TAKDIR

TAKDIR
Prolog


__ADS_3

        Apa  yang  membuatmu  begitu percaya  dengan  teori  indah  pada


waktunya, segala orang  bisa  memikirkan,     sekenario  kenyataan  tak seperti drama yang  diciptakan  untuk menghibur penoton tapi aku hidup untuk


diriku  sendiri  bukan untuk penonton yang hanya bisa menonton.


        Aku bukan seorang yang jenius tapi sedikit


kenggulan yang bisa aku banggakan yaitu aku seorang yang berani bermimpi tinggi


dan aku tidak takut mengambil keputusan hahahaha mungkin sejauh ini itu yang


bisa aku banggakan. Aku seorang siswi SMA dan biasanya ku dipanggil Nom itu


jauh sekali dari prediksi namaku namun karena dari kecil jadi aku mulai


terbiasa dengan panggilan aneh itu yang tak tau dari mana dapatnya karena  namaku adalah  Freda Deshi Fawnia yang artinya perempuan yang


berharga dan di harapkan dalam  kehidupannya


selalu di keliling kedamaian dan kemakmuran untuk bangsanya. Meskipun artinya


berat namun aku merasa bangga mempunyai nama itu karena menandakan aku dicintai


dan disayangi oleh malaikat yang berada di bumi ini dan itu adalah  orang tuaku. Menulis dan mengarang itu sulit,


terkadang seakan yang kutulis seperti monoton  namun impianku yang teramat tinggi hingga melampaui batas nalar menjadi


motivasi tertinggiku dan seorang penulis novel terkenal itu juga yang selalu


menemani mimpiku yang aku  yakin suatu


saat nanti bertemu dengannya. Penulis terkenal itu adalah  Budi Arbahum kata-katanya menurutku sangat


bagus bagaikan itu adalah kisah hidup seseorang bukan hanya karya fiksi yang di


ukir di kertas dan menjadi buku tetapi sangat-sangat membuat aku


terinspirasi  dan banyak pelajaranya yang


aku dapatkan dari novel yang beliau karang. Aku siswi SMA NUSA 1 di wilayahku


Palembang Sumatera Selatan, sekolahku ini cukup terkenal dan masuk ke sini


cukup susah kalau orangnya dari golongan kurang dari standar taraf hidupnya


karena bukan cuma murid yang cerdas tapi juga fasilitas dan prasarana yang

__ADS_1


terdapat disana lebih baik dari sekolah lain. Aku tidak kaya tapi ayahku


berkata kalau dia mampu membiayaiku sekolah sampai selesai disana. Sekarang


memasuki dua tahun aku disini dan aku juga sekarang sudah menjadi kakak tingkat


karena mahasiswa baru sudah mulai masuk. Rasanya menyenangkan karena sudah  melewati tingkat satu dengan  senang hati meskipun banyak hal sulit juga


yang sudah terlewati .


        Di bangku dekat taman ini aku duduk menunggu Ani


yang sedang menghadap guru Edi karena dia tadi terlambat, Sekolah ini selain


mahal juga peraturan sangat ketat aku merasa ada baiknya tapi juga sangat-sangat


merepotkan. Sekilas ada ibu Winda guru B.inggris lewat beserta siswa tapi aku


belum perna melihatnya ditingkat satu kemaren kalau aku ingat-ingat siswa dan


siswi tingkat 2 tidak banyak kalau ku hitung seluruh tingkat 2 hanya 6 ruang .”


Apa mungkin dia adek tingkat, tapi kenapa baru masuk tidak ikut Pengenalan


Siswa Baru” ku memperhatikan dia melangka menuju kantor  tapi sepertinya dia tadi menatapku, ku merasa


menandakan sesuatu yang aneh aura yang terlihatnya sangat misterius dan


membuat aku penasaran disaat aku berusaha berasumsi dalam pikiranku tiba-tiba


ada yang mengagetkanku dari belakang yang membuat aku sangat terkejut “


doooorrrr” dia pun tertawa keras-keras melihat eskpresiku yang sangat  terkejut karena ulahnya ini. “ kamu nih isss


buat aku kaget ajah kalau aku jantungan gimana?” kamu mau buat aku cepat mati


yah males ahhh,,, berlalu pergi meninggalkannya di belakang menuju kelas , “


maaf deh habis kamu melamun tadi jadi ada ide ngerjaih kamu eh tapi kamunya


bener-bener kaget hahaha....” ohhhh ke gitu yah gak mau aku maafi huhuhu....


aku sambil jalan cepat melewati dia sambil tertawa.  Sampai di kelas akupun duduk tak lama dia


juga sampai,  kamu nih ninggali aku jalannya


cepet banget. Terserah dong sahutku, tak lama setelah kami duduk di kelas bel

__ADS_1


berbunyi dan tandanya kalau pelajaran akan di mulai sebentar lagi, krrrrreeeee


pintu terbuka dan kepala sekolah masuk kami kaget karena seharusnya  bukan  kepala


sekolah yang masuk tapi guru Biologi bu Yana  ternyata di belakangnya di ikuti  dengan ibu Yana beserta sosok seseorang yang


tak kami kenal tapi aku belum lama bertemunya tadi di taman  “ iya benar laki-laki yang tadi ternyata dia


siswa yang akan dipindahkan dan masuk ke kelas kami bukan adek tingkat maupun


kakak tingkat” gumanku dalam hati. Anak-anak  kalian ke datangan teman baru dan dia pindahan


dari Jakarta, dia bersekolah disini karena ingin berlibur dan mencari hawa


baru. Ini ibu Yana yang mengurus baiklah bu saya permisi. Iya pak jawab ibu


Yana, silakan memperkenalkan diri ke semuanya aku yakin kalian juga ingin tau


namanya kan. Perkenalkan nama ku Zius Panca kalian bisa memanggi Zius ataupun


Panca, aku pindahan dari sekolah Harapan di Jakarta, setelah panca diam bu guru


langsung menyambung kata-kata panca  mohon bantuannya teman sekalian .”silakan


duduk semua anak-anak “ Panca bisa duduk di belakang yang ada bangku kosong itu


di jawab panca dengan anggukan. Kalau aku perhatikan dia tampan dengan rambut


hitam, cukup tinggi, kulit  putih, bersih


dan gayanya sangat berkelas juga rapi mungkin ini juga pengaruh tempat


tinggalnya dari kalangan moderen yah gimana gak jakarta pusat sumber kemewahan


dan moderan  gaya pakaian yang terkini.


        Nom keren ya dia tapi kayaknya dia sifatnya


dingin ehhh gak cocok denganku dan gak akan nyambung padahal gayanya aku banget


sahut Ani membuka percakapan,  kami


gampang berbincang meskipun pelan-pelan karena kami duduk sebangku. Kamu nih


apa dia juga mau sama kamu ihhhhhhh jangan nilai orang dari luar apalagi


kamukan gak tau dianya gimana.

__ADS_1


        Itulah awal yang menjadi cerita kisahku ini tak terduga dan juga tak masuk akal tapi iya emang beginilah kisahku.


__ADS_2