
Silakan Dibaca.
“Kamu bisa melihatnya ternyata, Tuan Muda!”
Merlyn tersenyum ketika mendengar perkataan tuan mudanya. Ia tidak menyangka bahwa tuan mudanya dapat mengetahui tentang dirinya yang tengah menekan kekuatan.
Tidak banyak yang dapat melihat, kecuali level orang itu di atas dirinya. Namun, untuk orang yang memiliki level di bawahnya dapat melihat penekanan kekuatan benar-benar langka.
Ryuto sendiri tidak bangga, ia hanya memandang datar ke arah Merlyn. Namun, dalam hatinya penuh akan perasaan rumit. Hal ini karena pelayan di depannya terkait dengan ibunya sendiri.
Ryuto tidak tahu harus berkata apa. Ia jelas bingung dengan situasi yang ia hadapi kali ini.
Namun, Ryuto segera menguatkan kekuatannya kembali dan dengan keras ia menggerakkan seluruh otot-otot di dalam tubuh.
Boom!
Rantai yang melilit dirinya seketika meledak. Hal ini membuat Merlyn menyipitkan matanya. Jelas rantai yang ia gunakan sudah meningkat dari rantai biasanya. Namun, tuan mudanya dapat menghancurkannya dengan mudah.
“Aku tidak tahu apa kaitannya kamu dengan ibuku. Namun, jika kamu memiliki niat buruk. Terpaksa aku harus mengakhiri hidupmu!” Ryuto berkata dengan tegas, petir mulai menyelimuti tubuhnya membentuk pelindung yang kuat.
Kyoka yang berada di ruangannya tersentak. Ia tidak menyangka begitu dalamnya perasaan Ryuto terhadap dirinya. Bukan perasaan antar laki dan perempuan, akan tetapi perasaan anak dan ibu.
Yuro tersenyum lebar, ia bangga dengan putranya tersebut. Meski sebelumnya ia sedikit tertekan karena Ryuto tidak dapat diandalkan. Namun, sekarang ia berbeda.
Megu dan Rias terpana dengan Ryuto. Tinggi dan tegap, aura percaya diri layaknya raja benar-benar terpancar. Mereka tidak bisa untuk tidak basah di bawah ketika melihat kegagahan Ryuto.
Di medan pertempuran, Merlyn juga terpana. Baru kali ini melihat lawan menarik di matanya. Selama ini lawan yang ia hadapi tidak seperti tuan mudanya. Melawan hanya untuk seseorang yang dicintai. Hal ini membuat Merlyn meningkatkan sesuatu terkait Ryuto.
Ryuto sendiri tidak menyerang, ia lebih mengetahui bahwa saat Merlyn menembak. Ia akan hancur seketika, fisik dirinya berkali-kali lebih lemah dibandingkan pelayan tersebut.
“Oh, aku akan meningkatkan kekuatanku kalau begitu.” Merlyn berkata dengan ringan, kekuatan di dalam dirinya mulai meningkat kembali. Kali ini batas level enam puluh, energi miliknya lebih menggila dibanding sebelumnya.
Ryuto melebarkan matanya, insting miliknya tahu bahwa pelayan di depan sangatlah berbahaya. Ia segera bersiap-siap untuk bertarung kembali.
__ADS_1
Ikatan kain yang menutupi matanya, ia lepaskan dan taruh di saku. Kali ini Ryuto dapat melihat seluruh wajah dari pelayan tersebut. Kemudian, aksesoris kain yang membungkus rambut ia lepaskan.
Surai rambut panjang berwarna biru laut dalam, mulai berkibar dengan liar. Iris mata merah dan emas terlihat begitu jelas. Merlyn menyeringai, ia kemudian merentangkan tangan kanannya dengan leluasa.
“Mari menari, Tuan Muda.” Suara lembut Merlyn terdengar di telinga Ryuto. Hanya saja, selepas kalimat itu jatuh. Merlyn menghilang dari tempat dalam sekejap.
Ryuto melebarkan matanya, ia segera merasakan bahaya di depan. Tanpa peringatan apa pun, Ryuto mengayunkan kakinya ke depan. Ia tidak lupa melapisi kaki dengan energi.
Boom!
Ledakan keras terjadi, Ryuto terkejut karena ia seakan-akan tengah menendang besi yang sangat keras. Ryuto segera mundur dan terbang keluar dari lorong yang begitu sempit. Ia melesat cepat menuju ke taman yang kosong.
Merlyn menatap sebentar, kemudian berbagai rantai muncul di punggungnya, lalu membentuk sebuah sayap yang lebar. Ia melesat dengan cepat menyusul arah Ryuto pergi.
Yuro dan Kyoka terus memandang ke arah pertempuran Ryuto melawan Merlyn tersebut. Mereka tidak menghentikan keduanya karena ingin melihat batas kemampuan putranya tersebut.
Megu dan Rias sendiri khawatir akan keselamatan tuan mudanya. Namun, matanya memancarkan kepercayaan penuh akan kekuatan tuan mudanya.
Kembali ke pertempuran.
Namun, Ryuto semakin merasa kewalahan. Ia tidak menyangka bahwa rantai yang diayunkan Merlyn benar-benar berat dan tajam. Kakinya terus mengalami luka, penyembuhan stamina miliknya sendiri kalah cepat dengan luka yang ia terima.
‘Jika begini terus, kemungkinan aku kalah pasti tinggi!’ batin Ryuto, ia jelas tidak ingin mengakui kekalahan. Dengan ringan, ia memfokuskan energi ke salah satu kakinya. Kemudian, ia mengubah energi menjadi elemen angin.
Kaki Ryuto semakin menajam, ia menendang rantai dengan keras. Sehingga, suara benturan dua besi terus terdengar di langit.
Ding! Ding! Ding!
Ryuto yang memiliki stamina tak terbatas, sama sekali tidak lelah. Ia tidak kehabisan energi, sehingga kecepatan responsnya semakin meningkat akibat pertempuran itu.
Merlyn sendiri mengerutkan keningnya, jelas tuan mudanya terlihat tidak kelelahan. Hal ini benar-benar membuat ia semakin penasaran. ‘Apakah stamina Tuan Muda tak terbatas?’
Merlyn yang bingung sama sekali tidak tahu bahwa tebakannya benar.
__ADS_1
Ryuto tidak tahu apa yang dipikirkan Merlyn tersebut. Ia hanya terus fokus dengan serangan rantai yang datang ke arahnya.
Merlyn segera menggelengkan kepalanya dan mulai melancarkan rencana cadangan. Ia meningkatkan rantainya menjadi dua kali lebih kuat dan lebih besar dari sebelumnya.
Boom! Boom! Boom!
Ryuto lagi-lagi kewalahan menghadapi badai rantai tersebut. Ia sedikit terkejut, akan tetapi kelengahannya itu menjadi manfaat bagi Merlyn. Rantai yang bebas segera mengikat kaki kiri Ryuto.
Hal ini membuat Ryuto terkejut, kemudian ia menyadari bahwa dirinya telah ceroboh. Merlyn menggerakkan rantai dengan kuat. Ia melambaikan kedua tangannya ke depan.
“Chain Prison!” Berbagai Rantai melesat dan mulai menyatu menjadi satu. Rantai membungkus Ryuto dan selanjutnya, Merlyn mengayunkan rantai dengan keras ke arah tanah.
Booom!
Kediaman Akugawa bergetar hebat akibat benturan keras Ryuto ke tanah. Para pelayan yang berada di sisi lain tiba di lorong tempat sebelumnya Ryuto dan Merlyn bertempur.
Mereka segera mengalihkan perhatian menuju ke langit, mata satu persatu pelayan melebar. Para pelayan jelas tahu siapa pelayan yang berada di udara tersebut.
“Kepala Merlyn...”
“Siapa lawannya?”
Satu persatu pelayan bingung dengan siapa kepala pelayan Merlyn bertempur. Jelas intensitas pertempuran sangatlah kuat, melebihi dari pertempuran biasanya.
Merlyn sendiri segera menyadari adanya tatapan mengarah ke dirinya. Ia berbalik dan melihat banyaknya pelayan di tempat ia bertarung dengan Ryuto sebelumnya.
“Ara~ sepertinya pertempuran sampai sini saja.” Merlyn berbalik memandang ke arah tempat tuan mudanya berada, ia tersenyum penuh arti dan berkata, “Kita akan bertemu lagi nanti, Tuan Muda.”
Merlyn segera menghilang dari tempatnya berada, jejak dirinya tidak terlihat sama sekali. Ryuto yang berbaring di tanah, hanya menatap dengan ringan. Ia segera bangun kembali dan luka di sekujur tubuhnya segera menghilang.
“Benar-benar pelayan aneh. Namun, menurut tindakan itu, sepertinya ia pelayan pribadi ibu.” Ryuto berkata dengan nada ringan. Ia kemudian segera melepaskan perubahan miliknya dan mengangkat kedua bahunya.
“Abaikan, waktunya pergi ke tempat ibu berada.”
__ADS_1
To be Continued.