System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 97 - Kedatangan Para Pasukan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Dua orang pasukan yang mendengar suara itu terkejut. Satu orang yang gemetar sementara yang lainnya memandang segera ke arah suara tersebut berasal.


Nafas yang begitu kuat, mulai menyebar. Wajah yang semula terkejut kini berubah menjadi pucat pasi ketika memandang ke arah sosok pemilik suara itu. Nyalinya seketika memberontak untuk segera melarikan diri dari orang tersebut.


“Bagaimana bisa secepat itu ....” pasukan yang terluka gemetar ketakutan dan keringat dingin terus bermunculan, membanjiri seluruh tubuhnya.


Ryuto yang tiba di tempat memandang ke arah dua pasukan tersebut sekilas. Dia sama sekali tidak peduli dan melangkah menuju ke arah mansion yang dijaga dua ratusan orang yang tengah memakai senjata masing-masing.


Ryuto sama sekali tidak peduli, dia menyusutkan matanya ketika melihat gerak-gerik dari seluruh orang yang berada di depannya tersebut. “Jadi, kalian mencoba kabur dan menyisakan seluruh orang untuk menunda waktu saja.”


Ryuto tidak menyangka bahwa orang-orang Laserd tersebut sama sekali tidak memiliki rasa tak tahu malu. Namun, ketika dia memfokuskan ke arah satu orang di sana. Dia dapat melihat bahwa ada satu orang yang termasuk kategori kuat.


Boom!


Tepat saat Ryuto telah selesai memperhatikan apa yang ada di depannya. Dia mendengar ledakan keras di belakang. Ryuto tidak perlu berbalik karena dirinya tahu bahwa orang-orangnya telah tiba di medan tempur.


“Kalian berdua, jika tidak ingin mati. Pergilah dari kediaman ini, akan tetapi jika kalian tetap di mari. Maka, jalan satu-satunya ialah membunuh kalian berdua!”


Aura membunuh meresap ke arah dua orang berjas hitam tersebut. Keduanya bergidik ngeri dan menunduk berterima kasih, lalu berbalik pergi melarikan diri dari area medan pertempuran.


Ryuto sendiri mencibir ringan dan senyum seringai di wajahnya mulai terlihat. “Dasar bodoh, kau kira semudah itu untuk keluar dari medan pertempuran.”


Ryuto menggelengkan kepalanya dan dia memandang ke arah depan. Ada pun para pasukannya sendiri sudah tiba di belakang berbaris rapi bersama dengan para kapten kelompok masing-masing.


“Salam, Tuan!”


“Bangunlah, ini medan perang dan hilangkan formalitas. Misi kalian semua hanyalah satu yaitu membunuh seluruh orang berjas hitam yang berada di kediaman Laserd tersebut!”


“Baik, Tuan.”


“Apakah ada orang yang ingin mengucapkan sesuatu?”


Ryuto tidak memandang ke belakang, dia perlu bertanya kepada seluruh anggotanya. Bagi Ryuto, mereka adalah keluarg dan kesepakatan yang diambil harus selalu bersama. Inilah bentuk rasa keadilan dan kesetaraan yang Ryuto selalu jalani.


Satu persatu pasukan saling memandang, bahkan kapten tim pun juga saling menatap ke arah seluruh rekannya. Mereka memahami satu sama lain dan mengangguk bersama. Nine maju satu langkah dan mulai bertanya kepada tuannya.


“Tuan, sebenarnya kami bingung. Apa nama organisasi kami kali ini?”

__ADS_1


Ryuto yang mendengar itu tertegun seketika. Dia mengingat kembali dan apa yang ditanyakan oleh Nine adalah benar. Dirinya belum memberikan nama organisasi dan sebelumnya ingin memberitahu kepada Zero, tetapi Gandalf memberitahu tentang sesuatu yang terjadi kepada istrinya.


“Ya ... aku melupakan hal itu.” Ryuto perlahan-lahan maju menuju ke arah Mansion tempat keluarga Laserd berada. Dia mengangkat tangannya dan menyebut nama organisasi miliknya yang sekarang sudah berdiri tersebut. “Nama organisasi kita ialah Chaos Destiny!”


Seluruh pasukan Ryuto tertegun, kemudian mereka mengulangi nama itu kembali dan senyum penuh akan rasa semangat tinggi mulai bermunculan di benak mereka masing-masing.


Aura membunuh para pasukan Ryuto mulai muncul satu persatu. Mereka terus meningkatkan aura tersebut sehingga langit pun mulai bergejolak. Awan-awan yang sebelumnya berjauhan kini mulai mendekat dan menghitam.


Ryuto dan seluruh pasukannya berjalan ke arah Kediaman Cabang Laserd. Mereka tidak bergerak cepat melainkan bergerak secara tenang dan serempak.


Sementara itu, para pasukan Laserd memandang ke arah rombongan Ryuto dan yang lainnya dengan ekspresi terkejut. Namun mereka segera bersiap-siap dan mulai mengarahkan seluruh senjata yang mereka bawa tersebut tertuju ke arah lawan.


“Semuanya bersiap, salah satu segera pergi melaporkan kepada Tuan!”


“Ketua, pemimpin telah melarikan diri menuju ke tempat Cabang kedua dan ketiga. Bagaimana selanjutnya?”


Ketua pasukan Laserd terkejut mendengar informasi tersebut. Dia menggertakkan giginya dan tahu bahwa hal ini akan terjadi nantinya. “Lupakan! Bersiaplah untuk melawan para musuh tersebut. Kita harus mengalahkan mereka segera, kemudian mulai melucuti para pemimpin itu!”


Ketua pasukan sudah muak dengan tingkah pengecut dari para pemimpin besar tersebut. Mereka hanya bisa memerintah tanpa ada tanggung jawab sama sekali. Hal ini sama sekali tidak termaafkan.


“Ketua, lawan sudah melesat ke arah kita dan—dan mereka semua ialah orang-orang cakap yang berspesialis dalam elemen.”


“Semuanya, ini perintahku yang terakhir kalinya!” Ketua pasukan berteriak dengan keras. Jelas dia tahu bahwa mereka akna kalah. Namun, hanya satu hal yang terpikirkan di dalam pikirannya kali ini. “Kibarkan bendera putih!”


Mendengar kalimat ketua pasukan, seluruh pasukan Laserd terkejut. Bahkan Ryuto dan pasukannya yang tengah melesat pergi juga terkejut dengan adegan tersebut. Satu persatu mulai berhenti dan Ryuto berjalan sambil mengerutkan keningnya.


“Apa maksud kalian mengibarkan bendera putih!”


Ryuto meraung dengan amarah yang besar, dia mengeluarkan niat membunuh yang menyelimuti seluruh kediaman Laserd. Para pasukan baik itu dari keluarga Laserd maupun pasukan Chaos Destiny. Semuanya bergidik ngeri dan menggigil ketakutan.


“Jawablah dengan jujur atau kematian yang akan menjadi akhir bagi kalian semuanya!”


Ketua Pasukan Laserd menahan nafasnya sebentar, kemudian menghela nafas ringan. Pikirannya sendiri terpacu ke arah menyusun kata yang tepat untuk meredakan emosi yang di bawa oleh Pemimpin lawan.


“Kam-“


“Tidak akan menyerah, semuanya serang!”


Raungan amarah datang dari langit, hal ini membuat seluruh orang memandang ke arah langit. Namun, Ryuto berubah menjadi muram ketika mendengar bahwa mereka sama sekali tidak menyerah.

__ADS_1


Berbagai orang seketika muncul mengelilingi seluruh pasukan dari Ryuto. Mereka semua muncul dari udara kosong dalam sekejap. Namun, Ryuto tahu bahwa hal tersebut terkait dengan elemen ruang yang dimiliki oleh seseorang yang keluarga Laserd miliki.


Ryuto menunduk muram, aura membunuhnya meningkat dan seluruh orang merasakan tekanan yang belum pernah mereka capai. Bahkan orang yang tengah menonton dari layar monitor juga tertekan akibat aura yang dikeluarkan oleh Ryuto tersebut.


“Tekanan ini sangatlah besar! Bagaimana orang seperti itu bisa memilikinya!”


“Orang ini berbahaya, kita harus segera memusnahkannya segera atau bencana yang tidak kita inginkan akan terjadi segera.”


“Pemerintahan Guika tidak bisa diubah begitu saja!”


Sepuluh orang tua tengah memandang ke arah Ryuto yang menyebarkan aura yang begitu besar tersebut. Mereka tidak bisa membiarkan ancaman seperti itu menggoyahkan pemerintahan Guika.


Di sisi lain...


Ryuto yang tengah mengeluarkan nafas kuatnya, seketika matanya memancar merah. Jelas dia benar-benar marah karena dipermainkan oleh para semut-semut di depannya itu. Ryuto tidak peduli lagi dan dia segera menghilang.


Para pasukan Laserd terkejut dengan apa yang mereka lihat. Kemudian, seluruh pasukan Ryuto juga mulai merasakan apa yang dirasakan oleh tuannya itu. Mereka semua mulai marah dan mengeluarkan teknik kekuatan mereka masing-masing.


Perang pun pecah di awali dengan darah yang melayang di udara. Satu kepala terpotong rapi dan berputar dengan cepat sebelum jatuh ke tanah.


Pemimpin yang memiliki kekuatan besar mulai menyerang para Pasukan Ryuto, akan tetapi tepat saat pedang yang pemimpin itu melayang menuju ke arah kepala pasukan. Cahaya yang begitu memantul mulai terlihat dan berikutnya suara benturan keras terdengar.


Ding!


Nine yang mengendalikan air menahan serangan dari pemimpin tersebut. Dia menggunakna pedang air yang sudah dipadatkan dengan teknik pembekuan. Nine atau bisa dipanggil dengan Minato benar-benar jenius dalam memahami pengajaran tertentu.


“Lawanmu adalah aku, mereka semua masihlah dalam proses perkembangan.”


To be Continued.



Menikah Dengan Musuhku : Luka Dalam Pernikahan


Author: R.angela


Tujuan hidup Rain LaLuka hanya satu, membalas dendam. Demi mewujudkan rencana nya, dia terpaksa menikahi gadis yang menjadi penyebab adiknya bunuh diri. Siapa sangka ketika hari dimana dia menikah dengan Dara, saat itu pula dia bertemu dengan wanita yang sudah meninggalkan ayah, adik dan juga dirinya bertahun-tahun lamu, yang tidak lain adalah ibunya.


Mendapati dirinya dan Dara adalah saudara, Rain bimbang sesaat apakah ingin melanjutkan pernikahan itu, tapi demi balas dendam, dia pun menikahi gadis yang ternyata putri dari ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2