System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 167 - Kejadian Sebenarnya


__ADS_3

Pintu besi yang menjadi penutup suatu ruangan, akhirnya terbuka lebar. Para perempuan masuk ke dalam segera, mereka terkejut dengan apa yang dilihatnya itu.


Terlihat dua orang tengah memandang ke arah makhluk aneh besar. Makhluk itu layaknya bola dengan mata satu dan gigi runcing yang menambah kesan ganas.


Rambutnya panjang hitam ke belakang, dua tangan layaknya sabit dan kaki sendiri mirip seperti ayam. Ada ekor panjang yang mana ujungnya berbentuk lancip.


Para perempuan terkejut dengan apa yang mereka lihat itu. Namun, mereka menyadari bahwa makhluk besar itu diciptakan oleh dua orang yang tengah tersenyum memandang ke arah monster tersebut.


Satu orang lelaki dengan ekspresi terkejut, menoleh ke belakang dan melihat adanya banyak perempuan. Dia mengerutkan keningnya, akan tetapi ketika melihat ada satu orang yang paling dikenalnya. Dirinya tersenyum cerah.


“Ahh, Xia Lin. Aku tidak menyangka kamu datang kepadaku akhirnya!” Lelaki itu Han Song, dia adalah lelaki yang telah membunuh adik kandung dan teman akrab Xia Lin tersebut.


Mendengar perkataan Han Song, Xia Lin mengubah ekspresinya menjadi jijik. Dia tidak menyangka bahwa lelaki tersebut masih memiliki keinginan untuk mendapatkan dirinya.


“Sepertinya kau belum sadar juga Han Song! Aku sama sekali tidak menyukai dirimu dan satu hal.” Xia Lin menunjukkan cincin di jari manis. “Aku juga sudah menikah dengan seseorang.”


Han Song yang senang, seketika membeku. Dia menatap ke arah cincin yang tepat berada di jari manis Xia Lin. Ekspresi yang semula bersemangat kini mulai terbakar amarah.


“Bajingan! Siapa yang telah mengambil seseorang yang kuincar!” Han Song meraung penuh akan amarah. Dia menatap ke arah cincin dengan tidak senang. “Lepaskan Cincin itu atau kau menerima konsekuensinya, Xia Lin!”


“Siapa kau, memerintah diriku!” Xia Lin berkata dengan nada datar. Dia kemudian melihat para perempuan lainnya juga memiliki ekspresi yang sama dan mereka melindungi dirinya.


“Kalian ....”


“Kami saudari, Xia Lin. Jadi sudah terbiasa saling melindungi satu sama lain.” Lilia berkata lembut, dia benar-benar tidak senang dengan lelaki di depannya itu, yang mana seenaknya saja untuk melepaskan cincin yang diberikan Ryuto.


Han Song yang melihat itu tentu mengerutkan keningnya. “Aku tidak tahu siapa kalian! Apa hubungan kalian dengan perempuan itu! Namun, jika kalian menghalangi cintaku ini, maka hanya kematianlah jalan kalian!”


“Cyclops, Bunuh Mereka!”


Teriakan Han Song membuat makhluk besar itu tersadar dan dia melihat sekelilingnya, sebelum menatap lekat ke arah para perempuan yang tengah berada di depan Han Song.

__ADS_1


Cyclops kemudian mulai berjalan ke depan, selanjutnya dia menghilang di hadapan para orang-orang tersebut. Hal ini tentu membuat semua orang terkejut, kecuali para perempuan.


Megu yang berada di posisi paling belakang, merasakan kehadiran sosok sesaat. Dia segera berbalik dan melihat pintu besi telah menghilang. “Makhluk itu pergi dari ruangan.”


Mendengar ucapan Megu, semua perempuan juga terkejut. Mereka tidak tahu bahwa monster itu sama sekali bukan makhluk yang dikendalikan oleh Han Song.


Tentu hal ini membuat syok lelaki yang berada di seberang. “Mengapa dia tidak menyerang para perempuan itu, mengapa dia kabur dari ruangan ini?”


“Tidak ada kesalahan sama sekali, Tuan. Cyclops berhasil di buat. Namun, dia tidak dalam kendali kita.” Satu orang berpakaian jas putih lab berkata dengan jelas. Dia hanya mengikuti instruksi dari sebuah buku yang dia dapatkan saat menjelajah.


“Kamu mengikuti seluruh pembuatan persis dengan buku itu?” Han Song berteriak dengan marah. Profesor yang berada di sebelahnya itu mengangguk, sehingga membuat lelaki tersebut membeku.


“Dasar bodoh! Kendali monster seharusnya kamu ubah menjadi ke kita!” Han Song terus meraung sambil memegang kerah profesor tersebut.


“Maaf, Tuan. Jika aku salah memasukkan hal itu, Cyclops tidak bisa dibangkitkan!”


Mendengar percakapan dua orang itu, para perempuan saling memandang. Kemudian, mereka melihat ke arah isi ruangan tersebut. Sampai akhirnya tatapan Sae tertuju ke arah buku yang kusam.


“Jala*ng! Kembalilan buku itu!” Han Song berteriak keras, dia mendekati para perempuan. Namun, Xia Lin muncul tepat di depannya dengan tatapan dingin dan penuh akan niat membunuh.


“Bugh!” Han Song terpental keras ke belakang. Dia melebarkan matanya karena terkejut. Dirinya yang biasa kuat, kini benar-benar lemah di hadapan perempuan yang dia sukai itu.


Sae yang mendapatkan buku tersebut, membaca satu persatu kalimat. Kemudian, jatuh ke tempat pengendali monster itu. Matanya melebar dengan tatapan tak percaya.


“Pengendali monster itu, ternyata ialah ....”


***


Cyclops yang menghilang dari ruangan kini melesat menuju ke arah lapangan tempat pendaratan pesawat. Dia terus terbang, menuju ke sebuah hutan yang tak jauh dari lapangan tersebut berada.


Di sisi lain, Ryuto dan Rias yang mendengar cerita bahwa pesawat tersebut jatuh karena sebuah rudal, seketika mengerut karena tidak menyangka bahwa ada kejadian seperti itu.

__ADS_1


‘Pantas, mengapa pria tua bernama Clover ini benar-benar berterima kasih kepada diriku. Pemerintah seharusnya bergerak melawan, ketika melihat hal ini terjadi.’


Ryuto juga merasa tidak senang dengan sikap yang ditunjukkan oleh pemerintah sebelumnya. Dia tidak menyangka bahwa hal yang mengancam negara seperti itu, diabaikan begitu saja.


“Beruntung, pesawat itu hampir tiba di bandara. Namun, pesawat yang ditumpangi para arwah-arwah ini harus meledak tepat di hutan tempat sekarang kita berada.”


“Aku sendiri terkejut karena aku yang merupakan penghuni hutan ini, tidak menyangka akan hal seperti ini.” Clover berkata dengan sedih.


Ryuto yang melihat pikiran Clover, dia menjadi lebih sedih karena dirinya tidak menyangka bahwa pria tua tersebut merupakan orang buangan yang berasal dari Klan Haunted.


Dia dibuang bersama dengan seorang cucu, hal ini karena tampilan mereka berbeda dari Haunted lainnya. Pengasingan pria tua itu sendiri benar-benar menyedihkan karena dia harus menerima cacian dan perlakuan buruk sebelum pergi.


Ryuto menghela nafas dan yang menjadi hal berat lelaki tua tersebut ialah cucunya yang menghilang saat pesawat meledak. Entah masih hidup atau mati, cucunya tersebut tidak ditemukan baik itu tubuh maupun jiwanya.


“Jadi begitukah ... sebenarnya kami ingin membuat Negara Timur hancur karena sudah melakukan hal yang tidak aku sukai. Ditambah dengan kejadian ini, keinginan menghancurkan negara tersebut semakin meningkat.”


Clover mendengar perkataan Ryuto, seketika memandang ke arah pemuda tersebut. “Meski kamu sudah mengalahkan orang-orang Pemerintah. Namun, jangan main-main dengan sosok yang berada di Negara Timur.”


Ryuto yang mendengar itu tersenyum, akan tetapi dia memiliki ekspresi datar dan dingin dalam sekejap. Rias juga sama, mereka berdua berbalik dan berjalan menuju keluar pesawat.


Teriakan suara dari langit membuat Clover tertegun. Dia juga menyusul kedua orang tersebut keluar dari pesawat.


Tiga orang itu, tiba di luar dan memandang ke arah langit. Satu persatu terkejut, akan tetapi mereka memiliki pikiran yang berbeda-beda.


Clover sendiri terkejut akan kehadiran makhluk yang pernah dia lihat dulu. Makhluk yang hanya dikendalikan oleh seorang Haunted.


Sementara Rias terkejut akan kemunculan makhluk tersebut karena makhluk itu sendiri merupakan sosok legenda yang paling terkenal di masa lalu.


“Makhluk ini, bukankah yang aku lawan dahulu? Mengapa bisa berada di sini?” Ryuto sendiri berbeda, dia terkejut karena kemunculan makhluk yang pernah dia lawan.


Itu benar, makhluk yang tengah terbang di langit itu ialah Cyclops.

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2