
Melihat apa yang dilakukan oleh para istrinya itu, Ryuto benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia tidak menyangka bahwa para istrinya itu akan melakukan hal yang begitu berlebihan.
“Huff, padahal bandara ini masih bisa digunakan kembali.” Ryuto merasa tidak berdaya, dia sudah memiliki rencana untuk mengembangkan kembali Bandara Sidola tersebut. Namun karena sudah dihancurkan, maka dia hanya perlu mengembangkan sesuatu sebagai gantinya.
Para perempuan yang sudah berada di lapangan tempat berhentinya pesawat, seketika menatap ke arah hutan. Mereka segera melesat cepat menuju ke tempat itu. fluktuasi kekuatan suaminya sendiri juga berada di sana, sehingga mereka bergerak lebih cepat dari sebelumnya.
Ryuto sendiri sudah merasakan kehadiran dari para istrinya itu. Dia memandang ke arah datangnya para istri tersebut. Kemudian dia melihat titik hitam yang membesar, perlahan-lahan mulai membentuk manusia. Semakin titik hitam mendekat akhirnya terlihat apa hal tersebut.
“Siapa mereka? Mengapa bandara hancur dengan begitu mudah?” tanya Clover, dia benar-benar tidak menyangka ada seseorang yang dapat menghancurkan bandara yang sangat kokoh tersebut. Dia benar-benar terkejut dengan apa yang dirinya lihat itu.
Rias tentu tidak seperti Clover, dia paling mengetahui seberapa kuat dari saudarinya itu. Menghancurkan bandara sendiri ialah hal mudah karena para saudari tersebut dapat menghancurkan sesuatu yang lebih besar dari bangunan besar.
Beberapa menit telah berlalu, angin seketika berhembus kencang dan berikutnya beberapa orang perempuan muncul tepat di depan ketiga orang itu. Para perempuan itu cantik dan pakaian mereka sedikit menawan.
Clover yang berada di dekat Ryuto benar-benar terpana. Bukan karena cantiknya para perempuan itu, akan tetapi perasaan energi yang melimpah itulah yang membuat orang itu membeku. Clover belum pernah melihat sebegitu kuatnya sebuah energi.
“Sayang!” para perempuan berkata bersamaan, tepat saat mata mereka tertuju ke arah Ryuto. Mereka tersenyum cerah, tentu hal ini membuat lelaki yang mereka pandang itu juga tersenyum. Namun, senyum lelaki tersebut sedikit tak berdaya.
“Ya, juga mengapa kalian menghancurkan bandara itu?” tanya Ryuto, dia masih penasaran mengapa para istrinya melakukan ledakan keras seperti itu. Dia paling mengetahui bagaimana tindakan para istrinya itu, dirinya tahu bahwa istri-istrinya tidak akan melakukan suatu hal berlebihan tanpa adanya maksud tertentu.
Lilia dan para perempuan lainnya saling memandang. Mereka akhirnya paham mengapa suaminya itu memiliki ekspresi begitu. Lilia yang menjadi perempuan tertua menjawab, “Sebenarnya, bandara itu sudah diubah menjadi laboratorium aneh. Entah mengapa, Han Song dan satu orang profesor tengah menciptakan seekor makhluk aneh bermata satu.”
“Namun, selepas kami membaca buku yang mereka miliki. Anehnya kami menemukan namamu di buku tersebut.” Lilia melanjutkan penjelasan, akan tetapi bagian terakhir benar-benar membuat Ryuto terkejut karena dia tidak pernah melakukan hal yang berhubungan dengan buku.
__ADS_1
“Bukankah aku tidak pernah memberikan nama dalam sebuah buku?” tanya Ryuto, akan tetapi Lilia menggelengkan kepala sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya itu.
“Sebenarnya ini bukan nama Ryuto melainkan sesuatu yang dulu kamu miliki.” Lilia berkata sambil menatap ke arah Yuna. Hal ini tentu membuat perempuan yang ditatap mengangguk dan mengeluarkan buku kuno dengan sampul hitam lama.
Clover yang melihat itu seketika melebarkan mata. Buku yang tidak asing bagi dirinya itu terlihat tepat di depan mata. Tentu lelaki tua itu mulai memikirkan identitas asli dari Ryuto tersebut. Namun, dia memulai dari asal-usul buku itu.
‘Buku itu, jika aku tidak salah seharusnya dimiliki oleh seseorang yang berasal dari Keluarga Kurokami. Namun, mengapa tadi perempuan itu mengatakan bahwa terdapat nama ... sama!’ pikiran Clover seketika berhenti, dia melebarkan mata dan terkejut dengan informasi barusan.
“Ryuto ... apakah kamu sebenarnya merupakan Keluarga Kurokami?” tanya Clover, dia benar-benar penasaran dengan asal dari Ryuto tersebut. Hanya keluarga Kurokami saja yang dapat melebihi keluarga Haunted sendiri. Maka dari itulah dibentuk seekor Cyclops untuk mengimbangi kekuatan di dunia atas.
Namun, kekuatan Cyclops sendiri masih dapat dikembangkan sehingga Haunted direkrut oleh para Keluarga Kurokami. Bagaimanapun juga, dahulu kala Kurokami ialah keluarga terbesar dan termasuk penguasa di dunia atas.
Ryuto mendengar hal itu, tidak bisa menyembunyikan lagi. Dia benar-benar tidak ingin mengungkapkan identitasnya dulu sebelum bertemu dengan kedua orang tuanya terlebih dahulu. Namun, karena ada seseorang yang merupakan ahli sejarah. Dia tidak bisa begitu saja menyembunyikannya.
Mendengar nama lengkap tersebut, Clover terkejut dan mundur beberapa langkah. Dia tidak menyangka telah berdiri sejajar dengan sosok yang paling dirinya ketahui dahulu. “Ji-jika begitu berarti. Dunia atas akan kembali terguncang lagi?”
“Nantikan saja, karena aku masih ada urusan dengan wilayah-wilayah di Dunia kedua ini.” Ryuto berkata dengan jelas. Memang dia memiliki masalah di wilayah kedua dan seterusnya. Istri dan anak yang masih terlantar belum juga dia temukan secara keseluruhan.
Clover mendengar rencana Ryuto tersebut, tidak bisa untuk tidak bersyukur. Apa yang dia inginkan ialah kembalinya dunia atas menjadi dunia milik mereka sendiri. “Akhirnya, akhirnya Anda kembali. Dunia atas tanpa dirimu, benar-benar sudah rusak!”
Ryuto mendengar hal itu, tidak tertarik karena sudah mengetahui situasi asli di dunia atas. “Jika kamu mengetahui dunia atas, artinya kamu juga merupakan orang yang berasal dari tempat itu, bukan? Juga, jangan formal, Kakek Clover.”
Clover mendengar hal itu tersenyum, kemudian dia mengangguk. “Ya, aku merupakan orang yang berasal dari dunia atas. Aku turun ke dunia menengah karena sesuai dengan yang kuceritakan tadi, Ryuto.”
__ADS_1
Clover tidak ingin mengulangi kembali kisahnya. Sementara Ryuto memahami, dia kemudian menatap ke arah Cyclops dan para perempuan juga menatap makhluk tersebut. Ekspresi mereka terkejut ketika melihat adanya monster itu.
“Makhluk ini, bukankah makhluk yang diciptakan oleh Han Song sebelumnya?” Sherena terkejut akan kehadiran makhluk tersebut. Dia tidak menyangka bahwa makhluk yang dicari ternyata ada di dekat dirinya.
“Ya, ini makhluk tadi.” Yuka menanggapi seruan Sherena. Perempuan tersebut mendekat ke arah Cyclops, akan tetapi monster yang didekatinya itu sedikit mundur.
“Tidak masalah, mereka merupakan istriku!”
Mendengar kalimat tuannya, Cyclops memahami. Dia diam ketika melihat para perempuan mendekat sambil mencubit beberapa bagian tubuhnya. Meski tidak sakit, akan tetapi terasa geli baginya.
“Jadi, apa maksud dari makhluk yang diciptakan oleh Han Song sebelumnya? Apakah tadi kalian melawan monster ini?”
Pertanyaan Ryuto benar-benar membuat mereka tersadar dari bermain dengan Cyclops. Lilia yang masih di tempat mulai menjawab, terkait monster itu.
Ryuto mendengarkan penjelasan itu dengan saksama dan akhirnya paham. Dia tidak menyangka akan mendapatkan pasukan gratis tanpa dirinya duga.
“Han Song benar-benar kurang beruntung. Dia tidak mendapatkan apa-apa. Namun, mengeluarkan banyak biaya untuk membuat makhluk tersebut.” Clover juga mendengar cerita itu dan menanggapi sambil menggelengkan kepalanya.
Lilia dan para perempuan seketika menyadari satu hal. Mereka semua menatap ke arah Clover. Kemudian, Lilia bertanya kepada Ryuto sambil mengerutkan keningnya.
“Siapa kakek ini, Sayang? Mengapa dia tidak bisa kurasakan energinya?”
To be Continued.
__ADS_1