System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 125 - Selamatkan Sasha 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


"Sasha! Segera bayar hutang itu! Sudah 4 tahun sesuai kesepakatan kita sebelumnya!"


Sasha, ialah perempuan tersebut. Ia mengerutkan keningnya ketika mendengar seseorang tengah memanggil namanya.


Perempuan itu berbalik dan menatap ke arah pintu. Tubuhnya seketika gemetar karena orang yang berada di sana ialah sosok yang tidak ingin dirinya temui.


"Hm, mengapa kamu menatapku seperti itu?" Lelaki yang berdiri di pintu memandang ke arah Sasha sambil mengerutkan keningnya. Namun, ketika melihat pakaian Sasha yang basah akan keringat, ia menelan ludah.


"Ando, perjanjian masih tersisa dua bulan lagi. Mengapa kamu memajukan seenaknya sendiri!"


Mendengar ucapan Sasha, lelaki yang bernama Ando mulai sadar dan tersenyum penuh arti. Ia masih menatap lekat antara Sasha dan putranya itu.


"Nah, dua bulan pun kamu tidak akan bisa membayarnya. Bagaimana kalau kita buat penawaran, agar dirimu lebih mudah dalam membayar nanti?"


Sasha yang mendengar penawaran Ando, segera menyusutkan matanya. Entah semenjak awal firasatnya tidak nyaman sama sekali. Tangan yang memegang Kado mulai mengerat, seolah-olah tidak ingin menyerahkan anaknya itu.


"Apa penawaranmu itu?" Sasha bertanya karena ia tidak ingin jatuh ke jebakan lelaki di depannya. Sudah berkali-kali, ia terus terjebak sehingga utang semakin menunggak.


Ando menyeringai, kemudian ia menunjuk ke arah Sasha. "Bagaimana kalau kamu lepaskan seluruh pakaianmu dan bermain sebentar. Hutangmu akan berkurang lima juta."


Mendengar perkataan Ando, Sasha membeku. Ekspresinya berubah menjadi gelap, kemudian ia menatap tajam ke arah lelaki di depan pintu tersebut.


"Apa maksudmu itu? Apakah kau ingin aku melayanimu?"


"Lebih tepatnya begitu, bagaimana tawaranku sangat bagus, bukan?" Ando menyeringai ketika melihat wajah Sasha yang tertekan. Ia ingin segera menikmati tubuh perempuan tersebut, entah mengapa sesuatu yang indah ada di dalam diri perempuan itu.


Sasha menggertakkan giginya, ia kemudian berkata kepada putranya. "Kado, masuklah ke dalam rumah atau bermainlah dengan tetangga."


Mendengar perintah dari ibunya, Kado seketika menjadi muram. Ia menatap ke arah Ando, lalu pergi menuju ke dalam rumah.


Ando menyeringai, ia perlahan mendekat ketika anak kecil itu menghilang. Sekarang di dojo hanya dirinya dan Sasha seorang.


"Tunggu apalagi, buka bajumu!"


Sasha tetap diam, ia menunduk sedikit. Kemudian, kilatan niat membunuh melintas di matanya. Perempuan tersebut melesat dan mengayunkan kakinya tepat leher lelaki di depam.

__ADS_1


Ando jelas terkejut, ia tidak menyangka bahwa perempuan di depannya akan menyerang. Namun, sebelum kaki Sasha mengenai dirinya. Satu sosok laki-laki muncul dan menangkap kaki tersebut, kemudian membantingnya ke dinding.


Sasha terperanjat, ia membentur ke dinding dan mengeluarkan seteguk air ludah. Tatapannya segera tertuju ke arah sosok yang baru saja muncul tersebut.


'Bagaimana bisa secepat itu?' perempuan itu berpikir sambil terkejut di dalam hatinya. Ia tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang melindungi lelaki itu.


Ando yang melihat Sasha jatuh di lantai, ekspresinya berubah menjadi marah. "Jala*ng, beraninya kau menyerangku! Sekarang, giliranku untuk menyerang dirimu!"


"Stanly, jaga pintu. Aku akan memberikan pelajaran hidup perempuan ini!"


"Dimengerti, Tuan Muda!" Stanly sedikit menjauh dan berdiri di dekat pintu. Kemudian, Ando berjalan dan menunduk tepat di depan Sasha.


Tangan kanannya segera bergerak menuju ke pakaian perempuan yang tersungkur ke lantai tersebut.


Sasha yang akan dilecehkan menutup mata. Namun, perasaan tarikan sama sekali tidak muncul dan ada sebuah pelukan yang sangat akrab.


"Yah, sepertinya aku sedikit telat untuk menemukan dirimu, Sasha!"


Mendengar suara lembut dan tegas. Sasha segera membuka matanya, apa yang menyambutnya ialah seorang lelaki tampan tengah memeluk dirinya dan menahan tangan Ando.


Perempuan itu penasaran, siapa yang menyelamatkan dirinya itu. Dia menatap lekat lelaki tersebut, kemudian sesuatu di dalam dirinya seolah-olah terdapat kristal yang pecah dengan keras.


Perempuan itu memeluk lelaki tersebut sambil berkata dengan suara serak. "Sayang, hiks hiks."


Sasha tidak bisa mengungkapkan isi hatinya yang begitu senang dan bahagia. Namun, ia tetap tidak bisa melupakan perasaan tak berdaya barusan dan sebelumnya.


Ando yang melihat kemesraan di depannya, seketika naik pitam. "Bajingan, siapa kau! Mengapa kau mengganggu acaraku!"


Lelaki yang memeluk Sasha, mengencangkan tangan kanannya. Hal ini membuat Ando tersentak dan ia melompat-lompat, ingin segera melepaskan pegangan lelaki itu.


"Lepaskan tanganku! Stanly bantu aku segera!" Ando berteriak dengan histeris. Namun, pengawal yang menjaganya tidak muncul sama sekali. Hal ini membuat dirinya panik, ia terus meneriakkan pengawalnya tersebut.


"Stanly! Stanly kemarilah!"


"Bajingan, jangan berteriak di dekat diriku!" Ryuto yang mendengar teriakan Ando, sudah tidak tahan. Ia segera mengeratkan tangan kanannya dan berikutnya suara letupan terdengar di dalam tangan Ando.


"Arhhh!" Teriakan Ando sangatlah keras. Ia menangis dan berharap untuk Ryuto melepaskan tangannya segera. Namun, mendengar suara letupan dan perasaan tidak bisa mrngendalikan tangan kanan mulai terasa.

__ADS_1


Ryuto melepaskan pegangannya, kemudian ia melihat bahwa Sasha sama sekali tidak bergerak selepas memeluk dirinya. Namun, tepat saat ia melihat perempuan itu, apa yang ia dapatkan adalah bahwa perempuan tersebut telah tidur.


"Ternyata dirinya tidur. Mungkin dia sudah lelah dan butuh sandaran." Ryuto berkata dengan ringan, kemudian duduk sambil menidurkan dalam pelukannya.


"Sasha!"


Teriakan tepat di depan pintu dojo terdengar di telinga Ryuto. Lelaki itu, segera berbalik dan menyatukan jari telunjuk ke mulutnya, lalu menunjuk perempuan yang tengah tidur dalam pelukannya.


Sayoko yang baru tiba karena khawatir sedikit lega melihat saudarinya selamat. Namun, tatapannya segera tertuju ke arah lelaki yang terbaring sambil memegang tangan kanannya. Dia tahu bahwa laki-laki tersebutlah sumber masalah dari Sasha.


Perempuan itu masuk ke dalam dojo, kemudian ia menyeret kaki dari Ando keluar dari dalam bangunan tersebut.


Para perempuan yang baru saja tiba, melihat Sayoko menyeret lelaki yang babak belur. Satu persatu dari mereka mengerutkan keningnya. Para perempuan tidak tahu apa yang terjadi, sampai akhirnya mengingat masalah yang di derita oleh Sasha.


Wajah masing-masing perempuan menghitam, kemudian mereka menatap ke arah Ando yang sudah babak belur. Mereka mendekat ke arah Sayoko, lalu Lilia bertanya tepat di sebelah perempuan itu.


"Apakah dirinya yang membuat saudari Sasha mengalami kesusahan?"


"Iya, lelaki ini sepertinya dari seorang tiran lokal. Bagaimana kalau kita hancurkan satu persatu anggota tubuhnya, kemudian kirim ke keluarganya?" Sayoko segera menjawab sambil memberikan saran.


Lilia memandang ke perempuan lainnya, semua mengangguk meski Sae, Sherena, Shina adalah pemula. Mereka sama sekali tidak terkejut dengan tindakan yang akan dilakukan oleh para saudarinya tersebut.


"Kalau begitu, mari kita mulai!"


Di dalam Dojo.


Ryuto yang tengah membelai rambut Sasha, sedikit terkejut mendengar teriakan lelaki di depan. Namun, ketika dirinya mengaktifkan persepsinya. Apa yang dia lihat adalah penyiksaan.


"Yah, seharusnya aku juga ikut dalam penyiksaan tersebut. Namun, lupakan saja. Lebih baik berada di sini sambil menunggu perempuan ini bangun."


Detik berikutnya, pintu lain dojo terbuka. "Ibu, aku datang menyelamatkan dirimu!"


Anak kecil yang bernama Kado memandang Dojo yang sepi, hanya ada dua orang saja yaitu ibunya dan seorang lelaki bertubuh kekar.


Kado yang melihat lelaki tersebut, seketika melebarkan matanya. Jelas ada perasaan akrab dalam dirinya dan tanpa sadar ia memanggil laki-laki tersebut.


"Ayah..."

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2