TAKDIR

TAKDIR
Bab 49


__ADS_3

Bang Ridho mengungkapkan isi hati nya kepada ku. Jujur ku katakan aku nyaman ngobrol sama dia. Tapi rasa nyaman itu hanya sebatas teman saja. Tidak lebih rasa cinta ini hanya untuk seseorang yang berada di seberang sana. Yah bukan kah cinta itu tidak bisa di paksakan?


***


"Yus, ke Bengkalis yuk jalan-jalan. Sekedar mencari angin" Ujar ku mengajak Yus untuk liburan melalui pesan singkat.


"Boleh, boleh. Sudah lama juga aku gak jalan-jalan ke Bengkalis" Jawab Yus.


"Sekalian aku mau ke rumah buk Ita mau ambil barang pesanan"


"Oke aku setuju, kapan kita pergi?"


"Karena hari masih pagi, baru juga pukul tujuh pagi. Kita pergi sekarang aja ya" Ujar ku kepada Yus.


Yah, aku juga ingin bertemu dengan Dodi. Sudah lama aku tidak bertemu dengan nya. Sejujurnya hati ini sangat merindui nya.


"Oke kalau gitu, aku siap-siap dulu ya" Balas yus.


"Oke nanti aku jemput ya"


***


"Kita pergi ke rumah ibu Ita dulu ya, setelah itu kita ke toko MM untuk beli kue mau aku berikan untuk ibu mertua hehehe" Ujar ku saat kami sudah sampai di Bengkalis.


"Wah, ibu mertua? Emang kalian sudah jadian?"


"Belum sih, tapi kalau jodoh tidak kemana" Ujar ku kepada Yus.


"Iya deh, semoga saja kalian berjodoh. Aamiin"


"Aamiin"


Tepat pukul dua belas siang aku tiba di rumah Dodi bersama Yus.


"Assalamualaikum" Ujar ku mengucap salam di depan pintu rumah Dodi.


"Waalaikumsalam" Jawab Dodi membuka pintu.


Aku melihat Dodi dengan pakaian kotor nya yang ia kenakan. Yah hari ini dia ikut ayah nya kerja bangunan. Pakaian yang berwarna merah penuh dengan kotoran serta celana jens pendek yang di kenakan nya. Sungguh aku merasa kasihan sama calon suami ku itu (semoga saja).


Sebelum nya aku sudah mengabarinya akan datang ke rumah nya. Lantaran dia hari ini bekerja, karena itu lah aku dan Yus memutuskan jalan-jalan dulu hingga dia pulang ke rumah untuk istirahat siang.


Aku menatap nya dengan senyuman. Ingin rasa nya aku membantu mencari nya pekerjaan karena aku tidak tega melihat nya kerja berat seperti itu. Entah lah aku juga tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran ku saat ini.


"Ini aku bawain kue" Aku memberikan kue yang ku belikan tadi di toko MM.


"Sudah makan?" Tanya nya kepada ku.


"Sudah kok, tadi kami makan di luar" Jawab ku apa ada nya.


"Oh kirain belum. Mau ajak makan bersama" Ujar nya lagi.


"Terima kasih sudah kenyang kok"


"Sebentar ya aku antar kue ini ke belakang dulu" Ujar nya lagi berlalu dari hadapan ku dan Yus.


"Yus, bantuin aku ya" Pinta ku ketika Dodi sudah tidak kelihatan lagi.


"Bantuin apa?"


"Cariin pekerjaan untuk Dodi di Pakning. Aku gak tega deh ngelihat dia kerja berat seperti itu" Ujar ku lagi.


"Oke, nanti kita cari sama-sama ya"


"Terima kasih ya Yus"


"Tapi kenapa di Pakning?"


"Terus di mana? Gak mungkin kan aku mencari pekerjaan di sini, secara aku gak tahu daerah sini. Lagian kita tinggal nya di Pakning. Waktu kita banyak nya di Pakning"


"Iya juga sih ya. Bisa juga kamu dan dia terus-terusan dekat ya"


"Nah itu juga alasan nya" Ucap ku lagi.


"Ngomongin apa sih?" Tanya Dodi tiba-tiba muncul.


"Gak ada, cuma urusan perempuan aja" Jawab ku.


"Oh gitu. Maaf ya cinta gak bisa menemanimu untuk jalan-jalan hari ini"


"Oh gak apa-apa, lagian kamu kan sedang bekerja gak mungkin kan aku paksain untuk temani aku"

__ADS_1


Dodi tersenyum mendengar ucapan ku. Lama kami saling pandang. Timbul lah getaran-getaran halus di hati ini. Sungguh aku sangat merindukan kekasih orang ini. Tapi rasa rindu ini tidak bisa aku ungkapkan karena hubungan kami tanpa status.


"Aduh, sekarang aku menjadi obat nyamuk nya" Sindir Yus membuat tatapan kami terputus.


"Ya sudah aku pinjam motor kamu ya Mah, aku mau ke warung dulu sebentar. Di mana warung nya Dodi?" Tanya Yus kepada Dodi.


"Lurus aja ikuti jalan ini. Warung nya ada di sebelah kiri" Jelas Dodi menunjuk jalan yang ada di samping rumah nya.


"Mau beli apa sih Yus?" Tanya ku.


"Obat pusing, kepala ku merasa gak enak" Yus segera pergi meninggalkan kami berdua.


Aku dan Dodi terdiam terpaku. Tidak bisa kami mengucapkan kata-kata apa pun. Entah lah kami menjadi canggung saat itu.


"Maaf ya cinta pakaian ku kotor, nama nya juga kerja bangunan. Tadi kami menggali tanah untuk membuat pondasi. Dan sebentar lagi kami akan pergi kerja kembali. Nanggung juga kan mau mandi karena nanti kotor lagi" Jelas nya.


"Gak apa-apa. Yang penting kerja mu halal"


Diam lagi hening lagi.


"Oh ya ada yang mau aku tanya kan sama kamu" Setelah lama terdiam.


"Apa?" Tanya Dodi.


"Sebenar nya perasaan kamu ke aku itu seperti apa sih? Aku bingung sama hubungan kita. Terkadang, kita seperti pacaran tapi hingga saat ini kamu tidak pernah mengungkapkan perasan mu kepada ku. Aku bingung atas hubungan ini" Ujar ku lagi menatap bola mata Dodi meminta kepastian. Yah bagaimana pun aku ini seorang wanita. Dan aku butuh kepastian untuk hubungan kami. Aku tidak mau hubungan ini terus-terusan tanpa status.


Dodi terdiam mendengar pertanyaan ku. Dia tampak berpikir.


"Maaf kan aku cinta. Aku sayang sama kamu. Bukan maksud ku untuk mempermainkan perasaan kamu. Tapi aku tidak mau membuat mu terluka. Secara kamu tahu aku dan Fida masih ada hubungan. Aku tidak mau menyakiti hati kamu. Aku juga bukan laki-laki yang baik" Ujar nya kepada ku.


Deg...


Aku tersentak mendengar apa yang Dodi katakan. Jadi selama ini, ini lah alasan nya kenapa dia tidak mau mengungkapkan perasaan nya kepada ku. Karena dia tidak mau aku terluka.


"Aku tahu kamu sudah banyak terluka karena kekasih lama mu. Aku tahu perasaan mu. Aku tahu kamu juga merasakan hal yang sama kepada ku. Tapi aku takut tidak bisa membuat mu bahagia. Aku takut kamu akan terluka bersama ku. Jadi aku pikir lebih baik kita seperti ini dari pada ada status tapi saling menyakiti" Jelas nya lagi.


Deg...


Lagi-lagi aku tersentak mendengar penjelasan dari Dodi. Entah mengapa pengakuan nya membuat aku tersentuh.


"Maaf kan aku cinta. Jika kita berjodoh, kita pasti bersama. Untuk saat ini nikmati saja hubungan kita seperti ini"


Aku hanya bisa terdiam mendengar kata-kata Dodi. Entah aku ini wanita yang terlalu bucin atau apa lah itu aku juga tidak tahu. Bisa-bisa nya aku terima saja untuk menikmati hubungan tampa status ini.


Aku mengangguk tersenyum. Sambil menunggu Yus pulang dari warung, aku pergi ke belakang untuk bertemu dengan ibu nya Dodi uang sedang melipat pakaian.


"Baru tiba nak?" Tanya nya kepada ku.


"Gak kok buk, dari tadi pagi sih sebenar nya. Jalan-jalan tadi baru deh mampir ke sini"


"Oh gitu, Dodi ini lah kerja nya. Ikut ayah dia sebagai tukang. Sulit untuk mencari pekerjaan. Oh ya jika ada lowongan kerja, kabari Dodi ya" Pinta ibu nya Dodi.


"Wah, ada harapan jika aku meminta Dodi untuk bekerja di Pakning karena ibu nya juga meminta ku untuk mencarinya pekerjaan" Batinku.


***


Kembali aku membuka aplikasi facebook ku untuk sekedar mencari hiburan di sana. Yah karena aku sudah bekerja, hingga kau bisa membeli ponsel android yang ada aplikasi BBM nya. Bukan ponsel baru juga sih, hanya ponsel bekas yang ku beli dengan harga murah. Yang penting bisa BBMan.


"Sepakat tiada ikatan, namun saling menjaga hati satu sama lain itu lebih baik dari pada ada ikatan namun tak bisa menjaga komitmen.


#DI_RA" Status ku di facebook dan di BBM. dan #Dira itu artinya Dodi Ramah. Yang berarti status itu untuk ku berikan kepada Dodi.


Kring...


Ponsel ku berdering tanda ada panggilan dari seseorang.


"Hallo" Ujar ku menjawab panggilan itu.


"Hallo dek, lagi ngapain? Sibuk?" Tanya nya lagi kepada ku yang tak lain adalah bang Ridho.


"Lagi nonton tv aja ni bang. Gak sibuk kok" Jawab ku.


"Sudah makan?"


"Belum bang. Belum lapar"


"Jangan telat makan, nanti sakit lo dek" Ujar nya dengan perhatian.


"Iya bang terima kasih atas perhatian nya. Nanti juga makan jika sudah lapar" Ujar ku lagi.


"Dek, abang mau mengajak adek taaruf. Apa adek mau?"

__ADS_1


Deg...


Lagi-lagi perasaan itu di katakan oleh bang Ridho yang membuat aku bingung harus memberikan jawaban apa kepadanya.


"Maaf bang, untuk saat ini aku belum bisa mewujudkan permintaan abang. Aku belum siap"


"Ya sudah abang akan menunggu sampai adek siap. Abang akan mengumpul uang untuk meminang adek. Dua puluh juta cukup?" Tanya nya lagi terdengar serius.


"Aduh, masalah itu aku gak tau ya bang. Itu sih tergantung keputusan orang tua kita. Lagian aku tidak mengharuskan abang harus memberikan uang sebagai hantaran begitu banyak nya. Aku hanya meminta kesanggupan pihak laki-laki saja" Ujar ku.


"Lagian untuk apa aku meminta hantaran banyak-banyak sedangkan aku hanya lah seorang gadis yang tidak suci lagi" Batin ku.


"Oke abang akan kumpul uang sebanyak itu, gaji abang sebesar lima juta di kebun sawit. Nanti setelah kita menikah abang akan memberikan semua uang gaji abang untuk adek kelolah" Ujar nya lagi.


Aku tersenyum mendengar khayalan dari bang Ridho. Aku belum mengatakan mau tidak nya untuk menjalani taaruf dengan nya. Tapi dia sudah menghayal begitu jauh sampai-sampai kami sudah menikah.


"Di aamiinin aja bang. Jika kita berjodoh, pasti kita akan bersama" Ujar ku lagi.


"Ya sudah, aku makan dulu ya bang. Sudah lapar" Ujar ku menutup ponsel ku.


Kembali aku berselancar di sosial media ku. Betapa kaget nya aku melihat postingan Dodi di BBM nya. Dia memasang foto bersama Fida pacar nya.


Deg...


Sakit, yah sangat sakit hati ini melihat foto itu. Baru tadi siang dia mengatakan tidak mau membuat ku terluka, tapi kini dia yang membuat ku terluka karena postingan nya.


Aku membalas story BBM nya.


"Bukan main romantis" Ujar ku.


"Maksud nya apa cinta?" Balas Dodi.


"Story BBM mu itu lah. Terima kasih atas luka nya" Ujar ku lagi.


"Beneran aku gak tahu apa-apa cinta"


"Terus siapa yang buat story nya? Gak mungkin kan hp sendiri orang lain yang buat"


"Beneran cinta. Tadi hp ku tinggal di rumah, aku gak tahu siapa yang membuat story itu. Mungkin saja si Fida. Soal nya tadi sore dia ada di rumah waktu itu. Aku kerja sama ayah ku nta"


"Oh, omong kosong"


"Beneran cinta, tidak mungkin aku menyakiti hati mu. Aku tidak mau membuat mu terluka cinta"


"Nyatanya kamu sudah membuat ku terluka dengan memberikan harapan kepada ku"


"Beneran cinta aku tidak tahu apa-apa. Aku berani sumpah"


"Jangan pakai sumpah-sumpahan. Nanti kamu termakan sumpah baru tahu rasa. Dan jangan pandai kamu bersilat lidah, nanti lidah mu tergigit sendiri putus baru tahu" Ucap ku lagi dengan kesal di hati ku.


"Cinta, tolong dong percaya sama aku"


"Udah ah, capek terserah kamu mau ngapain sama kekasih mu itu" Ujar ku.


"Jangan begitu dong cinta" Ujar Dodi membalas pesan ku melalui BBM.


Aku hanya membaca pesan dari Dodi tanpa membalasnya karena hatiku sudah cukup kecewa melihat dirinya seperti itu. Meskipun aku tidak tahu apakah itu alasannya benar atau tidak. Secara aku jauh di sini dan dia di sana jelas aku tidak tahu apakah dia itu jujur kepadaku atau sebaliknya karena kami jauh di mata.


Mendapati pesannya tidak dibalas olehku dan hanya aku baca, dia pun memutuskan untuk menghubungiku melalui telepon biasa.


"Apa lagi?" Tanya ku dengan kesal mengangkat ponsel ku.


"Cinta, jangan marah kepadaku seperti itu. Aku benar-benar tidak tahu cinta. itu story nya sudah aku hapus" Ujar nya kepada ku.


"Aku tidak marah, lagian aku tidak ada hak nya marah sama kamu. Secara kita tidak mempunyai hubungan apa pun. Hanya saja aku kecewa dengan mu" Ujar ku.


"Iya sama aja itu cinta. Maaf ya cinta" Ujar nya lagi.


"Maaf untuk apa?"


"Maaf sudah membuat mu kecewa"


"Sudah lah lupakan saja. Aku gak mau membahas nya lagi. Lagian ini lah takdir seorang pengharap cinta orang" Ujar ku dengan nada sedih.


"Jangan begitu ngomong nya cinta. Kita sama-sama saling sayang, tidak mungkin aku mengecewakan mu"


"Entah lah Dodi, aku gak tahu isi hati orang seperti apa. Rambut boleh sama hitam tapi isi hati kita nggak tahu" Ujar ku lagi.


"Ya sudah, aku mau tidur dulu ya, lelah rasa nya menghadapi kehidupan ini" Ujar ku mencari alasan untuk mengakhiri telpon kami.


"Ya sudah, selamat malam cinta. Hadirkan aku di setiap mimpi indahmu"

__ADS_1


"Iya" Jawab ku singkat langsung memutuskan hubungan telepon kami.


__ADS_2