System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 32 - Masalah Pesawat 2


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Ryuto memandang ke arah Burung Cindar. Ada sekitar delapan Burung Cindar yang tengah memandangnya dengan sengit. Namun, Ryuto sendiri tidak terlalu peduli dan ia mulai menggunakan kekuatan penuhnya.


Burung Cindar menyerang secara bersamaan. Mereka sama sekali bukanlah tipe penyerang sendiri. Ryuto melesat terlebih dahulu dan tiba di salah satu Burung Cindar tersebut.


Ryuto mengayunkan kakinya yang sudah berubah menjadi kaki elang. Burung Cindar tidak dapat menghindar karena kecepatan Ryuto berada di kecepatan penuh.


Luka sayatan terlihat di perutnya, hal ini membuat Cindar1 mengeluarkan jeritan kesakitan dan melupakan keseimbangan dalam terbang. Burung Cindar lainnya juga terkejut melihat Cindar1 jatuh.


Burung Cindar lainnya berteriak dengan keras, mereka mengepakkan sayapnya masing-masing dan mengibaskan kuat-kuat ke arah Ryuto. Hal ini tidak satu burung melainkan seluruh burung melakukan hal sama.


Angin berkecepatan cepat, membuat Ryuto mengerutkan keningnya dan ia segera menggunakan kekuatan anginnya dengan cepat. Jika tidak begitu, ia tidak dapat bertahan dengan mudah dari terpaan angin kuat Burung Cindar.


Ryuto segera menggunakan kemampuan anginnya dengan penuh. Ia terus berputar dengan kuat menghadapi gelombang angin kencang dari burung Cindar.


Tepat saat Ryuto merasa kekuatan angin menumpuk, ia melepaskan angin dengan cepat, sehingga serangan Burung Cindar segera menghilang. Ryuto tidak berdiam begitu saja. Ia segera mengepalkan tangannya erat-erat.


Energi kuat terus tertanam di tangannya, kemudian ia meninju ke depan secara membabi buta. Gelombang proyektil kepalan tangan melesat menuju ke arah Burung Cindar.


Burung Cindar yang melihat serangan Ryuto, melebarkan matanya. Mereka ingin segera melarikan diri. Namun, Burung Cindar melupakan dirinya yang sedang dikendalikan oleh orang lain.


Pola yang berada di iris mata mereka seketika berubah bentuk menjadi api, Burung Cindar dalam sekejap terbakar oleh kobaran api yang kuat. Detik berikutnya, berbagai Burung Cindar mengayunkan kedua sayapnya terus menerus.


Api yang begitu besar membentur dengan kuat ke arah proyektil kepalan tangan yang dibentuk oleh Ryuto sebelumnya. Api dan Angin saling berbenturan satu sama lain, sehingga menghasilkan ledakan yang kuat.


Lautan mulai bergejolak, awan yang berada di langit mulai tersapu secara melingkar. Ledakan kuat itu benar-benar mengundang awan gelap di kejauhan. Awan-awan gelap itu mengeluarkan gemuruh yang begitu kuat.

__ADS_1


Ryuto mengabaikan perubahan alam. Ia hanya fokus terhadap Burung Cindar, tepatnya mata Burung Cindar yang berubah menjadi pola api tersebut. Hal ini, membuat Ryuto sedikit terkejut.


“Cih, sepertinya pengendali Burung ini benar-benar merepotkan!” Ryuto berkata dengan ekspresi kesal. Ia kemudian mengeluarkan seluruh energinya kembali ke tingkat tertinggi, selanjutnya melesat dengan bantuan atribut petir.


Ryuto dalam sekejap tiba di kepala Cindar2. Hal ini membuat Cindar2 terkejut, akan tetapi rasa sakit di kepalanya membuatnya tertegun dan keseimbangan terbangnya mulai tidak stabil.


Bugh!


Cindar2 terjun dengan cepat menuju ke lautan. Sementara Burung Cindar lainnya terkejut dengan kecepatan Ryuto. Namun, belum sempat mereka sadar. Ryuto tiba di Cindar3 sambil mengangkat kakinya di atas kepala burung itu.


Boom!


Cindar3 tertegun dan ia jatuh dengan cepat menuju ke lautan. Hal ini membuat Burung Cindar lainnya menatap dengan bodoh. Namun, pengendali mereka dengan cepat menggerakkan tubuh masing-masing Cindar.


Ryuto yang melesat ke arah Cindar4 tertegun ketika melihat para Burung Cindar melarikan diri secara terpisah. Dengan cara begitu, lawan tidak akan dapat mengejar mereka sama sekali.


Ryuto dengan kecepatan penuh, melaju menuju ke pesawat kembali. Ia sebenarnya bisa langsung datang ke Guika dengan terbang. Namun, ada kendaraan yang dapat dipakai mengapa bersusah payah untuk melintasi lautan.


Di sisi lain, di sebuah pulau yang berlokasi tak tentu. Terdapat rumah kecil yang di mana terdapat seseorang yang tengah berjemur sambil memandang ke arah langit. Ia memiliki rambut panjang dan kumis melingkar layaknya singa. Tubuhnya besar, jika ia berdiri ia memiliki tinggi sekitar lima meter.


Di sebelah pria itu terdapat pakaian hitam dan celana yang biasa digunakan oleh para orang militer. Celana pendek longgar dengan ujung bergelombang karena karet di dalam.


Namun, di sebelah kanannya terdapat seekor ayam yang tengah terbaring mati di tanah. Namun, ayam itu bukanlah ayam biasa, karena ukuran ayam tersebut sangatlah besar.


Ayam tersebut ialah Kokuri, seekor Ayam yang telah lama hidup di Dunia tersebut. Ayam itu memiliki bulu putih dan cengger kepala merah darah. Ekornya sendiri ada sembilan dan itu sangatlah panjang.


Tinggi Ayam Kokuri sendiri sepuluh meter sementara beratnya dua puluh Ton. Ayam Kokuri sendiri bukanlah ayam vegetarian melainkan ia adalah ayam omnivora.

__ADS_1


“Yah, aku tidak menyangka Burung Cindar yang kudapatkan sebelumnya terluka. Pesawat sebelumnya pasti terdapat orang yang cakap baru.” Pria itu berkata dengan senyum menyeringai.


“Aku sudah lama di Dunia ini, akan tetapi tidak ada tanda-tanda orang itu terlahir kembali. Padahal dia berjanji untuk bertarung kembali di sini, di dunia ini. Sepertinya, aku perlu menunggu lagi sampai ada informasi yang pasti.”


Pria itu berdiri dari berbaringnya. Ia sangatlah tinggi, ketinggiannya ialah lima meter dan tubuhnya penuh akan otot. Ia melepaskan kacamata hitamnya dan iris mata berbeda terlihat sangat jelas.


“Cindy, selanjutnya kita pergi ke Guika!” teriak pria itu. Kemudian dari lautan putih di depannya, mulai keluar riak yang begitu kuat. Tak butuh waktu lama, ledakan di air putih mulai terdengar.


Sosok cantik tanpa busana melompat dari air putih. Rambutnya yang panjang berayun dari depan ke belakang. Tubuhnya ramping dan kulitnya sangatlah cerah.


Ia mendarat di tepi pantai, kemudian memandang ke arah sosok laki-laki yang berdiri tersebut. Wanita itu cemberut dan bertanya, “Mengapa tidak tinggal sedikit lebih lama di sini?”


“Kita akan tinggal lama di Guika, entah mengapa orang yang kucari selama ini kemungkinan berada di Guika sekarang.” Pria itu berkata dengan nada ringan, ia meletakkan pakaian putih di bahunya.


Sementara Wanita itu matanya berbinar-binar dan segera mengenakan pakaian hitam yang berada di sebelah pria tersebut. Wanita yang bernama Cindy tidak membutuhkan waktu lama untuk memakai pakaian kembali.


“Lalu, bagaimana dengan Ayam Kokuri itu?” tanya Cindy, ia sambil sedikit membenarkan pakaian.


Pria berambut emas itu memandang ke arah Ayam Kokuri dan berkata, “Kita bawa saja, lalu lemparkan ke arah restoran tertinggi. Biarkan mereka memasak ayam tersebut.”


“Pilihan yang tepat,” kata Cindy sambil tersenyum penuh kesenangan, ia dengan lompatan ringan tiba di dekat Ayam Kokuri. Kemudian, ia melambaikan tangan dan ayam tersebut menghilang.


Pria berambut emas itu mulai terjun di lautan, kemudian Cindy melompat ke punggung pria itu. Keduanya bergerak menuju ke arah Guika.


“Semoga kau ada di sana, Ryuto!” gumaman rendah pria itu, benar-benar penuh akan misteri.


To be Continued.

__ADS_1


__ADS_2