
Silakan Dibaca.
Kali ini, kedua belah pihak belum ada yang melakukan pergerakan. Mereka akan berperang di tempat hutan yang sudah kehilangan pepohonan itu.
Para pemimpin pasukan Laserd perlahan berjalan di depan pasukan. Ia memandang tajam ke arah satu persatu perempuan yang mengikuti pertempuran tersebut.
“Kalian sudah terlambat! Suami kalian telah kami tangkap!”
Hil, ia adalah salah satu pemimpin pasukan bernomor empat lainnya. Ia kali ini mencoba untuk membuat lawan tidak fokus dan dapat dengan mudah menyergap mereka.
Roy, Sen, Dolf dan rekan lainnya memandang ke arah para perempuan di depan dengan seringai. Jelas mereka terkejut melihat lebih dekat, bahwa para perempuan tersebut sangatlah cantik.
Lilia, Amy, Yui, Yuka, Megu dan Rias mengetahui sorot mata lawan. Api di dalam tubuh mereka naik karena hanya satu orang saja yang boleh menatap dengan tatapan seperti itu.
“Sepertinya mereka belum pernah diberi pelajaran yang begitu indah.” Amy tersenyum dan menutupi mulutnya dengan punggung tangan. Ia memandang ke depan seolah-olah telah menemukan mainan baru.
Yui dan Yuka yang mengetahui temperamen ibunya seketika saling memandang. Mereka mengangkat bahunya seolah-olah tidak menganggap hal itu serius seperti sebelumnya.
Lilia sendiri mengetahui maksud dari Amy dan mengangguk, kakak beradik itu saling melirik dan sudut mulut naik membentuk senyuman.
“Baiklah, mari kita mulai penyerangan. Zero, pasukan kamu kerahkan! Kami akan bertarung terlebih dahulu.”
Adapun terkait teriakan Hil, mereka tidak peduli. Toh jika suami mereka ditangkap. Mereka akan menyelamatkan tanpa perlu peduli keamanan suaminya itu.
Selesai mengatur keseluruhan pasukan, Lilia dan para perempuan lainnya, melesat cepat ke arah pasukan Laserd.
Melihat bahwa taktik Hil, tidak berpengaruh. Roy berteriak keras. “Maju, bunuh mereka dan sisakan para perempuan untuk kita nikmati bersama nantinya!”
Para pasukan seketika termakan oleh perkataan Roy tersebut. Mereka berteriak penuh dengan semangat tinggi. “Serang!”
__ADS_1
Seluruh pasukan Laserd bergerak cepat menuju ke arah Kelompok Lilia tersebut. Mereka tidak peduli dengan nyawa dan fokus untuk menikmati hasil nantinya.
Zero sedikit terkejut, mereka tidak menyangka lawan akan begitu agresif. Namun, ia sama sekali tidak terkejut ketika mendengar mengapa mereka begitu agresif.
“Semuanya, bunuh para pasukan Laserd tanpa tersisa!” Niat membunuh melintas di mata Zero. Kemudian, seluruh pasukan yang mendengar perintahnya mengangkat kepala mereka masing-masing.
“Dimengerti, Kapten!”
Seluruh Pasukan Chrono melesat ke arah Pasukan Laserd. Mereka mengeluarkan kekuatan mata mistis mereka satu persatu.
Hal ini membuat para Pemimpin Pasukan Laserd terkejut. Namun, ketika mereka ingin menghentikan laju para pasukan. Sama sekali tidak bisa karena kecepatan lawan benar-benar cepat.
Pasukan Chrono merajalela di medan perang. Mereka membunuh dengan cepat para Pasukan Laserd tersebut. Tangan mereka berlumuran darah, bahkan baju yang bersih kini berubah merah.
Para Pasukan Laserd sendiri terus berkurang, ada beberapa yang mati dengan terbakar. Ada juga mati terbelah menjadi dua. Semua pasukan tersebut tidak ada yang utuh sama sekali.
Para pemimpin pasukan melihat hal itu, tentu tidak tinggal diam. Mereka segera menggunakan mata mistis, akan tetapi tepat saat mereka akan melesat ke arah tempat pasukan berada. Enam sosok perempuan menghalangi kepergian delapan orang tersebut.
Roy dan Sen yang dihalangi oleh Lilia memandang ke arah perempuan itu dengan penuh amarah.
“Minggir, Ja*lang!” Roy meraung dengan keras, ia segera berubah. Tubuhnya perlahan-lahan mulai membesar dan berganti warna menjadi abu-abu.
Sen juga mengubah tubuhnya, hidung dirinya memanjang membentuk belalai. Ada dua tanduk runcing melengkung di dekat belalai. Kemudian, kulitnya dilapisi dengan bulu coklat.
Dua sosok tersebut kini sudah berubah menjadi manusia setengah badak dan manusia setengah gajah Mammoth.
Lilia yang melihat perubahan tersebut sama sekali tidak tertekan. Justru ia relatif tenang dan ekspresinya tetap serius.
“Mati!”
__ADS_1
Roy dan Sen bergerak cepat menghantam keras ke arah Lilia berada. Kecepatan mereka membuat debu di tanah naik ke udara. Seluruh area bergetar hebat akibat pergerakan keduanya.
Lilia yang melihat itu, mengepalkan tangannya. Sejumlah aura muncul di kepalan tangan tersebut. Tekanan yang ia miliki kini semakin membesar, entah ia dapat mengendalikan atau tidak. Dirinya tidak yakin.
Tepat saat kedua sosok makhluk besar tersebut tiba di dua meter. Lilia mengayunkan pukulan tangannya dengan kuat ke arah depan. Satu kepalan tangan membuat udara di sekitar memadat, membentuk perisai menahan kedua orang tersebut.
Roy dan Sen terkejut, mereka dihentikan bahkan lawan tidak bergerak sama sekali. Detik berikutnya, mereka berdua merasakan bahwa ada udara yang mendorong ke belakang.
Awalnya udara tersebut pelan, akan tetapi seiring berjalannya waktu. Udara semakin meningkat dan meningkat membentuk gelombang kejut layaknya hantaman ombak.
“Boom!” suara dentuman keras membuat Roy dan Sen terlempar jauh ke belakang. Mereka berdua sama sekali tidak bergerak dan membentur beberapa pohon yang masih berdiri sebelum jatuh ke tanah.
Para Pasukan Laserd yang tengah bertempur, mulai melambat ketika melihat pemandangan tersebut. Namun, Pasukan Chrono sama sekali tidak peduli dan terus membantai mereka.
Di sisi para pemimpin pasukan terkejut melihat kedua orang terkuat mereka telah dipukul mundur. Jelas hal itu tidak mungkin karena mereka tahu bahwa kedua orang tersebut lebih kuat dari mereka sendiri.
Para istri Ryuto tidak tinggal diam, mereka langsung memukul ke arah para pemimpin pasukan tersebut. Jelas tiada ampun bagi orang-orang itu, terutama ketika mereka mengatakan Ryuto telah ditangkap dan pandangan yang begitu tidak menyenangkan sebelumnya.
Di sisi lain, tepatnya di bangunan jauh. Para pasukan pemerintah melihat kekuatan Pasukan Chrono benar-benar terkejut dan bergidik ngeri. Namun, yang membuat mereka takut ialah sosok laki-laki yang tengah duduk di depan para pemimpin mereka.
Luck dan yang lainnya sedikit terkejut ketika munculnya sosok laki-laki di depannya itu. Mereka tidak menyangka bahwa sosok tersebut akan muncul begitu saja di depan mata mereka masing-masing.
“Yah, kalian benar-benar beruntung karena tidak ikut dalam pertempuran. Jadi, aku tidak akan membunuh kalian!”
Ryuto yang berada di depan para pemimpin pasukan pemerintah. Sama sekali tidak memandang ke belakang. Firasat mereka masing-masing telah dirasakan oleh dirinya sendiri.
“Namamu Luck, bukan? Keputusanmu memang benar. Namun, apakah kamu berani menerima ujian yang akan kulakukan nanti?”
Ryuto memandang ke belakang tanpa menggerakkan tubuh. Sorot matanya membuat seluruh pemimpin pasukan pemerintah terkejut dan ada rasa dingin menjalar dalam sekejap.
__ADS_1
Luck yang mendengar itu, memberanikan dirinya dan menjawab, “Aku berani, bahkan mengarungi lautan dan terjun ke lahar akan kulakukan asal aku dapat bergabung dengan pasukanmu!”
To be Continued.