
Silakan Dibaca.
Mendengar bahwa dirinya akan kaya, Berta mengerutkan keningnya segera. Jelas dirinya bingung dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu. Meski begitu, mendengar kata ia akan kaya, tentu merasa tertarik.
“Apa rencanamu? Risiko apa yang akan kuhadapi selepas melaksanakan rencana tersebut?” Lelaki itu bertanya dengan penuh rasa penasaran.
“Mudah ....” Ryuto membisikkan sesuatu kepada Berta dan Berta seketika memiliki mata cerah. Kemudian, ia mengangguk paham dan mulai keluar dari mobil.
Ryuto memandang ke arah Berta. Selanjutnya, ia ingin berjalan di sekitar tempat pasar tersebut berada. Meski lelaki itu sudah menjadi terkenal karena sebelumnya. Namun, sekarang ia memiliki solusi untuk hal itu.
[Cek In Lokasi : Pasar Lohan.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan kemampuan khusus : Tak Terlihat.]
[Kemampuan khusus : Tak Terlihat.]
[Sebuah kemampuan yang membuat pemakai menghilang. Mereka hanya akan diketahui jika ada seseorang yang memiliki tingkat di atas pemakai.]
[Energi : 9.999.999 / Detik.]
Melihat konsumsi energi yang tinggi, awalnya Ryuto terkejut. Namun, selanjutnya membuat dirinya paham bahwa kemampuan yang ia dapatkan tersebut bukan seharusnya di miliki oleh manusia.
“Kemampuan ini, pemiliknya kemungkinan ialah Dewa. Konsumsi yang begitu besar dapat menyerap seluruh energi kehidupan.”
Ryuto mengangguk paham, akan tetapi ia bingung mengapa sistem bisa memberikan kemampuan tingkat dewa tersebut. Seharusnya, tingkat yang diberikan oleh sistem setara dengan dirinya.
[Tuan Rumah, Anda sendiri sudah setengah dewa. Kemampuan energi tak terbatas tersebutlah yang membuat Anda mendapatkan kemampuan khusus kelas Dewa.]
Mendengar hal itu, ia akhirnya paham. Memang sebelumnya, ia mendapatkan cheat energi tak terbatas. Sekarang cheat lagi tak terlihat.
[Karena, Tuan Rumah sudah memiliki dua kemampuan khusus kelas Dewa. Cek In lokasi meningkat menjadi lebih baik.]
[Cek In lokasi sekarang harus dua lokasi agar mendapatkan hadiah. Namun, hadiah kali ini ialah kotak dengan kelas yang berbeda.]
Ryuto yang melihat fungsional Cek In lokasi, mengangguk paham. Selanjutnya, ia menggunakan dua kekuatan tersebut dan dirinya berubah menjadi transparan.
Lelaki itu keluar dari mobil. Namun, ia menyadari bahwa dirinya dapat menembus mobil tersebut. “Apakah ini kekuatan yang baru kudapatkan?”
Maru dan Sania yang melihat Ryuto semenjak awal, memiringkan kepalanya dengan bingung. Jelas keduanya terkejut karena lelaki yang mereka masuki tersebut, bisa menembus mobil.
“Ryuto, apa yang terjadi dengan dirimu?” Maru muncul dan bertanya kepada lelaki tersebut.
Ryuto sedikit terkejut, ia melupakan adanya Maru dan Sania sebelumnya. Namun, dirinya menyadari bahwa kedua orang itu tidak tahu bahwa dia telah berbicara dengan sistem semenjak tadi.
‘Sistem, apakah kamu sebelumnya melindungi diriku?’
[Itu benar, Tuan Rumah. Sistem mengubah pandangan mereka menjadi melihat Tuan Rumah terdiam sambil menutup mata.]
Mendengar penjelasan dari sistem, Ryuto akhirnya mengetahui mengapa kedua orang tersebut tidak tahu apa yang sedang dirinya alami sebelumnya. Hal ini membuat lelaki itu menghela nafas lega.
__ADS_1
“Ya, aku memiliki kemampuan tak terlihat. Sehingga mudah untuk memasuki area tersembunyi tanpa diketahui seseorang.” Ryuto menjelaskan tentang kemampuan tersebut.
Dia menjelaskan sedikit ringkas. Ia sama sekali tidak terlalu peduli diketahui karena kedua orang tersebut akan menghilang selepas menghancurkan organisasi Code.
Maru dan Sania saling memandang, entah mengapa keduanya merasa bahwa lelaki di depannya itu penuh akan misteri yang tidak bisa mereka jelajahi.
Selepas penjelasan Ryuto yang singkat. Keduanya memahami, apalagi ditambah dengan lelaki itu mengatakan untuk menyusup ke Markas Code nantinya.
“Jadi begitu, apakah kamu membutuhkan bantuan kami?” Maru bertanya dengan penasaran. Ia sendiri merasa bosan karena tidak mendapatkan misi sama sekali.
Ryuto yang mendengar hal itu, ia seketika tersenyum dan berkata, “Ikuti aku. Kita akan mencuri barang.”
“Nah, bukankah itu merupakan kejahatan?” Maru mengerutkan keningnya, ia sedikit kurang suka dengan tindak kejahatan. Dirinya memiliki jiwa keadilan yang tinggi.
“Aku tidak bisa berkata-kata kalau terkait hal itu. Namun, menurutku barang lelang rata-rata diambil secara curian. Contohnya ini ....”
Ryuto menunjukkan sebuah berita yang menghebohkan dunia. Pasalnya empat makam kuno di Padang pasir telah dicuri oleh seseorang.
Kemudian, sebelah kanan dari berita tersebut, ialah berita barang lelang nanti. Salah satu isi dari barang tersebut ialah Makam kuno yang berada di padang pasir.
Maru yang melihat hal itu, seketika melebarkan matanya. “Bagaimana bisa .... barang sebesar itu dapat masuk ke Negara Guika?”
“Sudah kukatakan untuk jangan terlalu berpandangan sempit. Orang-orang yang kalian lindungi ialah penyebab segalanya karena mereka terlalu serakah.”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ryuto, Maru mengangguk penuh pemahaman. Kemudian, ia mulai berpikir kembali.
Ryuto mengabaikan hal itu dan ia terus berjalan melewati seluruh orang di hadapannya. Dirinya berjalan menuju ke bar yang berada tak jauh dari tempatnya berada.
“Dinding ini, mengapa aku merasakan adanya segel ruang?” Ryuto tidak butuh banyak pikiran. Ia melangkah maju dan berikutnya, dirinya berada di tempat lain.
“Inikah tempat lelang akan diadakan?” Ryuto bergumam pada dirinya sendiri. Sementara Maru dan Sania tidak bisa berkata-kata lagi karena apa di depannya ialah sebuah pagoda.
Pagoda tersebut memiliki tujuh lantai. Di mana masing-masing memiliki kegunaan tersendiri.
Lantai pertama ialah pintu masuk pagoda dan merupakan ruang pendaftaran untuk memasuki bangunan tersebut.
Lantai kedua sampai lantai kelima, ialah gabungan dan tempat lelang diadakan. Sementara lantai keenam ialah tempat untuk membeli barang-barang lainnya.
Lantai ketujuh sendiri, ialah tempat khusus. Hanya pemilik pagoda saja yang dapat memasuki tempat tersebut. Bahkan orang kepercayaannya saja harus menunggu dirinya turun.
Ryuto memandang ke arah lantai ketujuh. Ia tersenyum penuh arti, kemudian melangkah menuju ke pagoda tersebut. Langkahnya benar-benar tenang, seolah tidak ada halangan sama sekali.
“Nah, Ryuto ... apakah ada sesuatu di sini?” Maru tidak bisa untuk tak bertanya kepada lelaki tersebut. Ia merasa bahwa dunia yang selama ini dirinya tempati ternyata sangatlah luas.
“Ya, seperti uang yang kukatakan bersama Berta tadi. Di tempat inilah lelang akan diadakan. Namun, aku tidak menyangka bahwa pemilik lelang memiliki sesuatu yang berhubungan dengan kemampuan ruang.”
Mendengar perkataan Ryuto, Maru mengangguk dan sedikit bingung arti kata kemampuan ruang. Jelas dirinya tidak tahu apa-apa, akan tetapi ia merasa bahwa kemampuan tersebut sangatlah hebat.
“Lalu, apa yang akan kita lakukan di tempat ini?” Sania memiringkan kepalanya, ia sedikit bingung dengan tujuan Ryuto datang ke tempat aneh ini.
__ADS_1
“Nantikan saja, aku sendiri lebih penasaran dengan lantai ke tujuh. Bagaimanapun juga, lantai tersebut ialah tempat pemilik pagoda. Selama ini, tidak ada yang dapat memasuki area tersebut.”
Maru dan Sania saling memandang, kemudian mereka berdua menggelengkan kepalanya, seolah tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Ryuto tersebut.
“Meski kita memiliki target yaitu Code. Namun, lebih baik bawa santai terlebih dahulu. Sebelumnya, kita sudah bertemu dan mereka kehilangan senjata yang akan dilelang tersebut.”
“Nah, dengan senjata itulah kita akan memanfaatkan kekacauan Negara ini. Sementara untuk kalian berdua, terlebih baik tidur dan akan kubangunkan saat bertemu dengan orang yang membunuh kalian nantinya.*
Ryuto sendiri segera merangkai segel dan membuat kedua orang tersebut tertidur di dalam tubuhnya. Hal ini juga merupakan baik untuk keduanya karena jiwa yang terus menerus berada di luar akan termakan oleh energi kehancuran.
“Yah, saatnya untuk pergi ke dalam pagoda.”
Ryuto melangkah cepat menuju ke dalam pagoda tersebut. Ia tidak memerlukan kartu maupun hal lain. Dirinya hanya perlu masuk dengan santai tanpa ada yang mengetahuinya.
Lelaki itu berjalan naik ke lantai dua, kemudian terus beranjak ke lantai tiga dan berakhir di lantai enam.
Dia mendengar suara sorakan di bawah dan lantai ke enam sendiri ialah lantai sepi, meski ada barang-barang bagus di sana. Sama sekali tidak menarik minat Ryuto.
Kali ini pandangan Ryuto tertuju ke tangga menuju lantai ke tujuh. Ia tersenyum dan berkata pelan. “Aku ingin melihat, seperti apa lantai ke tujuh itu.”
Ryuto menghela nafas sebentar, kemudian ia naik ke lantai tujuh. Tidak ada segel maupun perlindungan khusus yang membuat lelaki tersebut terlihat kembali.
Tak butuh waktu lama, Ryuto tiba di lantai ke tujuh. Ia memandang ke sekitar dan berikutnya dia melihat seorang perempuan tengah duduk di atas kotak batu biru.
Perempuan tersebut tidak mengenakan busana sama sekali, tubuhnya seputih susu dan secerah Giok. Bibirnya merah muda sedikit kebiruan.
Ryuto yang melihat sosok tersebut terkejut, ia tidak menyangka bahwa pemilik pagoda ialah seorang perempuan. Namun, saat dirinya melihat tubuh perempuan itu. Dia mengerutkan keningnya.
Jelas Ryuto dapat melihat bahwa pernafasan serta fisik orang itu perlahan menurun. Rambut perempuan tersebut yang semula hitam mulai terlihat memutih. Meski begitu, perempuan tersebut tetaplah cantik.
‘Perempuan ini ... bukankah terlalu memaksakan dirinya. Tubuh yang dirinya miliki bukanlah tubuh normal. Meski kultivasi terkenal di timur dunia bawah. Namun, baru kali ini aku mengetahui ada juga di dunia kedua.’
“Ugh!” Perempuan yang tengah duduk di atas balok batu biru memuntahkan seteguk daranya. Wajahnya memucat dan seluruh tubuh mulai mengerut.
“Mengapa, semua ini terjadi kepadaku?” garis air mata melintas di pipi. Entah apa yang dipikirkan perempuan tersebut, sehingga ia menjadi begitu sedih.
Ryuto yang melihat hal itu, menghela nafas dan ia menghilangkan tubuh transparan miliknya. Kemudian, berkata dengan jelas.
“Nona, dunia dan tubuhmu tidaklah sesuai dengan kultivasi. Kalau kamu terus melakukan hal itu, racun yang berada di dalam tubuh akan terus berkembang.”
Mendengar suara seseorang di lantai ke tujuh. Perempuan itu melebarkan matanya. Jelas ia terkejut, apalagi kali ini dirinya tidak memakai pakaian apa pun.
“Bajing*an! Siapa kamu, mengapa berada di sini!” perempuan itu meraung penuh akan emosi. Pipinya sudah memerah, jelas ia terlalu tidak waspada, sehingga lelaki di depannya dapat masuk.
Ryuto mengabaikan hal itu dan menghilang dari tempat. Kemudian, muncul di depan perempuan tersebut. Tangannya segera bergerak mematuk di tengah-tengah gunung kembar.
Hal ini membuat Perempuan tersentak dan ia melebarkan matanya, sebelum merasakan sesuatu tengah terjadi di dalam tubuhnya itu.
“Sial, seharusnya aku tidak mati seperti ini.”
__ADS_1
“Tenangkan dirimu, Nona. Kamu tidak akan mati. Selepas itu, ikuti instruksi dan kamu akan menjadi lebih baik.”
To be Continued.