
Silakan Dibaca.
Di depan kedai Lumia, berbagai polisi tengah keluar dari mobilnya. Mereka memandang ke arah bangunan yang runtuh. Kemudian, tatapannya menjadi serius ketika melihat adanya seorang laki-laki yang tengah terbaring penuh akan darah.
“Lapor, menurut saksi mata sekitar. Bahwa orang itu terbang melesat dari dalam kedai itu. Kemudian, membentur bangunan sehingga hancur ....” Polisi yang melaporkan kesaksian tersebut, perlahan berhenti karena ia sendiri sudah merasa aneh.
Berta, ia adalah kapten yang bertugas menuju ke lokasi kejadian tersebut. Dia memandang ke arah bangunan yang tampak bagus dan asri. Entah mengapa, pikirannya tertuju kepada satu orang yang ganas sebelumnya.
“Mari kita masuk ke dalam kedai! Ingat, jangan gegabah karena kemungkinan besar, ada seseorang yang kuat tengah berada di dalam kedai ini!” Berta segera memperingatkan kepada para anggotanya.
“Dimengerti, Kapten Berta!” dua puluh orang mengangguk bersama. Mereka jelas tahu apa yang dimaksud oleh kapten tersebut. Para polisi itu sendiri ialah orang-orang yang telah pergi menyaksikan pertarungan sebelumnya.
Memasuki kedai, pandangan Berta menyapu ke sekeliling bangunan tersebut. Ia tidak menemukan adanya kelainan. Dirinya malah merasa damai dan tenang.
Lelaki ini segera sadar akan tugasnya dan ia melihat satu orang bertubuh besar tengah duduk bersama seorang perempuan. Berta sedikit mengerut karena merasa akrab dengan punggung laki-laki tersebut.
“Apakah hanya halusinasiku saja, mengapa punggung orang ini mirip dengan seseorang yang kukenal?”
Berta menggelengkan kepalanya segera, kemudian ia melangkah maju dan berdiri di sebelah meja tempat kedua orang tersebut berbicara. “Maaf menyela, kami dari kepolisian. Bisakah bertanya mengapa orang di luar tertimpa bangun kosong?”
Berta sedikit melirik ke arah laki-laki yang bertubuh kekar tersebut. Matanya seketika melebar, meski ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Namun, saat suara orang tersebut muncul. Kilasan ingatan yang paling dalam, mulai terlintas di benaknya.
“Oh, Kapten Berta. Sudah lama kita tidak bertemu, seingatku terakhir kali kita bertemu ialah saat insiden di rumah sakit sebelumnya.” Ryuto memandang ke arah polisi yang pernah ia temui itu.
Berta sendiri mundur tanpa sadar, akan tetapi ia segera menghela nafas karena tahu bahwa lelaki di depannya tidak akan agresif jika tidak diusik.
“Jika itu kamu pasti akan terjadi hal ini, Ryuto.” Berta tersenyum tak berdaya ketika melihat sosok laki-laki yang ia kenal baik tersebut. Meski ia tidak bertemu secara tatap muka dalam pertempuran. Polisi ini tahu bahwa laki-laki tersebut telah berada di luar batas kekuatannya.
__ADS_1
Ryuto yang mendengar hal itu, tersenyum ringan. “Memang aku yang membunuhnya. Jadi, apakah kamu akan menangkapku?”
Lelaki ini menyerahkan kedua tangannya ke depan. Namun, Berta menolak dengan tegas. Bagaimana bisa ia memasukkan Singa ke dalam kantor polisi. Bahkan singa tersebut hanya makan manusia saja.
“Tidak! Aku menolak. Sial, mengapa juga harus kamu. Seharusnya kamu tahu bukan, beritamu sudah menyebar di seluruh dunia. Bahkan pemerintah ingin segera membunuhmu!”
Ryuto menaikkan alisnya, kemudian ia paham bahwa lelaki yang menjadi polisi itu tengah mengkhawatirkan dirinya. Hal ini membuat Ryuto tersenyum, akan tetapi ia menggelengkan kepalanya.
“Ya, mau bagaimana lagi. Guika berada dalam kegelapan. Jadi untuk menghancurkan kegelapan itu, maka segera lakukan.” Ryuto mengatakan hal logis, yang mana membuat Berta tidak bisa membantah.
Para polisi dan Lumia sendiri terkejut dengan percakapan kedua orang itu. Entah mengapa, mereka tidak bisa menganggap mereka seperti penjahat dan penegak hukum. Namun, mereka melihat keduanya seperti saudara yang baru bertemu selepas menghilang lama.
“Ya, apa yang kamu katakan memang benar. Kepolisian sendiri tidak bekerja terhadap pemerintah sekarang. Kami, lebih memilih bergerak sendiri daripada di bawah naungan seseorang.”
“Oh, apakah itu perintah dari jenderalmu?” Ryuto mengingat atasan dari Berta. Meski ia tidak bisa melihat langsung wajah orang tersebut. Dirinya tahu melalui penyadapan informasi para polisi sebelumnya.
“Ya begitulah, akan tetapi sekarang beberapa polisi masih terhubung dengan keluarga besar. Hal ini sungguh merepotkan bagi kami untuk merobohkan akarnya segera.”
Berta seketika sadar ketika mendengar ucapan Ryuto. Ia menatap ke arah para polisi dan berkata, “Duduklah di mana pun yang kamu inginkan. Juga pesanlah minuman dan makanan, hari ini kita libur saja.”
Mendengar perkataan kaptennya itu, dua puluh polisi tersebut senang dan segera memesan beberapa makanan dan minuman.
Lumia yang melihat pelanggan ingin membeli makanannya, ia segera bertindak. Dirinya meninggalkan tempat duduk dan berjalan menuju ke dapur untuk memenuhi pesanan para pelanggan itu.
Di sisi Ryuto, ia menuangkan teh ke dalam cangkir yang berada tepat di depan Berta. “Jadi, pemerintah ingin menangkapku dengan alat yang berada di pasar gelap tersebut.”
Lelaki ini mendengar bahwa dirinya akan ditangkap dengan alat, senyum di bibir mulai mengembang. Jelas ia tidak menyangka bahwa kelompok itu tidak berhenti mencoba untuk usil.
__ADS_1
“Juga, mereka mengirim banyak personil untuk masuk ke dalam organisasi yang kamu buat itu.” Berta jelas tahu organisasi Ryuto tersebut. Ia tidak menyangka bahwa lelaki yang baru saja dirinya temui, ternyata sudah membuat kelompok yang mengerikan.
“Kalau masalah mata-mata semuanya beres. Hanya saja aku penasaran dengan alat yang dijual di pasar gelap. Apakah kamu memiliki akses untuk pergi ke tempat itu?”
Ryuto penasaran dengan pasar gelap, ia juga merasa bahwa ada barang yang bagus selain senjata yang menjadi incaran para orang-orang dari kelompok pemerintah.
“Aku memilikinya, apakah kamu ingin pergi ke sana?” Berta menaikkan alisnya ketika mendengar Ryuto bertanya tentang akses masuk ke dalam pasar gelap.
“Ya, selepas ini kita akan pergi. Namun, mari kita bahas hal lain terlebih dahulu. Contoh seperti, apakah ada informasi tentang organisasi Code?”
Mendengar kata Code, Berta melebarkan matanya dan memandang ke arah Ryuto dengan serius. “Dari mana kamu mengetahui organisasi tersebut?”
Ryuto tetap diam dan ia menuangkan kembali teh ke dalam cangkirnya. Dia tidak panik maupun khawatir. Justru ketenangannya membuat Berta tertegun dan penuh akan kekaguman.
“Code, organisasi ini bentrok untuk kedua kalinya. Aku ingin melihat apa sebenarnya tujuan mereka dan mengapa pemerintah tunduk kepada organisasi ini?”
Berta mendengar hal itu, segera menghela nafas. “Kamu tahu, informasi terkait organisasi itu sendiri ialah tingkat tinggi. Hanya beberapa orang saja yang mengetahui dan aku dapat tahu itu karena penyadapan.”
Mendengar hal itu, Ryuto semakin tertarik. Seorang polisi menyadap para pemerintah. Bukankah itu terlalu menarik, baru kali ini ia melihat ada seseorang yang begitu berani.
“Jadi, lalu apa itu organisasi Code?” Ryuto bertanya dengan penuh semangat, ia memandang serius kepada Berta tersebut.
“Code, sesuai dengan namanya. Mereka adalah organisasi yang paling tersembunyi dan misterius. Awal kali terlihat ialah saat penawaran terhadap petinggi pemerintah.” Berta mengingat isi dari penyadapan tersebut. Ia dengan ringan melanjutkan ceritanya kembali.
“Code ini juga memiliki tingkatan, terlemah ialah hitam, tingkat selanjutnya ialah merah, lalu petinggi ialah putih, sementara pemimpin adalah emas.”
Urutan tersebut membuat Ryuto sedikit memahami. Namun, entah mengapa firasatnya mengatakan bahwa ada orang yang masih berada di atas dari emas ataupun putih.
__ADS_1
“Sementara apa yang membuat pemerintah harus menuruti organisasi mereka ialah, barang yang bernama Sistem!”
To be Continued.