
Silakan Dibaca.
Bar Shine, ialah bar yang memiliki tiga lantai. Bar ini dimiliki oleh keluarga kaya, yaitu keluarga Wany. Bar ini juga merupakan tempat inti beberapa kekuatan yang dimiliki keluarga Wany.
Di dalam bar tersebut, duduk berbagai orang. Namun, yang paling mencolok ialah salah seorang duduk di bangku bar sambil minum sebotol bir yang memiliki tulisan Vodka. Namun, Vodka yang ia minum sedikit lebih kuat dibandingkan Vodka normal.
Sosok pria itu memiliki rambut emas, juga ia memiliki jenggot yang berwarna emas. Jika dilihat, tampang dari pria ini layaknya seekor singa. Rambutnya saja memanjang ke belakang dan halus.
Tubuhnya jelas besar, ia memakai pakaian santai. Seluruh otot-ototnya mengerikan, ia memiliki iris mata hitam. Di sisinya terdapat perempuan yang begitu cantik, banyak yang menatap sosoknya terus menerus.
Namun, hal ini sama sekali tidak membuatnya tidak nyaman. Ia sudah terbiasa di lirik berbagai pria me*sum. Dua orang ini ialah sosok yang telah melakukan perjalanan dari tengah lautan sebelumnya.
“Sayang, mengapa kita ke mari?” tanya Cindy, ia adalah perempuan yang memiliki tubuh langsing dan bagian dada serta pinggulnya besar. Ia adalah pasangan dari sosok orang layaknya singa tersebut.
“Yah, aku ingin mencari sese-“ belum sempat pria itu menyelesaikan kalimatnya. Ada orang yang terlihat tua dengan tampilan cab*ul. Ia mendekat ke arah Cindy, tangannya yang nakal bergerak mencoba mengalungkan ke lehernya.
Namun, belum sempat tangan meraih tubuh Cindy. Pria yang memiliki rambut layaknya singa itu, menggenggam tangannya dengan erat. Ia menyeringai dan menguatkan pegangannya.
“Arhh!” Teriak pria ca*bul tersebut. Seluruh orang berdiri ketika mendengar teriakan tersebut. Ia memandang ke arah tangannya yang digenggam, perasaan tulang remuk benar-benar mengerikan.
Ia meronta-ronta mencoba untuk keluar dari genggaman pria bersurai emas tersebut. Pria ca*bul melompat-lompat, sambil berteriak,” Tolong lepaskan tanganku!”
Brsh!
Tangan pria ca*bul tersebut terputus. Sehingga, pria itu terpental ke belakang akibat ia menarik sebelumnya. Kini rasa sakit di tangannya benar-benar mengerikan, ia berguling-guling mencoba untuk mengurangi kesakitan.
“Tuan, apa yang telah kamu...” belum sempat pria yang layaknya pelayan menyelesaikan kalimatnya. Pria yang memiliki rambut seperti singa, mengepalkan tangannya dan petir biru melapisi tangannya. Kemudian, berayun keras ke arah pria itu.
Booom!
Cindy yang melihat itu hanya menghela nafas, ia melihat minuman yang dirinya akan minum tersebut. Ia mengerutkan keningnya ketika melihat adanya larutan di dalamnya.
__ADS_1
Cindy dalam sekejap muram, ia kemudian memandang ke arah bar tender. Selepas itu, minuman miliknya itu ia layangkan ke arah pria yang menjadi bar tender tersebut dengan keras.
Pyarr!
Seluruh bar tertegun dengan dua kejadian tersebut. Para orang-orang yang termasuk penjaga bar berdiri dengan marah. “Bajingan! Apakah kalian tahu dengan yang kalian lakukan, Ha!”
Namun, bukanlah jawaban yang ia dapatkan. Melainkan kursi terbang yang melesat ke arahnya. Orang itu terkejut dan berbenturan dengan kursi tersebut. Siapa yang melemparnya, itu jelas sang pelempar ialah pria yang memiliki rambut seperti singa.
“Cohza, Bar ini busuk!” Cindy berkata dengan nada penuh akan amarah. Kemudian, ia mengambil Vodka yang menjadi minuman pasangannya itu. “Mari kita hancurkan, Bar ini!”
Cohza Akura, itu benar pria yang memiliki rambut layaknya singa ialah Cohza. Rival Ryuto semenjak berada di dunia pertama. Cohza sendiri sudah bertahun-tahun di Dunia kedua. Ia mencari Ryuto, akan tetapi tidak menemukan batang hidungnya sama sekali.
Namun, kali ini firasatnya mengatakan bahwa Ryuto berada di Guika. Namun, ia tidak menyangka akan ada orang yang menyinggungnya di tempat dirinya tengah tenang.
“Cindy, kamu hanya duduk saja. Aku akan menghancurkan bar ini! Kalian semua, majulah dan kalahkan aku!” Raung Cohza dengan keras. Ia juga tidak diam, melainkan melesat dan menggapai salah satu kepala seseorang.
Booom!
“Semuanya, segera bunuh orang ini!” teriak berbagai penjaga dengan panik, mereka memiliki tubuh kekar. Namun, dibandingkan Cohza. Mereka hanyalah ayam yang bertemu dengan Naga.
Satu kali pukulan Cohza, membuat lima orang terbang dan membentur dinding dengan keras. Cindy sendiri tidak peduli, ia mengambil berbagai minuman keras yang dimiliki oleh bar tersebut.
Baginya sayang untuk dihancurkan, sehingga ia menyimpannya langsung di cincin ruang. Cindy mengambil satu botol dan meminumnya dengan senyum ringan. Namun, ia juga melihat ada beberapa orang yang mendekat.
Cindy sama sekali tidak takut, ia hanya menghabiskan minuman kerasnya. Lalu, membanting botolnya dengan keras dan botol menjadi pecah, membuat botol menjadi lebih tajam.
Cindy berdiri di konter bar. Kemudian, melompat dan menancapkan pecahan botol tersebut ke arah kepala salah satu orang yang mengepungnya. Detik berikutnya, Cindy menendang kepala orang lain dengan keras.
Cohza sendiri terus mengayunkan kepalan tangannya. Kecepatan ayunan, tidak bisa diremehkan. Dua puluh orang terbang ke belakang dengan kuat, kemudian membentur ke arah dinding.
Booom!
__ADS_1
Dinding yang mendapatkan benturan terus-menerus mulai bergoyang dan berbagai orang yang berada di lantai dua dan tiga, mulai panik terutama adik dari Shina. Ia tengah melayani seseorang dan kejadian tersebut benar-benar membuatnya panik.
Namun, ia tidak bisa melarikan diri karena orang yang dia layani menamparnya ke tanah dan mengunci ruangan tersebut. Sherena terduduk dengan lemas dan ia tidak berdaya sekarang.
“Kakak...” gumaman pelan Sherena penuh akan kesedihan, ia mengalami siksaan dan berbagi hal. Ia juga tahu bahwa kakaknya bunuh diri akibat tidak bisa menahan beban yang ia dapatkan.
Sherena sedih jelas ini salah dirinya, akibat dirinyalah kakak tercinta meninggal. Sherena terisak tangis, akan tetapi saat ia tidak berdaya pintu dibuka dengan paksa dan saat pintu terbuka, sosok perempuan melintas ke arahnya.
“Tenang, kamu yang terakhir. Mari ikut aku, kamu sekarang dapat hidup dengan normal kembali.” Sosok perempuan yang tak lain Cindy berkata dengan nada lembut. Namun, ia melihat bahwa perempuan di depannya itu tidak dapat bergerak.
“Tetap diamlah!” pinta Cindy, kemudian ia memandang ke arah luar jendela. Namun, detik berikutnya. Jendela dalam sekejap hancur akibat pukulan keras yang ia lontarkan.
Cindy segera meraih Sherena, ia menggendongnya turun ke bawah. Namun, keduanya tidak tahu bahwa di salah satu gedung dekat tempat tersebut ada satu orang yang tengah berdiri diam di sana menggunakan jaket.
Ia menutup diri, kemudian turun ke bawah gedung. Jelas ia hanya turun, akan tetapi ia turun mengeluarkan sepasang sayap elang. Itu benar, ia adalah Ryuto. Selepas makan dengan seluruh orang. Dirinya keluar menuju ke bar.
Perjalanan tidak banyak waktu, karena tempat penginapan dekat dengan bar tersebut. Ryu hanya butuh dua detik untuk melihat awal kekacauan tersebut.
Melihat bahwa Sherena di selamatkan oleh perempuan Cohza. Ia segera turun dan mulai berjalan dengan ringan ke arah bar. Memang sebagian telah diselesaikan, akan tetapi tiga gedung dekat bar ialah markas aslinya.
“Selepas sekian lama, akankah dia mengenaliku?”
To be Continued.
Promosi :
Napen : Oktiyan.
Judul: Pengantar Box Jutawan.
__ADS_1
Blurb : Tidak Ada.