
Silakan Dibaca.
Megu yang mendengar itu, seketika terdiam. Ia tidak tahu hukuman apa yang akan diberikan oleh tuan mudanya. Ia sendiri merasa malu ketika melihat dagunya dipegang oleh tuan mudanya tersebut.
Kemudian, Ryuto perlahan mendekat ke arah bibir Megu, hal ini membuat Megu melebarkan matanya dan paham apa yang akan terjadi berikutnya. Ia sendiri tidak mundur, matanya mulai terpejam dan dirinya mulai perlahan mendekat.
Dua bibir saling mendekat satu sama lain, kemudian tepat saat akan menyatu sebuah suara seseorang mengganggu momen indah mereka berdua.
“Ehem, bisakah kalian berhenti dulu?” suara tersebut menyadarkan Ryuto dan Megu, keduanya segera menjaga jarak dan Ryuto dalam sekejap menggelap. Ia memandang ke arah suara tersebut dan menemukan bahwa suara itu tak lain tak bukan ialah Ibunya sendiri.
“Bu, mengapa kamu ada di sini?” tanya Ryuto dengan penuh kekesalan, ia benar-benar tertangkap basah. Dalam hidupnya dulu, ia tidak pernah ditemukan seperti ini. Namun, sekarang ia memiliki orang tua dan beberapa orang yang peduli.
“Kenapa aku ada di sini? Jelas aku ke sini karena ingin berbicara dengan pelayan pribadimu tersebut. Bukankah sebelumnya aku bertanya, d mana pelayan pribadimu itu! Apakah kamu sudah melupakannya?” Kyoka menjelaskan dengan detail tanpa ada celah sama sekali.
Ryuto bungkam, ia benar-benar terdiam tidak bisa membalas pernyataan ibunya tersebut. Ia hanya bisa menghela nafas dan menunduk sambil berkata, "Ya, aku yang salah.”
Kyoka mendengar itu tersenyum puas. Kemudian, ia memandang ke arah Megu yang menundukkan kepalanya. Ia jelas malu akibat tindakan sebelumnya. Ia tidak menyangka akan merespons tanpa tahu keadaan lingkungan sekitar.
Megu ingin mencari lubang yang kecil untuk menyembunyikan dirinya dari rasa malu tersebut. Tentu Kyoka menyadari pikiran Megu, ia dulu juga pernah menjadi seorang perempuan, jadi ia jelas paham apa yang dipikirkan gadis lugu seperti Megu itu.
Kyoka menggelengkan kepalanya dan berkata, “Megu ikut denganku, ada sesuatu yang kuminta darimu. Juga kamu tidak sendirian nantinya.”
“Baik, Nyonya.” Megu menjawab dengan gugup, ia tidak tahu apa yang akan dibicarakan dengan Nyonya rumah tersebut.
Ryuto yang melihat ibunya menculik pelayan pribadinya seketika cemberut. Namun, ia tidak ingin melawan orang tuanya tersebut. Ia hanya bisa menghela nafas dan menatap ke arah Megu.
“Selepas urusanmu dengan Ibuku selesai, datanglah ke tempatku berada. Tidak ada tolakan, kamu akan kutunggu,” kata Ryuto dengan tegas dan jelas, ia kemudian berbalik dan pergi dari tempat tersebut.
Kyoka menatap putranya tersebut, ia tersenyum senang melihat putranya yang begitu tegas dan berwibawa. Semenjak dulu, ia tidak pernah melihat putranya memiliki sifat seperti itu, kecuali sifat mesum yang parah.
“Ayo Megu, kita harus cepat!” kata Kyoka, kemudian ia berjalan pergi menuju ke ruangannya berada. Megu mengikuti dari belakang, ia berjalan dengan kepala menunduk seperti seorang tahanan yang tengah di bawa menuju ke ruang hukuman.
Di sisi lain, Ryuto berjalan dengan tenang menuju ke arah kamarnya berada. Ia ingin melakukan pelatihan terlebih dahulu, sebelum memulai menjelajah ke seluruh dunia kedua tempatnya berada.
__ADS_1
Tiba di depan kamarnya, ia mulai membuka pintu dan bergerak menuju ke tempat area latihan yang sudah tidak pernah dipakai semenjak dahulu.
Ryuto benar-benar tidak senang dengan pendahulunya karena, ia sudah disiapkan berbagai fasilitas. Namun, sama sekali tidak dimanfaatkan dengan baik dan benar.
Memasuki area pelatihan, Ryuto memandang ke area sekitar. Hanya sebuah ruangan dengan luas empat kali empat dan di dalam ruangan terdapat dua dumbbell, serta alat untuk melakukan angkat besi.
Ryuto mengangguk penuh pengertian, ia kemudian mulai melangkah menuju ke tempat dumbbell berada. Ryuto yang tiba di dekat dumbbell.
Ryuto mulai mengangkat keduanya secara bergantian. Ia melakukan secara imbang. Kemudian, tepat saat hitungan mencapai seratus, ia berhenti.
Ryuto yang mengeluarkan sedikit keringat mulai mengatur nafasnya yang memburu tersebut. Kemudian, ia mulai melakukan push up sebanyak dua ratus kali.
Selepas push up, nafas Ryuto tidak terkontrol dengan baik. Ia berkeringat begitu deras dan jantungnya berdetak lebih kencang dibandingkan biasanya.
Ryuto memejamkan matanya, ia melakukan meditasi untuk menenangkan seluruh ototnya yang berkontraksi secara besar-besaran.
Ryuto merasakan energi di dalam tubuhnya. Namun, energi tersebut terus mengalir dan memperkuat beberapa organ dalam. Hal ini menurut Ryuto baru, karena sebelumnya ia tidak memiliki energi tersebut.
Ryuto mengalirkan energi itu ke dalam seluruh organ tubuh. Ia mengalirkan dengan teliti dan penuh perhitungan. Ryuto sendiri dapat melihat bahwa energi tersebut tidak cocok untuk ditumpuk secara besar-besaran. Alasan inilah yang membuat Ryuto mengalirkan secara berkala.
‘Sistem, energi misterius apa itu tadi?’
[Tuan Rumah telah mendapatkan tubuh para Singa Merah. Artinya, Tuan Rumah sendiri menerima manfaat yang dimiliki oleh Klan Singa Merah.]
‘Jelaskan manfaat yang kudapatkan dari fisik ini?’
[- Energi Alam.]
[- Pemulihan cepat.]
Ryuto yang melihat hal itu seketika menyadari, bahwa energi yang ia kelola sebelumnya ialah Energi Alam. Ryuto mengetahuinya sedikit tentang energi tersebut, karena Energi Alam itu sendiri hanya dimiliki oleh sosok makhluk tertentu, salah satunya Singa Merah.
Ryuto segera mengangkat kembali dumbbell yang berada di sana, kali ini ia memaksa dirinya sampai batas tubuhnya dapat mengangkat dumbbell tersebut.
__ADS_1
Selepas seribu kali angkatan, Ryuto berkeringat deras. Ia terbaring di lantai, tetapi ia sendiri segera melakukan meditasi kembali.
Ryuto segera menemukan Energi Alam tersebut, tetapi kali ini Energi itu lebih besar dari sebelumnya. Ryuto mengalirkan secara perlahan-lahan dan membatasi aliran agar tidak banyak masuk ke dalam tubuhnya.
Ryuto semakin mahir dalam mengolah Energi Alam tersebut. Ia tersenyum senang dengan perkembangan dirinya sendiri. Ia belum mengecek data status, tetapi dirinya tahu bahwa statusnya mungkin lebih tinggi dari sebelumnya.
Selepas ia mengendalikan Energi Alam, Ryuto mulai melatih mata mistisnya. Entah mengapa, sistem mengatakan bahwa ada jalur evolusi untuk mata mistisnya tersebut.
Ryuto yang penasaran segera melihat arah evolusi dari domba bertanduk.
[+ Shay Horn.]
[- Jalur evolusi dari domba bertanduk. Ia tumbuh di dataran tinggi dan ia memiliki ciri khas tertentu yaitu tanduknya berbentuk seperti kelopak bunga.]
[- Kemampuan.]
[Meningkatkan kekuatan dan kecepatan.]
[Kebal terhadap seluruh serangan lawan yang berada di bawahnya.]
[Kemampuan pengendali kayu dan daun.]
[pemulihan Ultra.]
[+ Eagle Horn.]
[- Jalur evolusi khusus domba bertanduk. Eagle Horn sendiri ialah makhluk setengah elang setengah domba. Kelebihan dari Eagle Horn ialah mereka dapat terbang.]
[- Kemampuan.]
[meningkatkan kecepatan, kekuatan dan ketahanan.]
[Mendapatkan kemampuan kendali elemen Angin.]
__ADS_1
[Mendapatkan kemampuan kebal terhadap serangan petir dan angin.]
To be Continued.