
"Iya tau....Pi usaha Don " ucap Ricky 5ak.mau kalah...
"Uda bos....ak sudah usaha...mereka selalu tahu jika aku menyelidiki keberadaan Via..."perlahan Doni berjalan mundur meningalkan Ricky yang sedang bicara sendiri .
"Cari akal Don, gitu aja menyerah kamu paya ..." setengah teriak Ricky menoleh kesamping.
Ternyataaaaa.....(jreeeeennng)
Yang diajak bicara tidak ada..
"Don...
Don...
Doniiiiiiii....jerit Ricky ketika melihat Doni tidak ada di samping nya.merasa ia di kerjain.
"Bodo amat, cape gue ngadepin bos oon yang lagi bucin "ucap Doni yang sudah kabur dengan mobil nya sambil tertawa terbahak - bahak mendengar sang bos memangil setelah sadar ia tidak ada disamping nya...
"Kurang ajar bocah....dikerjain gue " Ricky marah - marah sendiri.
Sambil berjalan mondar mandir , berusaha menghubungi Doni yang tidak di angkat ..
Akhinya Ricky membuka aplikasi WhatsApp , untuk mengancam Doni.
💌 ga balik gaji gue potong " ancam Ricky seenak nya sendiri .
Gleg...
💌 Sabar.
"Ck....bisa nya ngancam " ucap Doni jengkel, saat ia sedang minum kopi di caffe..
Dengan terpaksa ia kembali , dengan membeli camilan roti , untuk menutupi kejengkelan nya.
Sesampai di rumah Ricky , ia memarkirkan mobil nya dengan sembarangan.
__ADS_1
"Gue lagi ngomong , elo malah kabur " ucap Ricky menatap Doni tajam , setelah melihat Doni kembali lagi.
"Ke caffe...sambil beli ini " meyerahkan dua paper bag. dengan santai tak menghiraukan omelan teman sekaligus bos nya itu.
"Gimana cara nya Don , supaya kita ketemu Via ?? " menatap kedepan televisi.
"HM....gimana ya...."pura - pura berfikir.
Padahal dalam hati ia tertawa, cinta membuat nya seperti ini. sambil melirik Ricky yang terlihat gelisah.
"Kenapa ga nyusul aja ke stasiun televisi itu " ucap Doni asal...meyomot satu roti coklat kesukaan nya.
Pletakkk..
menjitak kepala Doni , dengan santai.
"Ado...sakit tau "jerit Doni sambil mengusap kepala nya
"Tumben elo pinter sekali ...ayo kita yusul kesana "menarik tangan Doni.
"Iya kesana..., tadi kamu bilang nyusul kesana, gimana sih ".menatap Doni intens.
"Ayo....nanti keburu Via pulang " lebih mendesak Doni.
"Camilan nya gimana ???..."Doni masih tetap mencari alasan.
"Tingalin...cepet , kalau mau gaji elo gue potong " berjalan setengah berlari menuju mobil.
Doni menyambar dua paper bag, sambil mengikuti Ricky.
"Pake mobil gue aja " ucap nya berlari menuju mobil nya dan Ricky memutar badan mengikuti , menuju mobil Doni.
"Cepat " ucap nya ...
Dengan kecepatan penuh Doni menuju stasiun Televisi itu.
__ADS_1
****
Sesampai di stasiun televisi itu , dengan gagah Ricky turun dari mobil.
Belum ia menutup mobil , terlihat Via sedang bercakap - cakap dengan Steven dan pembawa acara.
Setelah berjabat tangan Via dan Steven membalik kan badan hendak pergi.
"Via " pangil Ricky menghampiri nya.
"O...Mr Ricky dan Mr Doni , anda hendak kesini, apa mau wawancara juga ??" tanyaVia tak percaya
"Hai.....mengulurkan tangan.
Tidak kami tidak ingin masuk kedalam " ucap nya dingin melirik Steven...
"Terus...????.
"M..mau..
"Mau ketemu kamu "ucap Doni melihat Ricky tak dapat melanjutkan ucapan nya.
"Ketemu aku ???.
"Ada apa ? " merasa heran.
"Ga ada apa - apa hanya ingin bertemu dan menjemput mu " lagi ...lagi Doni yang menjawab.
Ricky hanya terdiam sambil memandang Steven tak senang.
Merasa tak enak hati Via terdiam menunggu jawaban Ricky.
"Ah ya...aku disuruh...
like , cmnd dung thanks all
__ADS_1