
Ryuto mengerutkan keningnya, ia segera memahami bahwa masalah kebangkitan begitu mudah. Ia menghela nafas dan berkata, “Masalah balas dendam, aku akan membantumu.”
Shina tertegun mendengar kalimat dari Ryuto, ia tidak menyangka bahwa orang yang baru saja memenangkan dirinya, akan membantunya begitu jauh. Shina bingung harus membalas laki-laki itu bagaimana, ia menunduk dan berkata, “Terima kasih!”
Ryuto menepuk kepalanya, kemudian mereka kembali ke Apartemen Ringo lantai pertama lagi. Namun, pemandangan yang sebelumnya suram kita menjadi cerah dan penuh akan warna.
Ryuto dapat melihat energi positif, bertebaran di seluruh ruangan. Ia mengangguk puas dan sekarang ia akan keluar. Shina yang masih dalam bentuk jiwa, kini berada di tubuh Ryuto sementara waktu.
Ryuto yang tiba di luar, ia segera berjalan menuju ke pintu kedua. Namun, tepat saat ia membukanya. Sama sekali kosong dan tidak ada energi apa pun, seolah-olah tempat tersebut hanyalah tempat kosong sebelumnya.
“Seingatku ada empat orang yang menyewa Apartemen Ringo sepuluh tahun lalu. Mereka bertempat di lantai dua dan lantai tiga, masing-masing dua.” Shina menjelaskan dengan ringkas.
Ryuto mengangguk dan ia membuka pintu ketiga. Namun, ia menemukan bahwa pintu ketiga tersebut memiliki ruangan lebih luas dibandingkan ruangan lainnya. Hal ini membuat ia mengerutkan keningnya sebelum mendengar penjelasan lagi dari Shina.
“Pintu menuju ke atas, ialah tempat pemilik. Jadi ruang yang berada di tengah sendiri itu tempat pemilik tinggal. Jadi untuk penyewa hanya dapat menyewa dua belas ruangan.” Shina menjelaskan kembali.
“Jadi ini akan menjadi ruanganku, luas dan energi sama sekali tidak ada yang aneh. Lanjut ke pintu empat.” Ryuto mulai menutup pintu tempatnya nanti berada. Ia kemudian berada di pintu ke empat.
Di saat ia membuka pintu tersebut, semburan udara dingin terasa di tubuh Ryuto. Hal ini membuat Ryuto mengetahui bahwa tempatnya sekarang dipenuhi dengan energi negatif lagi.
Ryuto menatap datar ke arah depan di mana sekarang sumber negatif tersebut ialah ruang tamu. Namun, anehnya ia tidak memasuki ingatan seseorang kembali. Melainkan, mendapati sosok wanita tengah memegang seorang bayi.
Meski tidak memasuki ingatan penyewa ruangan tersebut. Ia segera mendapatkan kilasan ingatan tentang masalah yang dihadapi dari wanita tersebut. Ryuto tidak menyangka bahwa kejadian itu benar-benar lebih menakutkan daripada yang dialami Shina.
“Bukankah hantu yang menangis sambil menggendong seorang bayi itu, mirip dengan Nyonya Sae...” Shina berkata sambil berpikir, mencoba mengingat masa lalunya. Namun, ada semacam dinding yang menahan ingatannya tersebut sehingga tidak dapat memasuki ingatan sepenuhnya.
__ADS_1
“Kamu benar, ia adalah penyewa ruangan ini. Namanya Sae, lalu dirinya dibunuh oleh suaminya sendiri begitu juga dengan bayinya itu. Benar-benar tragis, suaminya membunuh, lalu seluruh tubuh istrinya dilumatkan dalam...”
“Berhenti!” Shina segera menghentikan apa yang dikatakan oleh Ryuto, ia tidak menyangka bahwa Nyonya Sae yang sangat baik hati akan dibunuh oleh Suaminya sendiri.
“Katakan mengapa dia dibunuh, Ryuto?” tanya Shina, ia ingin mengetahui mengapa Nyonya Sae dibunuh oleh Suaminya tersebut.
“Hanya masalah kecil. Suaminya merasa jengkel dengan tangisan bayi tersebut. Di saat itu ia juga minum berat, karena ia dipecat dari pekerjaannya. Suaminya tersebut melemparkan botol ke arah bayi, yang seharusnya ia jaga. Selanjutnya, Sae datang dan terkejut melihat bayinya meninggal.”
Ryuto menghentikan ceritanya, ia melihat ke arah Shina dan tahu bahwa kelanjutan ceritanya tersebut sudah bisa ditebak oleh perempuan itu sendiri. Ryuto tidak peduli dengan ekspresi terkejut Shina, ia berjalan ke arah wanita itu dengan langkah ringan.
Energi negatif semakin menguat. Namun, Ryuto segera mengatasinya dan sekarang ia berada tepat di depan wanita berpakaian putih dengan bayi di pelukannya. Ia tertawa aneh seolah-olah mencoba menenangkan bayi di pelukannya itu.
Ryuto menghela nafas dan ia menepuk kepala wanita itu. Ketika diangkat, wajah jelek mulai terlihat. Namun, Ryuto yang sudah berkali-kali melihat pemandangan menjijikkan tersebut, sama sekali tidak peduli.
“Aku akan mencari Suamimu, lalu akan kupastikan ia menebus dosanya itu. Apakah kamu ingin membalaskan dendam atau memiliki permintaan tentang penebusan nantinya?”
“Apakah kamu benar-benar akan melakukannya?” tanya wanita itu, kemudian ia melihat laki-laki yang berada di depannya tengah menganggukkan kepala tanda setuju bahwa ia akan melakukan keinginannya.
Air mata keluar dari rongga mata wanita tersebut. Perlahan-lahan, wajahnya yang jelek mulai robek dan berubah menjadi sosok wanita yang cantik. Pakaian putih yang penuh darah, kini menjadi bersih.
Bayi yang buruk rupa kini berubah menjadi bayi yang sehat dan gemuk. Perubahan ini juga membuat seluruh ruangan menjadi lebih hidup kembali, benar-benar hal ajaib. Namun, itu sudah bukan rahasia lagi.
Ryuto yang melihat wanita cantik tersebut hanya tersenyum, kemudian ia duduk di sebelahnya sambil mengangkat tangannya. Wanita cantik yang bernama Sae tersebut memahami keinginan Ryuto.
Ia menyerahkan bayi yang berada di pegangannya itu, kepada Ryuto. Sementara Ryuto menerimanya dan memandang dengan lembut ke arah bayi tersebut. Ryuto juga melihat bayi itu tertawa tanpa suara ketika melihat Ryuto.
__ADS_1
Shina yang berada di tempat sebelumnya, kini terpana dengan pemandangan yang berubah itu. Seperti sebuah matahari yang terbit terang selepas kegelapan memenuhi ruangan.
Sae yang melihat pemandangan tersebut sedikit terkejut, hal ini karena tingkah laki-laki di sebelahnya benar-benar berbeda dari Suaminya. Mengingat Suaminya kembali, rasa kebencian meningkat drastis.
Ryuto yang di sebelah Sae, merasakan hal itu. Ia mendekat ke arah Sae dan memeluknya bersama dengan bayi tersebut. Kebencian Sae dalam sekejap surut ketika merasakan pelukan hangat tersebut.
“Tenang... Aku akan membantumu membalaskan dendam ini.” Ryuto berkata dengan lembut, ia ingin menyelesaikan masalah seluruh orang di Apartemen. Dengan begitu, ia akan membuat Apartemen sepenuhnya dipenuhi Energi Positif.
Sae terkejut, akan tetapi ia tidak menolak. Ia meringkuk lebih dalam ke pelukan Ryuto. Layaknya seorang istri yang sedang ingin lebih dekat dengan suaminya.
Shina linglung sesaat, akan tetapi ia segera sadar dan tersenyum penuh arti melihat pemandangan tersebut. “Ternyata, orang yang membawa kehangatan itu ialah seorang Bajingan!”
Namun, anehnya ia tidak marah. Hal inilah yang membuat dirinya terkejut. Shina memejamkan matanya dan tahu bahwa ia sudah tidak masalah untuk melihat Ryuto bersama dengan perempuan lain.
‘Apakah ini naluri yang dimiliki seorang perempuan yang menerima seorang pria yang memiliki banyak istri nantinya. Aku tidak menyangka bahwa aku mendapatkan naluri tersebut.’ Shina berkata dalam hatinya dengan kejutan lain.
Beberapa menit telah berlalu, Ryuto yang memegang bayi yang bernama Sora. Kini mengembalikan bayi tersebut kepada Ibunya. Sae sendiri menerima Sora dan memeluknya, ia melihat bahwa bayi itu telah tidur.
[Misi dipicu.]
[Suami yang tidak memiliki hati.]
[Misi : Bunuh Kurt, suami dari Sae.]
[Hadiah : Kebangkitan Sae dan Sora + Kotak Misterius.]
__ADS_1
[Gagal : Sae sedih dan ia tidak bisa menyerap energi positif kembali.]
[Durasi : 5 Hari.]