System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 149 - Pergerakan Pemerintah


__ADS_3

“Ada keanehan yang terjadi di seluruh kota. Berbagai orang tengah melaporkan kejadian penculikan!”


Mendengar kejadian aneh tersebut, keempat pria yang duduk di kursi seketika mengerutkan keningnya masing-masing.


“Apakah yang kamu maksud ialah tidak hanya satu kota saja yang mengalami penculikan?” Pria botak bertanya dengan ekspresi serius.


Kejadian aneh itu benar-benar tidak dapat dimengerti orang-orang itu. Namun, jika hal tersebut merupakan iseng. Lantas mengapa bisa secara bersamaan.


Hal ini membuat keempat pria itu berpikir dengan keras. Prajurit yang sudah melaporkan kejadian tersebut tidak langsung pergi, ia menunggu perintah keempat pria itu.


Tak butuh waktu lama, keempat pria tersebut sudah menentukan langkah apa yang akan mereka ambil segera.


“Beritahu para zodiak untuk membawa beberapa pasukan mengintai seluruh kota yang berada di naungan kita!”


Mendengar perintah dari empat pria di depannya. Prajurit segera bertindak dan mengangguk penuh dengan kepatuhan.


“Dimengerti,  Yang Mulia!”


Prajurit segera berdiri dan berbalik keluar dari ruangan tersebut. Ia ingin secepatnya melakukan apa yang diperintahkan oleh keempat pria itu.


Selepas kepergian prajurit tersebut, empat pria saling berhadapan satu sama lain dan mulai melakukan diskusi terkait masalah barusan.


“Menurut kalian, siapa dalang di balik ini semua?” tanya pria berpedang dengan ekspresi serius dan niat membunuh yang terlihat.


“Jika kita menerka satu persatu masalah sebelumnya. Hanya satu pelaku yang membuat kita tidak mengetahui tempatnya sekarang.”


Pria jenggot panjang menjawab sambil mengelus jenggotnya itu. Dia benar-benar yakin, bahwa hal yang terjadi sekarang berkaitan erat dengan masalah sebelumnya.


“Luck, kah.” Pria botak berkata ringan, niat membunuhnya terpancar jelas. Ia ingin segera membunuh lelaki yang menjadi biang masalah tersebut.


Sementara itu, pria yang memakai topeng tetap diam dan berpikir terkait masalah yang terjadi sekarang.


Ketiga pria yang tengah berdiskusi, menyadari satu hal. Mereka memandang ke arah pria bertopeng tersebut dengan tatapan ringan.


Pria bertopeng menyadari tatapan tersebut. Ia memejamkan matanya sebelum membukanya kembali.


“Kita tunggu hasil dari penyelidikan tersebut. Aku takut, kita salah target!” pria bertopeng berkata dengan jelas.


Hal ini membuat ketiga pria lainnya mengangguk mengerti. Mereka jelas memahami pentingnya informasi yang akan dibawa oleh tim pengintai nantinya.


“Kirim tambahan pasukan untuk menyelidiki masalah ini!” Pria botak memberikan perintah kepada seseorang yang telah bersembunyi di balik bayang-bayang.


Tepat dengan perintah itu keluar, sosok lelaki berpakaian serba putih dan memakai topeng mengangguk sambil memberikan hormat.


“Dimengerti, Yang Mulia!”

__ADS_1


Dengan patuhnya itu, lelaki jubah putih menghilang dari tempat dan ruangan kembali tersisa empat orang saja.


Keempat pria itu menantikan informasi sesegera mungkin, sebelum mengambil keputusan nantinya.


Di sisi lain...


Arena pelatihan Chrono.


Ryuto kali ini berada di situs pelatihan tempat markasnya berada. Ia memukul beberapa orang-orangan kayu, mencoba menciptakan teknik dengan seni bela diri.


Pertempuran dengan pemerintah, akan dilakukan satu hari kemudian. Ia berharap, bahwa pemerintah mampu memberikan kejutan.


Ryuto terus melakukan pelatihan, hal ini disaksikan oleh berbagai macam prajurit. Mereka semua terpana dengan gerakan cepat yang ditampilkan oleh tuannya itu.


The number sendiri juga terkejut, gerakan lincah dan dampak yang begitu besar. Ruang pelatihan sendiri bergetar tanpa henti.


Hal ini membuat mereka bergidik ngeri, pasalnya para number tersebut pernah melihat kejadian itu di suatu tempat.


Luck dan beberapa anggota pemerintah yang sekarang dikenal sebagai Beast, juga terpana dengan gerakan yang ditampilkan pemimpin mereka itu.


Ryuto sendiri menyadari bahwa ia menjadi tontonan anak buahnya. Namun, hal ini sama sekali tidak membuat lelaki itu marah, melainkan mengingatkan mereka semua.


“Daripada kalian hanya menonton, lebih baik ikuti pelatihan yang kulakukan.” Ryuto berkata dengan tegas, suaranya benar-benar menyadarkan para prajurit yang berada di area pelatihan.


Semua pasukan, baik itu pemimpin maupun prajurit saling memandang satu sama lain. Kemudian, mereka mengangguk bersama.


Suara di ruangan bergema hampir seluruh markas. Hal ini menarik minat para pasukan, sekaligus para istri Ryuto.


Di kamar....


Lilia dan para perempuan saling memandang. Mereka sedikit terkejut dengan suara yang bergema sampai di telinga mereka masing-masing.


“Apakah Suami melakukan pelatihan?” Xia Lin bertanya dengan nada penuh penasaran.


“Kemungkinan besar, itu benar. Bagaimanapun juga, efek suara seperti ini hanya bisa dilakukan oleh dirinya saja!”


Lilia memberikan jawaban yang sesuai dengan apa yang dirinya lihat sebelumnya. Satu persatu masa lalu, tersenyum ringan.


Detik berikutnya, mereka semua merasakan aliran panas menyembur dari perut dan mengisi seluruh tubuh mereka masing-masing.


Rasa sakit yang dialaminya kini menghilang dan perasaan penuh energi telah terasa dalam tubuh mereka.


“Efek ini....” Xia Lin terkejut dengan apa yang terjadi terhadap dirinya itu. Bagaimanapun juga, kejadian tersebut baru dirinya rasakan sekarang.


“Ini adalah efek yang kita terima dari Ryuto. Energi kita tak terbatas, sehingga luka yang kita derita menghilang akibat energi tersebut.”

__ADS_1


Amy menjelaskan kebingungan Xia Lin dengan nada lembut. Hal ini membuat perempuan tersebut mengangguk memahami.


Selepas para perempuan merasakan tubuhnya sudah pulih kembali, mereka segera beranjak pergi menuju ke kamar mandi.


Aroma tubuh mereka masihlah tercium air putih dan beberapa keringat. Jelas tidak sedap untuk seseorang hirup, kecuali Ryuto sendiri.


Beberapa menit kemudian....


Para perempuan itu keluar dari kamar mandi. Mereka kini sudah memakai pakaian latihan yang mana membuat mereka leluasa dalam berlatih.


Xia Lin yang masih merupakan orang baru, juga mendapatkan pakaian tersebut.


Di rasa sudah cukup, mereka semua keluar dari ruangan dan berjalan sambil berbicara menuju ke area pelatihan.


Di sisi lain....


Kota Duino.


Berta yang berada di hotel, kini sudah memakai pakaian polisi. Ia segera turun dan uang-uang miliknya sudah terkirim secara berurutan dengan nilai nominal kecil.


Hal ini bertujuan agar dirinya tidak dapat dilacak bahwa sudah melakukan transaksi dalam jumlah yang cukup besar.


Ide Berta tersebut sangatlah tepat. Meski ia harus berusaha untuk tidak tidur semalaman. Namun, semua membuahkan hasil.


Kali ini, dirinya melakukan cek out kamar hotel. Kemudian, kembali bertugas menuju ke kepolisian sesegera mungkin karena takut terlambat.


Di luar hotel, Berta melambaikan tangan menghentikan sebuah taksi. Tepat saat taksi sudah berhenti, ia segera masuk dan berkata ringan.


“Kepolisian Guika.”


“Oke!” Sopir taksi menjawab ringan, kemudian mesin mobil menyala. Selepas itu, mobil melaju menuju ke kantor polisi.


Perjalanan Berta sedikit lama karena jaraknya yang jauh. Namun, meski begitu sama sekali tidak mempengaruhi Berta.


Beberapa menit berlalu...


Berta mengerutkan keningnya karena arah yang dituju oleh sopir salah. Hal ini membuat dirinya menggelap dan berkata dengan nada rendah.


“Pak, Anda salah jalan.”


“Maaf Tuan, jalan ini adalah jalan tercepat...” Sopir membalas dengan nada ringan.


Hal ini membuat Berta mengetahui bahwa Sopir taksi ingin menjebak dirinya membawa ke suatu tempat.


‘Sepertinya, aku tidak bisa merahasiakan identitas terlalu lama...’

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2