
Ryuto memandang ke arah depan, di mana seorang pria tua tengah berjalan ke arahnya.
“Apakah ada yang bisa saya bantu, Tuan?” Pria tua itu bertanya sopan, dia tidak tahu siapa lelaki di depannya itu. Juga, melihat mobil mewah, dirinya tidak ingin gegabah.
“Apakah Anda Kepala Desa Molov?” Ryuto mengajukan pertanyaan kepada lelaki tua tersebut.
“Itu benar, namaku ialah Rymon. Kepala Desa Molov.” Lelaki tua itu mengangguk dan mengakui bahwa dirinya ialah kepala desa tersebut.
Ryuto tersenyum, kemudian berkata, “Aku adalah Ryuto. Kedatanganku kemari karena masalah yang Anda laporkan di Pemerintahan bulan lalu.”
Mendengar nama Ryuto, para warga seketika melebarkan mata. Siapa yang tidak tahu nama tersebut.
Ryuto, ialah nama seseorang yang mengalahkan Pemerintah Guika. Sosok laki-laki seperti itu, sekarang tengah datang di depan mata mereka masing-masing.
“Apakah Anda benar-benar Ryuto?” Rymon terkejut dengan informasi tersebut. Meski dia tidak mengetahui wajah asli dari Ryuto, akan tetapi di berita dia sudah melihatnya.
Ryuto yang mendengar pertanyaan itu, dia tersenyum dan mengangguk tanda persetujuan, bahwa dirinya ialah Ryuto.
Rymon yang mendapatkan jawaban, seketika tertegun. Dia gemetar dan berikutnya menunduk penuh hormat. “Salam, Pemimpin Negara Guika.”
Para warga melihat tindakan kepala desa, seketika ikut melakukan sapaan tersebut. Meski mereka sedikit kurang percaya, akan tetapi wajah Ryuto sendiri sudah menyebar luas.
Mereka semua sudah melihat wajah sosok pemimpin Negara Guika yang baru itu. Tentu dengan hal tersebut, ada sedikit keyakinan dalam hati warga masing-masing.
Ryuto yang melihat sambutan itu, tersenyum tipis. “Salam kalian kuterima. Sekarang, bisakah kita membicarakan masalah yang terjadi di sini?”
Rymon tentu memahami hal itu, dia kemudian berkata, “Mari pergi ke tempat tinggal saya terlebih dahulu, Tuan Ryuto. Kita akan bahas masalah tersebut di sana.”
Ryuto tentu mengangguk setuju, dia kemudian berjalan bersama kepala desa tersebut menuju ke balai desa. Tentu para perempuan yang merupakan istri Ryuto juga ikut serta.
Kepala Desa Rymon berjalan bersama dengan rombongan Ryuto. Mereka bergerak santai, sehingga banyak warga mengetahui kehadiran Ryuto dan para istrinya tersebut.
Satu persatu orang membicarakan kehadiran Ryuto tersebut. Mereka kagum dan takjub dengan kehadirannya itu.
Ryuto dan para istrinya sendiri sudah terbiasa akan sanjungan para orang lain. Mereka tidak terlalu malu dalam berjalan di bawah sanjungan banyak orang.
“Benar-benar desa yang begitu aktif.”
__ADS_1
“Hari ini memang ada acara di desa, Tuan.” Rymon berkata sambil tersenyum. “Setiap hari minggu, kami mengadakan acara adat yaitu pasar pera*wan.”
Ryuto mendengar hal itu, seketika menaikkan alisnya. Dia tidak menyangka ada adat seperti itu. Namun, dirinya tetap diam dan mendengarkan penjelasan dari Rymon.
“Adat ini berupa satu pria di mana akan memilih salah satu gadis desa untuk dijadikan istri. Namun, pria itu sendiri dapat memilih lebih, syarat untuk itu ada nantinya.”
“Desa kami dikenal sebagai Molov. Sebenarnya ini adalah nama Dewi Molovia, seorang perempuan cantik yang dikenal sebagai Dewi hubungan.” Rymon melanjutkan.
“Dewi ini dulu turun tepat di desa kami. Namun, dia bertemu dengan sosok lelaki luar. Kami tidak peduli awalnya, akan tetapi dewi tersebut berkata, ‘Kami memiliki hubungan saudari yang erat, terpisahkan oleh samudera maupun dunia, akan tetapi hati kami tetap satu.’ Semenjak ucapan itulah, seluruh warga desa ini memohon kepada dewi tersebut.”
Mendengar cerita dari Rymon, ekspresi wajah Ryuto dan para istrinya seketika mengerut. Entah kalimat itu mengandung sebuah isi yang membuat mereka menjadi semakin aneh.
“Apakah hanya karena ucapan itu saja? Bukankah tersebut sangat kurang masuk akal?” Ryuto bertanya dengan penasaran.
Rymon sendiri tersenyum, kemudian berhenti di tempat. Lalu, dia berbalik menatap ke arah lelaki yang mengajukan pertanyaan itu.
“Ryuto Kurokami ....”
Mendengar Rymon menyebutkan nama aslinya. Ryuto seketika tertegun, akan tetapi dia tetap tenang.
Selepas mengatakan hal itu, dia berbalik dan melanjutkan perjalanan. Meninggalkan Ryuto dan para perempuan dalam keadaan terkejut dalam hati.
Kemudian, kepala desa menyadari sesuatu dan berkata, “Aku sendiri terkejut ketika mendengar nama Anda ialah Ryuto. Entah ini suatu kebetulan atau memang ada hal lain.”
Ryuto sendiri masih memutar ingatannya. Namun, ketika menghadapi perkataan tersebut, dia hanya menjawab ringan. “Mungkin nama itu merupakan berkah.”
Para perempuan sendiri masih terkejut dalam hati ketika mendengar nama yang diucapkan oleh kepala desa Rymon. Mereka bingung, kapan suaminya pernah datang ke Desa Molov.
Ryuto tidak menemukan ingatan tentang sosok perempuan bernama Molovia. Bahkan dia tidak pernah turun ke desa ini.
‘Apakah itu leluhur? Namun, aku tidak menemukan sama sekali ingatan terkait hal ini dalam ingatan leluhur Kurokami.’
“Kepala Desa Rymon, dari mana Anda mendapatkan sejarah tersebut?” Ryuto tidak bisa untuk bertanya, dia benar-benar penasaran akan hal itu.
“Sejarah desa? Aku ada bukunya di balai desa.” Rymon kemudian memandang ke depan dan tersenyum sambil menunjuk bangunan berlantai dua. “Kita sudah sampai di Balai Desa.”
***
__ADS_1
Di sisi lain, tepatnya sebelah Desa Molov. Ada sebuah hutan yang begitu luas. Hijaunya pohon-pohon, membuat hutan itu menjadi lebih indah dan asri.
Ada beberapa hewan yang selalu muncul di sana, mulai kelinci, rubah dan banyak lagi. Hutan ini sangat di jaga oleh para warga Desa Molov.
Namun, apa yang tidak diketahui mereka ialah bahwa hutan dijaga tersebut, merupakan markas bandit gunung.
“Apa kamu bilang, Ryuto sang Pemimpin Guika itu ada di Desa Molov?”
“Itu benar, Bos. Kami baru saja melihat dirinya tengah berjalan bersama dengan Rymon!”
Sosok pria kekar dengan tubuh yang penuh akan isi otot yang keras, menatap ke arah orang di depannya itu.
“Lantas kenapa dengan kedatangan orang itu.” Pria kekar berkata sambil menyeringai. “Seingatku, lelaki itu memiliki istri yang sangat cantik.”
“Bagaimana kalau kita buat istri-istrinya menjadi budak seperti mereka?” Pria kekar menunjuk ke arah sangkar yang mana terdapat berbagai perempuan tanpa busana.
Orang yang berada di depannya, seketika melebarkan matanya. Namun, dia tersenyum dan mengangguk setuju.
“Kapan kita akan memulai penculikan, Bos?”
“Kumpulkan pasukan, kita akan menculik satu persatu perempuan itu, ketika memasuki wilayah hutan ini.” Pria kekar mengangkat kapak yang berada di sebelahnya.
“Dimengerti, Bos!” orang yang menghadap pria kekar, segera pergi keluar dari ruangan. Dia bergegas melapor ke seluruh orang yang berada di bangunan tersebut.
Sementara pria kekar yang tak lain Bos Bandit, menatap ke arah sangkar lain yang mana ditutupi oleh kain putih.
“Sebentar lagi, orang-orang itu kemungkinan akan datang dan alat yang kuminta pasti akan tiba.” Senyum di wajah Bos Bandit, semakin melebar. “Aku tidak menyangka bahwa diriku sudah menangkap seorang yang disebut Dewi itu, Hahahaha!”
Dalam sangkar kain putih, seorang perempuan cantik tengah dirantai kedua tangannya di atas. Pakaian indahnya menutupi tubuh yang halus. Meski ada beberapa sobekan, akan tetapi tidak membuat seseorang dapat melihat bagian tertentu.
Perempuan cantik itu menatap ke arah luar sangkar yang berupa kain putih. Dia tidak berdaya karena dirinya tidak memiliki kekuatan sama sekali.
“Ryuto ....”
To be Continued.
__ADS_1