
Silakan Dibaca.
Beberapa menit selepas pertemuan para kapten pasukan. Di luar tempat organisasi berada, Zero tengah berdiri di hadapan dua ratus pasukan yang dipimpin oleh dua kapten.
Mereka berbaris rapi, membuat Zero terpana akan sifat dari para pasukan tersebut. Dia sendiri juga kagum akan tuannya yang dapat menciptakan pasukan begitu kuat dan dapat diandalkan setiap saat.
Jelas menciptakan ribuan pasukan yang patuh dan menurut, itu sangatlah susah. Hal inilah yang membuat Zero mengapresiasi dan berdedikasi untuk setia kepada tuannya.
“Baiklah, mari kita pergi menuju ke tempat, Tuan berada!”
Zero berbalik dan seluruh pasukan bergerak menuju ke arah cabang Keluarga Laserd.
Di sisi lain…
Sebuah bangunan yang bergaya Eropa terdapat halaman hijau nan luas. Tempat ini sangatlah indah dengan gerbang dan pagar yang terbuat dari besi kuat.
Hamparan luas rumput pendek, diinjak oleh beberapa orang yang memakai pakaian Tuksedo hitam. Orang-orang ini memakai topeng yang menutupi seluruh wajahnya.
Tangan kanan mereka membawa senjata api berat, sementara pinggangnya terdapat sebuah pedang yang memiliki desain khas sebuah anggota keluarga besar.
Tempat ini ialah Markas Cabang Pertama Keluarga Laserd. Cabang ini memiliki kekuatan yang begitu mengerikan. Ada sekitar lima ratus pasukan yang terlatih. Mereka semua telah mengalami apa itu hidup dan mati, sehingga tatapannya tegas dan ganas.
Apa yang membuat mereka semua bersiap ialah karena berita Ryuto yang akan menyerang Cabang Pertama tersebut. Hal ini membuat mereka sedikit geram dan penuh akan amarah.
Sementara itu, di dalam bangunan, terdapat sebuah ruangan yang begitu luas. Di tempat itu sendiri terdiri empat orang tengah berdiskusi dengan serangan yang akan diluncurkan oleh Ryuto.
“Apakah informasi yang kalian katakan adalah benar?” tanya seorang pria berkumis tebal, tatapannya sendiri tertuju ke arah sosok lelaki mengenakan zirah berlapis perak.
“Ya, informasi ini menyatakan bahwa Ryuto tengah datang ke tempat ini, sendirian!”
Lelaki zirah perah menatap dengan serius. Ketiga pemimpin utama dari Cabang Pertama mengerutkan keningnya. Pikiran mereka sekarang ialah tujuan dari menyerang dengan satu orang saja.
“Apakah orang ini meremehkan kita?”
“Belum tentu, aku melihat bahwa kekuatan orang itu memang kuat dan keluarga cabang bagian transportasi dibantai oleh satu orang saja, yaitu Ryuto.”
“Kita harus bersama, untuk melawan orang ini!”
__ADS_1
Ketiga orang tersebut mengangguk dengan pemahaman yang dalam. Kemudian, pria yang mengenakan zirah perak mulai berbalik dan pergi dari ruangan. Namun, sebelum keluar. Salah satu orang itu berkata dengan nada serius.
“Kapten Rowd, kuharap Anda bisa mencegah dia sebelum masuk ke dalam kediaman!”
“Serahkan kepadaku!”
Rowd keluar dari ruangan, ekspresinya serius dan dia melangkah menuju ke halaman rumah. Pikirannya sendiri tahu, bahwa ketiga pemimpin itu tengah melakukan kontak dengan Cabang lain.
“Ryuto, aku tidak tahu apa sebenarnya yang kamu inginkan! Namun, karena kamu menyerang maka bersiaplah untuk menerima akibatnya!”
Di sisi lain...
Di sebuah bangunan yang memiliki lambang perisai emas dengan beberapa bintang. Terdapat ruangan berisi lima orang berseragam militer lengkap. Satu orang berbintang empat, sementara empat orang berbintang tiga.
“Ryuto yang akhir-akhir ini naik daun, akan menghancurkan seluruh cabang Keluarga Laserd yang berada di Guika. Apakah kalian semua memiliki pendapat tentang masalah ini?”
“Jendral Kong, menurutku kita tidak perlu ikut campur. Melainkan, kita evakuasi warga terlebih dahulu. Terutama warga yang berada dalam radius 500 meter dari rumah Laserd.”
Mendengar hal itu, Kong yang merupakan seorang Jendral mengangguk dengan penuh pemahaman. Dia tahu bahwa efek dari pertempuran tidak akan kecil. Melainkan, efeknya akan besar.
Jendral Kong memandang ke arah empat orang yang berada di ruangan tersebut. Dia menghela nafas sebentar, kemudian tatapannya menjadi serius dan mulai memberikan perintah.
“Berta, Lucy, Sanada, Bane. Kalian berempat pergilah menuju ke Kota Mare! Selamatkan seluruh warga yang berada di dekat kediaman Laserd. Pastikan mereka semua selamat!”
“Siap Laksanakan, Jendral!”
Keempat orang yang ditunjuk oleh Jendral Kong, bergegas pergi dari ruangan. Mereka segera mendatangi satu persatu tempat para anak buah berada.
Malam hari semakin memuncak, suara sirine terdengar keras di jalanan yang begitu sepi. Beberapa orang yang lewat, semua terpana dengan deretan mobil yang mengeluarkan suara sirine tersebut.
Di sisi lain...
Ryuto melaju dengan cepat menuju ke arah Cabang Pertama Keluarga Laserd. Angin terus menerus dirinya potong dengan kecepatan yang cepat.
Pikirannya sekarang ialah butuh berapa lama untuk dirinya menghancurkan seluruh cabang yang dimiliki Keluarga Laserd. Namun, seketika dia melupakan hal itu.
Tatapan Ryuto tertuju ke arah depan, dia mendengar beberapa suara sirine di depan. Matanya seketika menyusut dan senyum di wajahnya mulai terukir begitu jelas.
__ADS_1
“Aku tidak menyangka akan ada polisi di Kota Mare. Dilihat dari pergerakannya, mereka tengah melakukan evakuasi terhadap para warga sekitar.”
Ryuto memahami apa yang sedang dilakukan para polisi tersebut. Dia tersenyum ringan, kemudian mempercepat langkahnya.
***
Seluruh keluarga besar yang berada di Guika terkejut mendengar pertempuran yang akan terjadi nantinya. Jelas mereka ingin menyaksikan acara tersebut, akan tetapi mereka tidak akan hadir secara terbuka. Lebih tepatnya memerintahkan satu atau dua orang untuk membawa alat siaran langsung.
Acara besar itu sendiri tidak akan mereka lewatkan begitu saja. Entah siapa yang menang, kestabilan di Negara Guika sendiri akan berubah secara menyeluruh nantinya.
Di tempat yang jauh, tepatnya sebuah pegunungan yang terdapat di Negara Guika. Terdapat tiga orang tengah memandang luasnya awan lapis kedua. Mereka bertiga merasakan ada angin masalah yang akan terjadi di Guika beberapa hari kemudian.
“Sayang, temanmu tengah membuat keributan di Negara Guika baru saja!” Seorang perempuan cantik tengah menatap suaminya yang memiliki penampilan layaknya singa. Laki-lakinya itu sendiri kini tengah menghentikan aksinya yaitu saling tukar salam dengan seorang kakek tua.
“Apa maksudmu Ryuto? Yah kalua dia sih aku tidak terlalu terkejut. Laki-laki sepertinya tidak akan kalah meski ribuan orang menyerang. Kekuatan miliknya sendiri sudah cukup untuk meratakan Negara rendah tersebut.”
“Hohoho, apakah yang kamu katakan itu benar, Cohza?”
“Ya, jangan meremehkan dia. Meski kami rival, dia selalu selangkah lebih tinggi daripada diriku. Sebelumnya aku sedikit frustrasi karena dia lebih kuat lagi dari sebelumnya. Namun, Ketika aku melihat ke belakang lagi. Aku tahu mengapa dia begitu kuat.”
“Oh, apa itu yang membuat temanmu mendapatkan pengakuanmu secara berlebihan seperti itu?”
“Kekuatan dirinya berasal dari orang-orang di sekitarnya. Kekuatan ini tidak semua orang bisa didapatkan. Kekuatan yang dapat menumbangkan setiap sistem dunia itu sendiri. Kekuatan itu adalah ikatan manusia!”
Kakek tua yang mendengar pernyataan Cohza, hanya menatap luasnya awan lapisan kedua. Dia memandang seolah telah melihat takdir yang akan begitu menyenangkan di suatu hari nanti. Namun, mengingat masanya sekarang tinggal kulit dan tulang saja. Kakek tua itu hanya bisa menghela nafas tak berdaya.
‘Ikatan manusia kah … sudah lebih ribuan tahun, kata itu diucapkan. Namun, apakah aku dapat bertahan selama itu. Menjadi muda benar-benar menyenangkan, bukan?’
Kakek tua hanya tersenyum selepas memikirkan masa lalu, dia bernostalgia. Namun, segera menggelengkan kepalanya karena bukan waktunya untuk mengenang masa lalu lagi.
“Cohza, bawa aku menuruni pegunungan. Aku ingin melihat sosok yang mendapatkan pengakuanmu tersebut.”
“Baik, Guru!”
To be Continued.
Sory Guys, aku up telat ... Ada Kesibukan Di RL
__ADS_1