
Silakan Dibaca.
Ryuto yang tengah memeluk Nanami, segera merasakan keberadaan di bawah. Namun, ia tidak bergerak dan menunggu sosok tersebut bergerak ke lantai atas.
Lelaki itu sama sekali tidak menaruh waspada kepada sosok tersebut. Hal ini karena orang yang datang ialah para istrinya.
Tak butuh waktu lama, pintu ruangan terbuka dengan keras. Namun, hal ini sama sekali tidak mengganggu Nanami yang tengah tertidur di pelukan Ryuto.
"Nanami!" Para perempuan berteriak bersama. Namun, ketika mereka melihat sosok suaminya tengah memeluk seorang perempuan. Satu persatu dari mereka saling memandang.
"Sayang, bagaimana keadaan Saudari Nanami?" Sasha yang pertama sadar, segera menghampiri suaminya. Kemudian, ia menatap ke arah perempuan yang terbaring di pelukan lelaki itu.
"Dia tidak apa-apa, hanya saja. Entah mengapa, dirinya terlihat seperti seseorang yang terus menjaga diri dari tidurnya."
Ryuto menjawab pertanyaan dari istrinya tersebut. Ia sama sekali tidak menutupi hasil pengamatan sebelumnya.
Mendengar bahwa saudarinya baik-baik saja, Sasha menghela nafas lega. Kemudian, ia duduk di dekat Ryuto dan Nanami. Sementara perempuan lainnya juga mendekat dan duduk di sebelahnya.
Lilia sendiri duduk bersama Amy, mereka tengah membahas sesuatu dan saling mengangguk bersama. Entah apa yang mereka bahas, kemungkinan besar akan berpengaruh untuk seluruh saudarinya nanti.
Beberapa menit telah berlalu. Mereka masih setia duduk di sana, akan tetapi sesuatu tengah terjadi di luar. Di mana para preman di bawa oleh sekelompok orang yang merupakan bagian dari Kelompok Chrono.
Seratus orang yang ditumbangkan oleh para perempuan diangkut ke dalam markas. Meski semuanya mati, akan tetapi ada manfaat tertentu lainnya.
Melihat kepergian seluruh anggota Kelompok Chrono. Ryuto segera melakukan Cek In lokasi. Ia sebelumnya sudah cek in di tempat Sasha dan mendapatkan sesuatu yang bagus.
[Selamat, Tuan Rumah telah melakukan Cek In Lokasi : Dojo Sakando.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Seratus Assasin yang memiliki kemampuan menyusup.]
[Selamat, Tuan Rumah telah melakukan Cek In lokasi : Perumahan Elit, Namkan.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Gelar Khusus : Penikmat Harem.]
[Penikmat Harem.]
[Pasif : Meningkatkan perasaan suka para perempuan. Apa yang kamu minta akan dituruti oleh para perempuan tersebut.]
__ADS_1
Ryuto yang menerima gelar khusus, seketika mengerutkan keningnya. Jelas ia tidak paham maksud dari sistem tersebut, mengapa memberikan kemampuan yang begitu aneh.
Meski sedikit enggan, Ryuto tetap menerima kemampuan tersebut. Kemudian, ia mulai merasakan perubahan dalam dirinya. Bahkan para perempuan di sekitarnya teraebut segera memperhatikan keanehan itu.
"Sayang, mengapa kamu sedikit berbeda dari biasanya?" Shina yang berada di dekat Ryuto bertanya dengan ekspresi imut dan wajah yang sedikit memerah entah mengapa.
Ryuto yang mendengar dan melihat reaksi Shina, seketika mengerut. Namun, ia paham bahwa efek dari gelar yang dirinya miliki benar-benar mengejutkan.
"Apakah begitu? Mungkin karena kalian semakin mencintai diriku, sehingga kalian menatapku dengan tatapan berbeda."
Mendengar hal itu, para perempuan segera memerah. Jelas ucapan suaminya begitu manis di hati mereka masing-masing. Bahkan Lilia yang sudah terbiasa dengan suaminya itu, tetap tidak bisa menahan perasaan manis tersebut.
Ryuto tersenyum melihat semua perempuannya memerah. Bahkan jika dia memakai topeng pun, itu juga percuma karena gelar merupakan hal pasif dan tidak terpengaruh oleh penghalang apapun.
'Apakah pasif ini hanya berguna untuk bersenang-senang saja? Sistem tidak mungkin memberikan keterampilan yang hanya digunakan sia-sia seperti ini.'
Ryuto paling mengetahui tentang sistem. Bagaimanapun juga, tidak mungkin sistemnya hanya memberikan sesuatu tanpa maksud apapun.
Ryuto terus berpikir, sampai akhirnya sesuatu di dalam pelukannya bergerak secara pelan. Lelaki itu sedikit terkejut, akan tetapi ketika ia menatap ke bawah, ia menemukan bahwa sosok perempuan telah bangun dari tidurnya.
Perempuan itu memandang ke arah lelakj yang tengah memeluknya. Jika, selain laki-laki tersebut, pasti sudah akan dibunuh olehnya. Namun, untuk sosok pria di hadapannya ini berbeda.
"Sayang, aku merindukanmu!" Nanami memeluk erat dan tangisnya sendiri pecah. Ia yang dijuluki Red Scarlet, kini menangis bagaikan anak kecil di pelukan Ryuto.
Para perempuan lainnya yang melihat itu tahu, bahwa Nanami benar-benar merasa putus asa dan khawatir akan sesuatu yang dialami mereka satu persatu selepas meninggal.
Ryuto sendiri membelai punggung perempuan tersebut, agar segera merasa nyaman.
Nanami yang sudah mencurahkan seluruh keluh kesah dirinya. Perlahan mulai memperhatikan suaminya. Ia sedikit terkejut karena aura lelaki itu berbeda dari sebelumnya.
Jantung Nanami berdetak kencang dan wajahnya perlahan-lahan mulai memerah. Ia jelas tak kuasa melihat suaminya yang begitu tampan dan tampak nyaman.
"Baiklah, kali ini sudah terkumpul delapan ditambah lima orang baru. Saudari sisanya berada di wilayah kedua. Apakah kamu tahu lokasi itu?"
Mendengar ucapan suaminya, Nanami mengetahui satu hal. Ia memandang ke arah para saudarinya yang lain dan ia akhirnya memahami bahwa tidak semua ada di tempat.
"Jadi, selepas kami meninggal. Jiwa kita ditransfer ke dunia kedua menjadi seseorang yang paling menyedihkan, begitukah?"
__ADS_1
Nanami yang penuh pertanyaan kini mengangguk paham selepas dijelaskan oleh para saudarinya tersebut. Begitu penjelasan selesai, ia memandang ke arah suaminya.
Ryuto sendiri tersenyum canggung mengetahui bahwa dirinya ditatap tajam oleh Nanami tersebut.
"Ada apa, Sayang?" Lelaki itu tidak bisa untuk tidak bertanya. Ia sendiri sudah mengakui kesalahan karena telah meninggalkan seluruh istrinya tersebut.
"Tidak ada, hanya saja apakah kamu tidak mengetahui akan hal itu? Sesuatu tentang reinkarnasi keluarga Kurokami?" Nanami menjawab sambil bertanya ringan.
Ryuto yang mendengar itu seketika tertegun. Kemudian, ia mengangguk dengan ringan. "Ya, aku sama sekali tidak mengetahui bahwa reinkarnasi Keluarga Kurokami akan buruk, jika tidak berjuang."
Nanami sendiri mengangguk, memang ia sebelumnya mengalami pengalaman buruk dan akhirnya terjun ke dunia bawah, lalu melakukan pembunuhan segera.
Perempuan itu memejamkan mata, kemudian menghela nafas sedikit panjang. "Aku mengerti, lalu kita akan pergi ke wilayah kedua. Namun, aku sarankan untuk hati-hati di wilayah ini terutama untukmu, Sayang."
Ryuto mengerutkan keningnya, ia tidak mengetahui apa yang dimaksud istrinya tersebut.
Melihat ekspresi lelaki itu, Nanami tersenyum dan berkata, "Entah itu baik atau tidak untukmu. Namun, di sana banyak ibu-ibu muda yang ditinggal suami mereka masing-masing."
Mendengar hal itu, tentu seluruh perempuan mengubah ekspresi mereka. Ryuto juga sama, ia tidak menyangka akan ada hal seperti itu.
"Wilayah ini 80% perempuan dan 20% laki-laki. Juga, laki-laki di tempat ini di pandang rendah karena tidak memuaskan mereka sama sekali. Jika ada yang bisa memuaskan satu orang saja, juga merupakan bencana."
Ryuto memahami hal itu. Namun, baginya yang dapat mengatasi dua juta istri sebelumnya. Sama sekali tidak masalah.
Lelaki itu hanya khawatir waktu yang terbuang itu saja. Apalagi sekarang ia tidak memiliki kemampuan kontrol elemen ruang dan waktu. Di mana ia bisa membuat ruangan lebih lama dibandingkan di luar.
(Di luar 1 detik : Di dalam 2 tahun.)
Jika saja ia memilikinya, semua perempuan dapat ia nikmati sepenuhnya.
"Wilayah ini tidak hanya kuat. Mereka berada di tingkat C sampai A. Meski ada yang lebih akan tetapi itu jarang. Cara menaklukan tempat ini hanya kamu saja yang bisa, Sayang."
Nanami tersenyum, lalu ia mulai berkata dengan nada ringan.
"Nama wilayah ini ialah Woman Paradise."
To be Continued.
__ADS_1