System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 174 - Penyerangan Bandit


__ADS_3

Ryuto yang telah memasuki balai desa, sedikit mengangguk dengan kebersihan tempat tersebut. Dia juga kagum akan penataan yang begitu rapi.


"Silakan duduk, Tuan Ryuto. Saya akan mengambilkan buku sejarah terkait Desa Molov ini." Rymon berjalan pergi menuju ke gudang belakang.


"Ya, kami akan menunggu di mari." Ryuto menjawab dengan santai, dia juga sudah membaca pikiran kepala desa tersebut. Memang tidak ada rahasia terkait masalah yang terjadi.


"Sayang, apakah kamu merasakan sesuatu?" Lilia yang berada di dekat Ryuto, bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Merasakan apa?" Ryuto memandang ke arah Lilia, dia tidak tahu perasaan apa yang dimaksud oleh istrinya itu.


"Kalian merasakan hal yang sama kah? Ada sesuatu yang tersembunyi di hutan sebelumnya kita lewati." Lilia memandang ke arah saudarinya yang lain.


Para perempuan mengangguk, mereka semua mengerti maksud dari Lilia tersebut. Hal ini membuat Ryuto mengerutkan keningnya.


"Apa yang sebenarnya kalian rasakan?"


"Seseorang tengah mengincar kami. Meski dia bisa kami bunuh, akan tetapi orang ini pandai bersembunyi." Amy menjawab dengan nada ringan. Dia tidak menganggap seseorang yang mengincarnya itu berbahaya.


Ryuto menyusutkan matanya, dia segera bertanya kembali. "Apakah salah satu orang dari desa ini yang tengah mengincar kalian?"


"Bukan, kami rasa bahwa orang ini berada di hutan." Yui memandang ke arah luar jendela di mana hutan yang dia maksud berada.


Ryuto mengikuti arah pandang dari Yui tersebut. Dia melihat hutan yang begitu lebat dan hijau. Matanya menyusut, kemudian dia merasakan adanya niat membunuh yang tertuju ke dirinya.


'Seseorang tengah mengincar diriku? Oh, menarik.' Ryuto berpikir sambil tersenyum santai. Kemudian, dia menatap ke arah depan di mana Rymon yang tengah masuk kembali ke ruang tamu.


"Maaf, menunggu lama. Ini adalah sejarah yang menyangkut tentang desa ini." Rymon yang membawa buku, segera menyerahkan buku tersebut kepada Ryuto.


Hal ini diterima oleh lelaki itu, kemudian dia bertanya, "Kepala Desa Rymon, apakah ada sesuatu di dalam hutan dekat dengan desa ini?"


Rymon yang tengah duduk, seketika melebarkan matanya. Dia kemudian menunduk dan mengangguk pelan, sebelum menghela nafas tak berdaya.

__ADS_1


"Sebenarnya, pelaku dari hilangnya beberapa perempuan ialah karena bandit yang bersarang di hutan itu. Adapun aku menulis pembunuh berantai, agar segera ditanggapi pihak pemerintah."


"Namun, sampai beberapa minggu berlalu. Sama sekali tidak ada tanggapan dari pihak pemerintah." Rymon menjelaskan tentang surat yang dia kirim ke pemerintah.


Ryuto mendengar dengan saksama dan dia segera paham. "Jadi, selepas diriku menjabat barulah ditanggapi. Yah, memang Pemerintah dulu tidak ada yang akan peduli dengan hal-hal berhubungan dengan desa."


Ryuto memikirkan dunia dia dulu, di mana Pemerintah yang tidak memikirkan desa kecil. Mereka hanya fokus ke hal yang paling terkenal, sehingga melupakan apa yang membuat berdirinya suatu negara.


"Jadi, kau ingin meminta bantuan untuk menghapus bandit tersebut?" Ryuto memandang ke arah Rymon, yang mana kepala desa itu mengangguk.


"Itu benar, Tuan Ryuto. Kumohon, selamatkan desa ini!" Rymon ingin menundukkan kepala, akan tetapi Ryuto menghalanginya.


"Tidak perlu menundukkan kepala, aku bukan orang yang gila akan kehormatan. Juga, aku ingin membaca buku ini."


Ryuto membuka buku, 'The Legend Of Molov Village.' Dia benar-benar penasaran, siapa yang dimaksud Molovia tersebut. Apa hubungannya dengan dia.


Hal inilah yang menjadi misteri yang belum terpecahkan bagi Ryuto sendiri.


Sementara lelaki itu tengah membaca buku, para perempuan sendiri berdiri dan pergi menuju keluar dari balai desa. Mereka ingin bermain di desa tersebut, juga ingin bergaul dengan perempuan-perempuan setempat.


"Apakah semua sudah berkumpul?" Bos bandit bertanya kepada para pasukan.


"Kami sudah siap, Bos!" Para bandit berkata bersamaan. Mereka benar-benar bersemangat untuk mendapatkan istri dari seseorang yang paling terkenal di dunia.


"Kalau begitu, mari kita berangkat semuanya!" Bos bandit berteriak keras, kemudian seluruh bandit bergerak turun gunung. Tujuan kali ini ialah Desa Molov.


***


Ryuto yang tengah membaca buku sejarah Desa Molov, seketika menutupnya dengan senyuman aneh. Dia akhirnya memahami apa hubungan antara Kurokami dengan Molovia tersebut.


Pandangan Ryuto seketika menyapu sekitar. Dia benar-benar merasa bahwa dirinya perlu menemui Dewi Molovia tersebut. Namun, kali ini yang menjadi masalah ialah ke mana dewi itu menghilang.

__ADS_1


"Apakah ada hubungannya dengan bandit yang berada di gunung ini?" Ryuto memandang ke arah hutan, akan tetapi matanya seketika menyusut ketika melihat debu yang terbang ke langit.


Dia dapat melihat adanya ratusan orang tengah berlari menuju ke Desa Molov. Hal ini tentu membuat Ryuto menyadari bahwa ada sesuatu yang tengah terjadi sebentar lagi.


"Seharusnya mereka mengetahui dengan kedatangan orang-orang bandit itu." Ryuto yakin bahwa para istrinya merasakan kehadiran orang-orang bandit tersebut.


Benar apa adanya, Lilia dan perempuan lainnya yang tengah berada di tempat berkumpulnya banyak orang, seketika memandang ke arah hutan.


"Sesuatu akan datang. Apakah mereka para bandit itu?" Lilia menatap dengan penuh minat. Dia ingin melihat seberapa kuat orang-orang itu. Hal ini juga dirasakan oleh para perempuan yang lain.


"Yah, kami akan membagi kelompok. Sehingga mudah menghancurkan mereka dengan cepat."


"Sebenarnya tidak perlu, mereka hanya ada seratus orang saja. Kenapa harus membagi? Bantai saja sudah!" Nanami berkata dengan ringan.


Hal ini membuat semua perempuan seketika sadar dan mengangguk bersama. Mereka semuanya segera bergerak menuju ke jalan masuk hutan. Satu persatu menghalangi jalan.


Sementara itu, para warga menyadari adanya keanehan di hutan. Mereka semua mengubah wajah satu persatu karena akhirnya apa yang para orang-orang itu takutkan muncul.


"Bandit mulai menyerang!" Teriak seorang pria, membuat semua penduduk menyadari akan kehadiran bandit itu.


Semua orang segera berlari menuju rumah mereka masing-masing. Hanya tempat itulah para penduduk dapat berlindung dari orang-orang bandit. Mereka semua sudah menyiapkan jalur perlindungan sendiri.


Ryuto sendiri keluar dari balai desa. Di sana Rymon yang berada di depan melihat hal itu. Dia segera berkata, "Tuan Ryuto, bahaya di luar. Para bandit turun gunung!"


"Tenang saja, kami akan menghancurkan bandit-bandit tersebut. Kau hanya perlu menunggu di sini. Beri saja sepuluh menit, mereka akan menghilang dari Desa Molov."


Mendengar kalimat Ryuto, Rymon seketika melebarkan matanya. Dia jelas-jelas tidak menyangka akan ada seseorang yang mengucapkan kalimat seperti itu. Tidak ada satupun orang desa yang berani menghadapi bandit yang berjumlah lebih banyak dari mereka itu.


Ryuto berjalan menuju ke jalanan hutan. Dia melihat para perempuannya sudah berbaris rapi, seolah-olah menunggu kedatangan para bandit itu.


"Aku tidak menyangka kalian benar-benar sudah menunggu di sini!"

__ADS_1


To be Continued.



__ADS_2