
Silakan Dibaca.
“Akhirnya ketemu,” kata Ryuto dengan penuh semangat, ia mengangkat kertas tersebut. Namun, Ryuto melupakan sesuatu hal yang penting.
Megu dan Rias terpana dengan reaksi tuan mudanya itu, mereka tidak menyangka tuan muda akan begitu senang menyelesaikan teka teki tersebut.
“Tuan muda, apa yang Anda temukan?” tanya Megu, ia penasaran dengan penemuan tuan mudanya tersebut. Rias juga penasaran, ia memandang ke arah kertas yang dibawa oleh Ryuto tersebut.
“Sesuatu yang menjadi kunci untuk melihat ada apakah di tempat seperti ini.” Ryuto berkata dengan tenang, kemudian ia mulai melangkah menuju ke batu huruf P tersebut.
Ryuto yang berada di depan batu berhuruf P tersebut mulai menyelusuri, mekanisme apa yang terdapat di batu itu.
Megu dan Rias juga membantu tuan mudanya itu, mereka mencari sesuatu yang menjadi tanda bahwa batu tersebut ialah huruf pertama.
Tak buruh waktu lama untuk ketiganya menemukan mekanisme batu itu. Ada satu bentuk telapak tangan tepat di atas batu itu. Mereka tidak akan mengetahui jika tidak memanjat ke atas.
Tepat saat Ryuto menekan telapak tangannya tersebut. Mata dari batu manusia mulai bersinar dengan terang. Ryuto segera turun dan mulai menyalakan tanda lainnya.
Megu dan Rias memandang ke arah tuan mudanya, mereka tetap diam dan tidak dibiarkan oleh Ryuto untuk pergi mengikutinya dulu.
Tak butuh waktu lama untuk Ryuto menyalakan keenam patung yang ia pilih. Kemudian, Ryuto berkumpul dengan Rias dan Megu. Ketiganya kini memandang ke arah enam patung yang menyala.
Mulai dari P, menuju ke I, lalu S, selanjutnya C, lanjut E dan terakhir ialah S. Itu benar, kode yang diselesaikan itu mengacu kepada bintang zodiak berlambang dua ikan, Pisces.
Tak butuh waktu lama, untuk cahaya meredup kembali dan di tengah-tengah batu berbentuk manusia, tanah mulai hancur kemudian tepat di dalam itu terdapat air yang begitu jernih, lalu ditengah-tengah kolam air tersebut terdapat satu tempat yang dipenuhi terumbu karang indah.
Di tengah tempat tersebut terdapat bola biru, bola itu cantik dan memancarkan aura yang begitu dalam. Ryuto dan kedua pelayan pribadi, tertarik dengan bola tersebut.
Mereka bertiga turun ke bawah dengan cara melompat. Kemudian, tiba di permukaan daratan tersebut. Ryuto dan kedua pelayan pribadinya mulai mendekat ke arah bola biru itu.
Tiba di depan bola biru, mereka terpana dengan isi di dalam bola itu. Sosok pria dan sosok perempuan tengah saling berpegangan tangan. Kedua sosok itu memiliki kaki yang terbalut layaknya ikan, itu benar mereka ialah dua sosok duyung.
Di bawah bola tersebut terdapat tablet persegi. Di tablet itu sendiri terdapat nama dari dua makhluk tersebut.
__ADS_1
{Poseidon & Amfitrite.}
Ryuto mengenal kedua nama tersebut. Satu penguasa lautan dan satu ialah istri dari penguasa lautan. Ryuto seketika mengerutkan keningnya, meski ia pernah bertemu dengan Triton, ia belum pernah melihat Poseidon.
“Megu, Rias, coba kita pegang bola biru ini. Apakah ada sesuatu di balik bola tersebut.”
“Baik, tuan muda!”
Ryuto sebelumnya sudah mencoba mengangkat bola biru itu. Namun, sama sekali tidak berhasil. Ia meminta bantuan kedua pelayan pribadinya, apakah ini akan berhasil atau tidak.
Namun, yang tidak Ryuto duga ialah, bola biru bersinar dengan terang. Kemudian, cahaya itu mulai menyelimuti Ryuto dan kedua pelayan pribadinya.
Kejadian tersebut tak berselang lama, tepat di saat cahaya biru menghilang. Ketiga orang itu memejamkan matanya segera.
Ada energi aneh yang berada di dalam tubuh, ketiganya dengan cepat menstabilkan energi tersebut, agar tidak mengamuk dan meledak di dalam diri mereka masing-masing.
Beberapa menit telah berlalu, Ryuto selesai menstabilkan energi tersebut. Di keningnya muncul lambang trisula berwarna biru. Begitu juga dengan Megu dan Rias, mereka memiliki Trisula bengkok samping dengan warna hijau.
Ketiganya membuka mata, lalu pandangan mereka benar-benar berubah daripada sebelumnya. Ryuto sendiri tidak terlalu terkejut. Ia sudah mengalami penglihatan mata air, di mana ia bisa melihat air yang berkumpul di udara.
[Jiwa Poseidon dan Amfitrite memasuki tubuh Tuan Rumah, apakah Tuan Rumah bersedia menerima mereka berdua?]
‘Apakah itu akan menjadi masalah nantinya?’
[Tidak, mereka ialah jiwa normal. Meski begitu, mereka dapat mengendalikan Anda. Jika mereka diizinkan untuk mengendalikan tubuh Tuan Rumah.]
[Juga, dengan adanya dua jiwa itu. Tuan dapat mengembangkan pasukan air dan Tuan juga dapat meminta pelatihan dari Poseidon maupun Amfitrite.]
Ryuto seketika sadar, memang benar jika ia dapat meminta kedua dewa tersebut untuk melatih dirinya. Entah gagal atau tidak, terpenting ia harus berusaha.
‘Izinkan keduanya masuk.’
[Proses telah selesai, Poseidon dan Amfitrite memasuki jiwa tuan rumah.]
__ADS_1
Ryuto seketika memejamkan matanya kembali, ia melihat dua sosok berbeda jenis kelamin. Satu laki-laki memiliki perawakan yang begitu berotot dengan mahkota emas di kepalanya, ia adalah Poseidon. Sementara yang lain, ialah sosok perempuan cantik dengan rambut emas dan ia selalu memeluk lengan Poseidon, perempuan itu ialah Amfitrite.
Ryuto yang melihat keduanya hanya linglung sesaat, kemudian Poseidon memandang lekat ke arah Ryuto dan akhirnya ia membuka pembicaraan.
“Apakah kamu, calon pewarisku?” tanya Poseidon, kemudian ia melihat seluruh struktur tubuh dari Ryuto tersebut. Ia mengangguk dan tahu bahwa fisik Ryuto masihlah rendah.
“Aku ingin kamu membentuk fisik secepat mungkin untuk membuka kemampuan dariku. Untuk sementara ini, kamu hanya memiliki skill pengendali air dan pernafasan ikan.”
Ryuto mengangguk dengan tenang, tetapi dalam hatinya penuh akan rasa senang. Ryuto kemudian memandang ke arah Poseidon, ia menghela nafas dan mulai bertanya kepada orang itu.
“Lalu, bagaimana cara mengembangkan kekuatan kedua pelayanku itu?”
Poseidon memandang ke arah Amfitrite, kemudian perempuan itu berkata dengan lembut. “Untuk istrimu itu tidak akan terjadi apa-apa. Kekuatan mereka akan terus meningkat seiring waktu berjalan.”
Ryuto mengangguk dengan jawaban tersebut. Kemudian, ia mulai berkata, “Aku akan keluar terlebih dahulu, kita akan membahas lainnya kapan-kapan
Poseidon dan Amfitrite mengangguk jelas mereka setuju dengan hal itu. Ryuto perlahan-lahan memejamkan matanya dan mulai keluar dari tempat jiwanya berada.
Di dunia luar, Ryuto yang tengah memejamkan mata mulai membukanya kembali. Di depan dirinya kini terdapat dua sosok perempuan cantik, mereka ialah Megu dan Rias.
Entah mengapa kedua perempuan itu semakin cantik selepas mewarisi kekuatan Amfitrite.
“Tuan muda, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Megu pertama kali ketika melihat Ryuto membuka matanya.
“Aku baik-baik saja, juga selepas ini kemungkinan besar misi dari portal ini berada di lautan.” Ryuto berkata dengan nada tenang, ia benar-benar tidak menyangka bahwa awal dari portal merah ialah teka-teki selepas itu, mulailah misi sebenarnya.
“Namun Tuan Muda, wilayah ini tidak ada lautan sama sekali,” kata Megu, ia mengingat bahwa tempat dirinya berada ialah pulau diapit dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.
“Tidak, Megu. Kemungkinan besar, lautan tersebut berada di balik gunung!” kata Rias sambil memandang ke arah gunung yang menjulang tinggi tersebut.
Ryuto tersenyum dan ia berdiri dari duduknya, kemudian tatapan matanya tertuju ke arah pegunungan tinggi tersebut.
“Itu benar, lautan luas kemungkinan besar berada di balik gunung itu. Jadi, kita akan bermalam di sini hari ini. Besok mulai berjalan menuju balik pegunungan.”
__ADS_1
“Baik, Tuan Muda!”
To be Continued.