
Silakan Dibaca.
Di lautan putih yang luas, terdapat burung besi terbang di atas. Matahari kini mulai melewati lintas tengah atas, menandakan bahwa hari sudah siang.
Di dalam burung besi yang bernama pesawat, terdapat seorang pemuda ditemani dua pelayan cantik. Mereka tengah duduk di bangku masing-masing sambil memandang indahnya lautan putih.
“Tuan Muda, beberapa jam lagi kita akan sampai di Guika.” Pelayan cantik yang bernama Megu berkata dengan lembut, terhadap tuan mudanya yang tak lain ialah Ryuto Akugawa.
“Ya, apakah ada informasi khusus tentang Guika?” tanya Ryuto kepada Megu, ia jelas memerlukan informasi terkait Negara Guika nantinya.
“Ada beberapa informasi biasa, seperti kemunculan artis baru dan beberapa orang cakap.” Megu menjawab sambil memandang ke arah laptop yang melampirkan keseluruhan tentang informasi Guika.
“Orang cakap? Apakah itu orang yang membangkitkan mata mistis?” tanya Ryuto, kemudian Megu mengangguk dengan ringan. Pelayan cantik lainnya yang bernama Rias mulai ikut dalam pembicaraan.
“Di Guika sendiri, banyak daerah misterius yang belum dijelajahi. Juga ada beberapa Keluarga besar serta Keluarga tersembunyi di sana,” ucap Rias dengan nada yang begitu tenang.
Ryuto dan Megu sedikit tertegun. Megu sendiri tidak menyangka bahwa Rias mengungkapkan hal itu. Jelas di dalam informasi yang ia dapatkan, sama sekali tidak ada yang namanya keluarga tersembunyi.
“Rias, apakah kamu mengetahui Guika?” tanya Ryuto, entah mengapa ia merasakan visi lain di tubuh Rias. Layaknya perasaan kebencian dan dendam tersendiri.
“Itu, aku berasal dari sana. Lebih tepatnya aku lahir di sana, Tuan Muda.” Rias menjawab dengan senyum ringan. Ryuto tahu bahwa senyum itu ialah palsu untuk menutupi jejak kesedihan pelayannya itu.
“Jika kamu berasal dari sana, apakah kamu mengetahui alamat ini?” tanya Ryuto, ia mengeluarkan surat-surat yang ia dapatkan dari sistem. Surat itu terkait dengan apartemen yang ia dapatkan.
Rias menerima surat tersebut, kemudian membaca isinya. Namun, seketika ia membeku karena surat itu ialah surat kepemilikan tanah dan bangunan. Ia memandang segera ke tuan mudanya.
__ADS_1
“Apakah nyonya membelikan Anda, apartemen ini?” tanya Rias, hanya saja tuan mudanya menggelengkan kepalanya. Hal ini membuat Rias tertegun sekaligus bingung. ‘Bagaimana tuan muda mendapatkan apartemen ini?’
“Apakah kamu mengetahui sesuatu?” tanya Ryuto, entah mengapa melihat ekspresi linglung Rias membuatnya penasaran. Hal ini jarang untuk membuat perempuan itu tertegun hanya dengan membeli rumah.
“Ya, tempat ini berada di dekat lautan. Apalagi tempat ini juga dilelang penuh sebelumnya. Namun, ada rumor tertentu yang mengatakan tempat itu berhantu. Sehingga tidak ada yang berani menempatinya.”
Ryuto menaikkan alisnya, entah mengapa ia tertarik dengan hantu yang dimaksudkan tersebut. Sudah lama dirinya tidak menjadi pemburu hantu. Apalagi ini dunia baru, sehingga hantu kemungkinan besar berbeda.
“Ceritakan tentang rumor itu, apakah ada kisah tertentu?” tanya Ryuto, ia memandang ke arah Rias dengan penuh antusias. Jelas ia semangat, karena apartemen yang akan ia beli ternyata berhantu.
“Itu terjadi sembilan tahun yang lalu. Ada rumor mengatakan bahwa tempat itu dulunya ialah apartemen biasa. Namun, pada suatu hari di kamar ujung sendiri, tidak ada kabar sama sekali. Hal ini jelas menimbulkan rasa curiga orang lain.” Rias berhenti sebentar, ia menghirup nafas dan membuangnya.
“Tepat saat pintu dibuka, sosok penghuni itu telah tergantung di tali. Polisi mulai menyelidiki kasus tersebut, akan tetapi hanya berujung kesimpulan bahwa itu hanyalah bunuh diri saja.” Rias mengatur nafas kembali.
“Namun, ketika hari terus berlanjut. Satu persatu orang yang tinggal di apartemen tersebut mulai dihantui bahkan pemiliknya sendiri. Sehingga pemilik pun mulai melelang apartemen tanpa peduli berapa pun harganya.”
“Banyak orang ingin mendapatkan apartemen itu, akan tetapi ketika apartemen di dapat. Mereka menjualnya kembali. Kejadian ini terus berlanjut, sampai akhirnya apartemen ini di lelang dan nilai harganya turun karena tidak ada yang merawat apartemen tersebut.”
Rias mengakhiri ceritanya tersebut. Megu sendiri sudah mengubah wajahnya, ia terlihat gemetar dan takut dengan cerita tersebut. Hal ini diketahui oleh Rias seorang, sementara Ryuto sendiri.
Ya, dirinya masih dalam pikirannya sendiri. Mengapa sistem memberikan hadiah apartemen tersebut, jika apartemen itu merupakan tempat berhantu. Juga, baru kali ini ia mendapatkan sebuah hadiah yang sulit dimengerti.
“Tuan Muda, karena cerita inilah aku terkejut ketika Anda membeli apartemen ini. Apakah Anda tidak ditipu oleh pihak pemilik apartemen?” tanya Rias jelas ia khawatir akan penipuan tersebut.
“Tidak, hanya saja aku semakin ingin memilikinya. Hantu yang kamu maksud entah mengapa membuatku penasaran. Apalagi kasus terkait dengan pembunuhan itu.” Ryuto berkata dengan nada tenang.
__ADS_1
“Jika, asumsiku benar. Semua ini dilakukan oleh orang cakap. Namun, kemungkinan besar orang ini memiliki kemampuan yang begitu rumit.” Ryuto menambahkan pernyataannya dengan fakta terkait orang cakap.
Hal ini karena dunia miliknya ialah dunia yang memiliki kemampuan Mata Mistis. Di mana dengan mata tersebut, mereka dapat menggunakan kekuatan dengan leluasa.
Jika ini dunia sebelumnya. Ia bisa yakin bahwa ini pekerjaan orang biasa dengan trik tertentu. Ryuto segera mengambil kesimpulan bahwa pembunuhan itu kemungkinan ulah dari orang cakap.
Juga, mengapa Ryuto mengambil langkah bahwa itu pembunuhan bukan bunuh diri. Hal ini karena, hantu tersebut menakuti orang lain tanda bahwa mereka memiliki dendam tertentu.
Jika, hanya bunuh diri belaka. Hantu tidak akan muncul dan menakuti. Mereka lebih memilih untuk diam di pojokkan seolah-olah merenungi hidupnya yang telah berubah menjadi hantu.
“Jadi, ini ulah orang cakap? Namun, Tuan Muda bukankah ini hanya bunuh diri belaka?”
“Jika ini bunuh diri saja, kepolisian benar-benar bodoh sampai akarnya. Pasti ada sesuatu di balik insiden tersebut. Sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh publik belaka.” Ryuto berkata dengan tenang. Ia seolah-olah sudah menjalani berbagai kehidupan.
Megu dan Rias tertegun, apa yang dikatakan oleh tuan mudanya benar-benar dalam. Mereka merasa bahwa inti permasalahan yang terjadi dengan kasus tersebut benar-benar tidak mudah.
“Tuan Muda, apakah maksudmu... Kepolisian juga terlibat dengan kasus tersebut?” tanya Rias, ia semakin penasaran akan penalaran tuan mudanya itu.
“Mungkin, hanya saja kita tidak perlu memikirkannya untuk sekarang. Terpenting tidak mengganggu kita nantinya.” Ryuto berucap dengan ringan, ia sendiri berpikir bahwa kasus itu tidak mengganggu kehidupannya, ia tidak akan terlibat sangat jauh.
Tepat ketika ketiganya telah selesai berbicara. Suara seorang pramugari terdengar dari pengeras suara. Namun, suara itu penuh akan kegelisahan dan kecemasan tertentu.
{Mohon perhatian, diharapkan untuk seluruh penumpang, mengencangkan sabuk pengamannya masing-masing.}
{Sekali lagi... Mohon perhatian, diharapkan untuk seluruh penumpang, mengencangkan sabuk pengamannya masing-masing.}
__ADS_1
To be Continued