System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 78 - Perubahan Sistem


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Sore berganti malam, Ryuto kini duduk di krusi panjang depan ruang inap milik putranya. Ia juga meminta rumah sakit untuk menyatukan ruang milik Nora dan Ash, agar satu keluarga bisa berkumpul bersama-sama.


Juga, mereka semua mendapatkan berita baik. Dimana besok bahwa kedua anak kecil itu dapat dibawa pulang. Tentu hal ini membuat Ryuto senang, ia juga sudah menyewa seseorang untuk membersihkan kekacauan yang terjadi di rumah sebelumnya.


[Peningkatan Sistem telah selesai.]


[Seluruh fungsi Sistem kini berubah.]


[- Status.]


[- Check In.]


[- Penyimpanan.]


Ryuto yang melihat perubahan dalam sistem seketika tertarik, ia kemudian melihat bahwa fungsi check in sendiri berguna untuk harian. Sementara misi dan toko di hapus.


"Menarik, hanya dengan Check In saja, hadiah akan diacak sepenuhnya." Ryuto sendiri tidak menyangka akan hal itu. Namun, jika ia memilah ingatan kembali. Dirinya tahu bahwa hal ini lebih menguntungkan dibanding sebelumnya.


'Lakukan Check In hari ini!'


[Tanggal 19 Desember 5020, Tuan Rumah telah melakukan Check In.]


[Selamat, Tuan mendapatkan peningkatan fisik dua puluh kali.]


Ryuto seketika merasakan tubuhnya panas dalam sekejap. Ia hanya menunduk dan menggertakkan giginya kuat-kuat. Jelas bahwa dirinya menahan rasa sakit dalam tubuh.


Seluruh tubuhnya mengeluarkan butiran keringat yang perlahan-lahan menjadi lebih banyak. Pakaian hitam miliknya kini basah kuyup, ia sedikit menunduk agar tidak diketahui oleh para istri dan anak-anaknya.


Hanya butuh beberapa menit, perasaan panas yang Ryuto alami kini perlahan-lahan mereda. Nafasnya mulai teratus kembali dan dia segera berdiri untuk pergi menuju ke toilet rumah sakit.


Sementara itu, di dalam ruangan. Lilia yang tengah duduk sambil sesekali berbicara dengan yang lainnya, kini memandang ke arah tempat Ryuto berada. Namun, ketika tatapannya tertuju ke luar ruangan, ia tidak menemukan suaminya sama sekali.


Hal ini menbuat, Lilia mengerutkan keningnya dan bertanya kepada saudari lainnya. "Hei, apakah kalian tidak melihat Ryuto pergi?"


Amy dan saudari lainnya memandang ke arah luar. Mereka sedikit terkejut ketika melihat suaminya sama sekali tidak ada di kursi tunggu rumah sakit.

__ADS_1


"Apakah ia keluar untuk membeli makanan?"


"Entah, mungkin juga pergi ke toilet rumah sakit."


"Jika memang pergi ke toilet rumah sakit, di dalam ruangan juga ada toilet."


Sae, Shina dan Yui saling menebak kemana suami mereka pergi. Namun, Lilia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Biarkan saja, ia nanti akan kembali lagi."


Semuanya mengangguk, kemudian Lilia melanjutkan apa yang ingin dirinya katakan. "Juga, Manual Tiga Fisik Super yang ia berikan benar-benar dapat dikembangkan ke arah yang berbeda."


Sae juga mengangguk, ia sebelumnya menerima manual tersebut. Dirinya benar-benar terkejut dan berpikir untuk mengembangkan kekuatannya agar dapat melindungi semua orang, terutama keluarga barunya itu.


"Tenaga yang tidak ada habisnya, ini sangat bagus untuk pelatihan nanti. Juga, saudari Sae. Kudengar bahwa Ryuto menemukan rumah bagus untuk kita, apakah kit benar?"


"Ya, dia berkata bahwa tempat keluarga Laserd sebelumnya adalah tempat yang akan dirinya rebut." Sae memandang ke arah Amy yang mengajukan pertanyaan.


Semuanya mengangguk diam-diam, hanya Sae yang tahu kondisi tempat keluarga Laserd. Sememtara yang lain sama sekali tidak mengetahui keadaan tempat tersebut.


Di sisi lain...


Tampan dan semakin tinggi, Ryuto sedikit menyusutkan matanya dan tidak bisa untuk tidak kagum kepada dirinya sendiri.


"Aku tidak menyangka bahwa tinggiku akan melebihi dua meter. Jika, tinggi ini masih berlanjut, aku takut aku akan berubah menjadi raksasa." Ryuto sedikit merenung, kemudian ia juga menatap massa otot dalam tubuhnya sendiri.


Kekar dan kencang, siapa pun wanita yang melihat tubuhnya pasti akan terpana dan basah dalam sekejap. Pesona laki-laki memang harus memiliki otot yang kekar, bagaimana pun juga ini adalah image seorang pria jantan.


"Aku harus ke hotel terlebih dahulu. Seluruh keringat ini benar-benar membuatku risih." Ryuto segera keluar dari toilet, ia sebelumnya ingin mandi di sana, akan tetapi entah mengapa kurang nyaman untuk mandi di sana.


Berjalan keluar dari rumah sakit, Ryuto melangkah menuju ke hotel tepat di seberang jalan. Ia berjalan dengan tenang, akan tetapi seluruh pandangan orang selalu melirik ke arahnya.


Banyak perempuan memerah, melihat otot lengan dan pakaian hitam yang begitu menonjolkan otot perut. Ketinggian dua meter saja sudah cukup membuat perempuan tahu ukuran dari adik Ryuto sendiri.


Namun, meski pandangan perempuan begitu panas. Ryuto sama sekali tidak tertarik. Baginya yang sudah mencicipi berbagai perempuan, tahu bahwa mereka semua biasa kecuali istrinya sendiri.


Beberapa menit kemudian, Ryuto tiba di depan hotel. Namun, ia tidak segera masuk melainkan pergi menuju ke toko pakaian yang berada di sebelah hotel.


Membeli satu set pakaian santai, Ryuto mulai masuk ke dalam hotel. Menyewa satu kamar mewah, lalu beranjak pergi ke kamarnya berada.

__ADS_1


Di saat ia akan naik lift, terdengar suara orang yang meminta Ryuto untuk tetap membuka pintu lift tersebut. "Mohon tunggu sebentar!"


Ryuto segera menekan tombol pintu terbuka. Kemudian, seorang pria tua masuk ke dalam lift dan sedikit membungkuk ke arah Ryuto. "Terima kasih, anak muda."


"Ya, tidak masalah." Ryuto menjawab sambil mengangguk, kemudian bertanya, "Lantai mana yang ingin Anda tuju, Pak Tua?"


"Lantai dua belas!" Pria tua itu tidak masalah dengan nada panggilan Ryuto. Ia tidak menganggap Ryuto kurang budaya, melainkan senang dengan sikap laki-laki tersebut.


Ryuto menekan tombol dua belas, ia sendiri juga berada di tempat yang sama. Entah kebetulan atau apa, dia menyadari bahwa pria tua di sebelahnya kemungkinan salah satu orang kaya.


"Dari fisik dan jiwamu, Nak... Apakah kamu orang dari dunia bawah?" Pria tua itu bertanya, meski lancang ia tidak peduli.


Ryuto mengerutkan keningnya, ia tidak tahu sama sekali dunia bawah tempatnya sekarang berada. Jadi ia hanya bisa bertanya kembali dengan ekspresi penasaran. "Dunia bawah?"


"Apakah kamu tidak mengetahui dunia bawah?"


"Sama sekali tidak, Pak Tua. Aku hanya orang yang melatih tubuhku saja. Ada pun Dunia Bawah, aku sama sekali tidak mengetahuinya."


Pria tua sedikit terkejut mendengar bahwa laki-laki di sebelahnya bukan termasuk orang Dunia Bawah. 'Apakah Dia menipu? Atau memang tidak mengetahui sama sekali?'


'Dilihat dari wajahnya, ia benar-benar tidak mengetahui Dunia Bawah.' Pria tua itu mengangguk kemudian berkata, "Dunia Bawah itu sejenis tempat yang biasa digunakan oleh para organisasi."


"Apakah sejenis mafia?"


"Oh, jadi kamu mengetahui Mafia?"


"Sedikit, karena aku menghancurkan cabang mereka." Ryuto berkata dengan ringan, bertepatan dengan pintu dibuka. "Oh, sudah tiba... Aku duluan pak tua, semoga takdir mempertemukan kita kembali!"


Pria tua sendiri tidak bergerak, ia membeku di tempat karena mendengar apa yang dikatakan Ryuto barusan. Langkahnya keluar sedikit melambat. Sampai ia tiba di luar pintu, ia baru sadar kembali.


"Nak, siapa namamu?"


Ryuto yang sedikit agak jauh berkata dengan nada ringan, akan tetapi membuat tubuh pria tua itu gemetar tak terkendali.


"Ryuto!"


To be Continued.

__ADS_1


__ADS_2