
Apa yang membuatmu begitu percaya dengan teori indah pada
waktunya, segala orang bisa memikirkan, sekenario kenyataan tak seperti drama yang diciptakan untuk menghibur penoton tapi aku hidup untuk
diriku sendiri bukan untuk penonton yang hanya bisa menonton.
Aku bukan seorang yang jenius tapi sedikit
kenggulan yang bisa aku banggakan yaitu aku seorang yang berani bermimpi tinggi
dan aku tidak takut mengambil keputusan hahahaha mungkin sejauh ini itu yang
bisa aku banggakan. Aku seorang siswi SMA dan biasanya ku dipanggil Nom itu
jauh sekali dari prediksi namaku namun karena dari kecil jadi aku mulai
terbiasa dengan panggilan aneh itu yang tak tau dari mana dapatnya karena namaku adalah Freda Deshi Fawnia yang artinya perempuan yang
berharga dan di harapkan dalam kehidupannya
selalu di keliling kedamaian dan kemakmuran untuk bangsanya. Meskipun artinya
berat namun aku merasa bangga mempunyai nama itu karena menandakan aku dicintai
dan disayangi oleh malaikat yang berada di bumi ini dan itu adalah orang tuaku. Menulis dan mengarang itu sulit,
terkadang seakan yang kutulis seperti monoton namun impianku yang teramat tinggi hingga melampaui batas nalar menjadi
motivasi tertinggiku dan seorang penulis novel terkenal itu juga yang selalu
menemani mimpiku yang aku yakin suatu
saat nanti bertemu dengannya. Penulis terkenal itu adalah Budi Arbahum kata-katanya menurutku sangat
bagus bagaikan itu adalah kisah hidup seseorang bukan hanya karya fiksi yang di
ukir di kertas dan menjadi buku tetapi sangat-sangat membuat aku
terinspirasi dan banyak pelajaranya yang
aku dapatkan dari novel yang beliau karang. Aku siswi SMA NUSA 1 di wilayahku
Palembang Sumatera Selatan, sekolahku ini cukup terkenal dan masuk ke sini
cukup susah kalau orangnya dari golongan kurang dari standar taraf hidupnya
karena bukan cuma murid yang cerdas tapi juga fasilitas dan prasarana yang
__ADS_1
terdapat disana lebih baik dari sekolah lain. Aku tidak kaya tapi ayahku
berkata kalau dia mampu membiayaiku sekolah sampai selesai disana. Sekarang
memasuki dua tahun aku disini dan aku juga sekarang sudah menjadi kakak tingkat
karena mahasiswa baru sudah mulai masuk. Rasanya menyenangkan karena sudah melewati tingkat satu dengan senang hati meskipun banyak hal sulit juga
yang sudah terlewati .
Di bangku dekat taman ini aku duduk menunggu Ani
yang sedang menghadap guru Edi karena dia tadi terlambat, Sekolah ini selain
mahal juga peraturan sangat ketat aku merasa ada baiknya tapi juga sangat-sangat
merepotkan. Sekilas ada ibu Winda guru B.inggris lewat beserta siswa tapi aku
belum perna melihatnya ditingkat satu kemaren kalau aku ingat-ingat siswa dan
siswi tingkat 2 tidak banyak kalau ku hitung seluruh tingkat 2 hanya 6 ruang .”
Apa mungkin dia adek tingkat, tapi kenapa baru masuk tidak ikut Pengenalan
Siswa Baru” ku memperhatikan dia melangka menuju kantor tapi sepertinya dia tadi menatapku, ku merasa
menandakan sesuatu yang aneh aura yang terlihatnya sangat misterius dan
membuat aku penasaran disaat aku berusaha berasumsi dalam pikiranku tiba-tiba
ada yang mengagetkanku dari belakang yang membuat aku sangat terkejut “
doooorrrr” dia pun tertawa keras-keras melihat eskpresiku yang sangat terkejut karena ulahnya ini. “ kamu nih isss
buat aku kaget ajah kalau aku jantungan gimana?” kamu mau buat aku cepat mati
yah males ahhh,,, berlalu pergi meninggalkannya di belakang menuju kelas , “
maaf deh habis kamu melamun tadi jadi ada ide ngerjaih kamu eh tapi kamunya
bener-bener kaget hahaha....” ohhhh ke gitu yah gak mau aku maafi huhuhu....
aku sambil jalan cepat melewati dia sambil tertawa. Sampai di kelas akupun duduk tak lama dia
juga sampai, kamu nih ninggali aku jalannya
cepet banget. Terserah dong sahutku, tak lama setelah kami duduk di kelas bel
__ADS_1
berbunyi dan tandanya kalau pelajaran akan di mulai sebentar lagi, krrrrreeeee
pintu terbuka dan kepala sekolah masuk kami kaget karena seharusnya bukan kepala
sekolah yang masuk tapi guru Biologi bu Yana ternyata di belakangnya di ikuti dengan ibu Yana beserta sosok seseorang yang
tak kami kenal tapi aku belum lama bertemunya tadi di taman “ iya benar laki-laki yang tadi ternyata dia
siswa yang akan dipindahkan dan masuk ke kelas kami bukan adek tingkat maupun
kakak tingkat” gumanku dalam hati. Anak-anak kalian ke datangan teman baru dan dia pindahan
dari Jakarta, dia bersekolah disini karena ingin berlibur dan mencari hawa
baru. Ini ibu Yana yang mengurus baiklah bu saya permisi. Iya pak jawab ibu
Yana, silakan memperkenalkan diri ke semuanya aku yakin kalian juga ingin tau
namanya kan. Perkenalkan nama ku Zius Panca kalian bisa memanggi Zius ataupun
Panca, aku pindahan dari sekolah Harapan di Jakarta, setelah panca diam bu guru
langsung menyambung kata-kata panca mohon bantuannya teman sekalian .”silakan
duduk semua anak-anak “ Panca bisa duduk di belakang yang ada bangku kosong itu
di jawab panca dengan anggukan. Kalau aku perhatikan dia tampan dengan rambut
hitam, cukup tinggi, kulit putih, bersih
dan gayanya sangat berkelas juga rapi mungkin ini juga pengaruh tempat
tinggalnya dari kalangan moderen yah gimana gak jakarta pusat sumber kemewahan
dan moderan gaya pakaian yang terkini.
Nom keren ya dia tapi kayaknya dia sifatnya
dingin ehhh gak cocok denganku dan gak akan nyambung padahal gayanya aku banget
sahut Ani membuka percakapan, kami
gampang berbincang meskipun pelan-pelan karena kami duduk sebangku. Kamu nih
apa dia juga mau sama kamu ihhhhhhh jangan nilai orang dari luar apalagi
kamukan gak tau dianya gimana.
__ADS_1
Itulah awal yang menjadi cerita kisahku ini tak terduga dan juga tak masuk akal tapi iya emang beginilah kisahku.