System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 57 - Kecurigaan Megu Dan Rias


__ADS_3

Silakan Dibaca


"Lantas, mengapa Tuan Muda berkata bahwa ia tengah menjenguk putranya itu!"


Mendengar kalimat tersebut, Megu melebarkan matanya. Ia jelas-jelas tahu bahwa tuan mudanya sama sekali belum memiliki istri. Lantas itu putra siapa yang diakui oleh tuan mudanya itu.


"Rias, beritahu aku lokasi rumah sakit tempatmu berada. Aku akan kesana dalam sekejap."


Megu segera bertindak, ia harus melihat siapa istri tuan mudanya itu. Bahkan Nyonya sendiri tidak tahu, hal inilah yang membuat Megu serius.


'Tuan muda, apakah Anda menyimpan sesuatu yang tidak ingin kami ketahui?'


Megu berpikir dengan jelas, ia sendiri memahami bagaimana tuan mudanya sering memikul sesuatu beban berat sendirian, hal ini tidak boleh lagi.


"Kami ada di Rumah Sakit Guika. Sebelumnya ada serangan dari Keluarga kaya Argon. Namun, sekarang sudah diselesaikan oleh Tuan Muda."


Rias menjelaskan situasi sebelumnya. Sementara Megu yang tengah bersiap-siap tertegun sesaat, ia tidak mengenal keluarga Argon. Namun, memprovokasi tuan mudanya bukanlah akhir yang mudah.


"Tunggu aku saja di sana, ini aku masih berjalan menuju ke tempatmu berada."


Megu memberitahu posisinya sekarang, agar Rias segera tenang. Jika tidak begitu, Megu takut bahwa Rias bertindak sesuatu yang akan menimbulkan bahaya bagi diri mereka masing-masing.


Rias yang menyudahi panggilan, segera mengangguk kepada Reina. Keduanya duduk di luar dan Rias mengajari Reina beberapa hal tentang pelayan pribadi Ryuto.


Di sisi lain, Megu yang telah selesai bersiap mulai berjalan keluar dari penginapan. Ia segera mencapai tempat mobil terparkir, meski itu mobil penginapan, ia sudah meminjam kuncinya.


Megu menyalakan mobil dan melesat menuju ke arah rumah sakit berada. Jalanan malam sendiri sangat sepi, sehingga Megu tidak terlalu mengurangi banyak kecepatan.


Hanya beberapa menit saja untuk tiba di Rumah Sakit Guika. Ia melihat ke arah area parkir dan memarkirkan mobilnya itu.


Megu mengambil ponselnya dan memanggil Rias. Panggilan keduanya terhubung, kemudian Megu bertanya, "Kamu berada di mana? Aku sudan di tempat parkir."


Rias mendengar hal itu, segera menjawab, "Datang saja dan tanyakan ruangan Nora. Kami berada di depan ruangan, sementara ruang Tuan Muda di sebelah."


"Baiklah." Megu menutup panggilan dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Di saat ia tiba di dalam, ia melihat banyak kursi yang di mana terdapat beberapa pasien dan penjenguk saja. Megu segera memusatkan perhatian ke arah konter.

__ADS_1


Ia berjalan menuju ke konter tersebut. Kemudian, tiba di sana, ia bertanya kepada Resepsionis yang bertugas malam hari.


"Permisi, apakah saya boleh bertanya tentang ruangan tempat Nora di rawat?" Megu bertanya dengan ramah, kemudian Resepsionis memandang ke arah Megu.


"Baik, kak. Tunggu sebentar," jawab Resepsionis, kemudian memilah buku pasien. Hanya butuh beberapa detik untuk menemukan nama Nora.


"Ia berada di ruang 45." Resepsionis memberitahu ruangan Nora tersebut. Kemudian, Megu mengangguk dan berkata dengan tulus.


"Terima kasih!"


"Tidak masalah," jawab Resepsionis ringan dan sopan. Megu kemudian berjalan menuju ke arah ruang tersebut berada.


Tak butuh waktu lama, untuk Megu menemukan Rias dan seseorang perempuan saling berbicara satu sama lain.


Megu menaikkan alisnya ketika mendengar kalimat Rias terkait dengan pekerjaan pelayan pribadi tuan muda.


"Rias..." Megu berkata dengan jelas, Rias yang mendengar suara itu segera berhenti dan berbalik. Ia tersenyum ketika melihat Megu yang tengah melangkah ke arahnya.


"Megu..." Rias berdiri dan ia memandang ke arah rekannya itu dengan senyum penuh arti.


Megu datang dan memeluk ke arah Rias. Keduanya sudah seperti saudara, bahkan Reina sendiri sedikit terkejut melihat keduanya itu yang hampir mirip dengannya.


"Sebenarnya ini, adalah adikku. Ia kutinggalkan pergi menuju ke Negara seberang. Juga, aku merasa bersalah akibat hal itu." Rias memberikan penjelasan terkait Reina.


"Oh, juga... Namanya ialah Reina, ia akan menjadi pelayan pribadi sama dengan kita. Aku tidak memberitahukan hal itu, karena ini begitu mendadak."


Megu mengangguk, ia kemudian memandang tajam ke arah ruangan yang berada di sebelah tempat dirinya berdiri.


"Apakah Tuan Muda berada di sana?" Megu bertanya dengan nada rendah.


Rias mendengar itu mengangguk dan menjawab, "Ya, mari kita ke sana. Reina sudah memahami tata cara menjadi pelayan pribadi. Jadi sudah waktunya untuk pergi ke tempat Tuan Muda berada."


Megu mengangguk dan memandang ke arah Reina, ia tersenyum sambil memberikan uluran tangan. "Namaku Megu, kamu bisa memanggilku Megu."


"Baik, Kak Megu." Reina segera menerima uluran tangan tersebut. Ia tidak ingin dilihat buruk di depan seniornya itu.


Keduanya melepaskan pegangan tangan, lalu berjalan menuju ke tempat Ryuto berada. Awalnya mereka memandang ke kaca dan Megu mengerutkan keningnya.

__ADS_1


'Kak Sae dan Kak Shina? Mengapa mereka begitu dekat dengan wanita cantik itu. Bentar, apakah wanita itu ialah istri Tuan Muda?'


Megu benar-benar syok melihat wajah dari istri tuan mudanya. Jelas meski, ia wanita akan tetapi tetap saja sangatlah cantik.


Megu sedikit kurang percaya diri, berbeda dengan tampang sebelumnya. Namun, ia segera mengabaikan hal itu, karena tujuannya ialah memastikan wanita itu.


"Kami masuk, Tuan Muda." Rias berkata dan membuka pintu ruang tempat Ryuto sekarang berada.


Ryuto yang berada di dalam ruangan, tengah memandang ke arah putranya itu. Kemudian, ia menatap ke arah pintu yang terbuka.


Ryuto mengerutkan keningnya ketika melihat Megu yang berada di antara Rias dan Reina. Ia jelas bingung mengapa pelayan pribadi satunya itu juga ada di rumah sakit.


"Megu, bukankah kamu berada di penginapan? Bagaimana bisa berada di sini?" Ryuto bertanya dengan serius, sorot matanya tertuju ke arah pelayan pribadinya itu.


"Tuan Muda, aku datang kemari karena mendengar bahwa Anda memiliki anak. Jelas hal ini, sedikit membuatku curiga. Siapa sebenarnya Anda, Tuan Muda?"


Megu dapat melihat sekilas, tentang tuan mudanya itu. Mengapa Megu sedikit kurang nyaman. Hal ini karena ia merasa bahwa tuan mudanya masih belum mempercayai dirinya dan Rias.


Hal inilah yang membuat nilai cinta mereka hanya sampai sembilan puluh persan, tidak sampai seratus persen.


Ryuto tertegun, memang ia merasa bahwa Megu dan Rias tulus kepadanya. Namun, ia sekarang memahami. Apa yang menghalangi ketulusan mereka.


"Cintai aku dengan tulus, tanpa ada beban apa pun... Nanti kamu akan mengerti. Hal ini karena hanya orang-orang mencintaiku sepenuhnya, yang akan mengetahui tentangku."


Ryuto mengatakan dengan nada serius, akan tetapi ia tersenyum. Rias dan Megu saling memandang kemudian, mereka mendengar suara Sae.


"Dengan kalian tulus terhadap, sayang. Kamu akan mengerti, siapa dia dan apa tujuannya." Sae berkata dengan ringkas, ia tersenyum penuh arti.


Namun, Megu dan Rias lebih terkejut ketika mendengar Sae memanggil Ryuto dengan 'sayang'. Kemudian, keduanya memandang ke arah Shina dan mengangguk.


Megu dan Rias menghela nafas ringan, kemudian ia mulai menghilangkan pikiran buruk terkait dengan tuan mudanya. Keduanya saling membayangkan kenyamanan dan berbagai hal dari tuan mudanya.


Selepas itu, layaknya bilah bar yang sudah memenuhi pengisian. Megu dan Rias merasakan adanya cahaya putih melesat ke arah masing-masing.


Gambaran Ryuto dalam berjuang dan sebagai halnya terkait dunia pertama, membuat Megu dan Rias terkejut, teeutama Megu sendiri.


'Jadi, selama ini..."

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2