System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 152 - Maiden Maelstorm


__ADS_3

Melihat dan mendengar apa yang dilakukan oleh Berta tersebut. Satu persatu anggota kelompok berubah menjadi marah. Mereka jelas-jelas tidak terima diremehkan seperti itu.


Para kelompok Atlas mengeluarkan senjata api mereka masing-masing. Meski lawan ialah pengguna mata mistis, mereka sama sekali tidak gentar dengan hal tersebut.


Satu persatu moncong senjata api mengarah ke Berta. Kemudian, masing-masing dari mereka mendengar suara teriakan di belakang.


"Tembak!"


Seluruh kelompok segera menarik pelatuk dan rentetan peluru melesat cepat menuju ke arah tempat Berta berdiri.


Melihat banyaknya peluru mengarah ke dirinya, Berta sama sekali tidak takut. Apa yang dirinya lihat hanyalah peluru yang berjalan dengan lambat.


"Sungguh sangat lama." Berta berkata dengan ringan, kemudian ia menyeringai dan bergegas melesat menuju ke arah para kelompok Atlas tersebut.


Kecepatan Berta tidak dapat dilihat oleh para kelompok itu. Hal ini membuat mereka bingung dan memandang ke sekelilingnya.


Insting pembunuh mereka aktif dalam sekejap, akan tetapi saat akan menghindar. Semua itu percuma karena reaksi dan kecepatan para pembunuh bayaran itu masih lambat.


"Slash!" Berta menebas salah satu anggota Atlas, kemudian ia menghilang kembali dan muncul di belakang beberapa anggota Atlas.


Berta terus melakukan tebasan tanpa henti. Dia benar-benar rapi dan bersih ketika menghadapi kepungan anggota-anggota lemah tersebut.


Salah satu orang yang merupakan senior segera melesat ingin membantu melawan Berta tersebut. Namun, apakah kekuatan Berta rendah? Tentu saja, tidak.


Lelaki itu memandang sekilas, kemudian menggerakkan satu jarinya dan jarum kuku melesat cepat menembus jantung sosok senior tersebut.


"Jlash!" Senior melebarkan matanya, kemudian ia terkejut ketika melihat sosok tepat berdiri di depannya. Namun, detik berikutnya, pandangan mata berputar dan jatuh ke tanah.


Berta memenggal senior itu dengan mudah, kemudian ia merasakan sepuluh serangan kejut. Dia melirik sebentar, sebelum menghilang dan serangan gabungan hanya memotong angin saja.


"Jangan kira jika kalian bersama dapat mengalahkan diriku. Sungguh orang yang naif." Berta mencibir keras, sebelum tangannya berayun menebas kepala sepuluh orang tersebut.


"Slash!" Sepuluh kepala melayang bebas dan darah mengalir deras membuat kabut merah yang begitu jelas.


Melihat pasukannya dibantai, tentu Rash dan Hack tidak terima. Mereka segera bergabung dengan mata mistis dan berubah dalam sekejap.


Rash terlihat memakai setelan baju perang. Ia menggunakan pedang dengan ukiran hijau. Dirinya juga memiliki sayap empat yang begitu lebar di punggung.


Sementara Hack sendiri memakai setelan baju biru. Ia menggunakan tombak trisula. Ada lima bola bersinar terang tepat di pundaknya.

__ADS_1


Kekuatan mereka bertambah, sehingga menarik minat Berta.


"Perubahan armor ternyata. Namun, kekuatanmu masihlah rendah. Datanglah, mari kita menari bersama!" Berta mengayunkan pedang ke depan.


"Wush!" Seberkas tebasan hitam keunguan melesat menuju ke arah dua orang tersebut. Hal ini tentu membuat Rash dan Hack memperhatikan tebasan tersebut. Mereka berdua sama sekali tidak takut.


Rash sendiri segera mengangkat pedangnya, kemudian ia ayunkan ke depan. Sementara Hack meluruskan trisulanya dengan pegangan yang begitu kuat.


Detik berikutnya, tebasan dan tusukan mulai terlihat. Satu merah dan satu biru, keduanya saling menyatu membuat pusaran lurus.


"Boom!" Dua serangan saling berbenturan, ledakan keras terjadi dan gedung tua itu bergetar dengan hebat. Hal ini membuat para Kelompok Atlas terjatuh dari lantai tiga.


Sementara Berta, Rash dan Hack. Mereka tengah bertarung di area luar gedung. Entah beruntung atau memang sudah terencana. Ada sebuah lapangan kosong dan daerah sekitar sepi.


Tiga orang itu saling melancarkan serangan masing-masing. Mereka sama sekali tidak peduli sudah berapa banyak energi yang terus dikeluarkan.


Gedung tua yang berdiri sebelumnya kini akhirnya roboh, para kelompok Atlas tidak peduli dan pandangan mereka terarah ke pertempuran pemimpinnya itu.


Pertempuran tiga orang tersebut sangatlah kuat, bahkan lingkungan di sekitar lapangan terkikis dalam sekejap. Hal inilah yang membuat para kelompok Atlas sedikit mundur dan tidak mendekati area pertempuran.


"Boom Boom Boom!" Ledakan demi ledakan terdengar begitu jelas. Matahari sendiri sudah bersinar terang, akan tetapi debu pertempuran membuat sinarnya tidak dapat menembus.


Melihat hal itu, ia tentu menjadi lebih ingin memilikinya. Lidah lelaki itu berayun dari sudut bibir kanan ke kiri. "Sepertinya aku menemukan bahan eksperimen baru."


[Nama :Berta Claus.]


[Umur : ??]


[Kekuatan : Manipulasi bentuk lancip.]


[Fisik : ???]


[Keahlian : Profesor bedah kematian.]


Rash dan Hack saling memandang, mereka tahu bahwa lawan kali ini lebih sulit dari biasanya. Namun, mereka tentu tidak akan menyerah begitu saja.


"Rash, coba tahan orang ini. Aku akan menggunakan Maiden Maelstorm!"


Rash yang mendengar nama teknik yang akan digunakan oleh Hack, ia seketika terkejut. Jelas tidak menyangka bahwa rekannya akan begitu habis-habisan.

__ADS_1


Namun, ia tidak menolak. Bagaimanapun juga, lawan kali ini berbeda dari biasanya. "Aku akan menahan dirinya! Dua menit apakah sudah cukup?"


"Itu sudah cukup!" Hack berteriak dengan keras, ia mundur beberapa langkah dan menatap ke arah langit dengan trisula dirinya angkat.


Berta yang melihat hal itu. Memiringkan kepalanya, akan tetapi ia segera merasakan serangan dari arah depan.


"Lawanmu adalah aku!" Rash berteriak dengan keras, pedangnya bersinar terang dan sayap di punggung mengepak dengan keras.


Berta yang melihat itu tentu tidak peduli, ia tahu bahwa Rash menjadi umpan mengulur waktu. 'Mari kita lihat, kekuatan apa yang tengah kalian buat!'


"Ding!" Pedang Rash menghantam pedang kuku Berta. Namun, Rash tentu tidak tinggal diam dan terus menyerang Berta secara ganas.


Berta sendiri menatap dengan datar, setiap serangan lawannya itu sama sekali tidak mengenai tubuh. Kecepatan yang dimiliki Berta tidaklah main-main.


"Kecepatan dirimu lambat, aku tidak tahu apa yang sedang kalian ciptakan. Namun, aku tahu bahwa kamu ingin mengulur waktu agar temanmu dapat menggunakan teknik rahasianya!"


Rash sendiri tidak terlalu terkejut jika Berta mengetahui rencana itu. Dia terus menyerang secara ganas.


"Membuang-buang waktu." Berta berkata dengan ringan, kemudian ia mengayunkan kakinya dengan kuat ke arah perut Rash.


"Boom!" Rash terpental ke bawah, ia membentur tanah dengan keras dan mode setelan besinya menghilang dalam sekejap.


Hack yang melihat itu tentu tidak terima, akan tetapi ia tersenyum karena Rash sudah berhasil mengulur waktu yang cukup lama yaitu tiga menit.


"Bajingan, rasakan kemampuan Dewa Air!" Hack berteriak keras, kemudian trisula miliknya bersinar terang berwarna biru laut. "Maiden Maelstorm!"


Langit dalam sekejap memunculkan lubang transparan. Awan putih yang berada di jauh seakan-akan terhisap ke dalam lubang tersebut.


"Hong Hong Hong!" Terdengar tabuhan gong dari langit. Kemudian, awan yang berkumpul mulai menjadi hitam pekat. Satu persatu awan bergabung membentuk lingkaran yang memiliki permukaan halus.


Permukaan hitam dalam sekejap berubah menjadi biru layaknya langit. Kemudian, sosok besar keluar dari lubang di langit tersebut.


Berta memandang sosok itu dengan serius. Tentu ia merasakan kekuatan yang amat mengerikan di tubuh sosok tersebut.


Namun, detik berikutnya sosok itu berubah menjadi gumpalan air dan terus bergerak diiringi dengan berubahnya cuaca menjadi badai.


Berta yang melihat itu, seketika memahami seberapa tangguh teknik yang digunakan oleh lawan tersebut.


"Benar-benar merepotkan!"

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2