?]


Ryuto tertegun, dia merasakan beberapa informasi masuk ke dalam pikirannya. Detik berikutnya, dia sudah memahami kegunaan dari pernafasan. Baru kali ini dia merasakan semakin dia bernafas semakin bermanfaat dalam tubuh.


"Lakukan Cek In, Sistem."


[Cek In telah dilakukan.]


[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan seribu pasukan tingkat fisik 800. Ada pun, kemampuan mereka adalah elemen, setiap orang akan memiliki elemen berbeda.]


Ryuto melebarkan matanya, kemudian dia merasakan adanya fluktuasi kehidupan seseorang tepat di belakangnya. Hal ini membuat Ryuto berbalik dan terkejut ketika melihat ribuan orang menunduk.


"Salam, Pemimpin!"


Ryuto segera tersadarkan dari pemikirannya. Dia memandang ke arah seribu pasukan tersebut. Melihat dari rompi, pakaian dan aksesoris yang pasukan gunakan. Benar-benar mengubah persepsi Ryuto.


"Bangunlah, aku ingin tanya ... Siapa kalian sebenarnya?"


Mereka memandang satu persatu orang, kemudian salah satu maju ke depan dan berkata, "Sebenarnya kami adalah orang yang sudah meninggal dalam perang Tuan.


"Meninggal dalam perang?"


"Kami meninggal saat Perang Dunia Shinobi ke Dua dan Tiga. Kami keseluruhan juga berasal dari Lima Desa terkenal."


Ryuto mengerutkan keningnya, entah mengapa dia mengingat sebuah cerita tentang Shinobi. Namun, Ryuto memandang keseluruhan pasukan dan tidak menemukan sosok yang dia kenal.


'Jika ini berasal dari dunia itu, seharusnya ada orang yang kukenal bukan?'


"Lalu di Dunia kalian, apa tingkat kekuatan masing-masing?"


"Chunin, baik itu fisik maupun spiritual, jika menurut aturan di sini."

__ADS_1


Ryuto mengangguk, kemudian seluruh pasukan berubah menjadi serius dan dua puluh orang menghilang dari tempat, mereka melesat ke belakang Ryuto sambil memegang kunai.


"Berhenti, siapa kalian!"


Ryuto sudah merasakan sejak awal, akan tetapi dia memilih mengabaikan. Namun, melihat pasukannya yang begitu cepat bergerak, seketika dia puas dengan persepsi pasukan miliknya itu.


"Kami bukanlah musuh, biarkan kami bertemu dengan Tuanmu!"


Salah satu dari sepuluh orang mengatakan dengan nada rendah. Dia adalah Nine, sementara yang lainnya ialah para the number.


Momentum yang dibawa sepuluh orang itu, membuat pasukan sedikit mengerutkan keningnya. Mereka tahu bahwa sepuluh orang di depannya, bukanlah sesuatu yang dapat mereka atasi.


"Mundurlah!"


"Baik, Tuan!"


Para pasukan menghalangi the number mulai menghilang dan kembali di posisi sebelumnya. Selepas itu, Ryuto memandang para number dan sedikit menyunggingkan senyum.


"Apakah ada yang kalian perlukan dariku?"


Para number tertegun, mereka saling memandang dan mengangguk bersama. Kemudian, para number menunduk sambil berlutut.


"Tolong, angkat kami menjadi anak buahnya, Tuan!"


Ryuto sendiri tidak terkejut dengan pilihan dari para number itu. Dia sudah menginginkan mereka sejak pertama kali bertemu. Juga, dia sudah melihat kertas terkait sepuluh orang itu.


Ryuto menemukan hal menarik bahwa para number sendiri ialah orang yang pilih-pilih. Sebelumnya datang ke Bandit Azu hanya untuk melihat sistem buatan. Namun, selepas melihatnya sekilas. Mereka tidak tertarik dan menyesal telah bergabung.


Para number sendiri ingin bergabung dengan orang yang kuat, hal ini agar dapat meningkatkan kekuatan mereka. Bahkan mereka rela melepaskan kebebasan, demi kekuatan untuk membalaskan dendam.


Itu adalah transkrip singkat yang dia peroleh samar dari dokumen sebelumnya. Hal ini bukan ditulis, melainkan Ryuto sendiri menalarnya. Pikirannya yang cerdas dapat menemukan seluruh informasi dalam sekejap meski itu dokumen belum lengkap.


Sekarang, melihat bahwa sepuluh orang yang disebut number menunduk. Ryuto tidak bisa untuk tidak menghela nafas.


"Kalian bisa mengikutiku, hanya saja. Kalian akan menjadi Ketua dari seratus pasukan di belakangku!"


Para pasukan tidak terkejut, mereka tidak masalah atas pengaturan itu. Hal ini karena pandangan mereka dapat melihat bahwa sepuluh orang yang berlutut sangat kuat. Melebihi dari mereka sendiri.


Sepuluh orang yang dijuluki the number. Terkejut dan tak percaya. Mereka diterima. Jelas ini hal yang paling membuat mereka tidak bisa berkata-kata. Mereka mengira, akan diusir dengan paksa. Namun, malah berujung disetujui.


Mereka juga terkejut ketika mendengar bahwa akan menjadi ketua dari seratus pasukan. The number memandang ke arah pasukan-pasukan yang memiliki seragam yang sama. Aura mereka kuat melebihi manusia normal.


'Apakah mereka orang cakap?'


Kali ini seluruh number gemetar dan pandangan mereka terarahs ke arah Ryuto.

__ADS_1


'Sebenarnya, siapa tuan baru kami ini!'


To be Continued.


__ADS_2