System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 172 - Pergi Desa Molov


__ADS_3

Selepas masalah di Bandara Sidola telah selesai. Ryuto dan para istrinya mulai bergerak keluar dari bandara.


Tiba di luar bandara, Ryuto menatap ke arah bangunan yang runtuh itu. Dia ingin memperbaikinya menjadi lebih bagus kembali.


“Zero, pinta beberapa pasukan untuk memperbaiki bandara ini.” Ryuto memberikan perintah kepada anak buahnya. Dia ingin para pasukan memperbaiki bangunan di depannya itu.


Zero yang mendengar perintah dari tuannya, sama sekali tidak menyangkal maupun tidak senang dalam hati. Justru dirinya bersemangat karena pembangunan bandara dapat membuat para pasukan berlatih.


“Dimengerti, Yang Mulia!” Zero menjawab dengan patuh. Dia tidak sabar untuk memerintahkan segera beberapa pasukan yang sudah siap untuk membangun Bandara Sidola kembali.


Ryuto mendengar jawaban itu mengangguk ringan. Dia mengerti pikiran dari anak buahnya itu, kemudian dirinya segera masuk ke dalam mobil segera.


Para perempuan sendiri mengikuti di belakangnya. Mereka semua tidak terlalu tertarik dengan pembangunan kembali bandara yang sudah mereka hancurkan itu.


Selepas memasuki mobil, Zero mulai duduk di tempat sopir dan menyalakan mesin mobil. Kemudian, mobil pun bergerak pergi menuju ke Istana Guika kembali.


Di dalam mobil sendiri, Ryuto dan para istrinya duduk bersama. Mereka tengah mendiskusikan terkait masalah selanjutnya yaitu pembunuhan berantai di Desa Molov.


“Masalah pembunuhan seperti ini, kemungkinan tidak hanya satu orang yang terlibat.” Ryuto mengatakan hal itu sambil memandang ke arah para istrinya.


“Apakah tugas ini berbahaya?” tanya Sae sambil mengangkat alisnya. Ryuto sendiri menjawab sambil menggelengkan kepalanya.


“Tidak, sebenarnya ini tugas mudah. Bahkan salah satu dari kalian dapat mengatasinya.” Ryuto tersenyum ketika mengatakan hal itu. Spekulasi dirinya sendiri benar karena lawan hanyalah orang biasa.


“Berarti, masalah ini akan diserahkan kepada kita sekarang?” tanya Amy, akan tetapi Zidan lagi-lagi tidak setuju dengan pemikiran istrinya itu.


“Jika memang kalian ingin tidak masalah, akan tetapi lebih amannya, aku juga ada di tempat itu!” Ryuto memandang ke arah para istrinya yang kini tersenyum mendengar hal itu.


Mereka jelas senang karena mendapatkan misi sekaligus diperhatikan oleh Ryuto. Lilia sendiri memejamkan matanya, dia mengingat kembali masa-masa di mana Ryuto selalu melindungi seluruh istrinya.


Ryuto yang melihat hal itu tentu mengetahui isi pikiran para istrinya tersebut. Dia tersenyum dan berikutnya duduk santai menunggu mobil tiba di Istana Guika.


Dirinya akan melakukan penyelesaian masalah pembunuh berantai selepas tiba di Istana Guika. Hal ini karena dia ingin bersantai terlebih dahulu, sebelum menyelesaikan masalah.

__ADS_1


Para perempuan juga merasakan keinginan suaminya itu. Namun, Lilia seketika mengerutkan keningnya. Dia perlahan mendekat ke arah suaminya itu.


“Sayang, bukankah lebih baik kita segera menyelesaikan semua masalah ini. Bukankah kita tidak ada waktu lagi, juga kita belum bertemu dengan ibu dan ayahmu?”


Ryuto yang mendengar itu seketika sadar. Janji dirinya bahwa selepas menguasai Guika, dia akan pergi menemui ibunya itu. Namun, jani tersebut terlena begitu saja.


“Kamu benar,” kata Ryuto, dia kemudian melihat kertas yang berisikan beberapa masalah tersebut. “Kita harus menyelesaikan semuanya segera. Terutama masalah Negara Timur!”


Para perempuan juga mengangguk setuju, mereka mengikuti pengaturan dari suaminya tersebut. Bahkan, mereka juga kagum dengan ungkapan dari saudari pertama.


“Zero, kirim kami ke Desa Molov!” Ryuto berkata kepada anak buahnya itu. Hal ini tentu membuat Zero menurutinya. Dia segera putar balik, menuju ke Desa Molov.


Amy sendiri melihat keseriusan Ryuto, seketika menaikkan alisnya. “Bukankah saranku lebih baik? Kita berpisah dan menyelesaikan masing-masing masalah tersebut.”


Ryuto mendengar itu kembali, segera menatap ke arah Amy. “Aku tidak ingin kalian terluka, bukankah lebih baik bersama?”


“Kami tahu, kamu ingin melindungi kami semuanya. Namun, adakalanya kami harus mandiri.” Amy berkata dengan serius.


Ryuto tidak bisa berkata-kata kembali, apa yang dikatakan istrinya itu benar. Kemudian, pandangannya tertuju ke arah istri lainnya dan berhenti tepat ke arah Lilia.


“Kamu terlalu mengkhawatirkan kami, bukan?” Amy menepuk pundak Lilia, kemudian dia melanjutkan ucapannya. “Jangan risau, kita akan menjaga diri sendiri dengan baik. Ingat, di tempat ini. Kami adalah terkuat!”


Amy sangat memahami kekhawatiran adiknya itu. Dia tahu bahwa semenjak dulu, perempuan tersebut selalu khawatir akan suatu keadaan tertentu.


Lilia yang mendengar penuturan dari Amy, seketika tersadar dan menatap ke arah setiap perempuan yang menjadi saudarinya itu.


Kenangan akan hal buruk di masa lalu, terlintas begitu saja. Namun, kali ini dihentikan oleh senyuman para saudarinya tersebut.


Lilia menghela nafas panjang dan akhirnya mengangguk.


Amy dan perempuan yang lain tersenyum ketika melihat hal itu. Mereka akhirnya meyakinkan saudari pertamanya itu.


“Masing-masing dari kalian, aku akan mengirim para number. Mereka hanya untuk berjaga-jaga saja, jika ada sesuatu di luar kendali kalian.”

__ADS_1


Para istri mengangguk, mereka tidak masalah dengan Ryuto mengirim pasukan.


Kesepakatan sudah dibentuk, masalah di Guika akan segera selesai dengan cepat.


***


Desa Molov, sebuah desa yang terletak di Pegunungan Hima dekat dengan Kota Duino.


Meski tergolong dekat, akan tetapi wilayah Desa Molov berdiri sendiri tanpa berlindung di bawah Kota Duino.


Desa Molov biasa dikenal sebagai desa kembang. Banyak perempuan yang telah bercerai di sana, sehingga angka penduduk di desa tersebut, lebih dominan perempuan.


Namun, akibat kasus pembunuh berantai. Desa Molov menjadi siaga, sehingga setiap penduduk harus selalu berada di rumah mereka masing-masing.


Kali ini, tepat di depan Desa Molov. Mobil hitam mulai berhenti dan parkir di gerbang desa.


Pintu mobil terbuka, keluarlah beberapa perempuan dengan satu lelaki saja.


Banyak penduduk yang melihat hal itu, mereka hanya terisolasi ketika malam tiba saja. Sementara hari ini masihlah sore.


Salah satu warga segera bertindak, dia pergi menuju ke suatu tempat ketika melihat kedatangan mobil hitam tersebut.


Ryuto yang melihat keadaan desa itu, seketika mengerut. Dia tidak menyangka bahwa ada sebuah desa yang banyak akan perempuan.


“Wah, semua penduduk di sini rata-rata perempuan.” Yui memandang ke arah desa, dia terkejut melihat adanya desa yang penuh akan perempuan.


Selama ini dirinya belum pernah melihat adanya desa seperti itu. Bahkan di dunia bawah pun, dia belum menemukan hal seperti sekarang.


Ryuto mendengar hal itu, mengangguk. Apa yang dikatakan oleh istrinya tersebut ialah benar. Di dunia pertama belum pernah ada desa yang rata-rata ialah perempuan.


“Langka bukan, akan tetapi inilah aslinya.” Ryuto berkata dengan serius.


Kemudian, pandangannya tertuju ke arah seorang lelaki tua. Lelaki tersebut tengah memakai pakaian biasa, akan tetapi di belakangnya ada beberapa orang.

__ADS_1


“Sepertinya, dia kepala desa ini!”


To be Continued.


__ADS_2