TAKDIR

TAKDIR
Kesepakatan


__ADS_3

     Aku tidak mengerti kenapa aku


ingin sekali menonton dia tampil jangan-jangan aku yang sekarang mulai suka


dengan dia, tidak ,,,,,itu tidak, sudahlah ini kan Cuma acara perlombaan yang


mewakili sekolah  wajarlah aku menonton


ini juga sekolahku. Aku datang telat, apakah sih Freda itu sudah tampil “


baiklah kita saksikan finalis ke 10 oleh Freda Deshi Fawnia dengan tema mimpi


tak terbatas”  tema yang dia ambil bagus


dan dia juga terlihat cantik, aku terkejut akan gerakannya bukan karena


terpesona atau apalah itu namun gerakan itu mirip bidadari yang tidak asing


bagiku dari berbagai penari balet yang aku lihat gerakannya mirip bidadari baru


dia, apakah dia dulu murid bidadari  tapikan


sejak dulu mungkin sampai sekarang bidadari masih di Amerika tapi aku yakin


sekali kalau itu gerakan bidadari meskipun ada beberapa gerakannya yang berubah


atau pun di tambah.


     Apa  Freda  tau tentang bidadari aku  sangat  penasaran  hingga aku ingin bertanya namun jika


jawaban yang akan aku dengar adalah tidak dia akan ikut campur dan ingin tau


lebih banyak tentang  keluargaku  lebih baik aku tahan dan perlahan aku akan


cari tau apa hubungan Freda dengan bidadari ? Tapi untuk sekarang lebih baik


aku pergi saja dari sini dari pada aku tanpa sadar menanyakan ini padanya dan


aku juga butuh rencana kedepan. Pagi harinya di sekolah aku mendengar isuh-isuh


yang lagi hot di bicarakan “ Freda dapat juara 1 ya, gue yakin dia pasti bisa


menang nanti antar provinsi tapikan syarat selanjutnya harus berkolaborasi


dengan penari laki-laki, itu pasti susah nyarinya apa lagikan gak bisa ajak


laki-laki yang bener-bener gak tau kan bisa repot ,,,,ya bisa sih kalau cari di

__ADS_1


klub sanggar balet pasti ada”  dari apa


yang aku dengar sepertinya aku mendapat  ide yang  muncul dengan


sendirinya. Pulan sekolah di jalan menujuh rumah “ Freda ! (di menoleh ke


belakang tepat mengarahku) Panca ... kau memanggilku ? ( aku mendekat


memperpendek  jarak  kami  yang


sebelumnya memang jauh ) iya aku memanggilmu ada sesuatu yan mau aku bicarakan


“ kau mau membicarakan apa ? atau kau membicarakan kekecewaanmu akan


kemenanganku, jika aku benar cepat katakan agar aku tidak membuang waktu dengan


percuma di sini banyak yang harus aku urus” tidak bukan itu yang ingin aku


bicarakan karena kita di jalan seperti ini tidak nyaman bagaimana kita bicara


di bukit kecil itu sambil mengunggu matahari terbenam itu lebih nyaman untuk


bicara diapun menjawab dengan angukan. Sekarang silakan ungkapkan apa yang


ingin kau sampaikan


         oke....oke sabar-sabar tujuan aku mau


menawarkan sesuatu dan ini bisa sangat menguntungkan kedua belah pihak


( raut muka yang curiga denganku ), tapi sebelum itu bukanya kamu berhutang suatu


permintaan maaf kamu iya?


        Okeoke maaf kejadian yang saat kamu latihan itu aku


akui kamu memang berbakat. Oke aku maafkan karena aku lihat kamu cukup tulus


baiklah sekarang teruskan.  Gini ! akukan


tadi dengar dari yang lain kamu lagi mencari pasangan untuk  kolaborasi dalam tarianmu dan kebetulan aku


cukup mengerti dasar-dasar balet, beruntungkan kamu karena aku secara langsung


menawarkan ke kamu. Tunggu dulu kayaknya aku mencium hal yang mencurigakan, gak


mungkinkan kamu nolong aku yang sebenernya bisa dikatakan musuh apalagi kalau

__ADS_1


diingat-ingat saat itu kamu dengan muda menghina diriku tapi mengapa kamu


sekarang nolong aku ? hey....hey... kapan aku mengiyakan kalau kita musuh ?


 Memang sih kata-kataku padamu


tempo hari sedikit lebih tegas tapi semua yang aku katakan memang  jujur menggambarkan kenyataan. Ahh...tegas ! kayak gitu yang dikatakan tegas lalu kemana ya yang termaksud katagori kasar (


melotot mengarah Panca ). Udah...udah nih kita berantem terus gak bahas topik


kita tadi ? oke iya udahlah kembali ketopik, jadi intinya kamu mau menjadi


pasangan kolaborasi aku di perlombaan selanjutnya ?


iya itu sih kalau kau mau dan juga tawaran ini tidak gratis sebagai imbalan kamu ajarkan aku matematika,


kalau dilihat-lihat kau sedikit lebih unggul dariku lagi pula ini menguntungkan


kita berdua. Kalau dipikir-pikir kata-katamu ada benarnya juga iya sudah kita


sepkat berarti besok kita mulai latihan dong ! oke semakin sepat semakin baik


balik sekolah langsung ke rumahku ! ahhh ( terkejut )


kok rumahmu kenapa tidak di sekolah ? ehhh kalau di sekolah tidak biasa leluasa kalau di rumahku tempat


di halaman depan rumah luas tidak ramai, ribut dan disana mbok yang nanti bisa


bikini minuman dan makanan ingat kita gak Cuma latihan balet kamu jugakan harus


ngajari aku matematika, gimana setujuh apa tidak dengan tawaran aku ? okelah


besok kita mulai pulang sekolah.


                Sebenarnya aku masih curiga kenapa dia tiba-tiba


begini tapi iya sudahlah jangan berpikiran negetif terus, aku mau pulang ( aku


beranjak dari tempat dudukku). Freda ! mau kemana ? tidak sebentar  lagi !  kenapa tidak kita tunggu matahari terbenam bagus loh ( dia memandang ke depan ) iya ...yah tinggal beberapa menit lagi


( duduk kembali ) dan kami berdua hanya diam duduk memandang langit sore, udara


segar yang perlahan-lahan mulai memudar menjadi angin dingin dengan disertai


datangnya malam setelah itu kami pulang bareng tanpa ngobrol hingga sampai


rumah masing-masing. Di sekolah kami seperti biasa saling tidak peduli, tidak

__ADS_1


dekat dan berbicara kalau perlu saja


__ADS_2