
Silakan Dibaca.
Ryuto yang telah selesai mengatur markas baru. Dia mengangguk dengan penuh semangat. Tugas di tempat Desa Satana telah selesai. Kali ini waktunya untuk dirinya kembali ke rumah.
"Untuk nama kalian, ubah sesuai urutan terkuat ke terlemah. Nama Zero harus menjadi yang paling terkuat. Jika sudah penentuan, Zero temui aku di atas!"
Para number mendengar perintah dari Ryuto menunduk dan segera menjalankan tugas. Ryuto sendiri memandang ke arah para pasukan, kemudian berkata dengan jelas.
"Kalian akan mengikuti salah satu dari mereka. Pengaturan pasukan, aku akan serahkan kepada mereka bersepuluh! Apakah ada pertanyaan?"
"Tidak, Pemimpin!"
Ryuto mengangguk dengan puas, dia kemudian naik ke atas, meninggalkan markas bawah tanah tersebut.
Sementara itu, para number saling memandang dan tersenyum masam. Untuk menentukan siapa yang terkuat perlu melakukan pertempuran nyata. Namun, seleksi pertempuran sudah dilaksanakan tiga hari sebelumnya.
"Nine, kau akan menjadi Zero. Kemudian keseluruhan kode dibalik. Entah mengapa, apa yang dikatakan bos adalah benar. Zero adalah kode untuk orang yang terkuat."
"Kalian ... terima kasih, akan kubuat nama kita menjadi terkenal."
"Santai saja, Zero ... kami akan berjuang bersama. Tidak layak hanya untuk kamu saja!"
"Apa yang dikatakan oleh Two itu adalah kebenaran. Kita akan tetap bersama, membuat nama number ini menjadi lebih baik dan kuat."
Melihat rekan-rekannya saling menyemangati. Nine yang kini berubah kode menjadi Zero, seketika tersenyum. Kali ini dia akhirnya menemukan sebuah keluarga baru, selepas berlama-lama sendiri tanpa adanya nama keluarga.
"Kalau begitu, kuserahkan yang ada di sini kepada kalian. Aku akan ke atas menemui Bos!"
"Ya!" Para number berkata secara serempak. Zero segera melesat naik ke atas dan meninggalkan rekannya yang lain. Sementara sisa number mulai mengatur para pasukan satu persatu.
Di sisi lain...
Ryuto yang berada di luar, tengah memandang sekelilingnya. Dia sama sekali tidak menemukan jejak perubahan ruang di sekitar, yang menandakan lawan sebelumnya sudah benar-benar menghilang dan tidak akan kembali lagi.
"Sistem, apakah kamu memiliki data terkait orang sebelumnya?"
[Memindai data orang dalam pertempuran.]
[Mulai meretas seluruh informasi tempat pertama.]
[Peretasan selesai.]
__ADS_1
[Mulai mencari identitas.]
[Identitas telah ditemukan.]
[Nama : -]
[Kode : Purple.]
[Umur : 27.]
[Pekerjaan : Organisasi Chrono.]
[Mata Mistis : Poker Face.]
Ryuto mengerutkan keningnya ketika melihat pekerjaan dari Purple. Dia juga melihat tidak ada nama sama sekali, hal ini jelas membuat Ryuto penuh akan tanda tanya.
"Nama, tidak ada ... Apakah dia tidak diberikan nama orang tuanya?"
[Tidak ada, Tuan. Para Organisasi Chrono sendiri menculik beberapa bayi yang baru lahir. Mereka akan menaruhnya di tabung tempat milik mereka berada.]
[Bayi yang baru lahir, secara otomatis akan tidur. Namun, ketika matanya terbuka. Seseorang yang dia lihat pertama kalinya, pasti akan menganggap orang itu ibunya.]
Mendengar itu, membuat Ryuto mengerutkan keningnya lebih dalam. Jelas masalah di dunia kedua lebih kuat dibandingkan dunia pertama. Hal ini membuat Ryuto merasa kurang nyaman.
[Sistem buatan sendiri, ialah sistem yang dibuat oleh manusia sendiri. Tidak ada campur tangan dari para dewa. Sistem mereka hanya membangkitkan panel status yang menunjukkan seluruh kondisi mereka masing-masing.]
Ryuto mengangguk, dia tidak menyangka akan ada kejadian seperti itu. Seorang manusia mencoba membuat sesuatu seperti dewa ciptakan. Namun, Ryuto juga mengapresiasi produk mereka. Bagaimanapun juga, sedikit orang yang dapat membuat sistem seperti itu.
Selepas memikirkan beberapa masalah, Ryuto mulai merasakan kehadiran dua arah. Dia sedikit menyusutkan matanya dan memandang ke arah depan.
Detik selanjutnya, sosok paman muncul tepat di depannya kurang dari sepuluh meter. Paman itu bertepatan dengan munculnya Zero di belakang.
"Paman Gan, apakah ada sesuatu?"
Gandalf yang tiba seketika tertegun melihat lawan yang sebelumnya kini berbalik menjadi anak buah Ryuto. Dia sedikit terkejut, akan tetapi sesuatu yang penting harus dia sampaikan.
'Aku tidak menyangka Paman Gandalf begitu kuat. Meski hanya berada di fisik 900. Itu sudah dianggap kuat, di usianya.'
Ryuto sedikit terkejut ketika melihat Gandalf memiliki kekuatan. Namun, seketika dia ingat bahwa orang cakap biasanya terlibat dengan dunia bawah. Jadi, Ryuto bisa berasumsi bahwa Gandalf merupakan orang dunia bawah.
"Aku kemari untuk memberitahu dirimu hal penting. Namun, sebelum itu ... Apakah kamu menghancurkan cabang Keluarga Laserd dan menjadikan rumahmu?"
__ADS_1
Menyangkut keluarga Laserd, Ryuto segera tertarik. Entah mengapa ada situasi yang tidak baik yang ingin dijelaskan oleh Gandalf tersebut.
Ryuto mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun. Gandalf yang melihat itu menghela nafas dan ekspresinya berangsur-angsur menjadi serius.
"Beberapa jam yang lalu ... cabang Keluarga Laserd mulai meluncurkan serangan menuju ke mansion tempat cabang Keluarga Laserd yang kamu serang."
Ryuto melebarkan matanya dan niat membunuh seketika menyebar luas. Seluruh tubuh orang yang berada di sekitar pegunungan, tertekan sangat kuat. Mereka seperti membawa gunung di punggung mereka masing-masing.
"Paman, informasimu itu ... lupakan, sepertinya kebenaran." Ryuto memancarkan tatapan tanpa ekspresi. Kemudian, dia melayang di udara dan berubah menjadi Elang Bertanduk.
Satu kibasan sayapnya membuat gunung di belakang langsung hancur dalam sekejap. Gandalf dan Zero yang tertekan, seketika menelan ludah melihat hancurnya gunung tersebut.
"Anak ini ... Lupakan, dia terlalu khawatir."
Gandalf menghela nafas tak berdaya, dia belum selesai berbicara. Namun, Ryuto sudah pergi cepat.
Zero yang berada di dekat Gandalf memiringkan kepalanya dan bertanya, "Apakah ada sesuatu yang belum kamu sampaikan kepada Ketua?"
Gandalf memandang ke arah Zero, kemudian dia mengangguk. "Ya, aku ingin mengatakan bahwa istrinya baik-baik saja. Namun, itu terjadi selepas mendapat beberapa luka."
"Meski tidak dalam, akan tetapi istrinya benar-benar mengerikan. Jika, Ryuto menyandang nama Raja Iblis. Maka, para istrinya sangatlah cocok menyandang Ratu Iblis."
"Mengapa begitu?" Zero mengerutkan keningnya, entah mengapa melihat ekspresi dari Gandalf. Rasa penasaran dirinya memuncak dalam sekejap.
Gandalf memandang Zero dengan serius, kemudian berkata, "Ekspresi para istri Ryuto ... layaknya iblis ketika membunuh para orang-orang cabang dari Keluarga Laserd."
"Mereka membunuh sambil tersenyum, intinya kita tidak bisa menganggap mereka normal. Juga, mereka tidak memiliki mata mistis. Hal inilah yang menjadi misteri."
Zero melebarkan matanya, jelas dia terkejut karena baru pertama kalinya mendengar ada orang tanpa mata mistis dapat membunuh orang-orang cakap.
"Berapa fisik mereka, Pak?"
Gandalf mendengar itu tertegun. Kemudian dia tersenyum penuh arti sambil berkata, "Keseluruhan mereka memiliki fisik sekitar 1800."
Tubuh Zero gemetar mendengar hal itu. Mendengar fisik yang begitu besar berada di tubuh seseorang yang tanpa adanya mata mistis, benar-benar tidak masuk akal.
'Jika istrinya 1800 ... Bagaimana dengan Tuan sendiri? Orang ini lebih menyeramkan daripada para Mafia dan organisasi pengembang sistem buatan itu sendiri.'
Di sisi lain...
Ryuto telah tiba di kediaman miliknya. Namun, melihat berbagai kekacauan di tempatnya berada. Ekspresi Ryuto semakin dingin dan niat membunuh menyebar dengan kuat.
__ADS_1
"Terkutuk kalian, Keluarga Laserd!"
To be Continued.