TAKDIR

TAKDIR
Welcome kampung halaman


__ADS_3

"Om yakin kamu pasti akan sukses , walau cobaan selalu menghadang " ucap Om...terbaru memandang Via


"Iya...mama juga yakin , Via pasti sukses " tak mau kalah...


"Mam...kita bicara sambil berdiri , Via cape mam, dari jauh " om mengingatkan..


"Ya ampun Via , Tante sampai lupa , ayo...ayo masuk ke dalam " ucap Tante menarik tangan Via lembut .


"Biar koper mu om yang bawa...." menghampiri taxi .


"Ga usah om , biar Via ga berat ko..." ucap Via sambil mengeret koper nya..


"Kamu jangan sepelehin tenaga om " bagai film kartun Popeye , si om memperagakan...memperlihat kan otot , walau sudah seperempat abad...masih terlihat berotot.


"Inget Uda tua....gaya kaya masih muda " Tante cekikikan..


"Ha..ha..ha...om ini lucu " ucap Via tak sadar mata nya menatap rumah dulu .


Tak sengaja pandangan mata Via.


Memandang rumah yang sejak kecil Via tempati.


Teringat kebahagiaan Via dan keluarga nya ,sang kedua orang yang selalu memanjakan, tapi tegas, sang om yang selalu mengajari nya ilmu bela diri, walau ia sudah tidak ada.


Mungkin jika adik ibu itu masih ada ia tidak sengsara.


Sejak perusahaan kecil yang sang ayah diri kan terbakar .perubahan itu terjadi.


Sang ayah yang binggung...mencari pinjaman kesana kemari tetapi ia tidak mendapatkan nya . akhir nya putus asa ia meminjam uang ke renternir.

__ADS_1


Ujung - ujung nya Via yang menjadi korban.


Korban ke egois sang ayah yang tak mau mengerti, tak mau mengerti dengan cita - cita nya.Hingga sang ibu meninggal.


Sedih....shok tentu , harus Via hadapi.


Untung ada orang yang mau menolong nya....pertolongan yang sangat berharga, hingga ia menjadi seperti sekarang ini


"Sekarang rumah itu dibeli oleh seseorang.mereka membeli nya dari juragan " bisik Tante ketika melihat Via memandang rumah masa kecil nya sedih.


Dia sepasang pengantin baru " ucap Tante setengah berbisik.


"Oh..begitu Tan , Via pikir masih di tingal sang juragan yang doyan kawin " ucap Via mata nya tak lepas memandang rumah nya yang terlihat sudah berubah.


"Huuuf...."Via menarik nafas panjang. ia berharap pulang kampung bisa menebus rumah itu dari sang juragan, tetapi sudah di jual kembali ..


Putus harapan nya....


"Ia anak kampung sebelah ..., ayo masuk Via " ajak Tante..


"Kamu menginap di rumah Tante saja " ucap nya...


"Iya Tan...Via tak merepotkan ???...


"Tidak Via....kamu sudah Tante angap anak sendiri , kan kamu tahu Tante tidak punya anak " terlihat melamun..


Om hanya mengelus punggung Tante memberi kekuatan.


Melihat itu , Via memeluk sang Tante , ia tak ingin orang yang berjasa itu menangis.

__ADS_1


"Iya Tan , Via akan menginap disini....


****


Pagi yang cerah , matahari memancar kan sinarnya begitu indah.


Via membuka mata nya perlahan , samar - samar ia mendengar suara burung berkicau...


"Selamat datang Via , Indonesia ...


HM.....udara yang segar , ini tidak aku dapat kan disana " batin Via membuka jendela kamar .


Kriiing...


kriinnnggg...


Via melihat pesan aplikasi WhatsApp .


"HM...mam " mengambil handpone nya.


"Hallo mam....


"Hallo sayang , sudah sampai , seperti baru bangun tidur " ucap Mrs Bruno disana.


"Yes mam...


"Syukurlah , jaga kesehatan nak, cepat pulang ...


"Ya mam , thank you " ucap Via tersenyum...

__ADS_1


maaf keun teman...lagi buntu


__ADS_2