
Silakan Dibaca.
Laki-laki jas hitam mengikuti pelayan wanita tersebut menuju ke sebuah ruangan yang terlihat sangat tua. Meski tampak sedikit curiga, lelaki tersebut tidak terlalu peduli.
Di sisi lain, persimpangan gang-gang Kota Sinoh. Sembilan orang melesat ke arah rumah yang terlihat begitu besar. Jelas sembilan sosok tersebut ialah orang jas hitam atau sekarang dikenal anggota pasukan Chrono.
Kesembilan orang tersebut tengah menjalankan tugas yang sama dengan rekan lainnya yang berada di Kota Febra, yaitu menghancurkan cabang-cabang Keluarga Laserd yang mana sekarang tengah ditinggalkan untuk perang.
Meski ditinggalkan, masihlah tetap ada beberapa puluh orang yang berjaga. Namun, semua orang penjaga itu hanyalah orang biasa tanpa ada kekuatan khusus.
Sembilan orang jas hitam segera tiba di depan pintu masuk menuju cabang ketiga tersebut. Kali ini mata mereka memadat, lalu niat membunuh melintas di mata mereka masing-masing.
Sementara itu, satu orang jas hitam yang mengikuti pelayan wanita, tiba di depan pintu kayu. Pelayan yang memandu perjalanan lelaki di belakangnya, menatap ke arah laki-laki itu.
“Silakan masuk, juga di lelang ada barang-barang yang bagus hari ini.”
Laki-laki jas hitam tersenyum tipis, kemudian mengangguk. “Ya, aku akan pergi ke sana. Terima kasih atas petunjuknya.”
Pelayan wanita tersenyum manis, selepas laki-laki jas hitam masuk. Pelayan tersebut berjalan kembali menuju ‘Bar’ untuk melayani pelanggan lainnya.
Di sisi lain, Kota Sinha.
Terlihat lapangan yang begitu luas, tetapi lapangan tersebut penuh dan sesak. Banyak orang yang tengah berkumpul di tempat luas tersebut. Namun, tempat itu juga terlihat suram karena ada berbagai batu nisan yang mengelilingi area tersebut.
Berbagai orang-orang membawa senjata api dan senjata tajam. Juga, barisan mereka sangatlah mewah. Ada ratusan ribu orang dan ada ratusan pemimpin pasukan.
Sebelum perkumpulan dimulai, Kota Sinha telah mengevakuasi para warga sekitar. Bagaimanapun juga, mereka sudah memperkirakan bahwa pertempuran akan sangat besar.
Di bangunan yang megah, terdapat ruangan di mana terdapat beberapa orang penting. Ada sepuluh orang memakai pakaian rapi dan lambang pemerintah ada di dada. Sementara di sisi lain, ada sepuluh orang lain dari kelompok Cabang Laserd.
Mereka tengah berdiskusi terkait siapa yang akan menjadi penyerang pertama.
“Pemimpin kami mengatakan bahwa kalian akan menjadi pembuka dalam pertempuran. Jika tidak ingin, maka lebih baik kami tidak bekerja sama!”
Satu orang memakai pakaian rapi dengan lambang Keluarga Laserd dan sebuah angka tiga di dada. Ia tengah menegaskan ucapan keluarga Laserd sebelumnya.
__ADS_1
Mendengar ketegasan tersebut, para orang-orang yang berasal dari Pemerintah tidak bisa untuk tidak muram. Jelas mereka tidak senang dengan sikap yang ditunjukkan oleh orang di depannya itu.
“Kalian memangnya siapa, berani mengatur para Pemerintah! Apakah kalian siap menerima konsekuensinya!”
“Hei, kami tidak membutuhkan bantuan kalian! Jaga sikap kalian jika ingin bertamu!”
Salah satu orang pemerintah, segera menghentikan rekannya yang akan bergerak melawan orang-orang dari Keluarga Laserd. Ia segera menatap tajam ke arah orang di seberang itu.
“Jadi, kalian ingin kami menjadi orang pertama yang menyerang. Kalau begitu, lebih baik kami tidak membantu kalian!” Orang pemerintah tersebut berkata dengan dingin, kemudian ia berbalik dan berkata, “Kita kembali!”
“Luck-“
“Diamlah! Ikuti apa yang kuperintahkan!” Orang pemerintah yang bernama Luck tersebut menekan kalimatnya sambil menatap dingin ke arah rekannya tersebut.
Hal ini jelas membuat orang yang ditekan mulai ketakutan dan mengangguk setuju. Detik selanjutnya, ruangan kali ini hanya tersisa orang-orang dari Keluarga Laserd.
Pemimpin para pasukan Laserd tersebut menatap orang pemerintah dengan tatapan mengejek dan hina. Mereka benar-benar senang melihat orang pemerintah pergi dengan ekspresi wajah marah.
“Lupakan, mari kita bahas cara untuk mengalahkan Ryuto tersebut!” Salah satu orang dengan lambang 4 berkata dengan nada yang serius.
Mendengar perkataan tersebut. Seluruh orang menjadi serius. Mereka semua segera membahas rencana untuk melenyapkan Ryuto sepenuhnya.
“Luck, mengapa kita tidak membunuh mereka sebelumnya?”
Satu orang berpakaian rapi yang sebelumnya berkonflik, tidak bisa untuk tidak marah ketika dirinya diminta untuk mundur begitu saja. Jelas martabat pemerintah ada di benaknya.
“Mengapa aku meminta dirimu untuk mundur? Bukankah sudah jelas, tujuan kita kemari untuk apa?” Pria yang bernama Luck tersebut menatap ke arah depan tanpa memperhatikan rekannya yang marah itu.
“Kita kemari untuk mengikuti pertempuran melawan Ryuto.”
“Lalu, pakai otakmu dan dengarkan baik-baik.” Luck berkata dengan dingin, kemudian melanjutkan ucapannya. “Jika, semisal mereka benturan dan terluka. Bukankah kita mendapatkan untung lebih!”
Mendengar ucapan Luck, sembilan orang lainnya segera tersadar. Memang benar, bahwa mereka tidak bergandengan tangan dengan Keluarga Laserd. Namun, dengan begitu bukankah lebih baik membunuh keduanya langsung.
Jelas pemikiran sederhan itu hanya dapat dipikirkan oleh satu orang saja. Pria yang impulsif sebelumnya, kini sadar dan tahu bahwa ia dapat membunuh orang-orang Laserd dengan kejam nanti.
__ADS_1
“Bersabarlah, kita akan mengambil peluang dari perpecahan perang ini!”
Sembilan orang pemerintah mengangguk dengan ringan. Jelas mereka setuju, lalu salah satu dari mereka mulai melaporkan tentang pilihan Luck tersebut.
Di sisi lain, tepatnya Markas Pusat Pemerintah. Duduk empat pria saling berhadapan. Ekspresi mereka benar-benar gelap selepas mengetahui bahwa Keluarga Laserd mengejek Pemerintahan.
“Orang-orang ini sama sekali tidak jera. Sepertinya kita harus menyerang Markas pusat mereka nantinya.”
“Tidak diperlukan, biarkan rencana Luck berjalan. Entah mengapa, pria ini mengagumi pemikiran anak itu.”
Ketiga pria lainnya juga mengangguk ketika salah satu dari mereka memuji sosok Luck. Namun, mereka juga perlu melihat kesetiaan asli dari Luck tersebut.
“Pantau terus pergerakan orang-orang itu. Jangan lupa, tampilkan siaran langsung di sana!”
Di tempat lain, Ryuto tengah melesat menuju ke arah Kota Sinha. Ia juga mendengar bahwa Pemerintah ditolak kerja samanya, meski hal ini memalukan bagi Pemerintah, Ryuto merasa tidak semudah itu.
Ryuto yang melihat ke depan, segera berhenti di pohon tinggi. Dia menyusutkan matanya dan berkata, “Sepertinya, Pemerintah ingin mengambil langkah ketiga.”
Ryuto dapat melihat langkah yang akan diambil oleh pemerintah, mengingat bagaimana tindakan para pemerintah akhir-akhir ini. Entah mengapa, ia berpikir bahwa orang-orang seperti mereka terlalu sombong dan tidak mengetahui dunia sama sekali.
Ryuto menggelengkan kepalanya dan menatap ke arah depan. Hanya tinggal lima menit untuk dirinya tiba di Kota Sinha. Ia juga menerima pesan bahwa seluruh istrinya akan ikut dalam pertempuran nanti.
“Yah, selepas melewati hutan ini. Waktunya pembantaian dimulai!” Ryuto menyeringai lebar, kemudian ia bergegas melesat kembali melewati hutan di depan.
Kota Sinha.
Berbagai pasukan tempur telah bersiap untuk menunggu lawan mereka datang. Para Pemimpin pasukan Laserd berdiri di barisan belakang. Mereka tidak berada di depan karena seorang Pemimpin akan terjun bertempur belakangan. Hal ini agar tidak segera menjatuhkan moral para pasukan.
Pasukan sendiri tetap ratusan ribu tanpa ada pemerintahan pun, mereka tetap bisa mengeluarkan pasukan sebegitu banyaknya. Juga, pasukan tersebut ialah pasukan elit.
“Lapor, pengintai arah depan tidak kembali! Lokasi dirinya tepat beberapa meter dari tempat kita berdi-“
“Semua, angkat senjata kalian dan tembak ke depan!”
Orang yang melaporkan keadaan terkejut, para pasukan segera merespons mendengar teriakan pemimpin mereka. Senjata terangkat dan membidik ke depan….
__ADS_1
To be Continued.