
Silakan Dibaca.
18+ sedikit....
Mendengar penjelasan dari Ryuto, kedua perempuan itu tertegun. Orang di depannya, ternyata benar-benar seorang bajingan. Namun, entah mengapa hal itu hati mereka dapat menerimanya.
“Kamu meniduri, dua pelayanmu?” tanya Sae, ia sendiri ingin melihat. Apakah ini murni keinginan kedua pelayan pribadinya, atau memang keinginan Ryuto sendiri.
“Lebih baik, kalian bicara dengan keduanya. Aku akan pergi mandi terlebih dahulu.” Ryuto mengabaikan pertanyaan Sae. Biarkan ia bertanya kepada para pelayannya agar lebih jelas, dibandingkan dengan dirinya.
Ryuto sendiri berjalan menuju ke kamar mandi, sementara Sae dan Shina saling memandang dan mengangguk bersama. Mereka ingin mengetahui lebih dalam tentang identitas Ryuto tersebut.
Sae dan Shina berjalan ke arah tempat makan. Mereka tertegun ketika melihat pelayan yang begitu cantik hanya memakai celemek saja. Mereka berdua jelas bingung, karena dua pelayan tidak memakai pakaian apa pun.
“Oh, apakah kalian dua tamu yang keluar dari tubuh Tuan Muda. Juga, kaki kalian tidak menapak di lantai, artinya kalian berdua ialah hantu?” tebak Rias dengan cepat. Ia juga melihat ada bayi gemuk yang tengah tertidur di pelukan wanita itu.
“Kamu benar, kami memang hantu. Bisa dibilang roh yang diselamatkan oleh Ryuto. Kalau boleh tahu, siapakah namamu, Nona?” tanya Sae, ia tersenyum dengan lembut.
Rias sedikit tertegun, senyum yang begitu tulus benar-benar jarang ada yang memilikinya. Rias kemudian sadar dan senyum di wajahnya juga merekah. “Namaku Rias, seorang pelayan dari keluarga Akugawa. Lebih tepatnya, pelayan pribadi Tuan Ryuto Akugawa.”
Kedua perempuan tertegun. Baru kali ini mereka berdua mengenal nama keluarga dari Ryuto. Mereka saling memandang dan tersenyum. Kemudian, Sae mulai memperkenalkan dirinya.
“Namaku Sae, aku seorang wanita yang dibunuh Suaminya. Putraku ini juga ia bunuh.” Sae berkata dengan nada lembut, akan tetapi dari nadanya tersebut ada jejak benci dan sedih.
Rias terkejut, bahkan Megu yang datang juga terkejut. Mereka tidak menyangka akan ada suami yang begitu tega membunuh istrinya, bahkan bayi pun tak lepas. Kedua pelayan itu seketika muram, mereka marah dan kasihan kepada Sae tersebut.
__ADS_1
“Kalau begitu, kamu aman di sini. Saudari Sae, jangan khawatir. Kami akan membunuh balik mantan suamimu itu, aku paling tidak senang dengan tindakan di mana menganiaya bayi dan seorang istri!”
Megu mengatakan hal itu, ia kemudian mengingat bahwa ia belum memperkenalkan dirinya. “Maaf, sebelumnya aku bertindak kasar. Namaku ialah Megu, aku pelayan pribadi Ryuto Akugawa.”
“Tidak masalah, Nona-“
“Jangan panggil kami berdua Nona, mulai sekarang kita saudari!” Megu berkata dengan nada tegas. Ia tidak senang dipanggil seperti nona. Ia ingin akrab dengan seseorang yang dibawa oleh tuan mudanya ke rumah nantinya.
Sae tertegun, ia kemudian tersenyum dan mengangguk. Kemudian, pandangan lainnya mulai beralih ke arah Shina berada dan Shina mengetahui hal itu. Ia tersenyum dan mulai memperkenalkan dirinya.
“Namaku Shina, aku mati karena depresi. Pemicunya ialah adikku terkena jebakan seseorang, ia menjadi mainan se*ks oleh orang-orang kaya. Polisi sendiri menghapus kasus tersebut.” Shina ingin menangis, akan tetapi ia tetap tegar.
Rias dan Megu menghampiri Shina, kemudian Rias juga menarik lengang Sae. Mereka berempat saling berpelukan dan Megu berkata, “Kalian sekarang sudah aman. Tuan Muda pasti akan membantu kalian berdua. Begitu juga dengan kami!”
Inilah kehangatan saudari yang tidak bisa dirasakan oleh sembarangan orang. Keempat orang itu melepaskan pelukan masing-masing. Kemudian, mereka duduk di kursi dekat meja makan.
Megu dan Rias saling memandang, keduanya mengangguk tanda tidak masalah. Kemudian, Megu mulai bercerita terkait masalah psikologis Ryuto waktu dulu. Sampai akhirnya sembuh sepenuhnya secara misterius.
Rias sendiri baru pertama kali kerja selepas Ryuto sudah sembuh. Mereka bertiga bermain dan berujung memasuki portal merah. Hal ini membuat Sae dan Shina terkejut, akan tetapi mereka lebih terkejut mendengar bahwa pada saat di portal itulah Megu dan Rias menyerahkan diri sepenuhnya kepada tuan mudanya.
“Kalian sama sekali tidak mengatasi, Ryuto?” tanya Sae dengan pipi yang memerah. Jelas ia malu karena pembahasan mereka sudah menjurus ke arah hal-hal yang dewasa.
“Iya, entah mengapa aku melayang dan tidak sadarkan diri akibat Tuan Muda yang begitu kuat.” Megu berkata dengan wajah memerah. Ia juga sedikit merona karena merasa tubuhnya gatal kembali.
“Tunggu, kalian berdua jangan bilang bahwa kalian keluar?” tanya Shina, melihat ekspresi Megu dan Rias yang sedikit mabuk. Hanya mengingat saja keduanya sudah ingin kembali.
__ADS_1
Shina dan Sae saling memandang dan menelan air liur mereka masing-masing. Jelas bahwa mereka tertarik dan sedikit takut. Namun, mereka belum ada keinginan untuk melakukan hal itu bersama dengan Ryuto, karena tubuhnya masihlah Roh.
“Kalian sedang berbicara apa, juga... Mengapa kalian berdua keluar?” tanya Ryuto, kemudian berjalan ke arah kedua pelayan pribadinya tersebut. Ia kemudian memegang dada kedua pelayannya itu dan menekan puncaknya dengan kuat.
“Ahh!” Megu dan Rias tidak tahan dan ia mengeluarkan berbagai cairan di bawah meja. Shina dan Sae tercengang dengan adegan tersebut, Shina menutupi wajahnya sementara Sae menutupi Sora.
“Ryuto, jangan lakukan di sini. Ada anak kecil.” Sae menegur Ryuto, sementara Ryuto mengangguk dan tersenyum kecil. Kemudian ia duduk di kursinya. Lalu, memandang ke arah kedua pelayan pribadinya.
“Kalian, mandilah... Selepas itu kita makan bersama.” Ryuto berkata dengan ringan, kedua pelayan pribadinya itu mengangguk dan berdiri. Kemudian, berjalan tertatih-tatih menuju ke kamar mandi. Namun, sesuatu di kaki mereka terlihat mengeluarkan cairan yang menetes di lantai.
Shina dan Sae memandang ke arah Ryuto dengan malu. Tindakan barusan benar-benar mengejutkan mereka. Namun, Ryuto terkekeh ringan. Kemudian, ekspresi wajahnya menjadi serius.
“Shina, aku tahu siapa yang menjebak adikmu... Juga, kemungkinan besar adikmu berada di salah satu tempat mainan. Bisa dibilang sebuah Bar, ia dijadikan budak di sana.” Ryuto berkata dengan ringan.
Shina terkejut dan ia melebarkan matanya. Jelas tidak menyangka dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Ryuto. Adiknya dijadikan budak pemuas di bar. Hal ini membuatnya semakin marah.
Namun, ia sendiri penasaran bagaimana Ryuto menemukan lokasinya begitu cepat. Apalagi seseorang yang menjebak adiknya itu. “Ryuto, bagaimana kamu menemukan orang yang menjebak adikku, serta lokasi adikku sekarang?”
“Aku mengetahuinya dari mana, hal itu tidak perlu kamu pikirkan. Namun, kemungkinan besar Bar tempat adikmu berada. Mungkin sudah dihancurkan oleh seseorang.” Ryuto tersenyum penuh akan misterius, hal ini membuat kedua perempuan itu bingung.
Ryuto sendiri mendapatkan seluruh informasi itu berasal dari data yang ia retas. Ia melakukan peretasan ke seluruh CCTV tempat hiburan berada. Selepas menemukan adik Shina berada, ia mengunci seluruh lokasi CCTV di tempat tersebut.
Namun, hal yang menarik ialah sosok berambut emas yang menjulang layaknya singa tengah duduk di depan konter bar. Inilah yang membuat Ryuto memahami siapa orang itu.
‘Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu terlebih dahulu... Sudah berapa lama aku tidak melihatnya, yah... Nasib bar itu mungkin sungguh buruk.’
__ADS_1
To be Continued.