
Tiga hari telah berlalu selepas keruntuhan kepemimpinan pemerintah. Kali ini Penguasa sepenuhnya di Guika ialah kelompok Chrono. Meski begitu, tatanan negara tersebut masihlah acak-acakan. Sehingga perlu beberapa pembenahan.
Dalam ruangan di sebuah bangunan layaknya Istana, terdapat satu orang yang tengah duduk di kursi dekat meja persegi panjang. Sosok orang itu sedang mengerjakan beberapa lembar kertas yang tengah tertumpuk di mejanya itu.
Kehancuran empat belas kota sendiri tidaklah sedikit memakan biaya. Namun, bagi Ryuto yang memiliki kekayaan uang besar. Tentu tidak masalah, ia segera mengeluarkan banyak uang sehingga para pekerja bekerja dengan penuh semangat.
“Benar-benar kacau, orang-orang tua itu benar-benar tidak peduli dengan masalah yang dialami oleh para warganya sendiri. Pantas, banyak yang tidak peduli akan pertarungan sebelumnya.” Ryuto mengamati pertarungan sebelumnya dan dia tahu bahwa pemerintah sama sekali tidak kompak.
Tepat saat Ryuto tengah membaca beberapa lembar kertas tersebut. sosok bayangan muncul tepat di belakangnya. Hal ini membuat Ryuto menghentikan aktivitas yang tengah dirinya lakukan itu.
“Bagaimana hasilnya?” tanya Ryuto kepada sosok tersebut.
“Maaf, Yang Mulia! Orang yang bernama Raul itu sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Kami sudah menyelidiki lokasi daerah sekitar!’ jawab sosok hitam tersebut dengan nada penuh penyesalan.
Mendengar hal itu, Ryuto menghela nafas. Namun, dia segera menatap ke arah luar jendela dan kilatan cahaya melintas di matanya. “Tarik semua pasukan yang tengah melakukan penyelidikan. Sepertinya dia sudah kabur dan tengah bersembunyi terlalu dalam.”
“Dimengerti, Yang Mulia!” Sosok bayangan hitam menghilang dari tempatnya itu berada. Kemudian, Ryuto yang tengah menatap luar jendela, seketika berbalik keluar dari ruang kantornya itu berada.
Di luar istana sendiri, banyak perempuan dan anak-anak tengah bermain di halaman penuh rerumputan. Mereka tengah asyik dengan dunianya sendiri, seolah-olah kehidupan mereka telah damai sepenuhnya.
Meski kedamaian itu sendiri sementara. Namun, mereka tetap menikmatinya sebelum hal yang tidak terduga akan terjadi yang dapat mengganggu kedamaian itu sendiri.
Para perempuan yang tengah berbaring di tanah hijau, seketika memandang ke arah satu arah di mana seorang lelaki tengah keluar dari bangunan berbentuk istana tersebut. Melihat lelaki tersebut, mereka tersenyum senang.
“Sayang!”
Itu benar, para perempuan itu ialah istri-istri Ryuto. Mereka tengah bersantai sambil menunggu suaminya itu tengah menyelesaikan seluruh hal buruk tentang Guika.
Banyak kesalahan dan kegagalan para pemerintah, sehingga Ryuto yang mengambil alih segera bertindak mengatasi itu semua. Hanya butuh tiga hari, beberapa masalah ringan sudah selesai, seperti kekeringan maupun kekurangan pangan dan biaya hidup.
Ryuto sendiri sudah melakukan pengamatan, ada berapa perusahaan yang masih terbuka dan ada berapa perusahaan yang membutuhkan banyak pekerja. Semua sudah di data dan dia hubungi setiap orang yang menjadi pemimpin perusahaan tersebut.
Dengan melakukan hal itulah, Ryuto mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Tentu ini menguntungkan bagi lelaki itu karena kepercayaan rakyat ialah hal utama dalam membangun kembali sebuah negara.
__ADS_1
Semua yang dilakukan Ryuto juga sudah menyebar ke seluruh wilayah pertama. Wilayah tersebut benar-benar terkejut dengan kemenangan Ryuto dan mereka ingin segera memperebutkan tempat di Guika itu, akan tetapi orang-orang yang mereka kirim menghilang tak dapat dilacak sama sekali.
Semua negara ingin mengincar Guika karena perdagangannya. Namun, melihat bahwa kali ini Guika lebih mengerikan dari sebelumnya. Mereka semua menyerah dan berharap dapat tetap menjalin kerja sama seperti biasa.
Hanya satu negara yang tidak ingin memiliki tempat di Guika, negara itu ialah Yana. Sebuah negara yang dipimpin oleh satu keluarga tertinggi dan merupakan keluarga yang menjadi kunci untuk memasuki wilayah kedua.
Itu benar, keluarga tersebut ialah Keluarga Akugawa.
***
Mansion Keluarga Akugawa...
Sepasang kekasih tengah duduk di balkon ruangan. Mereka memandang ke arah utara di mana tempat seseorang yang paling mereka nanti berada. Kedua orang itu tentunya terkejut dan senang melihat berita yang baru saja menyebar di seluruh Wilayah pertama.
“Aku tidak menyangka bahwa Ryuto benar-benar menjadi pemimpin di sebuah negara. Hihi, kakakmu sudah semakin dewasa, Ryuta.” Perempuan yang tengah duduk itu berkata sambil mengelus perutnya yang sedikit membesar.
“Anak ini benar-benar di luar ekspektasi kita. Namun, kemungkinan hari dirinya pulang akan segera tiba.” Seorang pria tampan menatap ke arah perempuan cantik di sebelahnya. Dia sendiri terkejut dengan pencapaian Ryuto tersebut.
Sepasang kekasih ini ialah ayah dan ibu Ryuto. Mereka berdua tengah menikmati pagi hari dengan berjemur sambil menatap ke arah utara.
“Ya, mereka akan pergi ke sana. Namun, kita perlu memastikan pemikiran kita sebelumnya.” Yuro berkata dengan jelas. Hal ini membuat perempuan di sebelahnya itu mengangguk penuh akan setuju.
Satu pemikiran mereka itu dapat membuat seluruh dunia terguncang.
***
Istana Guika...
“Apa yang tengah kalian lakukan?” Ryuto bertanya lembut ketika sudah berada di dekat para istrinya itu. Rias yang berada dekat dengan dirinya itu membalas lembut.
“Kami sedang bermain.” Kemudian, Rias mengajukan pertanyaan balik. “Apakah urusanmu sudah selesai?”
“Sebenarnya belum, akan tetapi itu masalah yang sedikit besar. Ada tiga tempat masalah itu, sehingga perlu untuk diriku datang ke tempat tersebut.” Ryuto menjawab secara ringkas. Dia menjawab sambil duduk di sebelah Rias dan para istrinya lain.
__ADS_1
Mendengar perkataan Ryuto, Lilia mendekat dan bertanya, “Apakah perlu salah satu dari kami menemanimu?”
“Ya, akan tetapi tidak salah satu. Melainkan kita semua akan bepergian. Sementara anak-anak biarkan bersama dengan para pasukan untuk berlatih.” Ryuto berkata dengan jelas. Hal ini tentu membuat para perempuan mengangguk setuju.
Sementara itu, anak-anak yang tengah bermain tentu senang mendengarnya. Mereka sendiri ingin berlatih kembali. Namun, mereka tetap ingin memenuhi keinginan para masing-masing ibu yaitu untuk menemani bermain saja.
Ryuto sendiri menyadari keinginan anak-anak tersebut. ‘Sepertinya gen bertarungku benar-benar mengakar dalam tubuh anak-anak. Aku tidak menyangka akan hal itu.’
Para perempuan sebenarnya sudah mengetahuinya. Namun, mereka tetap memaksa bagaimanapun juga seorang ibu tahu apa yang terbaik untuk anaknya itu.
Selepas pengaturan tersebut, mereka menikmati hari tenang tersebut.
***
Keesokan harinya...
Semua persiapan sudah dilakukan oleh Ryuto dan para istrinya itu. Mereka berkemas cepat dan Ryuto sama sekali tidak melupakan cek in selama empat hari ini dan cek in lokasi.
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Pengalaman Dewa Perang.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Mobil Ternal.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Kemampuan Khusus Membaca pikiran.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Kemampuan Khusus Informasi pikiran.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan 500.000 pasukan tingkat C dan B.]
Ryuto sendiri terkejut selama ini karena mendapatkan hadiah yang begitu kuat. Jelas dia tidak menyangka akan hal itu, akan tetapi dirinya segera menerima hadiah itu layaknya hadiah normal.
Dia juga sudah menyebar 500.000 pasukan ke seluruh kota yang terdapat di Negara Guika itu. Semua pasukan mengetahui bagaimana mengamankan negara, sehingga dia tidak perlu khawatir akan terjadi sesuatu yang salah.
Satu persatu perempuan sudah bersiap untuk pergi. Tepat di depan mereka semua ialah mobil dengan bentuk ramping. Namun, hal yang mengejutkan ialah bagian dalamnya, di mana sudah terpasang keunikan tertentu yaitu segel ruang.
__ADS_1
Hal ini membuat para perempuan bernostalgia saat-saat di Dunia bawah dulu. Mobil yang selalu mereka bawa ialah mobil yang terdapat segel ruang itu sendiri, sehingga nyaman saat di dalam mobil.
To be Continued.