
Mendengar lokasi pintu menuju ke wilayah kedua. Ryuto melebarkan matanya segera. "Apa kamu bilang? Keluarga besar, Akugawa?"
Xia Lin menyadari keanehan lelaki di depannya itu. Meski tidak tahu apa yang terjadi, ia mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan dari lelaki tersebut.
"Lin. Apakah kamu tahu nama lengkap diriku siapa?" Ryuto sedikit menunduk dan menatap ke arah mata perempuan di pelukannya itu. Hal ini membuat perempuan tersebut sedikit terkejut dan bingung.
"Tidak, bukankah namamu hanya Ryuto?" Xia Lin sendiri sudah menerima beberapa berita dan berdasarkan penyelidikan yang dirinya lakukan selepas penyembuhan sebelumnya. Namun, nama yang dimiliki Ryuto tetaplah Ryuto tanpa ada embel-embel keluarga besar.
Mendengar perkataan Xia Lin, Ryuto menyadari bahwa perempuan tersebut sama sekali tidak mengetahui namanya. Hal ini membuat lelaki itu tersenyum dan berkata, "Nama lengkap dari diriku ialah, Ryuto Akugawa!"
Xia Lin yang mendengar nama lengkap dari Ryuto, seketika melebarkan matanya. Ia terkejut dan segera menatap lekat ke arah lelaki itu. Dirinya hanya melihat ekspresi serius dari laki-laki tersebut.
"A-apakah kamu tengah bercanda?" Xia Lin tentu tidak mempercayai segera ucapan lelaki di depannya itu. Bagaimanapun juga, mereka baru saja bertemu dan ia baru saja memberitahu tentang nama Akugawa.
"Oh, jadi menurutmu aku bercanda kah? Kalau begitu, apakah kamu mengenal dua orang yang bernama Yuro dan Kyoka?"
Mendengar dua nama tersebut, Xia Lin lagi-lagi terkejut. Ekspresinya stagnan ketika melihat ke arah Ryuto. Jelas nama dua orang tersebut, sangat ia kenal karena keduanya merupakan pasangan sekaligus pemilik keluarga Akugawa sendiri.
Namun, apa yang membuat Xia Lin tak menyangka ialah bahwa Ryuto mengetahuinya. Dunia sendiri tidak ada yang mengetahui tentang kedua orang itu, bahkan sedikit orang saja yang tahu.
"Apakah kamu benar-benar putranya? Namun ...." Xia Lin memikirkan ulang terkait keluarga Akugawa. Ia jelas tahu bahwa Yuro dan Kyoka sama sekali belum memiliki seorang putra.
"Ya, begitulah adanya." Ryuto melepaskan pelukannya. Kemudian, tersenyum miring. 'Aku tidak menyangka bahwa kedua orang tuaku memiliki rahasia yang begitu dalam. Anaknya sendiri bahkan tidak diberitahu.'
Ryuto menggelengkan kepalanya, kemudian ia menatap ke arah perempuan di depannya yang tengah terjebak dalam pikirannya itu.
__ADS_1
Xia Lin merasakan tatapan tersebut dan ia menghela nafas sebentar. "Aku tidak menyangka kamu akan menjadi anak dari dua orang yang legendaris itu. Namun, aku hanya bisa delapan puluh persen percaya, sementara sisanya kamu harus membawaku bertemu dengan mereka."
Ryuto mengerutkan kening, jelas ia sebenarnya tidak terlalu peduli apakah perempuan di depannya itu percaya atau tidak. Namun, dirinya tetap mengangguk menyetujui keinginan perempuan tersebut, bagaimanapun juga ia ingin melihat reaksi dirinya.
"Ya, akan tetapi aku hanya akan membawa anggota keluarga saja, sementara orang lain tidak." Ryuto berkata dengan nada ringan.
Xia Lin yang mendengar hal itu, tersenyum. Ia tahu bahwa Ryuto mencoba menariknya untuk menjadi salah satu istri lelaki tersebut. Dia berpikir sebentar, sebelum menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, akan tetapi apakah istrimu yang lain akan menerima diriku?" Xia Lin bertanya dengan penuh rasa ingin tahu. Bagaimanapun juga, ia ingin lebih mengenal para saudari-saudari barunya.
Ryuto mendengar hal itu, seketika tersenyum dan berkata, "Nantikan saja, mereka baik kepada saudarinya yang baru. Namun, kalau kamu memiliki tujuan untuk mengkhianati. Mungkin mereka akan menjadi liar."
Xia Lin mengangguk, tentu apa yang dikatakan oleh Ryuto itu adalah benar. Siapapun yang dikhianati pasti akan marah dan penuh akan kebencian. Dirinya sendiri juga sudah menetapkan hatinya kepada lelaki tersebut.
Ryuto sedikit senang karena bertambahnya istri lagi. Namun, ia juga sedikit terkejut karena sistem mendeteksi bahwa Xia Lin sepenuhnya mencintai dirinya. Hal inilah membuat lelaki itu mempercayai apa yang dikatakan oleh perempuan tersebut.
Xia Lin yang mendengar itu mengangguk, kemudian mengeluarkan ponsel dan memanggil anak buahnya untuk menggantikan dirinya.
Ryuto yang sudah selesai mengemasi apa yang ingin dirinya bawa tersebut. Seketika mendapatkan panggilan dari seseorang. Ia mengambil ponselnya dan menerima panggilan tersebut.
"Ryuto, senjata itu benar-benar dibeli dengan harga yang cukup tinggi!" Suara Berta terdengar begitu jelas. Xia Lin yang berada di sebelah Ryuto juga mendengar suara lelaki tersebut.
Xia Lin memalingkan wajahnya ke arah Ryuto. Ia menaikkan alisnya dan sedikit penasaran, apa maksud dari senjata yang terjual begitu tinggi.
Ryuto tentu mengetahui tatapan perempuan tersebut, akan tetapi ia tidak akan memberitahu sekarang. Tunggu selesai melakukan panggilan baru, ia akan memberitahu masalah tersebut.
__ADS_1
"Kalau begitu, mulailah pergi kembali. Kemungkinan besar, kamu akan menjadi incaran orang-orang." Ryuto memberikan petunjuk untuk rekannya itu melarikan diri. Bagaimanapun juga, ia tahu bahwa memiliki uang banyak pasti akan menjadi target seseorang.
"Tenang, aku sudah keluar dan berada tepat di Hotel Askara. Di mana hotel ini berada di Kota Duino." Berta berkata dengan nada serius, jelas ia memahami bagaimana sifat manusia itu semestinya.
Mendengar hal itu, Ryuto tersenyum dan berkata, "Kalau begitu baguslah. Aku akan ke sana selepas menemui istriku yang lain. Juga, aku memiliki apartemen di sana. Rawat sebentar karena kemungkinan besar ini pertemuan kita terakhir."
Berta yang mendengar perkataan Ryuto, seketika mengerutkan kening. Jelas ia tidak tahu apa yang dikatakan lelaki tersebut. Namun, ketika ia mengingat bahwa lelaki itu ingin pergi ke wilayah kedua dan inilah yang membuatnya paham segera.
"Apakah sudah waktunya untuk pergi ke sana?" Berta bertanya dengan nada yang sedikit sedih. Bagaimanapun juga, Ryuto adalah seseorang yang membuat dirinya merasa seperti memiliki saudara.
"Entahlah, akan tetapi aku akan menyelesaikan urusan dengan seluruh Mafia dan pemerintah Guika. Baru selepas itu, aku akan pindah menuju ke Wilayah kedua." Ryuto berkata dengan jelas, ia masih memiliki beberapa masalah dan harus diselesaikan terlebih dahulu.
Berta menyadari masalah yang dihadapi oleh Ryuto tersebut. Kemudian, ia menjadi muram dan berteriak, "Bajingan! Bukankah itu sama saja bukan terakhir kali kita bertemu, Hah!"
Ryuto yang mendengar hal itu, tertawa terbahak-bahak. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Berta akan begitu melankolis ketika mendengar dirinya akan pergi ke wilayah kedua.
"Hahaha, aku tidak menyangka kamu akan begitu sedih, Berta!"
Sementara itu, Berta yang mendengar itu tidak marah. Ia berjalan menuju balkon dan memandang langit yang di mana terdapat bulan purnama. "Nah, Ryuto. Kau tahu, hanya dirimu saja yang selama ini tidak takut dengan diriku. Aku sendiri tidak memiliki saudara dan dari dulu aku selalu menginginkan hal itu."
Ryuto yang tertawa seketika berhenti, ia tersenyum dan paham maksud dari lelaki di balik panggilan tersebut. "Ya, keluarga adalah utama. Meski kamu bukan keluargaku, aku juga sudah menganggap dirimu sebagai seorang saudara, Berta!"
Kedua lelaki tersebut tersenyum, mereka masing-masing memiliki ikatan yang kuat sebagai saudara. Kemudian, Berta memberikan beberapa informasi dan lalu menutup panggilan.
Xia Lin yang melihat bahwa Ryuto telah selesai melakukan panggilan, ia segera bertanya, "Tadi temanmu? Juga, senjata apa yang kamu maksud menghasilkan banyak uang?"
__ADS_1
Mata perempuan itu sudah berubah menjadi uang dalam sekejap. Hal ini membuat Ryuto tertegun karena ia tidak menyangka bahwa sisi lain dari Xia Lin ialah, penyuka uang.
To be Continued.