
Yah semenjak humor honorer kantor akan di berhentikan, aku dan Dika pun selalu keluar malam. Bisa di katakan setiap malam kami bertemu. Terkadang Dika yang datang ke rumah ku. Terkadang aku pula yang menjemput nya ke kantor.
Yah kami hanya ingin menghabiskan waktu kami bersama sebelum akan menjalani LDR lagi.
Malam itu aku dan keponakan ku memutuskan untuk pergi ke kantor Dika. Yah karena Dika bilang dia belum sempat makan dari tadi siang karena terlalu sibuk bekerja hingga pada akhir nya dia sakit perut. Sontak hal itu membuat ku menjadi khawatir. Yah aku tidak bisa mendengar laki-laki yang aku cintai itu sakit.
Hal itu lah yang membuat ku pada akhir nya harus berada di kantor Dika untuk beberapa saat. Yah seperti biasa takut di pikir bukan-bukan, aku pun membawa keponakan ku si Uti.
Kami masuk ke kantor Dika dan melihat keadaan laki-laki itu. Terlihat dia sedang berada di depan komputer mengerjakan pekerjaan nya.
"Masih sibuk?" Tanya ku.
"Iya cinta. Secara ini mau akhir bulan dan aku harus selesaikan laporan bulanan ini" Jelas Dika.
"Kata nya sakit perut kenapa masih di paksakan bekerja sih?"
__ADS_1
"Ya harus bagaimana lagi cinta ini laporan harus segera selesai"
"Tapi kan ini baru tanggal berapa, besok masih ada waktu untuk membuat nya" Ujar ku.
"Iya sih cinta, tapi aku tidak tenang jika laporan ini belum selesai dengan tepat waktu nya"
"Ya tapi kan masalah nya saat ini kamu sedang sakit. Masa ia di paksakan terus sih kerja nya. Nanti malah tambah parah gimana? Kamu sendirian lo di sini" Ujar ku kepada Dika.
Dika hanya terdiam mendengar omelan ku saat itu.
Dika menggelengkan kepala nya pelan pertanda saat itu dia belum makan sama sekali.
"Tuh kan masih belum makan. Sudah tahu sakit masih saja tidak menjaga pola makan nya" Omel ku seperti mak-mak saja.
"Uti, tolong pergi beli sate ya di simpang sana. Kan tadi sebelum masuk ke gang ini ada jual sate tu. Beli tiga porsi ya" Ujar ku kepada keponakan ku itu. Yah dia adalah keponakan paling gampang jika di minta pertolongan. Yah ketika meminta bantuan kepada nya, saat itu juga dia langung mengerjakan nya. Karena itu lah aku suka kepada keponakan ku yang satu itu.
__ADS_1
Uti pun pergi membeli sate yang ku pinta tadi.
"Obat sakit perut yang ku belikan kemarin masih ada?" Tanya ku kepada Dika setelah Uti pergi meninggalkan kami berdua.
"Masih kok cinta. Tapi aku rasa sakitnya ini karena lapar deh"
"Jika tahu sakitnya itu karena lapar kenapa kamu nggak membeli makanan? Paling suka kamu yang memelihara penyakit? Aku yang cemas memikirkan kamu jika kamu sakit di sini" Ucap ku kesal kepada Dika.
"Kan aku sibuk cinta"
"Sesibuk apa pun emang gak bisa apa di tinggal sebentar untuk membeli makanan?"
Dika nyengir dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena omelanku barusan.
Uti pun kembali dan membawa tiga porsi sate. Kami pun menyantap sate yang di bawa Uti tadi dengan lahap nya. Setelah selesai menyantap sate aku dan Uti pulang karena tidak enak jika kami lama-lama di sana. Bisa-bisa kami di bilang melakukan yang tidak-tidak lagi.
__ADS_1