System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 63 - Amy, Yuka dan Yui


__ADS_3

Silakan Dibaca.


'Orang ini...'


Seorang pria jangkung menyeringai, ketika melihat tubuh dari Amy dan kedua perempuannya.


"Roni, sedang apa kamu berada di sini?" Amy bertanya dengan nada dingin, ia paling tidak suka akan tatapan dari pria jangkung tersebut.


"Aku datang kesini ingin melihat istriku yang cantik."


"Siapa istrimu?" Amy bertanya sambil menaikkan alisnya, jelas ia tidak mengetahui siapa istri dari Roni tersebut.


Namun, mendengar itu Roni muram. Jelas-jelas ia merujuk kepada Amy, akan tetapi wanita itu seperti berpura-pura bodoh.


"Amy... Apakah kamu berpura-pura bodoh?" Roni jelas tidak senang, ia memandang ke arah Amy penuh dengan hinaan.


Namun, Amy tidak menanggapinya, sehingga membuat Roni semakin memerah karena marah. Ia ingin berteriak, akan tetapi mengingat sesuatu dan menyadarinya.


"Oh, kau tidak mengakuinya Amy. Kalau begitu, pemandian ini mungkin akan tutup."


Mendengar ancaman dari Roni, jelas Amy bergetar. Ia tidak menyangka bahwa orang di depannya itu sangat tercela.


Yuka dan Yui menggertakkan giginya, mereka jelas tidak senang dengan tindakan Roni kepada Amy.


Ketiganya melihat, laki-laki tersebut menyeringai penuh kemenangan. Namun, sebuah suara terdengar begitu dingin dan penuh akan rasa mengerikan.


"Beraninya kau mengancam mereka, Ha!"


***


Beberapa menit sebelumnya.


Di sisi lain, Ryuto tengah membersihkan seluruh tubuhnya. Bau darah yang selalu menempel di tubuh, mulai menghilang. Kali ini ia benar-benar sudah segar kembali.


Area kamar mandi sendiri begitu sunyi, hal ini membuat indra pendengar Ryuto sangatlah jelas. Ia bisa mendengar suara kegaduhan di luar.


"Bajingan mana yang membuat gaduh di tempat ini!" Ryuto memancarkan niat membunuh, ia menyeka seluruh tubuhnya terlebih dahulu. Kemudian, mengambil celana boxer.


Ryuto membuka pintu, bertepatan dengan ancaman yang dikeluarkan oleh Roni. Ekspresi Ryuto menjadi gelap, ia mendekat sambil mengeluarkan aura membunuh.


"Beraninya kau mengancam mereka, Ha!"

__ADS_1


Roni terkejut mendengar suara itu, bahkan pengawalnya gemetar tak terkendali. Mereka jelas-jelas ketakutan dengan niat membunuh yang keluar dari tubuh Ryuto tersebut.


Namun, di sisi Amy dan kedua perempuan, sedikit terkejut. Bukan karena kemunculan Ryuto, melainkan aura dan fisik dari Ryuto itu mirip dengan seseorang yang mereka kenal.


Jelas ketiganya saling memandang, mereka tahu bahwa masing-masing merasakan hal yang sama.


"Bajingan! Siapa kau!" Roni segera memandang ke arah Ryuto berada. Ia terkejut, melihat sosok orang yang memiliki tinggi melebihi dirinya, bahkan otot-otot orang itu sangatlah kencang dan kekar.


Nyali Roni seketika menciut melihat tubuh tersebut. Ia ingin pergi, akan tetapi tubuhnya sangat berat.


"Nah, beraninya kau mengancam para istriku!" Ryuto berkata dengan nada rendah, ia sebenarnya ingin mengungkapkan nanti bersama dengan kepulangan Yuna.


Namun, tidak menyangka akan ada orang yang berani menggoda, bahkan mengancam istrinya sendiri.


Seketika Amy, Yuka dan Yui terkejut dengan ucapan dari Ryuto. Kemudian, informasi aneh membanjiri seluruh pikirannya.


Akhirnya mereka sadar bahwa orang di depannya, ialah sosok yang selalu menjadi pelindung di kala mereka sedih dan putus asa.


Ketiganya merasakan kaki mulai melemas, mereka jatuh ke tanah sambil menutup mulut dengan kedua tangan. Air mata keluar, tanpa penuh akan kerinduan dan ada banyak yang ingin mereka sampaikan.


Di sisi lain, Roni terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ryuto. Ia tidak menyangka bahwa orang besar ini, ialah suami dari Amy.


"Tu-tuan besar... Maafkan saya," kata Roni jelas ia takut akan kemarahan Ryuto. Empat penjaga yang melihat itu, segera berdiri di depan Roni, meski mereka ketakutan.


Empat penjaga melebarkan matanya, pupil matanya berputar ke atas dan berikutnya, jatuh ke lantai. Mereka berempat sama sekali tidak sadarkan diri.


Melihat adegan tersebut, Roni jelas gemetar. Ia teeus meminta mohon maaf, akan tetapi Ryuto bukanlah orang naif yang memaafkan kesalahan orang.


Ryuto menunjukkan jari telunjuknya, kemudian sedikit membungkuk. Senyum Ryuto, bagi Rino sangat mengerikan. Namun, ditatapan itu. Rino seketika melebarkan matanya.


Jleb!


Ia tertegun, jelas ia terkejut dengan apa yang terjadi. Pandangannya segera kabur dan akhirnya jatuh di tanah, dengan darah merembes keluar tepat di dada kirinya.


Darah tidak menyembur keluar, sehingga lantai tidak bernoda akan darah. Jari telunjuk Ryuto sendiri bersih, tanpa ada noda sedikitpun.


Ia segera berbalik, akan tetapi tiga sosok melompat ke arahnya sambil berteriak dan menangis. "Ryuto!"


Amy, Yuka dan Yui memeluk erat suaminya tersebut. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan dirinya segers.


Ryuto menbalas pelukan ketiganya, ia tersenyum dan berikutnya. "Kalian sudah kutemukan, sekarang aku tidak tahu ada berapa saudari yang masih selamat?"

__ADS_1


"Un, tidak banyak... Hanya sekitar empat puluhan, aku sedikit mengingat segitu. Sebagian saudari semuanya lenyap, bahkan jiwa mereka berubah pecahan."


Ryuto mengerutkan keningnya, kemudian ia mengingat sesuatu dan berkata, "Kita bahas di dalam, juga buang mereka ke tong sampah saja."


"Tenang!" Amy memberikan isyarat oke, kemudian menarik keempat penjaga terlebih dahulu, selanjutnya menarik Roni keluar.


Selesai kelima orang dikeluarkan, Amy menutup pintu pemandian. Ia sendiri, juga mengingat kalau saudarinya berada di toko sebelah.


Namun, saat Amy memikirkan itu. Sosok perempuan cantik keluar dari toko pakaian. Perempuan itu tak lain ialah Yuna.


Sebelumnya, ia mendapatkan sebuah surat dari pelanggan besar. Namun, saat membuka surat tersebut. Ia terkejut bahwa pelanggan itu merencanakan pertemuan di pemandian.


Tepat saat ia berjalan ke pemandian, Yuna tertegun melihat Amy berdiri di depan pemandian. Yuna segers menyapanya. "Hallo Nyonya Amy, apakah masih buka?"


Amy sedikit linglung, bagaimana tidak. Orang di depannya itu ialah salah satu saudarinya.


Yuna melihat keadaan Amy seketika memiringkan kepalanya. "Nyonya Amy... Apakah Anda baik-baik saja?"


Amy segera tersadar, kemudian ia menjawab, "Sebenarnya ingin tutup karena ada tamu, akan tetapi bisakah aku bertanya tentang tujuan Nona Yuna?"


Yuna sendiri tidak masalah, ia memberikan surat kepada Amy. "Sebenarnya tadi ada pelanggan besar, akan tetapi ada kejadian memalukan. Beruntung orang itu tidak melakukan sesuatu terhadap toko."


Amy membaca surat itu, seketika menyadari siapa yang menulisnya. Ia menyunggingkan senyuman dan berkata, "Masuklah Nona, sebenarnya orang ini juga tamu kami."


Yuna tertegun, kemudian ia mengangguk. Amy memberikan jalan dan Yuna masuk ke dalam penginapan.


Ia tidak menyangka bahwa perempuan yang bekerja sebagai karyawan toko sebelah ialah anak temannya.


'Miya seharusnya berada di dekat Yuna. Namun, entah siapa yang tahu apa yang dirinya lakukan sekarang.' Amy, memikirkan saudarinya yang selamat.


Sementara Yuna yang sudah berada di dalam, tertegun melihat adanya sosok laki-laki sebelumnya, kini tengah berada di tengah-tengah dua orang perempuan yang ia kenal.


"Itu..." Yuna ingin berbicara akan tetapi di sela oleh Yui.


"Yuna!" Yui segera melesat ke arah Yuna dan memeluk perempuan itu. Yuna sendiri terdiam, ia tidak tahu mengapa perempuan yang berada di pelukannya itu sedikit menangis.


Namun, yang membuat Yuna terkejut ialah mengapa air matanya mengalir di pipi. Ini menjadi pertanyaan di pikirannya, entah mengapa hatinya berasa sakit melihat perempuan di pelukannya menangis.


"Itu... Nona Yui," kata Yuna dengan pelan, akan tetapi Yui tidak merespons. Ryuto melihat hal itu tersenyum dan mulai memperkenalkan diri, yang membuat Yuna menegang.


"Yuna... Perkenalkan namaku adalah Ryuto Kurokami!"

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2