System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 112 - Pertempuran Dai & Max 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


“Luck, apakah kau tidak bercanda?”


“Tidak, Ol. Mengapa aku mengatakan ini karena tekanan yang di bawa Ryuto melebihi dari keempat orang tua di atas sana! Aku sendiri pernah melihatnya. Mereka bertempur dengan musuh yang sulit. Namun berhasil karena lawan kelelahan. Namun, Ryuto sama sekali tidak lelah dan tenaga yang ia miliki terus naik.”


Melihat Luck yang berbicara banyak. Para pemimpin pasukan segera mengubah wajah mereka masing-masing. Jelas apa yang dikatakan oleh rekannya itu benar. Ryuto yang telah bertempur dengan cabang pertama, sama sekali tidak lelah, melainkan meningkat drastis.


Bukti tersebut, membuat para pemimpin pasukan segera merubah ekspresi mereka masing-masing. Jelas pemimpin organisasi ini lebih kuat bahkan melebihi dari pemerintahan.


Luck sendiri sudah menentukan tujuannya, ia juga sudah muak dengan orang-orang pemerintah. Mereka yang lemah menyombongkan diri dan menindas warga sekitar. Hal ini jelas membuat hatinya terluka karena awal masuk pemerintahan, ia hanya ingin membuat para warga puas dan senang.


Di sisi lain, para pemimpin pasukan Laserd, mereka juga terkejut dan tak percaya ketika mendengar bahwa Ryuto masih selamat dari Meriam Laser. Kedelapan orang itu menggertakkan gigi, jelas tak terima dengan informasi yang barusan mereka dapatkan.


“Sial, ia benar-benar beruntung!”


“Para pasukan sendiri berkorban dan jatuh ke jurang kawah. Mereka kemungkinan tengah bertarung dengan Ryuto itu!”


Satu orang pemimpin pasukan yang memiliki nomor dua menatap ganas ke arah lubang kawah di depannya. Meski tidak ada teriakan, ia tahu bahwa para pasukan telah dibunuh satu persatu.


“Dai, mari kita hancurkan orang ini!”


Mendengar hal itu, orang yang memiliki angka sama yaitu dua, menatap ke arah temannya itu. “Baiklah, Max. aku tahu maksudmu!”


Dai dan Max, dua orang pemimpin pasukan Laserd cabang kedua mulai terjun ke bawah. Sementara itu, pemimpin pasukan lainnya tetap masih di tempat. Mereka mengamati apa yang akan terjadi dengan kedua rekannya tersebut.


Di dalam jurang kawah. Ryuto yang tengah membantai para pasukan Laserd, seketika merasakan nafas orang kuat datang ke arahnya. Jelas, siapa yang datang tersebut. Ia jelas mengetahui siapa yang datang tersebut.


“Heh, dua orang pemimpin akhirnya gatal dan turun ke bawah.” Ryuto menyeringai, ia sendiri sudah meminta sistem untuk membuat pelindung suara dan anti deteksi pembunuhan. Dengan begitu, tidak akan ada yang mengetahui apa yang terjadi di bawah jurang kawah tersebut.

__ADS_1


Ryuto memandang ke atas dan melirik ke arah seratus pasukan yang tergeletak mati di tanah. “Yah, cepatlah turun dan nikmati sambutanku ini.”


Dai dan Max tidak mengetahui bahwa Ryuto sudah mengetahui keduanya. Di saat mereka tiba di jurang kawah. Keduanya memandang sekitar dan mengerutkan keningnya. Jelas mereka berdua tidak senang terhadap lingkungan yang begitu gelap.


“Dai, kita harus menyesuaikan tempat.” Max berkata dengan nada berat. Namun, ia sedikit mengernyit ketika tidak mendengar jawaban dari rekannya tersebut.


“Dai!”


“Max, tingkatkan kewaspadaanmu, Segera!” Dai dengan tegas memperingatkan Max. “Aku mencium aroma darah di bawah sini!”


Max mendengar ucapan tegas Dai, seketika meningkatkan rasa waspada. Jelas ia mempercayai rekannya itu karena mata mistis orang tersebut ialah Anjing Ruluka, di mana penciumannya melebihi Anjing lain.


“Dai, apakah kau mencium aroma tubuh?” Max ingin memastikan lokasi Ryuto terlebih dahulu. Dengan ditentukannya lokasi, ia tidak perlu menyerang hal yang tak berguna.


Dai tidak langsung menjawab karena ia dapat mencium aroma tubuh Ryuto di depan. Dirinya juga dapat mencium bahwa ada sekelompok mayat di belakang Ryuto tersebut.


Mata Dai seketika melebarkan matanya, ia menahan amarah dan berkata dengan nada suara berat. “Max, Ryuto berada di depan. Namun, di belakangnya ialah mayat berbagai pasukan kita!”


“Bajingan!” Max meraung dengan amarah tinggi, kemudian ia melesat ke arah depan dan dengan cepat berubah menjadi Tupai Cepat.


Ryuto yang tengah duduk tersenyum melihat kedatangan keduanya. Ia tertawa pelan ketika melihat Max yang bergegas ke arah dirinya. “Hehehe, selamat datang dan maaf hanya ini yang bisa kuberikan kepada kalian!”


Dai yang menahan amarah, sudah tidak bisa lagi. Ia segera berubah menjadi Anjing Ruluka dan melesat mengejar Max. “Bajingan Ryuto!”


Dua orang melesat cepat ke arahnya. Namun, bagi Ryuto. Lawan terlihat tengah berjalan dengan ekspresi seolah-olah berlari.


“Kalian terlalu lambat,” ucap Ryuto, kemudian dirinya menjadi buram dan muncul tepat di depan kedua pemimpin pasukan pemerintah tersebut.


Dai dan Max terkejut melihat Ryuto yang muncul di depan mereka. Jelas reaksi keduanya lambat, tepat saat dua serangan mengenai perut mereka masing-masing, barulah kedua pemimpin pasukan pemerintah itu sadar.

__ADS_1


“Bugh!” Dai dan Max terbang terbalik, kemudian membentur dinding kawah dengan keras. “Ugh!” mereka berdua mengeluarkan seteguk darah dari mulut mereka masing-masing.


Ryuto tidak berhenti begitu saja, ia memandang ke arah dua pemimpin pasukan tersebut dengan senyum seringai. Tangan kanannya terentang ke depan, telapak tangan terbuka lebar. Sejumlah energi seketika terkonsentrasi di tangan tersebut.


Detik berikutnya, sebuah bola mengeluarkan percikan listrik bergema di seluruh bawah kawah. Para pasukan yang berada di kegelapan, akhirnya melihat cahaya listrik tersebut. Namun pandangan mereka menjadi ngeri ketika melihat apa yang berada di sekitar cahaya itu.


Dai dan Max yang merasakan bahaya, segera terbangun. Mereka dengan cepat menghindar dari tempatnya berada. Meski tidak tahu apa yang terjadi, mereka yakin dengan insting tersebut.


Bola listrik meluncur tepat saat kedua pemimpin pasukan menghindar. Bisa dikatakan keduanya beruntung karena masih dapat bergerak. Namun, mereka tidak menyadari bahwa serangan itu hanyalah peralihan semata.


“Boom!” Ledakan keras terjadi di tempat sebelumnya Dai dan Max berada. Hal ini membuat kedua mata pemimpin pasukan melebar. Jelas daya ledak tersebut dapat membunuh mereka dengan instan.


Ekspresi keduanya menjadi serius, mereka mengendalikan emosi dengan cepat. Bagaimanapun juga, lawan kali ini bukanlah orang sembarang.


Tepat saat ledakan telah usai, Ryuto menjadi buram dan beberapa debu terbang di udara. Ia kali ini menghilang dan teriakan keras terus bergema di kegelapan kawah tersebut.


Dai dan Max mengetahui teriakan siapa itu. Mereka segera berbalik dan melihat, asal dari raungan tersebut. Ekspresi keduanya mengeras dan mereka meraung. “Hentikan, Ryuto!”


Di bawah rangsangan amarah, mata keduanya menjadi merah. Kali ini mereka sudah kehilangan kendali tubuh, sehingga tubuh keduanya membengkak dan terus mengembang.


Ryuto yang tengah membantai para pasukan pemerintah, seketika berbalik memandang ke arah dua pemimpin pasukan pemerintah itu. Apa yang menjadi tujuannya kali ini telah terjadi.


“Akhirnya kalian berubah menjadi bentuk itu!”


Tubuh kedua pemimpin pasukan Laserd seketika berhenti tumbuh, tinggi mereka ada sekitar dua puluh meter. Nafas mereka terus mengeluarkan uap. Mata mereka merah menyala dan bulu-bulu di tubuh tegak seolah-olah tengah marah.


“Ryuto, akan kubunuh dirimu!” suara berat dua orang tersebut, begitu mengerikan. Niat membunuh menyebar memenuhi seluruh ruang di jurang kawah.


Ryuto yang mendengar hal itu, seketika mengaktifkan tubuh petirnya. Aliran listrik mulai menyelimuti tubuhnya. Ia tersenyum dan berkata, “Majulah, kalian berdua!”

__ADS_1


To be Continued.



__ADS_2