
Silakan Dibaca.
Merlyn memandang ke arah Ryuto, ia mengeluarkan aura yang begitu hitam pekat. Jelas ia mengeluarkan kekuatan sejati yang dirinya miliki.
Ryuto dapat merasakan penindasan tersebut, ia juga membalas dengan energi miliknya. Tak terbatas itu jelas, akan tetapi ia hanya bisa melepaskan sesuai ukuran fisiknya sendiri.
Ryuto melesat ke arah Merlyn, begitu juga sebaliknya. Namun kekuatan Ryuto tetaplah di belakang Merlyn. Tepat saat mereka berbenturan sekali, Ryuto terpental ke belakang beberapa meter.
Boom!
Ryuto memutar tubuhnya, ia sedikit terkejut dan tahu bahwa Merlyn memiliki level di atasnya. ‘Level orang ini benar-benar di atas diriku.’
Ryuto semakin waspada, ia segera menghunuskan pedangnya ke depan. Berbagai bilah angin melesat ke arah Merlyn. Ryuto sendiri menstabilkan berdirinya dan menatap ke arah serangan miliknya.
Merlyn sedikit terkejut dalam hatinya. Bilah angin, jelas itu berunsur elemen angin. Namun, yang membuat dirinya tertegun ialah tuan mudanya mengendalikan elemen tersebut.
‘Apakah aku sedang berhalusinasi? Mengapa tuan muda memiliki elemen angin? Sebelumnya ia menggunakan petir, apakah ia dapat menggunakan dua elemen?’ batin Merlyn.
Mata mistis tuan mudanya sendiri ialah domba bertanduk. Di mana seharusnya, tuan mudanya itu memiliki elemen daun atau tanah. Namun, kali ini menyangkal aturan alam.
Merlyn segera sadar, ia mengeluarkan sepuluh rantai dalam sekejap. Kemudian, ia mengayunkan rantai ke depan dengan cara membabi buta.
“Crazy Chain!” Merlyn mengungkapkan nama tekniknya. Kekuatan rantai sendiri sangat besar, hanya sekali ayunan menghancurkan dinding di sekitar.
Ryuto menyipitkan matanya ketika melihat bilah pedangnya hancur oleh kekuatan rantai tersebut. Ryuto segera menghela nafas, ekspresinya semakin menjadi sengit.
Perasaan bertempur dengan orang yang kuat benar-benar membuat hatinya semakin semangat. Perasaan yang telah lama hilang, kini kembali lagi.
Mata Ryuto memancarkan semangat juang. Energi miliknya meraung dengan keras dan luka yang ia derita menghilang dalam sekejap.
Merlyn yang melihat kecepatan pemulihan yang begitu absurd hanya bisa mengerutkan keningnya. Ia tidak menyangka tuan mudanya benar-benar melebihi dari harapannya.
“Keluarkan seluruhnya, Tuan Muda!” Merlyn berteriak dengan keras, ia menguatkan kekuatannya. Energi miliknya semakin membesar.
Ryuto sudah mencapai puncak dari fisik normalnya. Ia segera memejamkan matanya.
Energi melonjak dalam sekejap, seluruh energi teralih menuju ke mata kirinya.
__ADS_1
Dalam sekejap, aliran waktu di sekitar layaknya melambat. Kemudian, tepat matanya terbuka iris mata hijau mulai terlihat di mata kirinya.
Diiringi dengan suara benturan tulang dan daging. Tubuh Ryuto mulai membengkak, otot-otot saling membesar. Kepala Ryuto sendiri mulai berubah menjadi sosok domba hitam dengan tanduk runcing ke belakang.
Tubuhnya bersisik keras, kakinya elang dan tangannya domba. Sayap membentang luas di punggungnya. Aliran listrik dan angin memberontak dan menyelimuti seluruh tubuh.
Kali ini Ryuto layaknya memakai pakaian perang. Ia memandang tajam ke arah Merlyn yang tengah terkejut memandang dirinya.
Melihat perubahan Ryuto. Yuro dan Kyoka terkejut, mereka segera memandang dengan fokus tinggi ketika melihat perubahan yang ditampilkan putranya.
“Peningkatan kedua, ia memasuki mata mistis tingkat kedua.” Yuro berkata dengan ekspresi terkejut. Ia tidak menyangka putranya sudah memasuki tahap kedua.
“Dia semakin menguat. Sepertinya kekhawatiranku tidak perlu.” Kyoka berkata dengan tenang, meski ia terkejut. Namun, ia segera sadar kembali. Senyuman di wajahnya lebih berseri dari hari-hari normal.
Kembali ke pertempuran, Merlyn segera sadar dan senyum di wajahnya mulai terukir. Ia merasakan kekuatan tuan mudanya semakin meningkat tajam.
“Aku tidak menyangka kamu akan meningkat sebesar ini, Tuan Muda.” Merlyn bergumam pelan, kemudian ekspresinya menjadi serius kembali. Ia tidak bisa bertarung setengah-setengah dengan tuan mudanya itu.
“Crazy chain!” Merlyn mengeluarkan tekniknya kembali. Rantai yang tenang mulai mengamuk dengan gila. Hal ini sebagai bentuk perlindungan Merlyn sendiri.
Ryuto tidak peduli, ia segera menekuk kakinya sedikit. Kemudian, Ryuto meluncur dengan cepat layaknya pegas. Visi miliknya dapat melihat pergerakan rantai yang dimiliki oleh Merlyn.
Boom! Boom! Boom!
Rantai yang sebelumnya berbenturan kini bergerak menembus rantai lainnya. Ryuto terkejut dengan perubahan itu, ia juga merasakan adanya rantai yang mendekat.
Ia segera menghindari. Namun, ada rantai lainnya yang mengincar dengan kecepatan di atas rata-rata. Ryuto mengerutkan keningnya dan ia segera menggunakan kakinya untuk menyerang rantai tersebut.
Namun, apa yang tidak dirinya sangka ialah kakinya melewati rantai dan ia segera di sambut oleh rantai lainnya. Ryuto tidak ada jalan lain selain menerima serangan tersebut.
Boom! Boom! Boom!
Rantai terus menyerang tanpa henti. Suara benturan layaknya meriam yang terus meletus.
Ryuto menerima seluruh serangan tersebut, ia memasuki mode bertahan.
Yuro dan Kyoka terkejut melihat putranya di serang secara brutal. Namun, mereka segera menemukan sesuatu yang aneh tengah terjadi kepada putranya tersebut.
__ADS_1
“Mengapa suara benturan kulit dan rantai, begitu keras?” tanya Kyoka, jelas ia menemukan keanehan tersebut.
“Inilah yang menjadi pertanyaanku. Mengapa serangan tersebut menimbulkan suara ledakan yang begitu keras!” Yuro sendiri tidak mengetahui jawaban yang tepat untuk mengungkapkan apa yang tengah terjadi.
Megu dan Rias sendiri terkejut, mereka terduduk lemas karena tidak tega melihat tuan mudanya di siksa begitu mengerikan.
Di sisi lain, Merlyn menyadari keanehan tersebut. Ia merasakan bahwa tubuh tuan mudanya benar-benar keras layaknya besi. Ia merasa tidak dapat menembusnya sama sekali.
Ryuto yang dalam mode bertahan, seketika matanya memancarkan sinar berbahaya. Ia segera meraih berbagai rantai yang menyerang dirinya.
Kemudian, Ryuto mengeluarkan teriakan burung elang. Kemudian, ia menarik rantai tersebut dengan keras. Di bawah kekuatan Ryuto yang begitu besar, rantai seketika terputus.
Booom!
Merlyn melebarkan matanya, ia menerima serangan balik dari kehancuran rantai tersebut. Merlyn segera memuntahkan darah dalam sekejap.
Ryuto tidak peduli, ia melepaskan cengkeramannya terhadap rantai. Kemudian, sorot matanya menajam dan melesat dengan cepat ke arah Merlyn.
Menyadari kehadiran Ryuto, Merlyn dengan cepat turun ke bawah tanah. Ryuto dengan cepat berputar dan mengayunkan kakinya secara vertikal ke arah tanah.
Boom!
Merlyn terkejut. Namun, serangan Ryuto melewati tubuhnya. Ia segera memanggil rantai miliknya dan mengunci Ryuto dengan erat.
Merlyn melompat mundur beberapa kali selepas menangkap Ryuto. Ia terengah-engah, jelas terkejut dengan daya tahan tuan mudanya tersebut.
“Aku tidak menyangka, staminanya masih ada.” Merlyn berkata dengan suara berat. Jelas ia kelelahan melawan tuan mudanya tersebut.
Ryuto yang dirantai hanya diam, ia memandang ke arah Merlyn dengan aneh. Dalam visinya sendiri ia dapat melihat bahwa pelayan tersebut ada kaitannya dengan ibunya sendiri.
“Sebenarnya kau siapa, pelayan? Mengapa di dalam dirimu terdapat energi yang terkait dengan ibuku?” tanya Ryuto dengan penuh rasa penasaran.
“Juga, hentikan aktingmu yang tidak berguna. Aku sudah melihatnya sendiri bahwa kamu menekan kekuatanmu.” Ryuto berkata dengan ringan selepas melihat adanya sesuatu aliran energi yang tertahan di tubuh pelayan tersebut.
Merlyn yang terduduk lemas, seketika menyeringai. Ia tidak menyangka akan diketahui oleh tuan mudanya itu. Merlyn segera berdiri dan ia tersenyum dengan ringan.
“Kamu bisa melihatnya ternyata, Tuan Muda!”
__ADS_1
To be Continued.