System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 59 - Menyerang Keluarga Argon 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Di sebuah tempat, di mana terdapat jalanan yang begitu halus. Kanan dan kiri jalan ialah rumah megah, di mana pinggir jalan terdapat rumput rendah yang hijau, semuanya tertata begitu rapi.


Rumah berbagai model kelas atas terpampang jelas, tidak ada yang tidak bertingkat. Bahkan ada rumah yang menggunakan tangga eskalator. Ada juga yang memakai lift.


Beberapa penjaga di setiap rumah juga ada. Namun, meski mereka melihat adanya kerusuhan di rumah sebelah, mereka lebih tutup mata, daripada terlibat.


Ryuto melangkah ke jalanan tempat orang-orang kaya itu berada, ia melihat rumah-rumah besar itu sekilas. Matanya elang dapat mendeteksi di mana rumah Keluarga Argon berada.


Bagi Ryuto, siapa yang sudah mengancam dan membuat sedih orang yang ia anggap keluarga. Maka satu jalur untuk mereka, yaitu kematian.


Melihat kanan dan kiri, Ryuto menyadari adanya tingkat yang lebih tinggi dari dirinya. Namun, ia sama sekali tidak takut. Jika, orang itu mencari masalah, maka Ryuto siap melayaninya.


Perjalanan menuju ke kediaman Argon sama sekali tidak ada halangan. Ryuto segera tiba di depan pintu masuk menuju ke keluarga Argon.


Benar-benar keluarga yang berbeda dari lainnya. Ryuto melihat bahwa di depan itu ialah hutan yang begitu lebat. Namun, yang membuatnya sedikit kagum ialah rumah Argon berada di kedalaman hutan tersebut.


"Apakah aku benar? Ini rumah keluarga Argon? Entah mengapa, mirip seperti sarang bagi para binatang saja." Ryuto berkata dengan datar.


Ia memegang gerbang masuk menuju ke hutan tersebut. Hanya sekali pukulan, gerbang langsung terbuka lebar. Jelas ini menunjukkan bahwa kekuatan Ryuto meningkat beberapa kali.


Memasuki hutan, para penjaga keluarga Argon mulai beraksi. Mereka berada di posisi masing-masing, memegang sniper dan diarahkan tepat ke arah Ryuto berada.


Tiga orang cakap sendiri duduk di depan pintu masuk menuju ke kediaman Argon. Mereka memakai Tuksedo putih, masing-masing memakai topeng setengah wajah.


"Oh, ternyata orang itu muncul. Aku tidak menyangka ia berani datang. Meski dirinya berasal dari keluarga misterius, akan tetapi jika jasadnya tidak ditemukan bukankah sama saja, mereka tidak tahu."


"Ya, kita harus melindungi Tuan Muda Raul. Kemudian, membunuh laki-laki yang menjadi ancaman dari Tuan Muda." Orang yang berada di tengah berkata dengan nada serius.


Sementara satu orang lainnya, hanya mengangguk. Namun, jika dilihat lebih dekat, matanya putih dan ada garis lurus vertikal di kedua mata orang tersebut.


Di sisi lain, Ryuto berjalan dengan tenang. Ia sudah mengidentifikasi bahwa ada sekitar seratus orang yang bersiaga di hutan. Matanya sendiri dapat mengabaikan objek yang tidak tentu, sehingga ia dapat melihat berbagai orang di hutan itu.

__ADS_1


Nafasnya mulai melambat, kemudian ia menghilang dari tempatnya berada. Para penjaga menggunakan Sniper terkejut dengan aksi Ryuto itu.


Salah satu dari penjaga, merasakan lehernya ditusuk kuat. Ia melebarkan matanya dan tidak bisa berteriak karena lawan tepat mengenai pita suara.


Ryuto memegang Sniper lawan, kemudian ia mengarahkan tepat ke penjaga lainnya. Akurasi elang lebih tepat dibanding bidikan Sniper.


"Satu!" Ryuto berkata dengan ringan, kemudian ia menarik pelatuk Sniper. Peluru panjang melesat cepat menuju ke kepala penjaga.


Selepas itu, Ryuto mengarahkan ke penjaga lainnya. Hanya butuh tiga menit, dua belas penjaga telah tumbang.


Kemudian, Ryuto melemparkan Sniper ke bawah. Membuat para penjaga menyadari lokasinya.


Ryuto dengan sigap mengambil belati milik penjaga yang ia bunuh sebelumnya. Meski menggunakan tangan ia dapat menghancurkan lawan, akan tetapi terlalu kurang menarik.


"Selanjutnya, pertempuran jarak dekat!" Ryuto melesat dengan cepat. Ia tidak menggunakan kecepatan penuh, hanya satu pertiga dari kekuatan aslinya. Meski begitu, itu sudah cukup untuk membunuh seratus penjaga saja.


"Dia ada di sana! Serang!" Para penjaga berteriak dan berlarian dengan cepat. Mereka juga meluncurkan berbagai macam peluru ke arah tempat Ryuto berada.


Ryuto menyunggingkan senyum liar, peluru-peluru mengenai dirinya. Namun, apa yang dilihat ialah bayangan yang di mana Ryuto sudah berpindah tempat.


Namun, apa yang membuat para penjaga lainnya terkejut ialah, ekspresi Ryuto yang menyeringai liar. Ia layaknya iblis yang datang membantai mereka.


Para penjaga gemetar sesaat, akan tetapi mereka segera menjadi tegas kembali. Seluruh senjata mengarah ke Ryuto, tanpa ada aba-aba. Rentetan tembakan peluru menuju ke arah Ryuto tersebut.


Merasakan bahaya di sebelahnya, Ryuto mulai mengalirkan energi ke dalam otak dan mata. Seluruh jalur peluru terlihat jelas, kemudian dengan langkah cepat. Ia memegang bahu orang yang dirinya bunuh dan dia gunakan sebagai perisai.


Drt! Drt!


Tepat saat mereka menghentikan tembakan, apa yang mereka lihat ialah rekan mereka yang mati penuh akan lubang peluru.


Jelas ini membuat para penjaga tertegun, mereka tidak dapat berpikir untuk sesaat. Namun, mereka segera sadar ketika melihat Ryuto melesat bagaikan bayangan menuju ke arah mereka.


Slash!

__ADS_1


Ryuto melewati beberapa penjaga, sementara penjaga yang ia lewati penuh akan sayatan lebar di bagian leher dan perut mereka masing-masing.


Ryuto sama sekali tidak berfluktuasi. Membunuh adalah hal biasa baginya, akan tetapi para penjaga gemetar. Mereka ingin mundur, akan tetapi Ryuto tidak akan pasif memandang kepergian mereka.


Beberapa menit telah berlalu, kini hanya tersisa sepuluh penjaga saja. Ryuto memandang ke arah sepuluh penjaga tersebut. Ia tidak peduli akan permohonan mereka.


Tepat saat belati akan berayun, raungan beruang terdengar begitu dekat. Ryuto menyadari dan ia mengayunkan kakinya ke arah atas.


"Roar!" Raungan terdengar keras, kemudian tepat saat kaki Ryuto lurus ke atas. Cakar berwarna biru kehitaman mulai terlihat berayun ke depan, di mana Ryuto berada.


Boom!


Ryuto mundur beberapa meter, sementara itu debu di area pertempuran mulai bermunculan. Sepuluh penjaga sendiri berhasil mundur ke belakang, mereka bersyukur karena sosok yang menghalangi Ryuto.


Ryuto mengamati ke depan, ia melihat beruang berbulu putih dengan es kristal di pundaknya. Dua tanduk di kepala, akan tetapi tanduk tersebut sangatlah rapat membentuk rambut yang tersisir ke belakang.


"Aku tidak menyangka, kamu dapat membunuh seratus penjaga elit. Sepertinya kamu adalah orang cakap!" Beruang itu berkata dengan nada dalam dan serius.


"Oh, aku tidak menyangka bahwa bosnya sendiri akan maju. Terutama, tiga bos sekalian." Ryuto berkata dengan nada hinaan, ia tidak mengenal lawan akan tetapi melihat tampilan ketiganya. Ryuto tahu bahwa mereka kuat.


"Diamlah, penyusup!" Sosok orang bertubuh kekar berkata dengan nada kasar. Ia memiliki rambut landak, seluruhnya berdiri akan tetapi pendek.


Sosok lainnya ialah seorang pria dengan kruk di tangannya. Ia menutup mata, bukan karena sombong melainkan dirinya buta.


Ryuto memandang ke tiganya dengan aneh. Satu buta, satu kasar dan satu serius. 'Penjaga yang sangat aneh.'


Sepuluh penjaga yang selamat, mereka bernafas panjang. Benar-benar ritme yang kacau, krisis hidup dan mati, membuat mereka tahu bahwa penyusup ialah sosok yang kuat.


"Kamu sebenarnya kuat, bagaimana kalau bekerja sebagai Keluarga Argon? Posisimu bisa mengambil posisiku!" Beruang putih berkata dengan seringai di wajah.


Apa yang dikatakan ialah kebenaran. Kekuatan Ryuto sangat kuat. Namun, mereka tahu bahwa Ryuto sudah kehabisan seluruh energinya sekarang.


Ryuto sendiri sudah menyadari pemikiran para bos penjaga tersebut. Ia menyeringai dan berkata, "Majulah! Aku sudah tak sabar untuk membunuhmu!"

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2