
Silakan Dibaca.
Pemimpin Pasukan Laserd menaikkan alisnya dan dia menggertakkan giginya sambil meraung dengan penuh amarah. “Bajingan, beraninya kamu meremehkan diriku!”
Pemimpin tersebut mengalirkan sejumlah spiritual ke dalam pedang. Detik berikutnya, sinar merah keputihan mulai terlihat nampak di pedang tersebut. Pemimpin itu segera mengayunkan pedangnya ke arah Minato.
Minato yang melihat serangan tersebut, tertegun dengan sinyal dalam bawah sadarnya. Sinyal tersebut ialah sinyal marabahaya. Minato segera menghindar beberapa meter ke belakang.
Pedang melintas dan segera berhenti di tempat Minato sebelumnya berdiri. Sinar cahaya mulai muncul dan ledakan keras terjadi begitu kuat.
Booom!
Minato yang berada di kejauhan menghela nafas lega. Dia tidak menyangka bahwa orang di depannya ialah sosok orang cakap. Kali ini dirinya perlu berhati-hati dan mulai lebih serius dari sebelumnya.
“Cih, mengapa kau menghindar!”
Minato tidak merespons, dia melemparkan pisau-pisau miliknya dengan cepat ke arah Pemimpin Cabang Laserd pertama. Lemparan Minato sudah terlatih sehingga sangat akurat.
Pemimpin Cabang Laserd melihat pisau yang mendekat. Dia mengangkat tangan kanannya dan energi spiritual mulai menyelimuti lengannya. Tepat saat pisau berada di beberapa meter. Kepalan tangan mulai berayun dengan cepat ke arah depan.
Boom
Ledakan keras terjadi dan pisau air mulai hancur berubah menjadi riak air yang berada di depan Pemimpin itu sendiri. Minato yang melihat hal itu, segera menghilang dan mengeluarkan berbagai pisau lagi. Dia terus mengulangi cara yang sama, sampai menemukan titik kelemahan lawan.
Pemimpin yang bernama Alex mengedutkan dahinya. Kepalan tangannya semakin mengerat dan urat-urat nadi mulai menonjol keluar. “Bajingan, berhentilah bermain dengan mainan kecil seperti itu!”
Ledakan amarah Alex membuat seluruh pisau air hancur dan berikutnya dia melompat menuju ke arah Minato berada. Gerakannya sendiri cepat, hanya butuh tiga detik dia tiba di atas kepala Minato sambil mengayunkan kepalan tangannya.
Minato yang melihat hal itu terkejut dengan kecepatan yang dimiliki dari Alex. Namun, dia segera tenang dan menunduk menghindari serangan lawan tersebut.
Alex yang menyadari serangannya meleset. Dia memutar tubuhnya dan pukulan yang sebelumnya dia luncurkan kini berganti menjadi kaki. Sementara kepalan tangan terarah tepat di mana Minato berada.
Melihat tidak ada peluang menghindar, Minato memilih menyilangkan kedua tangannya. Dia terkena serangan dan terhempas terbang ke belakang membentur dinding besi.
Bang!
Alex memandang ke arah Minato dengan datar dan dia mendengus ringan ketika melihat bahwa orang yang dilawannya sama sekali tidaklah kuat. Namun detik selanjutnya, Alex merasakan bahaya dari belakang dan bawah tanah.
Alex melompat ke samping dan mengayunkan kepalan tangan ke arah tanah.
Boom!
Ledakan keras terdengar di telinga seluruh orang. Pertempuran seketika terhenti dan mereka memandang ke arah asal suara ledakan tersebut. Para pasukan melihat sosok Alex yang tengah menghancurkan tanah yang memunculkan berbagai kayu.
__ADS_1
Ryuto sendiri tidak peduli akan hal itu, dia melihat sekilas dan memahami situasi keseluruhan. ‘Biarkan mereka menghadapi orang cakap tersebut. Dengan begitu, keseluruhan kekuatan Kepala pasukan lebih meningkat meski itu terlemah.’
Ryuto sudah memikirkan hal tersebut, dia berbalik menatap ke arah tiga orang yang tengah melarikan diri. Tiga orang tersebut bukanlah hal yang menjadi masalah baginya.
Ryuto menekuk lututnya dan melesat mengejar ketiganya. Entah mengapa semenjak awal, dirinya menyadari adanya kesalahan. Ryuto segera menguatkan indranya terhadap seluruh tempat di Kota Mare.
Seketika Ryuto menyadari apa yang aneh. Memang ketiga orang yang tengah melarikan diri itu tidak lebih dari manusia biasa. Namun, Ryuto menyadari jarak yang ketiganya tempuh sangatlah jauh.
‘Hanya beberapa menit sudah mencapai sejauh 20km. Ini bukan manusia normal, fisik mereka harusnya kuat.’
Ryuto menyeringai dan melesat menuju ke arah ketiga orang itu. Dia benar-benar penasaran dengan kekuatan yang dimiliki orang-orang tersebut.
Di sisi lain...
Yamato muncul membantu Minato yang kesusahan melawan Alex. Keduanya saling memandang dan mengangguk bersama, sementara Alex yang melihat hal itu, keningnya mengerut tanpa sadar.
“Cih, percuma kalian bergandengan tangan melawanku, Sampah!” Alex mencibir sebentar, lalu melesat cepat menuju ke arah tempat Minato berada.
Tepat saat dirinya hampir setengah jalan, perasaan serangan akan datang mulai terasa kembali. Alex melirik sekelilingnya dan dengan cepat menghindari setiap serangan yang mengarah ke dirinya.
Yamato yang melihat berbagai kayu panjang miliknya di hindari, sedikit terkejut. Namun, dia segera sadar kembali dan terus menggerakkan kayu menuju ke arah lawan.
Minato yang berbaring segera merespons. Dia segera bangkit dan berpindah tempat segera. Tangannya bergerak memutar, lalu aliran air mulai terlihat sampai akhirnya menyembur dengan cepat ke arah lawan.
“Soaring Dragon!”
Teriakan Minato dan Yamato, bersamaan dengan raungan dari naga yang menukik tajam ke arah langit.
Alex memandang serangan dengan tenang dan serius. Tangannya terkepal erat dan bersinar terang di bawah matahari yang begitu terik.
Serangan naga terus melaju dan akhirnya tiba di dekat Alex. Dua sorot mata tajam bertemu, Alex dalam sekejap memancarkan kilatan membunuh di matanya. Deru angin diiringi atmosfer perlahan memanas.
“Mach Punch!”
Alex mengayunkan kepalan tangan kanannya dengan cepat. Sinar cahaya yang melapisi lengannya mulai menumpuk dan berikutnya meledak menuju ke arah naga.
Booom!
Seluruh pasukan dari dua kubu menutupi mata mereka masing-masing. Mereka segera mundur ke belakang, karena firasat masing-masing merasakan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Halaman rumput hijau perlahan-lahan terkikis dan tanah menyebar ke segala arah. Detik berikutnya, lubang kawah besar mulai terlihat memenuhi halaman Keluarga Laserd tersebut.
Asap dan debu bertebaran di mana-mana. Seluruh pandangan di area medan tempur terhalangi oleh debu tersebut. Bahkan para pasukan mulai melindungi mata mereka agar tidak kemasukan serpihan tanah.
__ADS_1
Beberapa menit telah berlalu...
Selama menit akhir seluruh medan pertempuran menjadi hening, tidak ada gerakan para pasukan. Hanya ada gerakan tanah yang jatuh dari ketinggian. Debu dan asap juga perlahan-lahan mulai menipis, sampai akhirnya menghilang.
Di dalam kawah besar sendiri terdapat tiga orang yang tengah saling berhadapan. Dua melawan satu, mereka semua terengah-engah dan siap untuk jatuh ke tanah. Hanya saja tekad masing-masing dari orang tersebut sangatlah tinggi.
“Minato, cepat isi tenagamu! Aku akan melawannya!”
“Baiklah!”
Minato segera duduk lotus, kemudian mulai menyerap energi yang berada di alam.
Sementara itu, Alex yang melihat itu tidak tinggal diam. Dia melesat dan mengayunkan kakinya tepat ke arah Minato. Namun, di saat Alex masih dalam beberapa meter dari Minato. Sebuah tendangan mengarah ke dirinya dengan cepat.
Bugh!
Alex seketika terdorong mundur dan pandangannya segera beralih ke arah Yamato. Ekspresi wajah Alex mulai menjadi suram dan dia hanya memiliki seperempat energi saja.
“Lawanmu adalah aku sekarang!”
Pernyataan Yamato membuat Alex merasa tak senang. “Pemuda sepertimu, benar-benar membuatku muak. Satu persatu datang, tidak pernah ada rasa lelah sama sekali!”
“Kalau Kau memiliki kekuatan majulah, Bajingan!”
Alex menatap dengan penuh amarah. Semenjak awal, dia diremehkan oleh kedua lawannya. Jelas hal ini tidak bisa diremehkan begitu saja.
Yamato yang mendengar itu menyeringai seketika, kemudian dia melesat cepat...
To be Continued.
Promosi.
Tawanan Presdir Kejam
Author: Asri Faris
Bagai mimpi buruk yang nyata, jelas, lagi menekan seorang gadis bernama Sharena setelah dijadikan alat tukar hutang ayahnya pada seorang Presdir kejam, Keanu Abraham. Bukan hanya itu, kehidupannya bagai di neraka semenjak terperangkap dalam kebencian Keanu yang menuduhnya sebagai penyebab kematian saudaranya. Benci, dendam, berselimut luka dan cinta.
“Tegakkan kepalamu, sambutlah neraka di depanmu!” (Keanu Abraham)
“Aku tidak pernah melakukan seperti yang kamu tuduhkan.” (Sharena)
__ADS_1