
Silakan Dibaca.
Kota Mare.
Ryuto yang telah selesai membunuh para orang-orang Pemerintahan, segera memandang ke arah anak buahnya. Melihat seluruh pasukannya baik-baik saja, ia menghela nafas lega.
Selepas itu, Ryuto memandang ke arah salah satu anak buahnya yang terluka akibat serangan dari orang-orang Pemerintahan tersebut. Ia perlahan mendekat dan tiba di depan orang itu segera.
Orang yang didekati sama sekali tidak bergerak. Dia ingin mempertahankan postur duduknya, tetapi tuannya berkata lain.
“Berbaringlah, biarkan rekan lain membawa dirimu kembali ke markas!”
Dalam sekejap, salah satu orang dari pasukan bayangan Zero muncul di depan laki-laki yang terluka itu. “Tenanglah, kami akan membawamu kembali segera!”
Orang yang merupakan pasukan bayangan mulai mengangkat lelaki yang terbaring di tanah. Selepas mengangkatnya, ia memandang ke arah Ryuto dan menunduk penuh hormat sebelum menghilang.
Selanjutnya, Ryuto memandang ke arah Yamato dan Minato. “Kalian tetap tinggal di sini. Aku akan pergi sendiri ke arah Cabang Laserd.”
Ryuto berbalik, tetapi Yamato dan Minato yang tertegun segera berkata bersamaan. “Biarkan kami ikut juga, Tuan!”
Ryuto yang mengambil langkah pergi, seketika berhenti. Ia memandang dengan penuh kerutan di wajahnya.
“Apakah kalian yakin? Kali ini bukan orang Cabang Laserd saja yang berkumpul. Kemungkinan besar, ada ratusan ribu orang yang tengah bersiap menunggu kita di sana!”
Mendengar jumlah orang yang akan mereka hadapi, seketika membuat kulit kepala mereka mati rasa. Jelas itu jumlah yang begitu mengerikan, bahkan seolah-olah mereka akan bertempur dengan suatu Negara.
“Mengapa kalian terdiam?” Ryuto bertanya sambil menyeringai. “Oh, Apakah kalian semua takut menghadapi orang sebegitu banyaknya?”
Mendengar ejekan dari tuannya sendiri, para kapten pasukan tersenyum malu. Jelas mereka takut selepas mendengar jumlah dari lawan. Namun, pasukan mereka sendiri sama sekali tidak takut akan jumlah lawan tersebut.
Ryuto sudah menyadari hal tersebut. Ia hanya tersenyum kepada anak buahnya tersebut. Kemudian berbalik dan berkata, “Bawa seluruh orang yang kita miliki. Pasukan kita sendiri ialah seribu sementara mereka ada seratus ribu. Biarkan kita menikmati pesta malam ini!”
Mendengar perintah dari tuannya, seluruh orang terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa tuannya sendiri akan menyebut penyerangan malam adalah pesta.
‘Apakah ini perbedaan orang tinggi dengan orang rendah?’ batin Yamato dan Minato, mereka benar-benar tidak menyangka dengan apa yang mereka dengar tersebut.
Para pasukan sendiri menyeringai, jelas inilah yang ingin mereka dengar. Seluruh pasukan segera berteriak sambil mengangkat tangan kanan mereka masing-masing.
__ADS_1
“Hidup, Tuan Ryuto!”
“Hidup, Chrono!”
Yamato dan Minato seketika terdiam, jelas mereka berdua tidak menyangka bahwa pasukan yang mereka miliki begitu bersemangat. Namun, selepas beberapa interaksi. Keduanya menyadari bahwa tidak ada yang perlu ditakuti sekarang.
Merasakan sesuatu yang hangat dalam tubuh, Yamato dan Minato saling memandang dan tersenyum menyeringai. Mereka akhirnya berubah menjadi liar dan tidak akan takut kembali seperti sebelumnya.
Ryuto sendiri sudah menyadari hal itu, ia hanya tersenyum. “Kalau begitu, aku akan berangkat terlebih dahulu. Perintahkan saja beberapa pasukan untuk mengakuisisi wilayah Laserd yang sudah ditinggalkan.”
Mendengar hal itu, mereka semua mengangguk setuju. Kemudian, keseluruhan pasukan melihat tuannya menghilang dari tempat dan bergegas pergi menuju ke arah Cabang Laserd.
Ketika melihat tuannya telah menghilang dari pandangan mereka masing-masing. Minato dan Yamato saling memandang, kemudian memerintahkan sepuluh anggota pasukan untuk kembali ke markas dengan cepat.
Gunung Terlarang, Desa Satana.
Beberapa orang tengah patroli di sekitar gubuk lama. Mereka semua tengah menjaga markas yang berada di gubuk tersebut.
Di dalam markas, terdapat ruangan yang sekarang tengah berkumpul tujuh orang. Di mana masing-masing orang memiliki kode nama sendiri.
“Persiapkan seluruh pasukan, kita akan bertempur melawan Keluarga Laserd.” Pria yang memakai kode Zero berkata dengan jelas. Ia adalah orang yang menjadi pemimpin kapten sementara.
“Tuan Ryuto, mereka aman. Sekarang tengah bergerak cepat menuju ke lokasi Cabang Laserd berada. Kali ini, ia ingin kita mengerahkan seluruh kekuatan. Hal ini karena Pemerintahan juga ikut partisipasi!”
Mendengar kalimat tersebut, para kapten pasukan terkejut. Mereka tidak menyangka akan berakhir melawan para pemerintahan.
“Tunggu sebentar! Mengapa pemerintahan juga ikut andil dalam pertempuran ini?” Six yang merupakan kapten terlemah di ruangan tersebut, tidak bisa untuk tidak bertanya.
Sementara itu, Zero yang mendengar pertanyaan tersebut seketika diam, lalu ia menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. “Aku sendiri tidak tahu, tetapi Tuan berkata, jika kalian takut lebih baik diam saja! Namun, nantikan hukuman yang membuat kalian menyesal.”
Entah mengapa, ungkapan Zero lebih menakutkan dibanding melawan pemerintahan dan Keluarga Laserd.
“Beijin, aku serahkan sisanya kepadamu. Aku akan pergi mempersiapkan pasukanku terlebih dahulu!”
Beijin, kode nama One. Ia adalah pria yang tenang dengan rambut pendek biru, ditambah otot yang begitu berkembang.
“Aku tidak terlalu masalah dalam perang, jika kalian berlima masih ragu. Buatlah keputusan dan ingat, apakah Tuan pernah membuat kalian merugi?”
__ADS_1
Seketika kelima orang kapten segera sadar. Memang apa yang dikatakan Beijn ialah benar. Tuan tidak pernah menipu maupun memperlakukan mereka dengan buruk.
Two, Three, Four, Five dan Six dengan cepat memejamkan mata. Tepat saat mereka membuka matanya kembali. Semburan ketegasan dan keseriusan mulai muncul di diri mereka masing-masing.
Beijin yang melihat itu tersenyum, kemudian dia melangkah pergi keluar dari ruangan. “Segera siapkan pasukan, waktu kita tidak banyak!”
Kelimanya mengangguk, kemudian mengikuti Beijin keluar dari ruangan dan bergegas menuju ke pasukan mereka masing-masing.
Beberapa menit telah berlalu, kali ini di depan Markas Chrono. Berdiri berbagai pasukan siap tempur menuju ke medan perang. Mereka tidak memakai senjata, melainkan memakai pakaian hitam ketat.
“Mari bergegas pergi, temukan Minato dan Yamato terlebih dahulu!”
Segera, para pasukan bergegas pergi di bawah pantulan sinar cahaya bulan penuh. Malam hari ini, tidak ditakdirkan untuk Guika tidur dengan tenang.
Rumah Ryuto.
Beberapa perempuan mulai khawatir ketika melihat bahwa Suaminya belum kembali ke rumah. Lilia yang menjadi istri pertama, keluar dari rumah dan menghampiri salah satu orang berjas hitam.
“Apakah kalian mengetahui, di mana Suamiku berada?”
Orang berjas hitam terkejut, tetapi mereka mengangguk dan berkata, “Tuan Ryuto tengah melakukan pertempuran malam ini. Kami di sini ditugaskan untuk menjaga Anda sekalian!”
Lilia yang mendengar adanya pertempuran malam, seketika mengerutkan keningnya. “Mengapa malam hari mereka bertempur? Bukankah siang seharusnya sudah selesai?”
“Nyonya, kali ini masalahnya sedikit lebih jauh. Pemerintahan juga ikut campur dalam masalah ini. Mereka ingin memusnahkan Tuan sepenuhnya.”
Mendengar berita tersebut, Lilia tertegun. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Pemerintahan yang diam akan bergerak menunjukkan taringnya.
“Jadi begitu, pantas ia tidak pulang malam ini ….” Lilia bergumam sebentar, meski didengar oleh anggota pasukan tersebut. Ia tidak peduli sama sekali.
“Bisakah kamu menghubunginya. Kali ini, kami akan berangkat dan di rumah hanya menyisakan anak-anak saja. Beritahu hal ini!”
“Tapi Nyonya ….” Pria berjas hitam itu berhenti bicara ketika melihat sorot dan aura yang dikeluarkan oleh Lilia begitu kejam dan besar. Jelas kekuatan fisik tersebut berada di atas dirinya.
“Patuhi dan lindungi Putra dan Putri kami!”
“Baik, Nyonya!” Pria berjas hitam menunduk hormat dan punggungnya basah oleh keringat. Ia benar-benar ketakutan ketika melihat langsung mata dari Istri Tuannya tersebut.
__ADS_1
“Bagus!” Lilia berbalik, kemudian sinar cahaya melintas di matanya. “Tunggu kami, Sayang!”
To be Continued.