System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 137 - Bergeraknya Tim Bawah


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Melihat ke dalam ruangan, Ryuto tertegun dan ia tersenyum dengan penuh rasa penasaran. Dia menatap ke kanan dan kiri ruangan tersebut. Kemudian, Sun mulai memperkenalkan masing-masing orang di tempat tersebut.


Ryuto melihat satu persatu orang tersebut, ada sekitar dua belas orang. Memiliki postur tubuh sama dan berbeda. Hanya saja pakaian mereka compang-camping, serta semuanya berantakan.


“Dua orang yang duduk di atas kotak itu ialah Raw dan Row. Mereka kembar dan tidak kalah kuat dari diriku.” Sun memperkenalkan dua pemuda memakai pakaian hijau, serta ban kepala hijau bergaris.


Sun terus mengenalkan, sampai akhirnya perkenalan telah selesai.


Ryuto yang merasa pengenalan telah usai, ia diarahkan untuk duduk di mana pun tempat yang dia sukai. Lelaki itu menurut dan duduk di atas kotak yang berisi sesuatu.


“Jadi Ryuto, bisakah kamu jelaskan mengapa kamu mencari kami dan apakah ada sesuatu yang kamu inginkan dari kami semua?”


Ryuto yang mendengar pertanyaan beruntun Sun, seketika mengangguk jelas. “Kalian, seharusnya mengetahui tentang pembunuh Maru, bukan?”


“Sebenarnya kami mengira bahwa pembunuhnya ialah pemerintah. Bagaimanapun juga, merekalah yang memiliki keterkaitan dengan Maru.”


Sun mengatakan jawabannya dengan serius. Ia sebenarnya sudah menduga bahwa pemerintah pasti terlibat, meski tidak membunuh nantinya. Ia juga berasumsi lain yaitu, kemungkinan pemerintah membunuh dan seluruh informasi dicegah.


Ryuto yang mendengar hal itu, tentu ia tahu bahwa Sun dan seluruh orang yang berada di ruangan. Benar-benar tidak mengetahui situasi asli dari Maru.


“Semuanya, kalian sebenarnya salah dalam masalah Maru tersebut.” Kemudian, Ryuto mulai menceritakan tentang apa yang terjadi terhadap Maru dengan jelas dan ringkas.


Mendengar jawaban dan cerita yang dikemukakan oleh Ryuto, mereka seketika mengubah ekspresi masing-masing. Jelas masalah yang dihadapi Maru hanya sebatas adiknya mengintip suatu tindakan sebuah organisasi saja.


“Code, sepertinya organisasi ini masihlah samar. Namun, mengapa mereka masih belum bergerak jika sudah berkembang di titik terkuat?” salah satu orang yang berada di ruangan bertanya kepada Ryuto.


Mendengar pertanyaan tersebut, jelas Ryuto menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu, akan tetapi kita dapat menarik dua kesimpulan bahwa mereka kemungkinan menunggu sesuatu atau kemungkinan besar masih ingin memperkuatnya kembali.”


Dua alasan Ryuto membuat seluruh orang di dalam ruang rapat terdiam. Meski perkataan lelaki tersebut sedikit berlebihan. Namun, jika ini benar maka dunia akan mengalami bencana lainnya.


Satu persatu orang-orang tersebut mengangguk dalam-dalam. Jelas mereka memahami tingkat masalah yang dihadapi kali ini. Sun yang merupakan pemimpin dari semuanya, dapat merasakan tekanan masalah tersebut.

__ADS_1


“Pemerintah bahkan tunduk dengan ucapan mereka. Hal ini jelas menandakan bahwa kekuatan para anggota organisasi tidaklah mudah.” Raw mengatakan sesuatu yang membuat semua orang kecuali Ryuto mengerut.


Jelas mereka baru saja menyadari bahwa orang-orang yang merupakan anggota Code, semuanya kuat. Hal ini tidak bisa diremehkan kembali dan mereka harus bergerak untuk menekan peningkatan lawan.


“Namun, jika semisal memang mereka takut karena kekuatan lawan. Bukankah itu sedikit mencurigakan?” Sun mengajukan pertanyaan yang membuat semua orang terdiam.


Ryuto memandang ke arah mereka satu persatu dan berkata, “Kemungkinan ada semacam transaksi antara pemerintah dan organisasi tersebut. Sebelumnya, aku berpikir bagaimana kalau kalian menyelidiki masalah ini?”


Mendengar hal itu, orang-orang yang berada di ruangan tersebut saling memandang. Row mengangkat tangannya dan bertanya, “Mengapa harus kami?”


“Hal ini karena kalianlah yang sesuai dalam pengumpulan informasi.” Ryuto mengatakan hal itu dengan ekspresi wajah penuh akan rasa percaya diri. Dia selalu melihat bahwa para gelandangan lebih kuat informasinya dibanding orang-orang agen.


Para orang-orang tersebut sedikit merasa senang. Mereka tidak menyangka seseorang akan mempercayai mereka dalam sekejap. Jelas ini membuat para gelandangan tersebut tertegun, pasalnya jarang ada orang yang mempercayai orang-orang itu.


“Yah, serahkan kepada kami masalah pengumpulan informasi. Teman-teman di luar mungkin banyak yang mengetahuinya.”


Sun mengatakan dengan jelas. Ia sebenarnya sudah terbiasa dalam mengumpulkan informasi, baginya seorang gelandangan. Akses ke mana pun tempatnya selalu lancar.


“Kalau begitu, aku akan pergi.” Ryuto berbalik dan melangkah keluar dari ruang rapat. Namun, tepat di depan pintu. Ia berhenti, kemudian berkata, “Jika barang itu merupakan serum, maka gunakanlah.”


“Ketua Sun, apakah menurutmu Ryuto merupakan seseorang yang berkabut?” Raw bertanya kepada Sun dengan ekspresi rumit.


“Entahlah, orang ini di bawa oleh Maru. Jika bisa, kumpulkan beberapa informasi terkait dirinya. Kita tidak bisa bekerja sama dengan seorang yang buruk!”


Sun segera memberikan perintah ke seluruh rekannya. Semua mengangguk dan tim gelandangan internasional mulai bergerak.


Di sisi lain, Ryuto tengah berjalan di jalanan Kota Duino. Lelaki ini tengah menikmati perjalanan tersebut, sampai akhirnya ia berhenti di kedai yang menurutnya sepi dan menarik.


“Lamia’s Food?” Ryuto sedikit mengerutkan keningnya karena tidak tahu mengapa, ada sesuatu yang menariknya ke dalam sana.


“Maru, Sania karena kalian adalah roh. Cobalah untuk datang ke belakang. Aku akan memesan makanan.”


“Apakah ada sesuatu di kedai ini?” Maru bertanya dengan penasaran, entah mengapa Ryuto sepertinya mengetahui adanya masalah di dalam bangunan tersebut.

__ADS_1


“Sepertinya begitu.” Ryuto berjalan masuk ke dalam kedai. Ia melihat ada beberapa orang tengah makan. Meski tidak banyak, akan tetapi tetap ada seseorang di dalam.


“Selamat datang, apakah Anda ingin memesan makanan?” Seorang perempuan cantik keluar. Ia memiliki rambut pirang panjang, akan tetapi terikat menjadi ekor kuda.


Ryuto mengangguk, meski cantik ia sama sekali tidak tertarik. Namun, melihat ekspresi wajah perempuan itu yang perlahan mulai memerah. Ia tahu bahwa perempuan tersebut tengah terkena efek pasif dirinya.


“Yah, bawakan aku makanan yang spesial.”


“Ahh, baik Pelanggan.” Pelayan cantik tersebut menunduk, ia tidak menyangka bahwa dirinya begitu ceroboh dan terpana dengan ketampanan lelaki tersebut.


“Aku akan duduk di sana.” Ryuto berkata dengan ringan, kemudian pelayan cantik tersebut mengangguk.


“Kalau begitu, makanan akan segera siap, Pelanggan.” Pelayan cantik menunduk dan berbalik pergi menuju ke dapur.


Ryuto yang melihat hal itu, menggelengkan kepalanya. Kemudian, ia duduk di tempat yang dirinya pilih tadi.


Melihat sekitar, lelaki itu tidak bisa untuk tidak kagum akan pemandangan yang begitu indah. Dia benar-benar yakin, pemandang taman yang di seberang memang bagus.


‘Aneh, pemandangan yang begitu indah. Namun, sepi akan pelanggan.’ Ryuto berpikir sambil sedikit tertarik dengan masalah yang dihadapi pemilik dari kedai ini.


Tak butuh waktu lama, Maru dan Sania muncul tepat di belakang. Mereka berdua segera duduk di depan Ryuto sambil memandang ke arah lelaki itu.


“Bagaimana hasilnya?”


Maru dan Sania saling memandang, mereka tidak menjawab segera pertanyaan Ryuto. Sampai akhirnya Mari menghela nafas panjang dan ekspresinya menjadi serius.


“Pelayan cantik yang menemuimu itu memiliki masalah. Ia sebenarnya meminjam beberapa uang di rentenir, akan tetapi uang tersebut bertambah menjadi sepuluh kali.”


Mendengar hal itu, Ryuto mengerutkan keningnya. Ia sedikit terkejut mengapa bisa seseorang memiliki hutang yang begitu tidak masuk akal.


“Mengapa perempuan itu, memiliki hutang yang begitu besar? Juga, mengapa dia menghutang?”


“Putranya sakit dan ia perlu uang untuk mengobati putranya itu. Namun, semua ini konspirasi dari seseorang.” Maru berkata dengan jelas, entah mengapa jiwa keadilannya muncul dan ia ingin memenjarakan orang rentenir tersebut.

__ADS_1


“Oh, ada sesuatu di balik itu ternyata. Bagaimana menurut kalian, apakah perlu dibantu?”


To be Continued.


__ADS_2