System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 145 - Kembali Ke Markas


__ADS_3

Melihat Xia Lin yang begitu menyukai uang, Ryuto tentu tidak berdaya. Namun, ia tetap tidak terlalu peduli akan kesukaan istri barunya tersebut.


"Apakah semua sudah?" Ryuto bertanya dengan nada ringan, kemudian Xia Lin menjawab dengan anggukan kepala. Kedua orang itu sudah siap untuk pergi dari tempatnya sekarang berada.


Ryuto segera mengaktifkan mode tak terlihat. Ia kembali menjadi transparan, di mana hal ini benar-benar mengejutkan Xia Lin.


"Wow... jadi inikah mengapa kamu bisa masuk ke lantai tujuh." Xia Lin benar-benar terpana dengan kemampuan Ryuto tersebut. Ia tidak menyangka bahwa lelaki di sebelahnya memiliki kekuatan menghilang.


"Ya, begitulah. Aku sendiri penasaran seperti apa wajah dari pemilik pagoda itu saja. Namun, tak kusangka bahwa pemiliknya memilih untuk mengikuti diriku sekarang." Ryuto berkata dengan senyum di wajah.


Xia Lin yang mendengar itu memerah karena apa yang dikatakan oleh lelaki disebelahnya ialah tentang dirinya. Hal ini benar-benar membuat perempuan tersebut tersenyum senang.


Ryuto tahu pemikiran dari perempuan itu. Ia dapat merasakan hati dari Xia Lin karena keduanya sudah menyatu bersama.


Mereka berdua berjalan menuju keluar dari dimensi lain tersebut. Kemudian, melewati lorong yang panjang dimana penuh akan orang-orang yang tengah bergegas untuk memangsa seseorang.


"Sepertinya mereka adalah assasin yang dikirim untuk membunuh Berta." Ryuto berkata dengan senyuman di wajah. Ia kemudian memegang tangan Xia Lin sedikit erat. "Mari kita ikuti mereka!"


Xia Lin yang merasakan pegangan tangan tersebut, segera mengangguk. Ia menstabilkan tubuhnya dan berlari bersama dengan Ryuto. Kedua orang itu mengikuti dari belakang.


Tak butuh waktu lama, keduanya sudah tiba di ujung lorong. Mereka berdua tiba di bar jalan masuk menuju ke pagoda. Di bar tersebut, tidak banyak orang yang tengah duduk di sana.


Hal ini membuat Ryuto sedikit menaikkan alisnya. Ia tak menyangka bahwa bar yang sebelumnya ramai, kini sudah sepi tinggal beberapa orang saja.


"Bukankah ini terlalu sepi?" Xia Lin mengerutkan keningnya. Jelas ia tahu bahwa bar tempat pintu masuk ke pagoda miliknya, sangatlah ramai bahkan sebelum maupun sesudah pelelangan.

__ADS_1


Ryuto merasa sedikit janggal. "Ya, sebelumnya tempat ini tidak sepi seperti sekarang. Mari kita pergi terlebih dahulu, lalu berkendara menuju ke istriku yang lain."


Mendengar hal itu, Xia Lin sedikit terkejut. Ia tidak menyangka akan secepat itu bertemu dengan para saudarinya. Meski begitu, ia sama sekali tidak melawan dan lebih memilih untuk mengikutinya dengan tenang.


Selepas Ryuto dan Xia Lin keluar dari bar. Ryuto mengangkat perempuan itu dan melesat cepat menuju lokasi pelatihan para istrinya berada.


Xia Lin sendiri terkejut dengan langkah yang dilakukan oleh suami barunya itu. Ia tidak menyangka bahwa lelaki tersebut sangat cepat dan pegangan dirinya benar-benar kuat.


Dua jam telah berlalu, Ryuto yang tengah membawa Xia Lin akhirnya tiba di hutan monster dekat dengan Desa Satana.


Sementara itu, Ryuto menatap ke arah Xia Lin yang tengah tertidur pulas dalam pelukannya tersebut. Hal ini benar-benar membuat dirinya tersenyum. Ryuto tahu bahwa perempuan itu tengah kelelahan menahan rasa sakit yang selama ini dideritanya.


"Aku tidak menyangka bahwa dirinya begitu cantik ketika tengah tertidur." Ryuto berkata sambil menyelipkan rambut perempuan tersebut ke arah telinga. Hal ini membuat perempuan itu terlihat semakin cantik.


Ryuto kini berjalan menuju ke markas. Namun, belum sempat melangkah terlalu jauh. Beberapa orang segera muncul tepat di depan lelaki tersebut.


Ryuto menatap para orang-orang berpakaian serba hitam itu. Tajam dan dingin, mata lelaki tersebut membuat orang-orang pakaian hitam itu gemetar hebat. Namun, Ryuto segera menarik niat membunuhnya dan senyum di wajah mulai terukir.


"Kerja bagus, mulailah berpatroli kembali!"


"Baik, Yang Mulia!"


Mendengar panggilan yang berbeda dari biasanya, Ryuto tentu sedikit mengerut. Namun, ia segera tidak peduli dan menatap ke arah orang-orang berpakaian hitam menghilang terlebih dahulu. Selepas itu, dia mulai melangkah masuk ke dalam hutan monster.


Pemandangan gelap, suara jangkrik yang terus terdengar di mana pun tempatnya. Sepasang mata kuning terlihat seolah-olah tengah mengawasi langkah seseorang. Hutan monster ini sungguh menakutkan, beberapa menit selanjutnya akan terdengar lolongan serigala yang membuat bulu kuduk setiap makhluk berdiri.

__ADS_1


Ryuto yang melangkah semakin ke dalam hutan, sama sekali tidak memiliki perasaan takut. Hutan yang menyeramkan bagi setiap orang, layaknya taman hiburan bagi dirinya itu.


Semakin dalam, Ryuto akhirnya mendengar suara teriakan orang-orang yang tengah berlatih bersamaan. Suara itu keras dan bersamaan. Meski tidak terlihat, akan tetapi Ryuto tahu lokasi orang-orang tersebut.


Lelaki itu akhirnya berhenti melangkah, ia menatap ke depan di mana gubuk yang menjadi markas telah berdiri. Gubuk lama itu, terdengar suara orang-orang banyak tengah bergema setiap beberapa detik.


"Malam pun, mereka masih berlatih. Memang pekerja keras."


Ryuto tersenyum, lalu ia masuk ke dalam gubuk. Di mana gubuk tersebut terdapat sebuah jalan menuju ke bawah tanah. Lelaki itu tanpa pikir panjang, ia turun dengan langkah santai. Namun, suara langkah kakinya terdengar sampai bangunan di bawah tanah.


Di bawah tanah, terlihat berbagai macam orang berpakaian hitam ketat. Celana lebar yang membuat mereka layaknya seorang tentara. Tubuh orang-orang itu besar, kekar dan berotot.


Sementara itu, para perempuan sendiri memiliki otot ramping. Rambut mereka ada yang pendek dan panjang. Tubuh perempuan-perempuan itu ideal dan proporsional. Tidak banyak lemak menumpuk, meski dada mereka menonjol.


Mereka semua ialah pasukan yang dibina oleh Ryuto, mereka dikenal sebagai Pasukan Chrono. Sosok pasukan yang memiliki jumlah hampir 50 ribu orang.


Masing-masing dari pasukan menatap ke arah tangga, di mana suara langkah kaki tersebut terdengar. Satu persatu pasukan mulai menghentikan pelatihan mereka. Pandangan tajam dan serius, akan tetapi niat membunuh sama sekali tidak terlihat.


Di depan para pasukan ada beberapa perempuan yang tengah berhenti berlatih. Mereka cantik, bahkan menyamai cantiknya Xia Lin. Kecantikan mereka membuat beberapa orang yang melihatnya membeku dan terpana.


Perlahan-lahan suara langkah kaki dari tangga semakin mengeras. Mereka semua segera berbaris rapi, sementara para perempuan tidak melakukan hal sama seperti pasukan-pasukan tersebut.


Langkah kaki terakhir terdengar. Di tangga nampak seorang lelaki tengah membawa seorang perempuan dalam gendongannya. Lelaki tersebut tersenyum ketika melihat pasukan yang begitu rapi.


"Selamat datang, Yang Mulia!" Suara lantang para pasukan membuat Ryuto menaikkan sudut mulutnya. Xia Lin yang tertidur juga terbangun dari tidurnya, akan tetapi sebelum dapat dirinya melihat apa yang terjadi. Ia mendengar suara berbagai perempuan berada di dekatnya.

__ADS_1


"Sayang!"


To be Continued.


__ADS_2