System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 120 - Malam Panas 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


318+


Tepat semua orang sudah sampai di dalam rumah. Ryuto mulai menarik Lilia terlebih dahulu, ia mencium perempuan tersebut dengan penuh aura memikat.


Sementara itu, perempuan lain yang sudah dari dulu bersama Ryuto, menarik perempuan pemula menuju ke arah kamar mandi. Mereka perlahan-lahan mulai melepas pakaian masing-masing, sehingga hanya terlihat tubuh yang begitu indah bagaikan giok.


“Ahn!” Megu tersentak, ia benar-benar sensitif ketika melihat Amy memegang puncak gunung kembarnya. Jelas ini pengalaman kedua seseorang menyentuh bagian tersebut.


“Wow, kamu begitu sensitif ternyata di bagian ini.” Amy tersenyum, kemudian ia mengangguk ke sesama perempuan lainnya dan masuk ke arah bak mandi yang sudah penuh dengan air hangat.


Di luar kamar mandi.


Ryuto masih mencium Lilia, mereka terus melakukan pergulatan selama lima menit tanpa henti. Tangan mereka bahkan bertindak nakal, melepas kain yang menutupi lawan mereka satu persatu.


Tepat saat keduanya sudah sampai pintu, mereka melepas dan saling memandang satu sama lain.


“Sepertinya bagian bawahmu sudah basah!” Ryuto memainkan bagian bawah Lilia, hal ini membuat nafas perempuan tersebut patah-patah dan jejak rona merah mulai muncul di pipi.


“Sayang, aku sudah tidak tahan!” Lilia merintih kesakitan, ia sudah berada di ujung dan akan keluar. Namun, sayangnya Ryuto menghentikan permainan tersebut.


Lilia yang sudah mencapai puncak membeku dalam sekejap. Ia merasakan perasaan frustrasi dalam sekejap. Namun, belum sempat memikirkan hal lain. Ryuto sudah mulai mempermainkan kembali.


Kejadian tersebut terus diulang, membuat Lilia mati rasa dan tatapannya menjadi sayu. Ia berkata dengan lirih. “Kumohon sayang, biarkan aku keluar!”


Tingkahnya genit layaknya perempuan yang benar-benar sudah mabuk cinta. Pikirannya kosong, hanya ingin menyelesaikan kesenangan saja.


“Panggil aku Tuan. Kemudian, memohonlah.” Ryuto mendekati telinga Lilia dan membisikkan kata-kata penggoda.


Lilia yang sudah tidak memiliki kekuatan dan ia benar-benar sudah tidak tahan, langsung menuruti. “Tuan, kumohon acak-acak perempuan ini.”


Ryuto tersenyum, ia tidak ingin melakukan lebih seperti membuat istri layaknya budak. Baginya istri adalah hal favorit karena selalu ada di dekat dirinya berada.


“Sesuai yang kamu katakan, Sayang!” Ryuto mulai memainkan jarinya ke bagian bawah Lilia. Permainan Ryuto menjadi cepat dan semakin cepat.


Lilia menutup dan membuka matanya, ia terus merintih keenakan dan tepat saat beberapa permainan jari Ryuto. Ia menegang dan berteriak, “Keluar!”

__ADS_1


Cairan air putih keluar dan membasahi lantai. Lilia dalam sekejap roboh, Ryuto segera menangkap istrinya dan mulai menggendong menuju ke dalam kamar mandi.


Mendengar bunyi pintu dibuka, para perempuan segera memahami. Bahkan perempuan yang masih pemula, mereka juga paham dan dengan wajah memerah mereka semua datang.


“Yah, bawa dia ke bak mandi.” Ryuto menyerahkan Lilia yang gemetar kepada Yui. Amy sendiri mendekat ke arah Ryuto dan keduanya saling berciuman,


Perempuan lainnya juga mulai memeluk bahkan memainkan tubuh Ryuto. Mereka yang pemula perlahan-lahan mulai terbawa suasana dan akhirnya mulai menikmati.


Beberapa menit telah berlalu.


Kamar mandi terbuka dan Ryuto keluar dengan memeluk sepuluh istrinya tersebut. Beruntung kamar mandi berada di dekat kamar tidur, sehingga tepat mereka tiba di kamar tidur. Satu persatu masuk dan pintu di kunci.


Ryuto tidak membuang waktu banyak, ia segera melepas pakaian dan menatap ke arah satu persatu perempuan itu. Tatapan Ryuto layaknya binatang buas yang siap menerkam mangsanya.


“Urutan atau melakukan bersama?”


“Urutan saja, Sayang!” Megu mengatakan segera, entah mengapa ia sedikit berani dan wajahnya masih memerah. Baru kali ini ia bermain bersama dengan banyak orang. Sebelum-sebelumnya, hanya dia dan tuan mudanya saja.


Semua perempuan saling mengangguk dan mereka setuju dengan usulan Megu.


Melihat naga yang begitu besar, para perempuan pemula benar-benar menelan ludah. Jelas mereka belum pernah melihat ukuran yang begitu besar.


Lilia yang sudah masuk dalam permainan. Mulai di dorong oleh Ryuto ke dalam ranjang. Seluruh perempuan juga ikut ke sana, mereka akan memainkan dirinya sendiri sambil melihat permainan saudarinya itu.


Ryuto berada di atas, ia menyesuaikan naga dan berikutnya meluncur ke dalam bagian bawah Lilia. Naga sendiri melesat dengan cepat tanpa ada hambatan apapun.


“Ahh!” Lilia menger*ang penuh dengan kenikmatan. Ia terus merancau ketika Ryuto terus memompa dirinya. Awal pertama pelan, kemudian menjadi cepat dan kecepatan semakin meningkat.


Bola mata Lilia berputar naik ke atas, kedua tangan mencengkeram punggung suaminya tersebut. Dua kaki mulai menyilang di belakang suaminya itu.


Ryuto menambah kecepatan dan ia merasakan bahwa istrinya telah keluar lima kali dan dirinya sendiri belum. Namun, perlahan-lahan ia merasa bahwa sudah berada di puncak.


“Sayang, aku akan keluar!”


“Iya Ahh, keluarkan semua di dalam!” teriak Lilia, kemudian Ryuto mempercepat lajunya dan berikutnya ia mendorong keseluruhan diri ke bawah.


“Ahhh!” Lilia berteriak keras, kemudian tubuhnya bergetar hebat. Nafasnya terengah-engah dan keringat sudah memenuhi tubuh.

__ADS_1


Ryuto yang mengambil naga dari bagian bawah Lilia. Melihat adanya semburan lahar putih keluar dari tempat tersebut.


Detik berikutnya, tatapan Ryuto tertuju ke arah Amy yang sudah benar-benar terkena mabuk cinta. Ryuto yang sudah tidak tahan, mulai menarik perempuan itu.


Tepat saat Ryuto akan menekan Amy ke bawah. Ia di dorong terlebih dahulu oleh perempuan itu. Kemudian, Amy duduk di atas sambil memegang naga Ryuto.


“Biarkan aku mengambil alih!” Amy mengatakan dengan nada genit. Hal ini membangkitkan semangat lain dari Ryuto. Namun, sebelum ia berbicara balik. Yui dan Yuka datang dari kanan dan kiri dirinya.


“Oh, kalian ingin bermain bersama seperti itu.” Ryuto mengarahkan jari masing-masing tangan ke bagian bawah Yui dan Yuka. Hal ini jelas membuat kedua perempuan itu semakin mendekat.


Amy sudah memasukkan naga Ryuto ke dalam bagian bawahnya. Ryuto memainkan dua bagian bawah anak-anaknya itu.


Yui dan Yuka mendongak ke atas, lalu mereka mendekatkan badan ke arah wajah Ryuto. Dua gunung kembar kiri dan kanan membuat Ryuto bersemangat.


“Ahnn!” Tiga perempuan menge*rang penuh akan cinta.


Amy mulai mempercepat laju dirinya, juga ia merasa semakin mabuk cinta karena kedua perempuan yang terus mempermainkan dua gunung kembar miliknya itu dengan liar.


Ryuto penuh akan cairan air putih yang keluar dari dua kembar milik Yui dan Yuka. Kecepatan jarinya semakin meningkat membuat perempuan yang ia permainkan, semakin berteriak gila.


Detik selanjutnya, Yui dan Yuka menegang, lalu seluruh cairan air putih keluar dari bagian bawah mereka masing-masing. Mereka berdua jatuh ke belakang dan Ryuto segera memegang pan*tat Amy.


Ryuto mencengkeram dengan erat, kemudian terus mengguncang Amy naik turun. Hal ini membuat perempuan itu memutar bola matanya dan air liur terlihat di sudut bibir.


“Ahh Ahh, keluar. Sayang, aku keluar!”


“Aku juga, mari kita keluar bersama!” Ryuto mempercepat pergerakan Amy, ia dengan terampil menggerakkan tubuh perempuan itu.


Tepat keduanya berada di ujung tanduk. Ryuto menarik Amy turun dengan keras. Amy melebarkan matanya dan tubuhnya bergetar.


“Keluar!” Keduanya berkata bersamaan, kemudian, Amy yang sudah menerima benih semburan dari naga Ryuto, segera lepas dan terbaring di dekat Lilia.


Ryuto sendiri segera bangun dan menatap ke arah Yui dan Yuka. “Giliran kalian berdua, Sayang!”


To be Continued.


__ADS_1


__ADS_2