
Silakan Dibaca.
Perlahan-lahan Ryuto mulai bergerak. Tangannya dengan jujur mulai mengarah ke bawah kedua pelayan pribadinya itu. Ia sekarang dapat melakukan sepenuhnya, karena misi yang diberikan ada dua.
Hanya dengan klaim keduanya, ia akan memiliki fisik kebal lelah. Hal itu saja sudah cukup untuk memuaskan kedua perempuan tersebut.
Megu dan Rias tersentak kaget ketika melihat tangan tuan mudanya mulai menjelajah di bagian bawah. Perasaan disentuh, memang nyaman seperti sebelumnya.
Mata keduanya terpejam, menikmati sensasi geli dan aneh. Perasaan itu berbeda dari sebelumnya, sehingga membuat keduanya ingin mengeluarkan cairan tiba-tiba.
“Tuan...” Megu berkata dengan lirih, jelas ia tidak tahan dan ingin mengeluarkan cairan tersebut. Namun, Ryuto menyeringai. Permainan tangannya berganti menjadi lebih cepat.
Megu tersentak, bahkan Rias menggeliat dengan hebat. Dua orang segera menegakkan pinggangnya dan berteriak bersama. “Keluar!!”
Dua cairan keluar dari tubuh kedua perempuan itu, membasahi api yang masih menyala di depannya. Mereka berdua terengah-engah, wajahnya memerah.
Ryuto menyeringai dan akhirnya, ia menarik kedua perempuan itu ke dalam tenda. Malam semakin liar, di tambah sepinya pegunungan, membuat suara teriakan kedua perempuan semakin menjadi.
***
Matahari mulai terbit dari ufuk timur. Menyinari pegunungan yang terdapat satu tenda besar. Tenda itu sendiri ditempati oleh tiga orang yang sedang tidur tanpa busana apa pun.
Satu laki-laki yang memiliki wajah damai, dua perempuan memiliki ekspresi puas. Ketiga orang itu ialah Ryuto, Megu dan Rias.
Ketiganya telah melakukan hubungan badan selama semalam. Alhasil jelas, Ryuto membuat kedua pelayan pribadinya menjadi gila dan liar. Bekas pertempuran mereka hampir memenuhi tenda.
Tak butuh waktu lama, Ryuto terbangun karena suara notifikasi sistem yang berada di benaknya.
[Misi khusus telah selesai]
[- Selamat, Tuan mendapatkan Fisik Tanpa Lelah. (Telah diklaim.)]
[- Selamat, Tuan mendapatkan Ramuan Peningkatan.]
Perlahan-lahan mata mulai terbuka, Ryuto mengedipkan berkali-kali dan akhirnya ia mulai sadar. Tidak ada sama sekali lelah yang ia rasakan, entah itu lelah secara fisik maupun mental.
__ADS_1
‘Fisik tanpa lelah ini... Apakah rasa sakit yang aku derita semalam?’ batin Ryuto, ia sebenarnya merasakan sesuatu yang kuat menghancurkan seluruh tubuhnya dalam permainan semalam.
Ryuto terburu-buru mengklaim hadiahnya, sehingga tepat saat rasa sakit seperti diremukkan muncul. Megu dan Rias mulai semakin liar dan keduanya tidak peduli akan rasa sakit yang diderita oleh Ryuto.
Mengepalkan tangannya, Ryuto dapat merasakan bahwa ia bisa melakukan pelatihan tanpa batas. Entah mengapa, hal ini jelas membuat dirinya tersenyum senang.
‘Sistem, Fisik Tanpa Lelah ini apakah ada batas?’
[Sebenarnya, tidak ada Tuan. Fisik Tanpa Lelah sendiri ialah fisik yang dimiliki oleh makhluk asing. Fisik ini kuat, karena dapat menghilangkan kelelahan yang dialami tubuh.]
‘Lalu, apakah ada tahapan?’
[Tidak ada, Tuan. Fisik Tanpa Lelah sendiri sudah mencapai batas tahapan.]
Ryuto memikirkan kembali, kemudian ia menyadari ada sesuatu yang salah dengan perkataan sistem sebelumnya.
‘Sistem, apa makhluk asing itu? Apakah sejenis Alien yang terdapat di Dunia Bawah?’
[Hampir, Tuan. Namun, Makhluk Asing lebih kuat daripada Alien sendiri. Keberadaan mereka sangatlah rumit untuk diketahui. Tuan, harus meningkatkan sistem untuk dapat melihat lokasinya.]
“Pagi, kalian berdua!” sapa Ryuto kepada kedua pelayan pribadinya.
Megu dan Rias, memandang ke arah tuan mudanya, mereka linglung sesaat sebelum berbagai kenangan malam hari melintas di benaknya.
Tepat saat kenangan selesai menyatu. Mereka berdua terkejut dan wajahnya memerah. Keduanya tidak menyangka akan bermain begitu liar, apalagi tuan mudanya dapat memuaskan diri mereka masing-masing.
Ryuto tidak menerima sapaan balik. Namun, dirinya segera memakai pakaian dan keluar dari tenda. Ia ingin menyiapkan makanan tertentu agar energi mereka kembali lagi.
Megu dan Rias masih dalam keadaan terkejut, mereka segera sadar ketika rasa sakit kuat terasa di bagian kaki mereka. Jelas ini baru, karena mereka belum pernah mendapatkan perasaan sakit tersebut.
“Tuan muda, apakah benar-benar berubah? Ia meniduri kita sampai kita pingsan!” kata Megu, ia masih tidak menyangka bahwa tuan mudanya yang tidak dapat bertahan lama, apalagi selalu keluar hanya dalam tiga-lima detik saja, kini berubah menjadi berbeda.
“Apakah kamu yakin, Megu?” tanya Rias, ia sebenarnya baru dan ia belum benar-benar mengenal tuan mudanya tersebut. Ia hanya mengetahui bahwa tuan mudanya over dalam hubungan dan tidak bisa bertahan lama.
Megu mengangguk, kemudian ia berkata, “Aku selalu yang menjadi teman untuk bermain, ketika dulu. Namun semenjak keanehan Tuan Muda, ia jarang meminta hal aneh.”
__ADS_1
Rias tertegun, ia kemudian mengangguk dan menatap ke arah bawah. Segel yang telah ia jaga selama ini, benar-benar dihancurkan oleh binatang buas.
Megu sendiri tidak terlalu peduli, ia sudah kehilangan segel semenjak dulu bersama dengan tuan mudanya. Megu tidak kecewa, melainkan karena hilangnya segel, ia dapat semakin dekat dengan tuan mudanya.
Rias sebenarnya tidak terlalu peduli, terlebih ia senang karena hal terpenting miliknya, diambil oleh tuan mudanya. Rias sendiri menyukai tuan mudanya semenjak mendapatkan harta air sebelumnya.
Di sisi lain, Ryuto mulai membuat makanan. Ia dengan cepat memasukkan bahan-bahan yang diperlukan. Kemudian, api mulai dinyalakan dan Ryuto mengeluarkan daging kelinci yang didapat saat perjalanan menuju ke gunung.
Ryuto terus memasak dengan cepat dan rapi. Ia juga menyiapkan wadah tiga, kemudian tak butuh waktu lama dua pelayan pribadinya keluar dengan langkah aneh.
Ryuto menyipitkan matanya dan senyum di wajahnya terukir jelas. Ia kemudian berkata, “Duduklah, makanan akan segera siap.”
Megu dan Rias tidak banyak berbicara, mereka mengangguk dengan patuh, lalu duduk di tempat yang sudah disediakan. Kedua pelayan pribadi itu bingung karena pelayan yang seharusnya melayani, mengapa sekarang mereka dilayani.
Namun, pikiran mereka segera hilang ketika dua piring berisi nasi dan lauk berupa daging yang sudah dipotong tersaji di depan mereka. Aroma yang begitu menggoda, benar-benar membuat keduanya tidak tahan.
Megu dan Rias tanpa berbicara apa pun, mereka segera menyantap makanan tersebut. Keduanya tidak pernah melihat makanan yang begitu kaya dan sangat lezat.
Apa yang dibuat oleh Ryuto ialah Kari. Makanan ini ialah makanan yang paling disukainya, entah berada di dunia mana pun, ia tidak akan puas makan tanpa adanya Kari.
Tak butuh waktu lama, untuk ketiganya menyelesaikan makan. Ryuto sendiri segera mengumpulkan bekas wadah tersebut, lalu membuangnya ke dalam penyimpanan.
Selepas itu, Ryuto melihat Megu dan Rias yang sudah pulih dari keadaan tidak sehatnya. Kemudian, ia tersenyum dan berkata, “Mari kita berkemas, waktunya untuk melanjutkan perjalanan menuju ke balik gunung.”
Megu dan Rias memandang ke arah Ryuto, keduanya mengangguk dengan penuh semangat.
Tenda yang besar, kini sudah dikemas. Kemudian, ketiganya melangkah menuju ke sisi lain pegunungan. Tak butuh waktu lama mereka sudah berada di ujung sisi lain gunung.
Mereka melihat, sesuatu yang belum pernah keduanya lihat. Permukaan biru yang begitu mencekam dan dalam. Luasnya bahkan melebihi dari daratan.
Ryuto yang melihat itu memiliki senyum lebar di wajahnya, ia kemudian berkata dengan nada yang sangat penuh akan semangat.
“Lautan luas!!”
To be Continued.
__ADS_1