System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 93 - Sebelum Pemusnahan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Memandang ke arah bawah, Ryuto perlahan-lahan mulai turun. Aura membunuhnya juga mulai menyusut ketika melihat sosok yang tengah menjadi mayat di tanah.


Ryuto yang turun, mulai mengerutkan keningnya ketika melihat berbagai mayat tersebut berceceran ke mana-mana. Entah itu kepala, isi, kaki dan tangan. Semuanya menyebar ke seluruh taman.


Apa yang membuatnya bingung adalah mayat tersebut bukanlah milik istrinya. Melainkan berbagai sosok memakai jas hitam dan pakaian hitam. Wajah mereka sendiri terlihat garang daripada lainnya.


“Ini ... Apakah ada seseorang yang membantu istriku?”


Ryuto memiringkan kepalanya, jelas dia bingung mengapa seluruh orang terbunuh begitu sadis. Namun, yang menjadi pikiran Ryuto sekarang di mana istrinya berada.


Ryuto terus melangkah menuju ke mansion. Sampai akhirnya, dia merasakan beberapa kehadiran dan satu kehadiran tengah keluar dari mansion.


Perlahan-lahan kehadiran tersebut mencapai pintu. Detik berikutnya, saat pintu dibuka. Ryuto mendapati sosok anak laki-laki yang dia kenal.


“Ash...”


“Ayah....”


Ash yang membuka pintu seketika tersenyum lebar. Dia melompat sambil berteriak. “Ayah, sudah kembali! Ayah sudah kembali!”


Ryuto tersenyum dan mendekat ke arah Ash. Kemudian, dia menggendong anak laki-laki tersebut. Ryuto yang tengah menggendong Ash, mulai masuk ke dalam mansion.


“Apa yang sebenarnya terjadi, Ash? Apakah seluruh saudara-saudari dan ibumu, baik-baik saja?”


“Ya, tapi ... seluruh Mama terluka.”


Ryuto menyipitkan matanya, kemudian dia bersumpah jika istrinya mengalami luka berat. Keluarga Laserd akan menghilang dari dunia ini. Entah itu orang baik di dalamnya maupun bukan.


Tak butuh waktu lama, Ryuto tiba di kamar yang mana banyak orang di dalam. Dia segera masuk dan akhirnya dapat melihat seluruh istri dan anak-anaknya.


“Aku pulang ....”


“Eh, sayang/ayah!”


Istri dan anak Ryuto tertegun ketika mendengar suaranya. Mereka segera sadar dan mendekat dengan cepat ke arahnya. Kemudian, satu persatu dari mereka mulai memeluk Ryuto.

__ADS_1


“Selamat datang kembali!”


Ryuto membalas pelukan mereka, selepas melihat Ash turun terlebih dahulu. Ryuto juga melirik sebentar ke arah tubuh para istrinya. Dia melihat beberapa luka di sekujur tubuhnya, tetapi tidak mengancam nyawa.


“Sebenarnya apa yang terjadi?”


Selesai berpelukan, Ryuto segera bertanya sambil memandang ke arah seluruh istrinya itu. Para istrinya sendiri saling memandang dan menunduk dengan aneh.


“Mereka datang kemari untuk menghancurkan mansion ini. Mereka mengatakan bahwa mansion ini bukan milik kami, melainkan milik keluarga Laserd.”


“Kemudian, kami diusir dari tempat ini. Namun, kami melawan. Berujung mereka ingin membunuh kami semua.”


“Namun, perlahan-lahan trauma akibat pertempuran sebelumnya itu mulai memudar dan kami membunuh mereka semua. Awal melihat darah ada rasa sendiri dan kami mulai bertarung dengan ceroboh.”


Mendengar kejelasan cerita dari Amy dan Lilia. Ryuto menghela nafas lega. Dia tidak menyangka bahwa akan ada hal seperti itu.


“Jadi, begitu ... lalu, apakah kalian baik-baik saja?”


“Ya, hanya luka gores dan sudah ditutup.”


Lilia dan saudarinya yang lain merasakan perasaan khawatir Ryuto. Mereka sebagai perempuan tahu apa yang membuat suaminya itu begitu khawatir dan cemas.


“Sayang, tenanglah ... kami sekarang baik-baik saja. Hanya luka gores, nanti akan sembuh dengan sendirinya.”


Lilia menenangkan suaminya, dia tidak ingin laki-laki itu khawatir kembali.


Ryuto yang mendengar itu, mengangguk rendah. Kemudian, dia memandang ke arah Lilia dan seluruh istrinya yang lain.


“Lalu, bisakah kalian jelaskan? Siapa yang membantu kalian?”


“Tidak ada yang membantu Ibu, Ayah!” Ash berteriak sambil melompat-lompat. Dia melambaikan tangannya seolah-olah meminta perhatian dari ayahnya tersebut.


Ryuto yang melihat hal itu, segera menatap ke arah putranya itu berada. Dia menaikkan alisnya seolah-olah meminta penjelasan atas apa yang anak itu ucapkan tadi.


Ash tidak terlalu peduli akan tatapan ayahnya, dia kemudian tersenyum dan berkata, “Ayah, Ibu memiliki dan membunuh para penjahat dengan cepat. Dengan pukulan Ibu sendiri, satu penjahat mati segera.”


Ryuto mengerutkan keningnya Ketika mendengar hal itu. Dia tidak terlalu peduli ungkapan itu berasal dari putranya. Bagi Ryuto yang paling membuat dia terkejut adalah istrinya yang dapat membunuh kembali selepas mengalami trauma.

__ADS_1


Ryuto segera memandang ke arah seluruh istrinya. Senyum di wajah perlahan-lahan mulai naik dan suasana hatinya yang buruk kini mulai kembali senang. Meski berita terkait penyerangan itu benar-benar mmebuat dirinya khawatir, akan tetapi kekhawatiran tersebut berganti menjadi kesenangan.


“Aku tidak menyangka kalian dapat mengatasi kekurangan tersebut.”


“Hal itu bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan, Sayang!”


Ryuto tersenyum dan mengangguk, kemudian ekspresinya menjadi serius. “Aku akan menyelesaikan semua ini terlebih dahulu. Kalian istirahatlah karena malam mini, akan menjadi malam yang tidak akan dilupakan oleh seluruh orang di Guika.”


Seluruh perempuan Ryuto memahami apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut. Mereka saling memandang dan mengangguk bersama.


Ryuto yang telah melihat seluruh istrinya baik-baik saja, hatinya kini tenang. Namun amarah tetaplah berkobar. Kali ini target yang akan dirinya ambil adalah keluarga Laserd. Dia tidak akan membiarkan keluarga itu berpijak di Guika.


“Aku akan pergi, nantikan malam hari … juga aku sudah memberitahu beberapa pasukan untuk melindungi tempat ini.”


“Baik, Sayang. Namun, jaga dirimu … aku tahu kamu kuat, akan tetapi mereka termasuk salah satu keluarga Mafia terkenal di dunia ini.”


Ryuto tersenyum ketika mendengar alas an dari istrinya tersebut. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menepuk kepala Amy sebentar. “Dunia ini luas, bahkan Keluarga Laserd hanyalah secuil debu di dunia.”


Amy sedikit terkejut dengan tindakan suaminya tersebut. Dia tidak menyangka akan ucapan laki-laki itu. Namun, Amy tahu bahwa Ryuto tidak mungkin mengatakan hal itu hanya untuk bahan bercanda.


Ryuto melambaikan tangannya dan pergi keluar dari Mansion. Ekspresi wajahnya yang semula tersenyum perlahan-lahan turun dan menjadi datar. Tatapannya dingin dan tajam layaknya elang yang siap untuk menerkam mangsanya.


Tangan yang berada di saku mulai mengeluarkan ponsel dan memcari nomor yang akan dirinya panggil. Dia segera menekan tombol panggil dan orang yang berada di seberang panggilan, mulai mengangkatnya.


Tidak ada suara sampai akhirnya Ryuto membuka suaranya. “Zero, perintahkan beberapa pasukan untuk melindungi Mansion milikku. Kemudian, kumpulkan dua ratus pasukan Bersama dua kapten. Waktunya kita bergerak untuk menunjukkan organisasi kita pada dunia ini!”


Zero yang berada di seberang panggilan, sedikit tertegun. Namun, ekspresinya tetaplah sama tidak berubah. “Dimengerti, Tuan.”


Ryuto menutup panggilan dan dia mulai membuka sayapnya. Kemudian mulai terbang ke langit, lalu melesat cepat menuju ke lokasi cabang Keluarga Laserd yang pertama.


Di sisi lain…


Zero yang mendapatkan perintah segera menghubungi sembilan kapten lainnya. Sekarang sepuluh orang tengah bergabung di satu ruangan. Mereka saling memandang penuh akan tanda tanya, sampai akhirnya Zero membuka pembicaraan terlebih dahulu.


“Darurat dan ini harus segera dilakukan. Tuan Ryuto mengeluarkan misi, dua orang kapten pergi bersama pasukannya menuju ke tempat cabang keluarga Laserd berada. Kali ini kita akan menyingkirkan keluarga Laserd tersebut dari Negara Guika sepenuhnya!”


To be Continued

__ADS_1


__ADS_2