
Silakan Dibaca.
Mendengarkan perintah tuannya, para kapten pasukan timbul reaksi. Mereka melebarkan mata dan nafas terhenti segera di tenggorokan.
Menyerang keluarga Laserd, meski itu cabang sekalipun, tidak ada yang melakukan tindakan bunuh diri seperti itu, kecuali Pemimpin mereka sendiri.
Satu persatu kapten pasukan saling memandang, mereka memiliki pikiran sama yaitu perasaan gila dan penuh akan semangat. Perintah awal tersebut benar-benar membuat mereka sedikit memunculkan harapan bahwa organisasi akan terkenal segera. Mereka sendiri juga senang karena akhirnya keinginan tugas direalisasikan.
Para kapten pasukan mulai memandang ke arah kapten inti yang tak lain ialah Zero. Kemudian, One mengangkat tangannya untuk bertanya terkait masalah tersebut.
“Zero, apakah kamu memiliki informasi terkait keberadaan cabang Keluarga Laserd itu di Negara Guika?”
Pertanyaan One membuat semua kapten menyadari akan hal itu. Mereka sendiri minim akan informasi keberadaan para cabang Keluarga Laserd tersebut.
Zero yang mendengar pertanyaan itu, seketika menarik sudut mulutnya dan berkata dengan jelas. “Pertanyaan yang bagus, One.”
Selanjutnya, Zero memandang ke arah peta yang berada di meja tempat mereka berkumpul tersebut. Satu persatu kapten pasukan memandang ke arah peta itu juga. Mereka ingin melihat apa yang ingin ditunjukkan oleh kapten inti.
“Kota Mare, ini adalah target pertama dari Tuan. Di tempat inilah kita akan melancarkan serangan pertama. Tuan lebih memilih cabang terdekat terlebih dahulu.”
Zero menandai Kota Mare dengan silang merah. Kemudian, dia membuat garis lurus menuju ke arah kota sebelah, yaitu Febra.
“Tempat ini adalah cabang kedua, target selanjutnya selepas menghancurkan cabang pertama. Meski tempat ini dikatakan tempat sampah dunia. Namun, hampir beberapa orang kuat berasal dari sana.”
“Stephan Johnsa ... apakah dia juga ikut dalam Keluarga Laserd?”
“Aku tidak mengetahui informasi tersebut. Namun, Tuan berkata tidak perlu khawatir karena siapa pun yang menghalangi tujuannya, maka berakhir kematian!”
Seluruh ruangan seketika sunyi, para kapten sangat bermartabat. Satu kata untuk tuannya tersebut yaitu ialah Mutlak Tak Tertandingi.
Zero sendiri mengabaikan ekspresi para kapten pasukan. Dia memberikan tanda silang dan menarik garis lurus ke arah kota selanjutnya yaitu Kota Sinoh.
“Cabang ketiga terletak di sini. Kota yang terkenal akan pasar dagang malamnya, Kota Sinoh.”
__ADS_1
Para kapten pasukan mengangguk paham. Cabang pertama dikenal akan daerah sepi karena jarang ada orang yang keluar malam. Penyebab hal itu ialah rumor kepala berjalan sendiri yang berkembang menjadi kenyataan.
Kemudian, cabang kedua sesuai kriteria di atas. Dengan tempat seperti itu, setiap orang dapat melakukan transaksi dan melakukan perbudakan tanpa diketahui orang-orang tertentu.
Selanjutnya, cabang ketiga menjadi tempat penjualan, itu sendiri. Pola tersebut benar-benar membuat seseorang akan nyaman dalam perdagangan. Kemudian, dua terakhir yang seharusnya menjadi bagian simpanan lanjutan dan terakhir bagian transportasi luar.
Zero yang melihat keseluruhan kapten pasukan, seketika tersenyum. Dia berkata, “Apa yang kalian pikirkan benar. Cabang keempat ialah Kota Sinha, salah satu kota yang paling terkenal akan rumor hantu. Kota yang telah ditinggalkan oleh penduduk setempat.”
“Sementara terakhir ialah Kota Duino yang mana merupakan bagian transportasi luar negara. Namun tempat ini sudah dihancurkan oleh Tuan sendiri dan menjadi tempat diirnya tinggal.”
Para kapten pasukan tercekat, mereka sebelumnya tidak mengetahui terkait pengambilan properti cabang milik Kelurga Laserd tersebut. Awalnya mereka hanya mengira bahwa tuan hanya menghancurkan cabang Keluarga Laserd saja.
Zero sendiri sebelumnya juga terkejut, ekspresinya juga sama seperti para kapten pasukan dan sekarang dirinya mengetuk meja, sehingga para kapten sadar dari rasa terkejut mereka masing-masing.
“Baiklah waktunya kita untuk memilih Kapten dan pasukan siapa yang akan maju bersama Tuan.”
Para kapten mengangguk, mereka saling memandang satu sama lain dan berakhir jatuh ke arah Zero. Kemudian, Two yang diam mulai angkat suara.
“Apa alasannya, Two?” tanya Zero sambil menatap ke arah Two.
“Pertama, mereka yang paling terbawah dalam hal kekuatan. Jika, mereka ikut terjun menuju ke medan perang. Pengalaman bertarung akan naik dan hal lainnya ialah lawan kita selanjutnya tidak akan mengetahui kekuatan organisasi secara keseluruhan.”
Zero terdiam, dia mengangguk paham ketika mendengar alasan Two tersebut. Sementara Nine dan Eight yang ditunjuk, sama sekali tidak menyangkal. Mereka lemah dan medan perang adalah tempat bagi keduanya untuk berkembang.
“Nine, Eight ... tidak, lebih tepatnya, Minato dan Yamato. Apakah kalian siap untuk terjun ke dalam medan perang?”
Minato yang merupakan mantan kode Seven, mengangguk. Dia jelas memahami bahwa kemampuan airnya perlu pengembangan ke dalam hal kekuatan. Minato sendiri memiliki fitur rambut perak dan dia mengenakan pakaian berlambang pusaran di belakang.
Iris mata Minato ialah merah kehitaman. Sementara postur tubuhnya kekar dan tidak terlalu besar. Kekuatan fisiknya sendiri ialah 1200. Meski sama dengan yang lainnya, arah pengembangan Minato tertuju ke pelengkap dalam medan tempur.
Sementara itu, Yamato yang merupakan mantan kode enam, juga mengangguk. Dia memiliki fitur wajah yang tenang dan datar. Yamato memiliki rambut coklat muda dengan potongan yang terlihat pendek. Iris matanya berwarna hijau cerah. Pakaian yang dia kenakan terdapat lambang pohon tanpa adanya daun.
Yamato sendiri ialah pengendali kayu. Di mana dia belum bisa mengembangkan kendali kayunya untuk menyerang. Yamato hanya dapat mengendalikan kayu untuk tambahan serangan serta pertahanan.
__ADS_1
Melihat kedua kapten mengangguk bersama tanda setuju. Zero memahami dan berkata, “Karena kalian setuju dengan pengaturan tersebut. Maka pergilah untuk persiapan.”
“Dimengerti!” Minato dan Yamato berbalik dan pergi dari tempat berkumpul. Mereka bergegas mengatur pasukan yang akan dibawa ke medan pertempuran.
Zero yang melihat keduanya telah pergi, mulai memandang ke kapten pasukan lainnya. “Satu tugas lagi ialah menjaga kediaman tuan. Sebelumnya, tempat itu diserang. Hal inilah yang memicu kemarahan Tuan.”
“Misi ini hanya untuk satu kapten dan pasukan yang dirinya punya. Siapa yang akan bertindak?”
“Biarkan aku saja!” Five mengajukan dirinya sendiri. Hal ini membuat seluruh kapten sedikit terkejut. Namun, ketika menggabungkan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Five, mereka semua mengangguk setuju.
Five sendiri memiliki kode yang tetap sama yaitu lima. Dia adalah pengendali tanah, sehingga bahaya maupun hal yang tidak terduga mendekat. Dia dapat mendeteksinya segera.
Hal inilah mengapa para kapten pasukan setuju dengan pengaturan tersebut. Kemudian, Zero memandang ke arah Five dan berkata dengan serius.
“Kalau begitu mulailah berkemas dan ingat. Tugas ini sedikit berat karena melindungi dan juga jika ada seseorang yang tidak dikenali atau memiliki identitas aneh, segera bungkam saja.”
“Dimengerti!” Five menjawab dengan jelas. Dia berbalik dan pergi dari ruang pertemuan.
Zero kemudian memandang ke arah para kapten pasukan sisanya. “Pertemuan berakhir, tugas kalian masihlah tetap sama. Berjaga di sekitar markas dan menyortir barang yang baru tiba.”
“Dimengerti!” Tujuh orang mengangguk bersamaan dengan ucapan tersebut. Selanjutnya, mereka semua berbalik dan pergi dari ruang pertemuan.
Sementara itu, Zero yang melihat semuanya sudah keluar. Dia mulai berpikir, ‘Lebih baik, dalam medan perang. Aku akan pergi bersama dengan sepuluh pasukan.’
Zero mengangguk-angguk dan berbalik pergi dari ruangan pertemuan. Dia akan memantau, akan tetapi dirinya akan membantu ketika pasukan terkena jebakan lawan nantinya.
To be Continued.
Hallo guys, informasi sedikit... Fantasi yang mendatang akan ke tempat sebelah yaitu F.
Sementara NT akan berisi romansa, selepas semua fantasiku di sini telah usai.
See You
__ADS_1