
“Mereka kembali dan kita sudah kecolongan!” ucap Sanada dengan penuh perasaan tak nyaman. Jelas Organisasi Atlas merupakan musuh yang paling sulit mereka hadapi.
Bane dan para pemimpin lainnya menunduk ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Sanada tersebut. Polisi yang melihat para pemimpin tengah merenung, ia tidak berani berkata apa-apa lagi. Namun, informasi yang dirinya bawa kedua ialah terpenting.
“Maaf para pemimpin. Namun, kali ini ada informasi baru yang harus mengambil tindakan dari kalian!”
Mendengar hal itu, tentu para pemimpin yang tengah termenung dengan cepat menatap ke arah polisi tersebut. Mereka melihat dokumen yang masih di bawa oleh polisi itu dan Sanada segera berkata, “Berikan informasi yang ingin kamu ucapkan.”
Polisi mengangguk dan memberikan dokumen tersebut kepada Sanada. Dokumen yang berisi beberapa lembar kertas, itu diterima langsung oleh Sanada dan dibaca segera.
Terlihat ekspresi Sanada yang berubah-ubah ketika membaca dokumen tersebut. Mulai dari mengerutkan keningnya berakhir terkejut dan tak percaya dengan apa yang tertuang dalam tulisan tersebut.
“Tidak mungkin! Apakah ia benar-benar berani melakukan hal itu!” Sanada berkata dengan nada keras. Para pemimpin yang lain terkejut dan hal ini ia ketahui. Dengan ringan dia memberikan dokumen tersebut ke rekan lainnya.
Satu persatu pemimpin melihat dokumen itu dan berakhir dengan ekspresi terkejut. Mereka benar-benar tak percaya akan isi konten dari dokumen yang dibagikan itu.
“Kita harus segera mengamankan para warga segera. Perintahkan seluruh polisi untuk melakukan evakuasi terlebih dahulu. Keadaan sekarang benar-benar darurat!” Sanada meraung dengan keras membuat polisi yang berada di tempat tersebut gemetar ketakutan.
“Siap, Pemimpin!” Polisi segera berbalik dan pergi dari ruang tersebut. Kemudian, keempat pemimpin mulai bertindak dengan cepat. Mereka tidak ingin melewatkan satu pun kesempatan untuk menyelamatkan para warga.
‘Sial, Ryuto kamu benar-benar melebihi dari pemikiran kami!’ batin para pemimpin, mereka tidak menyangka bahwa Ryuto akan bergerak cepat ingin melawan pemerintah dalam sekejap. Entah mana yang menang dan kalah, semua akan berubah nantinya.
Di sisi lain...
Ryuto yang sudah tiba di markas, seketika didatangi oleh Zero. Anak buahnya tersebut berkata dengan nada ringan. “Perintah Anda sudah terlaksana, Tuan. Berita tentang kita menyerang pemerintah telah menyebar ke seluruh negara.”
Mendengar hal itu, tentu Ryuto tersenyum senang. Ia tidak menyangka bahwa rencananya tersebut berhasil dilakukan. “Baiklah, lakukan rencana selanjutnya. Kemudian, istirahat dan tunggu perang besok.”
“Dimengerti, Tuan!” Zero segera menghilang dari tempatnya berada.
Ryuto yang melihat kepergian dari Zero, seketika berbalik dan pergi menuju ke markas segera. Ia benar-benar tidak ingin melewatkan satu pun pelatihan meski lawan besok dapat dirinya kalahkan.
__ADS_1
“Oh ya, sistem mengapa kamu kemarin mengatakan bahwa tidak ada orang yang bisa mengalahkan diriku di wilayah pertama. Sementara ada istriku yang sudah melampaui kekuatan yang kumiliki?”
[Menjawab, Itu istri tuan artinya termasuk orang-orang tuan, sehingga tidak perlu untuk menambahkan ke dalam daftar orang yang dapat mengalahkan Anda.]
Mendengar hal itu, Ryuto sedikit bingung akan tetapi mengerti. Apa yang dimengerti lelaki itu ialah bahwa istrinya tersebut merupakan kelompoknya, sehingga tidak termasuk dalam hitungan daftar orang yang perlu dia kalahkan.
Ryuto yang tengah berjalan menuju ke area pelatihan seketika berhenti. “Mengapa kamu mengikuti diriku, Nine?”
Itu benar, semenjak awal masuk markas sampai perjalanan menuju ke area pelatihan, Nine selalu mengikuti Ryuto seolah-olah ia merupakan penjaganya.
“Tuan, tolong latih kami!”
Ryuto mengerutkan keningnya ketika mendengar hal itu, kemudian ia berbalik dan melihat adanya Nine yang tengah menunduk meminta dirinya untuk bersedia melatih anggota number.
“Jadi, kamu ingin aku melatih dirimu dan semua temanmu. Lalu mengapa hanya dirimu yang meminta dilatih, sedangkan rekanmu mana?”
Dalam sekejap, selepas ucapan Ryuto jatuh. Berbagai bayangan muncul dan para number berbaris rapi sambil menunduk di depan pemimpin mereka itu.
“Kami siap untuk menerima pelatihan Anda, Tuan!”
“Ayo, jangan sampai mengeluh nantinya!”
Para number seketika mendongakkan kepalanya ketika mendengar hal itu. Mereka dengan senang dan penuh semangat mengikuti langkah pemimpin mereka tersebut. Tidak ada yang mundur, bagi mereka masing-masing kekuatan adalah hal penting.
Di sisi lain, para perempuan yang sudah sembuh dari pertempuran malam. Mereka segera mandi dan berpakaian santai. Tujuan mereka ialah untuk pelatihan agar kekuatan mereka meningkat.
“Apakah dia sudah berada di area pelatihan kembali?”
“Kemungkinan besar begitu.” Amy menjawab sambil melihat ke arah Lilia yang bertanya tentang Ryuto.
Selepas semua perempuan berpakaian rapi. Mereka segera keluar dari ruangan dan berjalan santai menuju ke area pelatihan. Wajah satu persatu perempuan itu berseri-seri seolah bersemangat untuk meningkatkan kekuatan kembali.
__ADS_1
Sementara itu, tepatnya di sebuah bangunan yang megah layaknya istana. Bangunan ini sendiri berada di tempat yang begitu indah, tanpa adanya sampah. Rerumputan di istana sangat hijau tanda bahwa tempat tersebut sangat terawat dengan baik.
Istana tersebut ialah tempat orang-orang petinggi Pemerintah Guika berada. Mereka kali ini berkumpul lagi karena mendapatkan kabar dari dunia bawah, di mana kabar tersebut ialah nyata dan membuat mereka menjadi serius.
“Ryuto, bajingan ini terlalu tinggi diri! Kita akan melawan mereka sesegera mungkin!”
“Apakah kita perlu memanggil bantuan dari Code?”
Pria tua memakai pedang memberikan pertanyaan yang membuat satu persatu pemimpin pemerintah menatap ke arahnya. Nama Code sendiri sangat rahasia bagi mereka karena nama tersebut merupakan sebuah organisasi yang paling dapat mereka andalkan.
“Pasukan sistem apakah sudah siap? Jika sudah, kita tidak perlu menghubungi mereka untuk membantu perang kita.”
Mendengar penjelasan pria berkumis tebal, masing-masing dari mereka mengangguk penuh dengan pengertian. Meski Code kuat, para pemerintah tidak ingin menghubunginya karena mereka yakin akan kekuatannya sendiri.
“Mereka menyerang ke arah empat belas kota terlebih dahulu. Jadi, penculikan ini karena lelaki tersebut!”
“Luck, dia benar-benar menghilang. Entah dia mati di tangan Ryuto atau kabur ke negara lain. Di mana negara yang tidak kita ketahui sampai sekarang.”
“Dua kemungkinan itu bisa menjadi kebenaran. Namun, aku masih ragu dengan hal itu karena entah mengapa, firasatku mengatakan bahwa mereka akan bergabung dengan Ryuto.” Pria memakai topeng mulai angkat suara.
Mendengar apa yang dikatakan pria bertopeng. Keempat orang lainnya juga terkejut. Kemungkinan itu bisa jadi benar, mereka tidak memiliki pemikiran sedalam itu.
Hal ini membuat satu persatu pemimpin pemerintah merenung dan akhirnya memutuskan untuk mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh pria bertopeng itu.
Semua orang mulai melakukan persiapan masing-masing. Entah itu senjata, pasukan maupun persediaan yang akan di bawa saat perang nanti. Malam ini juga untuk mereka ditakdirkan harus tidur secepatnya.
***
Malam hari telah berganti menjadi pagi. Matahari yang sebelumnya berada di bawah kini mulai naik dari ujung timur. Burung berkicau dengan cemas dan panik. Kota yang akan menjadi medan pertempuran ialah empat belas kota milik pemerintah.
Kota-kota itu sendiri kini sudah sepi tanpa adanya satu pun manusia yang berada di sana. Evakuasi para polisi juga berhasil dengan lancar. Kali ini...
__ADS_1
Pertempuran Pemerintah dengan Organisasi Chrono, resmi dimulai.
To be Continued.